Oleh Oleh Khas Madura Rumah UMKM Jokotole Collection

12/18/2018 Add Comment
Berlibur di Madura memang sangat menyenangkan, wisata alam, wisata kuliner, wisata sejarah sampai wisata religi yang ada di Madura begitu pantas untuk dikunjungi. Semakin berkembangnya zaman berkembang pula fasilitas umum yang ada di setiap tempat wisata. Hal tersebut tentu saja membuat para wisatawan yang datang berkunjung menjadi semakin sennag dan puas.

Sepulang berlibur biasanya agenda selanjutnya adalah pergi membei buah tangan atau yang sering disebut dengan oleh-oleh. Nah, kalau di Madura teman-teman tidak perlu khawatir mencari tempat oleh-oleh yang khas Madura. Terutama yang ada di Kabupaten Bangkalan, ada banyak tempat oleh-oleh yang yang bisa kalian kunjungi sebelum meninggalkan Madura.


Rumah UMKM Madura Jokotole Collection


Dari beberapa tempat oleh-oleh yang ada salah satunya adalah Galeri Jokotole yang baru-baru ini resmi dibuka. Apa sih kelebihan dari Galeri Jokotole dibandingkan dengan tempat oleh-oleh yang lainnya?. Sebenarnya hampir sama, meskipun kami yakin setiap tempat memiliki servis dan fasilitas yang berbeda.

Namun di Galeri Jokotole ini teman-teman akan disuguhi bermacam jenis produk unggulan dari Madura yang berasal dari tangan asli para pekerja UMKM. Di sana menawarkan berbagai fasilitas kepada para wirausaha baru, insan kreatif, serta pelaku UKM yang ingin naik kelas. Itulah konsep yang ditawarkan Rumah UMKM Madura Jokotole Collection (JC).


Uswatun Hasanah  adalah otak dibalik berdirinya JC. Yang awalnya hanya berbisnis batik, kini telah merambah ke camilan, minuman, merchandise, serta asesoris. Kepedulian Uswatun pada pelaku UKM dibuktikan dengan status baru JC sebagai Rumah UMKM Madura. Lokasi JC yang berada di jalan akses menuju Pasarean (makam) Syaichona Cholil tergolong strategis.

Meski bukan tergolong jalan utama, namun hampir setiap hari dilewati bus yang membawa rombongan peziarah. Acara Grand Opening Rumah UMKM Madura Jokotole Collection ini resmi dibuka oleh Uswatun Hasanah, dosen Universitas Trunojoyo Madura sekaligu motor penggerak Galeri Jokotole. Acara dibuka dengan pemukulan gong sebanyak tujuh kali oleh Kepala Bank Indonesia KPW Jawa Timur, Difi Ahmad Johansyah.


Acara yang dilangsungkan di Jalan Kinibalu, Martajesah, Bangkalan, Madura, ini terkesan sederhana, namun sarat muatan yang bertujuan pada pengembangan potensi sumber daya masyarakat, utamanya di Bangkalan. Berbagai macam jenis oleh-oleh khas Madura tersedi seperti kain Batik Madura, baju Batik Madura, camilan Madura, Jamu Madura, Tongkos, Kopi khas Madura dan lain sebagainya. 

Rumah UMKM Madura Jokotole Collection ini bukan sekadar tempat oleh-oleh tapi sekaligus sebagai wadah bagi para UMKM untuk menjual hasil produksinya. Tentu saja dengan teman-teman membeli oleh-oleh di sana otomatis akan membantu kemajuan para pelaku UMKM di Madura.


Jadi, jika teman-teman sedang berlibur ke Pulau Madura jangan lupa sempatkan waktu untuk membeli oleh-oleh Khas Madura di Rumah UMKM Madura Jokotole Collection ya.

Manisnya Kuliner Gettas Khas Kabupaten Sumenep

12/12/2018 Add Comment
Selain kaya akan wisata alam dan budayanya Madura juga menyimpan berbagai kekayaan wisata kuliner yang perlu untuk teman-teman coba. Salah satunya adalah kuliner yang berasal dari Kabupaten Sumenep yakni Gettas. Tapi sebelumnya teman-teman sudah pernah dengar belum dengan kuliner Gettas ini?.

Dikutip dari agungfirdausi.my.id Gettas merupakan sejenis kudapan yang terbuat dari tepung beras dengan campuran kelapa, kemudian digoreng.  Ternyata Gettas ini termasuk ke dalam kuliner yang unik karena Gettas hanya ada pada waktu tertentu alias kuliner  musiman dan hanya 1 tahun 3 kali dapat ditemui pada waktu perayaan upacara Nyadar.


Sejarah Kuliner Gettas Sumenep


Gettas merupakan kuliner wajib ketika upacara Nyadar karena Gettas merupakan simbol rasa syukur para petani garam atas karuniaNya karena bisa panen garam. Nyadar sendiri merupakan salah satu bentuk penghargaan warga Pinggir Papas terhadap leluhur mereka yang bernama Pangeran Anggosuto yang banyak berjasa memberikan pengetahuan mengenai teknik pembuatan garam.

Lalu untuk mengingat jasanya sampai saat ini pemakaman pangeran Anggosuto menjadi tempat pelaksanaan ritual upacara Nyadar. Pelaksanaan Nyadar didasarkan pada perhitungan pergeseran bintang antara tanggal 21 Maret dan 21 Juni setiap marahari bergeser pada equator menuju garis balik utara. Pada posisi itu Bintang Karteka (Kartika) dan Bintang Nanggele (bintang bajak) muncul dari arah timur.

Upacara Nyadar biasanya diadakan di Desa Kebundadap Barat, Kecamatan Saronggi dan merupakan acara rutin yang dilaksanakan tiga kali dalam setahun, yaitu:

•    Bulan Juli merupakan Nyadar pertama
•    Bulan Agustus merupakan Nyadar kedua
•    Bulan September merupakan Nyadar ketiga

Disaat itulah Gettas banyak dijual di sepanjang jalan menuju ke upacara ritual Nyadar, untuk rasa Gettas jangan ditanya yang pastinya enak, gurih dan manis. Bahannya sebetulnya hampir sama dengan Serabi yang biasa disajikan saat malam tanggal 21 bulan Ramadhan. Bedanya hanya pada proses memasaknya. Kalau Gettas digoreng, sedangkan Serabi dipanggang.


Gettas sendiri dibuat dari ketan yang dihaluskan dan dicampur dengan hasil parutan kelapa muda dan kemudian digoreng. Setelah selesai digoreng hasil gorengan tersebut dilumuri dengan gula merah dan gula pasir yang dicampur putih telur. Lalu bagian yang unik adalah dicampur dengan air garam.

Kenapa dicampur dengan air garam? 

Konon menurut warga sekitar yang terbiasa membuat Gettas, memang lebih baik menggunakan air garam yang tidak mengandung yodium atau garam mentah hasil dari petani-petani garam yang langsung dari tambak garam. Hal tersebut bermakna untuk mensyukuri hasil panen yang didapat karena atas karuniaNya para petani bisa panen garam dengan baik.

Unik sekali ya?. Kuliner Gettas memiliki cerita sejarah sendiri dan bukan kuliner yang asal ada begitu saja. Teman-teman, kalau ke Madura tepatnya ke Sumenep jangan lupa untuk mencoba langsung Gettas yang unik ini. Karena dijamin deh kalian akan kepengen mencobanya lagi dan lagi.

Meriahnya Festival Kirab Budaya di Kabupaten Bangkalan

12/10/2018 Add Comment
Upacara pembukaan Kirab Budaya dalam rangka Hari Jadi Kota Bangkalan 487 tahun 2018, yang diggelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) bertempat di depan Pendopo Agung Bangkalan Jalan Letnan Abdullah Bangkalan. Rabu (24/10/2018). Kegiatan yang rutin digelar setiap tahun ini diikuti 18 kecamatan yang ada di Kabupaten Bangkalan tersebut berlangsung meriah.

Dari masing-masing peserta menampilkan budaya lokal yang dimiliki oleh daerah tersebut. Beberapa kostum dikenakan oleh para peserta dari berbagai kalangan termasuk lembaga instansi pemerintah yang diwakilali oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) termasuk dari berbagai kecamtan di Wilayah Bangkalan.


Kegiatan ini bertujuan utama untuk mengekspose dan mengapresiasi kembali kekayaan nilai-nilai budaya daerah sekaligus melestarikan budaya yang telah diwariskan nenek moyang. Serta memperkenalkan budaya yang nyaris punah tersebut terhadap generasi muda. Sehingga dikhawatirkan lambat laun warisan leluhur ini akan hilang di telan masa.

Kirab Budaya resmi dibuka oleh Bupati Bangkalan yakni Bapak RK Abd Latif Amin Imron (Ra Latif). Beberapa atraksi menarik ditampilkan dalam moment ini mulai dari karawitan (gamelan), upacara adat Istiadat Pengantinan, Rokat Tasek, Melake’en Somor, parade pakaian batik buatan pengrajin Batik Tanjung Bumi, Bangkalan, sampai pada penampilan beberapa kesenian musik tradisional yakni Ul Daul dari Kecamatan Konang.

Dengan diadakannya tradisi ini dari segi ekonomi masyarakat Bangkalan lebih meningkat karena selain memperkenalkan budaya-budaya daerahnya Kota Bangkalan juga bisa mempromosikan Pariwisata yang belum banyak diketahui oleh masyarakat Bangkalan sendiri maupun masyarakat dari luar Bangkalan.


Pagelaran kirab budaya sangat penting untuk diadakan dalam menyambut hari jadi kota Bangkalan. Sebab, hari jadi merupakan sejarah hari lahir kabupaten Bangkalan. Dan dalam perjalanannya juga tidak lepas dari budaya. Selain itu hal tersebut dilakukan lantaran benyaknya potensi budaya dan wisata yang sangat beragam di Kota Dzikir dan Shalawat.

Selain kirab budaya Disbudpar kabupaten Bangkalan dalam rangkaian hari jadi kota Bangkalan ini juga menggelar festival 1001 menu bebek khas Bangkalan. Jadi, jangan sampai kelewatan mengikuti semua gelaran kegiatan dalam memeriahkan Hari Jadi Kota Bangkalan.

Galeri Andhap Asor Sajian Foto Sejarah Kabupaten Sumenep

12/04/2018 Add Comment
Di zaman sekarang melestarikan budaya leluhur yang telah ada berabad-abad merupakan tantangan tersendiri. Kabupaten Sumenep merupakan kabupaten yang sangat kental dengan kebudayaannya. Sampai saat ini, Keraton Sumenep masih menyimpan begitu banyak benda-benda peninggalan zaman kerajaan, baik di Museum maupun singgasana keraton itu sendiri.

Apresiasi ini tidak hanya sekedar pelestarian saja Pemerintah Daerah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, melalui Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (PRKPCK) membangun sebuah Galeri Andhap Asor di Pendopo Agung. Didalam galeri tersebut terpampang foto Sejarah Sumenep dan Berbagai Potensi Alam, Kesenian dan Budaya Khas Kabupaten Sumenep.

Kami dari Gerbang Pulau Madura berkesempatan untuk berkunjung ke Galeri Andhap Asor, melihat berbagai foto didalamnya serta mengabadikan keadaan disana dalam tulisan ini agar dibaca dan menggugah para Traveler untuk datang ke Galeri tersebut.


Galeri Andhap Asor Menyimpan Sejarah Sumenep


Galeri Andhap Asor ini dibangun di lingkungan Keraton Sumenep, sehingga para pengunjung yang datang ke lingkungan Keraton tidak hanya bisa melihat peninggalan raja-raja seperti Kereta kencana, benda pusaka, tempa pemandian puti raja atau Taman Sare. Melainkan juga bisa mengetahui sejarah para Raja Sumenep melalui foto-foto yang berada di dalam galeri dan sejarah tentang Sumenep.

Gedung Andhap Asor sendiri diresmikan oleh Bupati Sumenep yaitu Dr. KH. A. Busyro Karim M.si, pada hari jadi Kabupaten Sumenep yang ke-749, (31/10/18) kemarin. Gedung Andhap Asor disediakan sebagai gedung kesenian fotografi, yang menampilkan beberapa potret sejarah dan peninggalan keraton.  


Menurut Bupati Sumenep Dr. KH. A Busyro Karim, M.Si , berbicara Sumenep memang sangat menarik, karena selain memiliki 126 Pulau yang berpenghuni maupun tidak berpenghuni, Kabupaten yang berada di ujung timur Pulau Madura ini juga memiliki kekayaan alam dan potensi wisata yang sangat luar biasa.
Wisata yang dimiliki Kabupaten Sumenep ini, meliputi Wisata Religi, Wisata Alam dan Wisata Bahari. Bahkan, salah satu destinasi wisata Kabupaten Sumenep menjadi ikon Indonesia yakni wisata Kesehatan dengan memiliki kadar oksigen 20 persen lebih yang terletak di pulau Gili Iyang, Kecamatan Dungkek.

Oleh karenanya pembangunan infrastruktur dan promosi terhadap sejumlah obyek wisata mulai dilakukan Pemerinath Daerah Kabupaten Sumenep, hal itu bertujuan untuk menarik minat para wisatawan baik dari wisata nusantara maupun mancanegara.


Sementara, Kepala Dinas PRKP dan Cipta Karya, Bambang Irianto menyebut pembangunan Galeri Andhap Asor sebagai bentuk dukungan menyukseskan program Kunjungan Wisata atau Visit Sumenep. Sebab galeri itu diinginkan menjadi salah satu objek wisata di lingkungan Keraton.

Bangunan Gedung Andhap Asor sendiri memiliki ciri bangunan yang sudah modern dengan cat warna putih. Terdapat ukiran di samping pintu yang terbuat dari kayu dengan warna coklat. Didalamnya terdapat cerita dalam bentuk foto seperti awal kedatangan leluhur, asal-mula kota Sumenep, silsilah para Adipati dan Bupati Sumenep, budaya dan tradisi masyarakat Sumenep. 

Sekarang, kalau teman-teman berencana untuk pergi ke Kabupaten Sumenep jangan sampai melewatkan untuk datang mengunjungi Galeri Andhap Asor ini. Kalian akan lebih tahu lagi mengenai sejarah Sumenep lewat foto yang ada didalamnya.

Mengenal Kesenian Tari Topeng Dalang Asal Sumenep

11/30/2018 Add Comment
Teman-teman sudah pernah dengar tentang Tari Topeng?. Kalau Tari Topeng dari Sumenep sudah pernah dengar dan tahu belum?. Nah, minggu kemarin kami Tim Gerbang Pulau Madura berkesempatan meliput salah satu kesenian dari Kabupaten Sumenep yang hampir dilupakan namun sekarang mulai ditampilkan kembali.

Tari Topeng atau yang juga dikenal dengan Seni topeng merupakan bentuk kesenian teater rakyat tradisional yang paling kompleks dan utuh. Hal tersebut disebabkan dalam kesenian topeng mengandung unsur cerita, unsur tari, unsur musik, unsur pedalangan dan unsur kerajinan.


Sehingga bentuk kesenian ini, dianggap paling pas untuk digunakan sebagai media dakwah dengan tanpa menghilangkan unsur hiburannya yang kental dengan aroma kerakyatan. Khusus di Sumenep Madura, seni topeng yang dikenal dengan Topeng Dalang Madura ada 2 versi, yaitu versi Salopeng dan versi Kalianget. 

Sejarah Topeng Dalang Sumenep


Awal masuknya Topeng Dalang ke keraton dibawa ke Madura oleh Adipati Wiraraja, seorang pangeran dari kerajaan Hindu Singasari di Jawa Timur, dikirim ke Sumenep oleh Raja Kertanegara sekitar tahun 1270. Pada masa Adipati Wiraraja, kehidupan keraton di wilayah Madura tidak selalu stabil.

Tampuk kekuasaan kaum bangsawan silih berganti, bahkan keraton merekapun jatuh bangun. Dengan runtuhnya keraton dari segi politik maupun ekonomi, seni keraton Madura yang dipengaruhi kebudayaan Jawa itu punah dengan sendirinya pada awal abad ke-20.

Rupanya situasi seperti itu tidak terlalu menguntungkan bagi kehidupan Pertunjukan Topeng Dalang, sebagai Pertunjukan milik kaum bangsawan, yang asing dikalangan rakyat. Namun dengan berkurangnya pengaruh kaum bangsawan yang sebagian pemain Topeng Dalang berasal dari keraton, mereka dapat kembali ke lingkungan rakyat dan mengembangkannya di masyarakat umum.

Kemudian, menurut Soetrisno (1981-1982: 24-29, 61; dalam Bouvier, 2002: 112) yang menitikberatkan peran bahasa pada seni topeng dalang Madura: di keraton, yang digunakan adalah dialek Jawa Timur, sedangkan di desa yang digunakan adalah bahasa Madura.

Mengenal Lebih Dekat Topeng Dalang Sumenep


Topeng Dalang ini saat dimainkan diiringi dengan klenengan yang dimainkan oleh Nayogo. Kesenian tradisionl Suemenep ini juga sering dipentaskan di TMII dan TIM bahkan juga dipentaskan di berbagai negeri, diantaranya Belgia, Prancis,  Jepang, dan Amerika Serikat. Selain untuk dipentaskan, keserian ini juga sering ditampilkan saat ada ruwat (rokat).

Namun dari sekian pertunjukan Topeng Dalang yang masih ada di wilayah Kabupaten Sumenep, ada salah satu pertunjukan Topeng Dalang  yang masih eksis dan unik pada bentuk dan gaya pertunjukannya. Setiap seniman Topeng Dalang memiliki berbagai motivasi-motivasi yang menjadikan bentuk dan gaya di masing-masing daerah berbeda.

Perbedaan gaya tersebut dapat dilihat dari gerak, iringan, tekstur tokop/topeng dan tata busana. Bentuk dan gaya pertunjukan yang masih berpegang teguh pada tradisi terdapat pada Sanggar Topeng Dalang Budi Sasmito Desa Marengan Laok Kecamatan Kalianget. Sementara Topeng Dalang pada umumnya semakin hari semakin surut pertunjukannya. 


Penyebabnya adalah karena masyarakat lebih memilih pertunjukan yang membawakan cerita keseharian, misalnya pertunjukan Ludruk dan Ketoprak. Dalam setiap pementasan, seluruh pemain Topeng Dalang serta para penari didominasi pemain laki-laki. Setiap pementasan dibutuhkan penari sebanyak 15 sampai 25 orang dalam setiap lakon, yang dipentaskan semalam suntuk.

Adapun aksesoris yang dibutuhkan para pemain meliputi, Taropong, Sapiturung, Ghungseng, Kalong (kalung) Rambut dan Badung, sedangkan untuk pemeran wanita, aksesoris tambahan berupa, Sampur, Kalung Ular, Gelang dan Jhamang. Topeng Dalang Madura yang ada di Sumenep ini dibagi menjadi 2 versi, yaitu versi Salopeng dan versi Kalianget.

Tari Topeng Dalang ini sekarang kerap tampil untuk menyambut para tamu yang datang. Bukan itu saja jika ada festival yang diadakan oleh pemerintah Kabupaten Sumenep Tari Topeng Dalang menjadi salah satu suguhan kepada para penonton utamanya masyarakat Sumenep sendiri.

Besar harapan kami agar budaya Tari Topeng Dalang Sumenep ini bisa tetap lestari sampai kapan pun. Terpenting lagi generasi milenial Madura kenal dan tahu tentang Tari Topeng Dalang. Yuk, teman-teman kita jaga dan lestarikan Tari yang sudah lama ada di Sumenep ini.

Kuliner Nasi Goreng Bumbu Madura di Kota Bangkalan

11/11/2018 Add Comment
Salah satu tujuan wisatawan datang ke Pulau Madura adalah untuk bisa menikmati Kuliner Khas Madura. Bicara tentang kuliner terutama makanan Madura pasti hal pertama yang selalu diingat adalah Sate Madura. Bahkan Sate Madura sudah menjadi ikon dari pulau penghasil garam ini.


Penjual Sate Madura rasanya sudah tersebar ke seluruh penjuru nusantara bahkan mungkin luar negeri. Tapi tahu kah teman-teman kalau makanan khas Madura bukan hanya sate saja?. Di Madura tepatnya di Kabupaten Bangkalan teman-teman bisa menjumpai salah satu makanan khas Madura.

Nasi Goreng Madura. Seperti yang kita ketahui bersama kalau nasi goreng dikenal sebagai salah satu kuliner nusantara. Namun, apakah teman-teman sudah pernah tahu bahkan mencicipi Nasi Goreng yang dimasak menggunakan bumbu khas Madura?. Kalau belum pernah, yuk simak penjelasan singkat kami.

Nasi Goreng Madura Cita Rasa Pedas dan Asin


Di salah satu gang kecil yang ada di tengah Kota Bangkalan ada satu warung kecil dan sederhana yang menjual Nasi Goreng Madura. Hari itu tepatnya malam hari kami Tim Gerbang Pulau Madura mendatangi warung tersebut. Menurut informasi yang kami peroleh warung nasi goreng Madura ini buka dari jam 4 sore sampai habis.


Setelah memesan satu porsi Nasi Goreng Madura, kami memperhatikan proses pembuatan nasi goreng Madura. Sekilas memang tidak ada beda dengan pembuatan nasi goreng pada umumnya. Tapi, jika teman-teman pernah melihat kalau nasi goreng dibuat dengan campuran bahan seperti saos tomat, minyak kelapa dan bumbu putih maka disitiu baru terlihat perbedaannya.

Baca juga: Kuliner Sate Lalat Khas Pamekasan

Ya, perbedaan yang cukup mencolok dari Nasi Goreng Madura ini. Tidak ada campuran telur yang diorak arik, bumbu yang digunakan menggunakan bumbu berwana merah yang jika kami perhatikan terbuat dari campuran bawang dan cabai yang cukup banyak. Aroma bumbunya juga cukup kuat dihirup hidung.

Bukan hanya itu saja pada Nasi Goreng Madura ini tidak menggunakan sayur sawi hijau melainkan kecambah yang digoreng menjadi satu dengan nasi. Kecambah dimasukkan saat nasi sudah hampir matang jadi saat dimakan tekstur kecambah masih kriuk kriuk alias setengah matang.


Untuk taburannya tidak ada suwiran daging ayam karena diganti dengan irisan daging sapi yang sudah dimasak. Ada acar mentimun dan 3 potong cabe rawit merah, sungguh sangat cocok untuk kalian pecinta pedas juga asin. Satu porsi Nasi Goreng Madura ini ukurannya cukup banyak lho.

Meskipun begitu Nasi Goreng Madura dijual seharga Rp. 10.000,- per bungkusnya. Di warung juga disediakan berbagai macam kerupuk yang cocok untuk menyantap Nasi Goreng Madura. Menurut penjelasan dari pemilik warung, kalau warung Nasi Goreng Madura ini sudah ada sejak lama bahkan sebelum ada penjual nasi goreng di Bangkalan.

Kenapa disebut Nasi Goreng Madura? Karena cita rasa pedas dan asinnya sangat mewakili selera orang Madura. Kalau teman-teman penasaran silahkan datang langsung ke warung Nasi Goreng Madura di Jalan Panglima Sudirman (Depan Optik Sudirman) Pecinan, Bangkalan.

Daftar Hasil Lomba Kerapan Sapi Tingkat Kabupaten Sampang 2018

10/01/2018 Add Comment
Kerapan Sapi memang dikenal menjadi icon dari Pulau Madura, selain itu Kerapan Sapi rutin diadakan lomba pada setiap tahunnya. Banyak masyarakat Madura yang antusias untuk ikut meramaikan lomba tahunan ini. Sapi-sapi peliharaan terbaik yang mereka miliki dilatih serta dirawat secara khusus untuk diperlombakan.

Tidak lupa juga banyak tamu wisatawan lokal dan asing yang jauh-jauh datang untuk melihat kegiatan bergengsi ini. Perlombaan mulai dari tingkat Kabupaten sampai memperebutkan piala presiden. Diramaikan oleh 4 Kabupaten yang ada di Madura mulai dari Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Sampang, Kabupaten Pamekasan dan Kabupaten Sumenep.


Gelaran lomba Kerapan Sapi 2018 di Madura sudah dimulai. Pada tanggal 30 September 2018 kemarin giliran Kabupaten Sampang yang mengadakan Kerapan Sapi tingkat Kabupaten. Seperti biasanya pemenang Kerapan Sapi tingkat Kabupaten ini akan dikirim mewakili Kabupaten untuk bertanding kembali ditingkat Piala Presiden.


Suksesnya Gelaran Kerapan Sapi Tingkat Kabupaten Sampang


Lomba Kerapan Sapi Tingkat Kabupaten Sampang diadakan di lapangan Kerapan Sapi Pantai Priuk, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang - Madura.

Perlu diketahui bahwa Lapangan Kerapan Sapi Pantai Priuk ini merupakan lapangan Kerapan Sapi terindah yang ada di Pulau Madura karna penonton disuguhkan indahnya pemandangan yang langsung menghadap Laut Jawa

Tidak hanya itu saja, para wisatawan juga bisa melakukan Wisata Edukasi Budaya Kerapan Sapi dengan mengunjungi kandang sapi milik H. Sahid yang lokasinya berdekatan dengan Lapangan Kerapan Sapi Pantai Priuk.

Pada lomba kali ini diikuti sejumlah 24 peserta yang berasal dari berbagai macam daerah di Kabupaten Sampang. Pada hari Minggu sejak pagi sampai sore semua peserta hadir memenuhi lapangan Kerapan Sapi.

Acara Kerapan Sapi Kabupaten Sampang ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga. Turut diundang Kapolres Sampang, Dandim 0828, FORKOPIMCAM, Ketua PORKESAB Kabupaten Sampang dan tokoh penggemar Kerapan Sapi yakni H. Sahid.


Berikut ini adalah Daftar Golongan Menang dan Golongan Kalah pada Perlombaan Kerapan Sapi di Kabupaten Sampang Tahun 2018

GOLONGAN MENANG

Juara 1 : "Jet Matic" – H. Sahid Ketapang

Juara 2 : "Baong 99" – Haris Sampang

Juara 3 : "Hajar Bos" – IPTU. Ivan Drajat, S.IK


GOLONGAN KALAH

Juara 1 : "Ronggolawe" – Fayik Inayah Torjun

Juara 2 : "Indah Pada Waktunya" – HJ. Nonik Kedundung

Juara 3 : "Bojoku Nakal" – H. Aulia Rahman Torjun

Para pemenang akan mewakili Kabupaten Sampang pada Kerapan Sapi Piala Presiden pada akhir bulan Oktober 2018. Pada Festival Sapi Sonok di Kabupaten Sampang, Tentunya masyarakat Sampang menginginkan salah satu perwakilan bisa menjadi juara di Ajang Piala Presiden nanti.

Dalam acara tersebut, Kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sampang melalui Endah Nur Siskawati, SST.Par, selaku Kasie Pariwisata Disporabudpar Sampang berharap:

“Harapan ke depan bahwa Kerapan Sapi tradisional sebagai icon Madura, bahkan icon Indonesia bisa lebih mendunia. Semoga Kerapan Sapi selalu bisa membawa nama Madura di dunia internasional. Khususnya Kabupaten Sampang bisa menambah jumlah target kunjungan wisata Indonesia..”.

Terlepas dari semuanya Kerapan Sapi memang merupakan kegiatan tahunan yang paling dinanti oleh semua masyarakat Madura juga para wisatawan. Melestarikan tradisi dan budaya melalui kegiatan yang sportif dan tentu menyenangkan semua yang datang menonton. 

Jangan Lewatkan Wonderful Food Culinary and Shopping 2018

9/21/2018 Add Comment
Teman-teman, menurut kalian kira-kira asyik tidak kalau belanja sambil kulineran? Saya yakin jawabannya pasti sangat asyik. Siapa sih yang tidak suka makan-makan? Atau siapa yang bisa menolak kalau diajak belanja?. Jadi, saya mau bilang bagi kalian pecinta kuliner dan belanja maka bersiaplah untuk menghadapi event yang satu ini.

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dan Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) menggelar ajang Wonderful Indonesia Culinary dan Shopping Festival (WICSF) untuk ketiga kalinya. Ajang ini diselenggarakan di seluruh pusat belanja di Indonesia selama satu bulan, mulai 27 September - 27 Oktober 2018 dengan berbagai penawaran diskon.

Memasuki tahun ketika, Wonderful Food Culinary and Shopping menawarkan konsep yang heboh. WICSF 2018 akan secara resmi dibuka di Beachwalk Shopping Center, Bali, pada 27 September yang bertepatan dengan hari pariwisata dunia. Pasalnya, bakal ada 150 mal di Indonesia yang ambil bagian dari ajang Wonderful Food Culinary and Shopping ini.


Jangan Lewatkan Wonderful Food Culinary and Shopping 2018


Gelaran tahunan yang dimulai sejak 2016 ini merupakan ajang promosi wisata yang berkaitan dengan kuliner dan belanja produk lokal seperti batik, tenun dan barang kerajinan termasuk fashion. Wonderful Indonesia Culinary and Shopping Festival (WICSF) digelar atas kerja sama antara Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia dan Kementerian Pariwisata, yang biasanya diadakan serentak di beberapa mal di sejumlah kota di Indonesia.

Tersebar di 20 provinsi mulai dari Riau hingga Kalimantan Timur, deretan mal ini bakal menyuguhkan berbagai pameran busana hingga kuliner yang wajib kamu coba. Menariknya, tiap provinsi bakal menghadirkan konsep yang berbeda-beda demi menarik wisatawan untuk berbelanja.

Khusus untuk teman-teman yang tinggal di Jakarta, mal seperti Kota Kasablanka, Gandaria City, Baywalk Mall Pluit, Emporium Pluit Mall, Lippo Mall Puri, Mall Bassura, Lippo Mal Kemang, dan Plaza Festival bakal memeriahkan ajang ini. Teman-teman juga bisa menikmati berbagai aktivitas menarik seperti Bakmi Festival, Festival Kuliner Asia hingga Pop Up Bazar Culinary.

Buat yang gemar belanja hemat, ada Promo Spesial Makanan yang siap memanjakan teman-teman. wisata kuliner dan belanja memiliki daya pikat tersendiri bagi para wisatawan, baik wisatawan nusantara maupun mancanegara. Itulah yang menjadikan WICSF masuk dalam kalender kegiatan tahunan. Tahun 2018 ini memasuki tahun penyelenggaraan ketiga.


Acara tahunan WICSF 2018 merupakan sebuah ajang menarik yang dipetakan secara strategis guna mendorong perekonomian, menaikkan angka transaksi kuliner belanja yang memberikan kontribusi kepada sektor pariwisata, yang terpenting juga mendatangkan wisatawan mancanegara dari negara tetangga terdekat,

Ajang ini juga berdampak untuk pelaku UMKM sehingga terus menghasilkan produk yang berkualitas. Mulai dari kain, pakaian batik, tenun, hingga produk kerajinan. Pada wisatawan-wisatawan yang berasal dari sejumlah negara tertentu, mereka memiliki perilaku serupa ketika melancong ke negara lain, termasuk Indonesia.

Yaitu belanja, berburu kuliner lokal, dan menikmati pantai atau wisata alam. Indonesia sangat potensial untuk ketiga jenis wisata tersebut. Selain itu Menteri Pariwisata Arief Yahya menyambut baik acara Wonderful Food Culinary and Shopping dan berharap acara yang masuk ke dalam 100 Calender of Event Kemenpar ini dapat terus dilaksanakan untuk menggairahkan sektor pariwisata.

Well, belanja sambil kulineran sudah pasti tidak bisa teman-teman tolak bukan?. Apalagi acara ini berlangsung selama satu bulan penuh. Yuk, persiapkan diri teman-teman dan tentu siap untuk merogoh kocek yang lebih dalam lagi. Selamat menikmati!.

Obyek Wisata Pantai Sapo'ong Desa Pajanangger Kangean

9/13/2018 Add Comment
Kabupaten Sumenep terdiri dari beberapa gugusan kepulauan yang diam-diam menyimpan pemandangan alam yang indah dan masih asri. Tak hanya pemandangan Alam, disitu juga terdapat berbagai potensi seperti Budaya, Kuliner dan lain sebagainya yang cukup membuat mata terpesona memandangnya serta sangat pas untuk diabadikan melalui kamera.



Salah satu Wisata Alam yang ada di Pulau Kangean adalah Pantai dan namanya adalah Pantai Teluk Sapo'ong yang terletak di Desa Pajanangger. Pantai Sapo'ong sendiri tidak terlalu lama dikenal dan sekarang telah disulap menjadi tempat wisata yang begitu menarik dan patut dimasukkan dalam agenda wisata teman teman yang kebetulan berkunjung ke Pulau Kangean.

Bagi teman-teman yang akan pergi ke Pantai Sapoong kalian akan disuguhi dengan pemandangan alam yang cukup indah, pasir pantainya putih, air laut yang cukup jernih serta pepohonan yang tumbuh rindang di sekitar pantai. Destinasi wisata yang bisa dijadikan pilihan saat berkunjung ke Pulau Kangean.

Untuk bisa masuk ke dalam pantai teman-teman cukup membayar karcis masuk sekitar Rp. 5.000,- saja sudah bisa menikmati indahnya Pantai Sapo'ong dan berbagai fasilitas lainnya dan yang tidak kalah menarik adalah tersedianya Perahu Motor / Kapal Boat yang siap mengantar para pengunjung berkeliling disekitar Pantai Sapo'ong dengan hanya membayar Rp.10.000,- / orang.

Kapal Boat yang berjumlah kurang lebih 5 buah

Di sana juga sudah ada beberapa fasilitas umum yang menunjang seperti tempat duduk di sekitar pantai, ada rumah pohon, bangunan yang terbuat dari kayu yang letaknya di pinggir pantai, jembatan dari kayu sehingga teman-teman bisa lebih dekat ke tengah pantai, toilet umum, musholla serta warung makan.

Musholla

Sapo’ong mempunyai keunikan tersendiri di antaranya hamparan pasir putih, tebaran pohon cemara udang dengan manjanya melambai dan berderu laksana paduan suara lebah apabila sedang tertiup angin, juga pohon santegi yang sekarang merupakan pohon langka

Wisata Pantai Telok Sapo'ong yang dikelola pihak Desa Pajanangger bersama POKDARWIS (Kelompok Sadar Wisata) setempat kini menjadi destinasi wisata baru untuk wisatawan lokal di Kepulauan Kangean. Wisata Pantai Teluk Sapoong ini cukup menjanjikan dan bisa menjadi sumber penghasilan untuk Desa. Dengan di bukanya Wisata Sapo’ong bisa membuka pemberdayaan masyarakat sekitar, sehingga nantinya akan meningkatkan perekonomian masyarakat.

Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) Pantai Teluk Sapo'ong

Desa yang lain di Kepulauan Kangean juga harus terus membenahi diri dan mengembangkan potensi yang ada untuk kemajuan desa. Selama empat hari berada di Pulau Kangean, admin Gerbang Pulau Madura sudah menjelajahi beberapa tempat wisata di sana. Dan memang betul kalau Pulau Kangen menyimpan potensi alam yang indah untuk dikunjungi.

Tiga Desain Baju Batik Madura Untuk Wanita

7/18/2018 Add Comment
Madura bukan sekadar dikenal dengan kegiatan karapan sapinya namun juga keindahan yang penuh warna yaitu batik Madura yang memiliki esensi seni bercita rasa unggul. Batik Madura merupakan salah satu warisan budaya Indonesia yang kini mulai banyak digandrungi oleh masyarakat Indonesia karena ragam motif batik tulis yang dimiliki Batik Madura.

Ditambah lagi saat ini, baju batik sendiri telah muncul dengan berbagai macam model dan bentuk. Dan kini, hampir semua model baju wanita yang tersedia menggunakan bahan kain dengan motif batik. Selain itu, model dan desain dari baju batik Madura sangatlah dinamis.

Yang dimaksud dinamis di sini adalah selalu muncul model yang terbaru apabila sedang trend. Saat ini, sangat mudah sekali kita temukan di pasaran model-model baju batik wanita yang sungguh beragam. Baik corak maupun modelnya. Berkat para seniman batik modern dan tangan-tangan para desainer batik yang kreatif, kini batik tidak terlihat kaku lagi.


Tiga Desain Baju Batik Madura Untuk Wanita


Bahkan, orang yang memakainya pun tidak akan terlihat kuno jika mengenakan busana batik. Batik juga cocok dipakai oleh anak-anak muda dengan menyesuaikan desainnya. Biasanya, untuk baju batik pria terkesan monoton. Dalam arti itu-itu saja dan tidak memiliki banyak model. Lain halnya dengan baju batik yang dikhususkan untuk wanita.
Model dan desain dari busana batik Madura untuk wanita sangatlah beragam dan cantik-cantik. Untuk para wanita, telah tersedia berbagai macam jenis baju batik. Misalnya, blus, gamis batik, dress, bolero, long dress, cardigan dan masih banyak lagi.

Intinya, teman-teman bisa menggunakan baju batik untuk dipakai dalam acara apapun karena saat ini semua model baju yang tersedia di pasaran telah tersedia dalam bentuk batiknya pula.

1. Dress Batik

Sebagai contoh kita bisa ambil dress batik. Berdasarkan pengertiannya, dress batik adalah model baju wanita yang memiliki ukuran yang panjang. Umumnya dress tersebut memiliki panjang selutut sehingga pakaian bawahan seperti rok dan celana tidak dibutuhkan lagi.

Dress juga bisa disebut sebagai baju terusan karena baju tersebut tidak memiliki potongan. Busana tersebut bisa dipakai untuk kerja ataupun acara-acara lainnya karena busana tersebut cukup praktis.

2. Blus Batik

Model baju batik untuk wanita yang selanjutnya adalah blus atau blouse. Blus atau blouse adalah jenis baju wanita yang panjangnya menutupi dada dari pundak hingga ke bawah garis pinggang. Biasanya blus terbagi menjadi dua jenis, yaitu blus dalam dan blus luar. Kalau kamu penasaran, teman-teman bisa mencarinya di internet.

3. Gamis Batik

Yang terakhir adalah gamis. Gamis adalah baju terusan yang panjangnya bisa mencapai mata kaki. Baju tersebut biasanya digunakan oleh para wanita Muslimah. Seorang wanita yang menggunakan gamis akan terlihat lebih anggun jika menggunakan jilbab, apalagi dengan warna yang senada.

Gamis batik juga telah tersedia di pasaran dengan berbagai macam model dan penambahan kombinasi. Selain jenis di atas, model baju batik yang tersedia di pasaran yang sedang trend adalah bolero, cardigan, jumpsuit, long dress, rok batik dan kebaya batik Berbicara tentang fashion wanita memang tidak akan ada habisnya ya.

Seperti merk Pakaian Massilca yang baru-baru ini resmi dilaunching. Pakaian Massilca sendiri merupakan merk pakaian khusus wanita yang memiliki desain simpel tapi tetap cantik. Pakaian Massilca juga cocok untuk teman-teman yang menggunakan hijab dengan potongan yang minimalis dan terkesan sederhana.

Meskipun banyak pilihan tapi pada intinya semua yang teman-teman kenakan tergantung dengan keinginan dan kebutuhan kalian. Mau pakai batik baik ke kantor atau hangout tidak ada salahnya juga lho. Kuncinya hanya satu yaitu percaya diri.

Festival Sapi Sonok se Madura Tahun 2018 di Kabupaten Sampang

7/01/2018 Add Comment
Kalau ditanya, apa yang kalian paling ingat dan ketahui dari Pulau Madura? Jawabannya pasti tidak akan jauh dari Sate dan Kerapan Sapi. Betul kan?. Iya, Pulau Madura memang terkenal sekali akan kedua hal tersebut, bahkan keduanya menjadi icon dari Madura. Selain Kerapan Sapi yang sering sekali dipertandingkan di berbagai daerah di Madura ternyata ada juga kontes sapi lainnya lho.


Yakni Festival Sapi Sonok, sudah pernah dengar? Atau ada yang masih asing dengan festival tahunan ini?. Hari sabtu, 30 Juni 2018 festival Sapi Sonok kembali digelar tepatnya di Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang Madura. Kali ini bukan lomba adu kecepatan sapi saat berlari melainkan ajang festival memamerkan kecantikan para sapi betina.

Festival sapi sonok ini mirip dengan kontes peragawati. Sepasang sapi sonok pun tampak berlenggang mengikuti alunan musik group saronen, musik tradisional khas Madura. Festival sapi sonok tahun ini lebih menyedot perhatian peternak sapi ras Madura. Tidak kurang 40 pasang sapi sonok se-Madura unjuk kebolehan di arena sepanjang 30 meter. Setiap tampil, ada 3 pasang sapi sonok yang melenggang di atas arena rumput. 


Event tahunan ini dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sampang, Bapak Drs. Aji Waluyo, M.Si, Camat Sokobanah, FORKOPIMCAM Sokobanah, Ketua Paguyuban Sapi Sonok se-Madura, SKPD terkait se-Kabupaten Sampang dan Kepala Desa serta tokoh masyarakat pantura wilayah Kabupaten Sampang.

Dalam sambutannya Sabtu pagi Kepala Dinas Pariwisata menjelaskan,
“Dengan adanya festival tahunan sapi sonok, diharapkan akan semakin membuat banyak wisatawan datang ke Kabupaten Sampang serta mengangkat perekonomian Masyarakat Sampang.”
Ajang festival Sapi Sonok tahun ini memang sengaja memilih tempat di daerah Pantura (Pantai Utara) Madura. Bukan tanpa alasan lho pemilihan tempat ini. Pemilihan daerah Pantura Kabupaten Sampang untuk memperkenalkan Keindahan Alam terutama Pantai di 4 Kabupaten yang ada di Madura yakni Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep.

Menghias Sapi Sonok


Sebelum tampil di arena, sepasang sapi sonok dihias terlebih dahulu. Badan sapi sonok diberi "Baju Kebesaran". Baju berbahan kulit yang dililit ke leher sapi. Baju berhias pernak-pernik manik-manik. Kepala sapi juga diberi mahkota. Tandukpun diberi selongsong hiasan emas. Aneka hiasan tampak pula dipasang melilit leher sapi.


Hiasan yang menjuntai hingga mata kaki ini, kelihatan mewah. Beberapa pemilik sapi sonok, malah membelikan kalung berbahan emas seharga puluhan juta rupiah. Saat tampil di arena, sepasang sapi sonok diiringi grup musik saronen khas Madura. Grup musik tradisional dengan sembilan orang penabuh alat musik itu, terus mengiringi setiap langkah sapi.

Baca juga: Sejarah, Tradisi dan Kontes Sapi Sonok Madura

Setiap penabuh alat musik tampak ikut menari di arena sepanjang 30 meter. Sedangkan pemegang tali kekang sapi, tampak memimpin grup saronen. Sembari mengendalikan sapinya, pemegang tali kekang ikut menari. Gerakannya mirip kembangan jurus silat. Secara keseluruhan, tampilan sapi sonok menjadi tontonan menarik.

Sebuah tontonan khas tradisi yang tak dimiliki daerah lain di Indonesia. Yang menarik dari kontes sapi sonok. Utamanya berkaitan dengan harga sapi. Jika sapi sonok tampil memukau dan mendapat penghargaan dari panitia, maka harganya akan berlipat-lipat. Betapa tidak. Sapi sonok yang berhasil memboyong tropi, maka harganya akan dipatok sekitar Rp 30 juta.


Artinya, sepasang sapi sonok akan dihargai Rp 60 juta. Itu kenapa festival sapi sonok ini selalu dinantikan oleh para peternak sapi betina dan tentunya semua wisatawan yang ingin datang ke Madura untuk berlibur. 

Pada Festival Sapi Sonok di Kabupaten Sampang, Endah Nur Siskawati, SST.Par, selaku Kasie Pariwisata Disporabudpar Sampang berharap:

“Gelaran Festival Sapi Sonok di Kabupaten Sampang ini sekaligus melestarikan Budaya Asli Madura dan diharap mampu menarik kunjungan wisata Lokal maupun dari luar Pulau Madura.”

Memang sebaiknya kita sebagai orang madura, terlebih lagi generasi muda wajib untuk ikut serta menjaga berbagai budaya dan tradisi yang ada di Madura agar tidak mudah tergerus oleh perubahan zaman dari waktu ke waktu.

Kuliner Malam Nasi Pocong di Kabupaten Bangkalan

6/04/2018 Add Comment
Teman-teman, kadang sering merasa lapar di tengah malam bukan? Kalau sudah begitu biasanya suka bingung mau makan apa. Mau masak kok rasanya malas, beli nasi tapi itu-itu saja menunya, bosan ya. Tapi kalau kita ajak kalian kuliner malam-malam memburu makanan yang horor mau?. Khusus di sekitar Kota Bangkalan sudah banyak ditemukan penjual makanan yang horor.

Ada Nasi Setan, Nasi Keranda, Nasi Kunang Kunang dan ada juga nih yang paling hits yakni Nasi Pocong. Beberapa waktu yang lalu Tim Gerbang Pulau Madura melakukan wisata kuliner tengah malam untuk bisa merasakan nikmatnya si Nasi Pocong ini. Tidak perlu takut terlebih dulu ya, meskipun namanya Nasi Pocong tapi Pocongnya tidak ada kok.


Sebenarnya Kuliner Nasi Pocong merupakan nasi biasa, akan tetapi hanya beberapa hal yang memengaruhi sehingga namanya menjadi terdengar horor. Proses penamaan bukan karena nasi ini pedas seperti mie setan dan yang lainnya. Tapi, karena warung nasi ini hanya buka pada malam hari dan inilah yang menjadi salah satu alasan kenapa sampai dinamakan nasi pocong.

Beberapa tahun terakhir ini Nasi Pocong menjadi trend center bagi masyarakat di Kota Bangkalan dan sekitarnya. Warungnya yang selalu ramai dengan pembeli membuktikan kalau Nasi Pocong ini sudah berhasil menarik minat dan selera orang Bangkalan. Nasinya kayak apa sih? Lauknya apa saja? Harganya berapa? Tenang ya, kita jawab satu persatu.


Nasi Pocong ini tampilannya seperti nasi campur yang sering kalian temui kok. Lauknya bermacam-macam dan bisa dibilang cukup banyak. Ada daging sapi, daging ayam, mihun kecap, hati ayam, ikan tongkol, tahu dan sayur tumis wortel dan buncis. Tidak lupa juga untuk menyempurnakan rasanya ada sambal khusus yang bikin Nasi Pocong jadi berbeda rasanya.


Harganya berapa? Nah, untuk satu bungkus harga Nasi Pocong ini adalah Rp. 12.000 saja. Tapi teman-teman jangan sampai kaget ya kalau untuk harga segitu kalian akan mendapatkan porsi banyak bahkan sangat cukup untuk dimakan berdua lho, kebayang kan kenyangnya seperti apa?. Warung Nasi Pocong ini buka dari sekitar pukul 18.00 sampai waktu subuh, cocok sekali dibuat makan sahur saat bulan Ramadhan


Letaknya di Kota Bangkalan tepatnya daerah Injing-Injing, masuk gang sekitar 50 meter kalian sudah bisa sampai ke warung Nasi Pocong. Jadi, tunggu apalagi? Kalau penasaran datang langsung saja dan nikmati enaknya si Nasi Pocong ini. Kita saranin ada baiknya kalau Nasi Pocongnya jangan dimakan sendiri khawatir kekenyangan ajak teman, pasangan atau saudara ya

 

30+ Obyek Wisata di Kabupaten Bangkalan Paling Lengkap

5/26/2018 Add Comment
Kota Bangkalan merupakan gerbang utama untuk memasuki Pulau Madura yang bisa diakses melalui Pelabuhan Ujung Kamal atau menggunakan Tol Jembatan Suramadu kemudian bisa melanjutkan ke kota lainnya seperti Sampang, Pamekasan dan Sumenep.

Tapi sebelum kalian bergeser ke Kabupaten lainnya di Pulau Madura, ada baiknya mengunjungi beberapa tempat wisata yang sudah Admin Gerbang Pulau Madura rangkum dari hasil ekspedisi mengunjungi berbagai tempat wisata di Bangkalan yang baru, menarik dan hits jadi rujukan banyak orang entah untuk sekedar wisata biasa, olahraga ataupun foto alam dan prewedding.


Tak hanya menyajikan dari sekedar kalimat, gambar ataupun video liputan tapi juga kita lengkapi dengan denah lokasi menggunakan GPS Google Maps jadi cukup mudah untuk mengujungi lokasi tujuan wisata tersebut apalagi zaman modern saat sekarang umumnya handphone sudah dilengkapi GPS dan aplikasi Google Maps, tinggal aktifkan dan ikuti rute yang telah Admin berikan.

DAFTAR OBYEK WISATA DI BANGKALAN

WISATA ALAM

1. MERCUSUAR SEMBILANGAN


Mercusuar yang terletak di Desa Sembilangan ini merupakan peninggalan zaman penjajahan Belanda dan tetap eksis hingga saat ini bahkan tetap digunakan sebagai pengatur lalu lintas kapal yang berada disekitar selat Madura.

Selengkapnya: Mercusuar Bangkalan di Desa Sembilangan


2.  PANTAI SIRING KEMUNING


Bangkalan tak hanya terkenal dengan wisata religi-nya tapi juga ada Wisata Pantai yakni Siring Kemuning yang terletak di Kecamatan Tanjung Bumi, disana kalian bisa menikmati berbagai kuliner seperti Rujak Khas Bangkalan

Selengkapnya: Obyek Wisata Pantai Siring Kemuning - Tanjung Bumi


3. BUKIT KAPUR JADDIH - SOCAH


Tempat pengerukan batu kapur ini sekarang menjadi tempat hits yang banyak dikunjungi wisatawan entah lokal maupun luar madura, relief yang terbentuk hasil dari tambang batu kapur menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan apalagi sebagai latar untuk foto prewedding.

Selengkapnya: Wisata Bukit Jaddih yang cukup mempesona


4.  KOLAM RENANG GOWA POTE - JADDIH


Siapa sangka ditengah Tambang Batu Kapur Bukit Jaddih ternyata terdapat sebuah kolam yang sengaja dibentuk setelah batu kapur diambil. Sumber air diambil disekitar kolam menggunakan diesel dan banyak wisatawan yang datang berenang di area Kolam Gowa Pote.

Selengkapnya: Kolam Renang Alami Goa Pote Bukit Jaddih

 
5.  DANAU BIRU BUKIT JADDIH


Bukit Jaddih tidak hanya terkenal dengan panorama Alamnya yang memukau hasil tambang batu kapur tapi juga ada Danau buatan yang disebut dengan “Danau Biru”, kenapa biru? Karna air disitu berwarna biru akibat adanya lumut yang tumbuh.

Selengkapnya: Wisata Danau Biru Bukit Jaddih


6. BUKIT KAPUR PELALANGAN - AROSBAYA



Geser lagi ke Tambang Bukit Kapur yang tidak kalah fenomenal bahkan bisa dikatakan sudah ada sejak zaman Kerajaan, Bukit Pelalangan yang batu kapurnya berwarna coklat serta bekas galian tambang yang menarik banyak membuat wisatawan datang berkunjung.

Selengkapnya: Obyek Wisata Bukit Pelalangan 


7. PANORAMA ALAM BUKIT GEGER


Bukit Geger merupakan Peninggalan Sejarah yang konon dimana tempat berpijaknya manusia pertama di Pulau Madura. Selain adanya Petilasan Potre Koneng juga rimbunan pohon yang menarik untuk foto serta alam sekitar yang cukup indah jika dilihat dari atas bukit Geger.

Selengkapnya: Obyek Wisata Bukit Geger


8. WISATA HUTAN MANGROVE - SEPULU


Tak hanya di Surabaya yang terdapat wisata Mangrove, di Bangkalan tepatnya kecamatan Sepulu juga terdapat hutan mangrove yang sengaja di tanam dan dikembangkan oleh masyarakat sekitar. Selain untuk kembang biak hewan seperti ikan juga berfungsi sebagai penahan ombak selain itu digunakan untuk melepas penat bagi wisatawan yang datang.

Selengkapnya: Wisata Hutan Mangrove - Sepulu


9. BUKIT LAMPION BERAMAH


Wisata yang lagi hits dan sudah banyak masyarakat datang berkunjung yakni Obyek Wisata Bukit Lampion Beramah atau disingkat BLB. Dari bukit tersebut kita bisa melihat hamparan alam dari ketinggian yang cukup indah dan pernak pernik lampion untuk sekedar selfie posting ke media sosial seperti facebook maupun instagram.

Selengkapnya: Wisata Alam Bukit Lampion Beramah di Galis.


10. WISATA PANTAI RONGKANG


Ada tempat wisata disekitar Jembatan Suramadu yakni Pantai Rongkang, memang tidak seindah pantai siring kemuning tapi kelebihannya adalah kita bisa berswafoto dengan latar jembatan suramadu. Dengan begitu akan nampak keindahannya dan cukup bagus jika dipajang di media sosial.

Selengkapnya: Menikmati Indahnya Jembatan Suramadu di Pantai Rongkang

WISATA RELIGI


11.  PASAREAN MAKAM SULTAN ABDUL KADIRUN


Ditengah jantung Kota Bangkalan tepatnya belakang Masjid Agung Bangkalan terdapat sebuah makam bersejarah yakni Sultan Abdul Kadirun beserta beberapa makam lainnya yang merupakan bagian dari keluarga Sultan Abdul Kadirun.

Selengkapnya: Pasarean Makam Sultan Abdul Kadirun





12. WISATA RELIGI BUKIT GEGER


Tak hanya terkenal dengan pemandangan alamnya yang cukup indah, Bukit Geger juga banyak menyimpan sejarah salah satunya adalah bekas petilasan Putri Kuning yang berupa batu dan tampak seperti tempat duduk menghadap hamparan alam sekitar.

Selengkapnya: Wisata Religi Bukit Geger


13. PASAREAN SYAICHONA MOCH. CHOLIL BIN ABDUL LATIEF


Ulama Besar yang juga turut andil dalam pembentukan Organisasi Masyarakat terbesar Nahdlatul Ulama atau NU ini disemayamkan di Desa Martajasah, Tiap hari seakan tidak pernah sepi dari kunjungan para peziarah dari berbagai daerah bahkan mancanegara.

Selengkapnya: Masjid dan Makam Syaichona Moch. Cholil


14. PESAREAN AER MATA EBU AROSBAYA


Cakraningrat I begitu kecewa mendengarkan kisah pertapaan Syarifah Ambami yang hanya menginginkan turunannya bisa menjadi penguasa hanya 7 turunan, kemudian beliau kembali bertapa sambil berlinang air mata sepanjang hari tanpa henti.

Selengkapnya: Kisah Aer Mata Ebuh – Arosbaya


15. PESAREAN SUNAN CENDANA KWANYAR


Jangan coba-coba makan Ikan Mondung jika tidak ingin kena penyakit kulit karna dalam sejarahnya Ikan tersebut meminta barokah Sunan Cendana dan Beliau mengatakan jika ada Keturunan Beliau yang makan Ikan Mondung maka akan kena penyakit kulit

Selengkapnya: Pesarean Sunan Cendana – Kwanyar


16. PERAHU SARIMUNA SYAICHONA MOCH. CHOLIL 


Perahu tersebut digunakan oleh Syaichona Moch. Cholil untuk menyebarkan dakwah Islam ke berbagai penjuru nusantara ,hingga saat ini Perahu Sarimuna sudah berumur lebih dari 125 Tahun dan keberadaannya terawat oleh masyarakat sekitar.

Selengkapnya: Perahu Sarimuna Peninggalan Syaichona Moch. Cholil


17. SUMBER AIR KOLLA AL ASROR LANGGUNDI


LANGGUNDI sendiri berasal dari kata “ILALANG, JAGUNG, PADI” merupakan peninggalan dari Kyai Asror dan beliau adalah Kakek dari Syaichona Moch. Cholil Bangkalan. Meski dekat dengan pantai dan dikelilingi tambah, namun rasa air tetap tawar tidak asin dan tidak pernah kering.

Selengkapnya: Sumber Mata Air Kola Al Asror Langgundi


18. MAKAM AGUNG AROSBAYA


Disini terdapat Makam Raden Pragalbo yang disebut sebagai Pangeran Islam Onggu’ (Islam Mengangguk) dikarenakan saat kritis beliau tidak bisa mengucapkan 2 Kalimat Syahadat dan hanya bisa mengangguk tanda setuju masuk Agama Islam.

Selengkapnya: Pesarean Makam Agung – Arosbaya


19. MAKAM ZIMAT SAYYID HUSEIN ASSEGAF


Sayyid Husein Assegaf merupakan seorang Ulama yang sangat dicintai oleh para pengikut sekaligus masyarakat Bangkalan, namun pada akhirnya wafat dibunuh karna difitnah ingin menggulingkan Raja Bangkalan pada saat itu.

Selengkapnya: Pasarean Makam Zimat Sayyid Husein Assegaf

WISATA KULINER


20. BEBEK SINJAY - KETENGAN


Kuliner yang satu ini sudah tidak asing lagi terdengar bagi para pecinta kuliner nusantara, sudah sering diliput oleh media dan menjadi rujukan para pejabat serta orang luar madura utamanya Surabaya. Rasa Bebek dan Bumbunya serta Sambal Mangga Pencit yang begitu menggugah selera menambah rasa yang cukup lezat di lidah.

Selengkapnya: Nikmatnya Bebek Sinjay Bangkalan ini.


21. RUJAK SOTO


Apa jadinya jika Rujak di campur Soto? Mungkin kalian akan penasaran dengan rasanya yang cukup membuat lidah bergoyang apalagi ditambah krupuk menjadikan rasanya lebih double dan dengan porsi yang lumayan banyak mampu membuat perut menjadi kenyang.

Selengkapnya: Kuliner Rujak Soto yang begitu nikmat dan lezat


22. KULINER MALAM NASI SETAN


Dari namanya saja sudah cukup menakutkan, tapi jangan khawatir itu hanya nama saja dan sebenarnya hanyalah sebuah nama Warung yang buka dari sore hingga menjelang subuh. Lumayan murah dan membantu mereka yang mencari makan dimalam hari.

Selengkapnya: Penasaran dengan Kuliner Nasi Setan? Yuk disimak.


23. KULINER MALAM WARUNG NASI POCONG


Tak kalah enak dengan Nasi Setan, Nasi Pocong yang satu ini juga menghadirkan rasa yang cukup nikmat dengan berbagai campuran lauk seperti Ikan Tongkol, Daging, Ayam, Tahu dan beberapa tambahan lauk lainnya. Porsinya yang lumayan banyak bisa langsung mengenyangkan lhoo.

Selengkapnya: Kuliner Malam Hari Nasi Pocong


24. KULINER MALAM RUJAK DESA


Malam-malam “Ngidam” Rujak? Nah, moment yang pas tuh buat cobain Kuliner Rujak Desa yang memang buka malam hari dari Menjelang Mangrib hingga sekitar jam 10 malam atau sampai habis. Mimin sarankan lebih awal karna banyak peminatnya lhoo.

Selengkapnya: Enaknya Kuliner Malam Rujak Desa di Bangkalan


25. KUE BONGKO AROSBAYA


Jika berkunjung ke Bukit Pelalangan atau Situs Aer Mata Ebu, jangan lupa coba Kue Bongko Khas Arosbaya yang manis dan enak dilidah. Pas untuk camilan ketika perjalanan atau buat oleh oleh untuk sanak keluarga dirumah.

Selengkapnya: Kuliner Kue Bongko Khas Arosbaya


26. NASI SERPANG


Tak lengkap rasanya jika berkunjung ke Bangkalan belum coba menikmati kuliner khas kabupaten Bangkalan yakni Nasi Serpang. Buka dari Pagi hari hingga siang dengan peminatnya yang cukup banyak dan buka dibeberapa tempat.

Selengkapnya: Kuliner Nasi Serpang Khas Bangkalan


27. TAJIN SOBIH


Tajin atau Bubur ini berbeda dari Bubur pada umumnya, rasa manis dengan tambahan gulai merah diatasnya membuat tak sabar untuk segera menikmati enaknya Tajin Sobih Khas Bangkalan ini.

Selengkapnya:  ke Bangkalan? Wajib coba Tajin Sobih.


28. NASI GORENG MADURA


Madura terkenal dengan Cita Rasa Pedas dan Asin, namun bagaimana jika kedua cita rasa tersebut menjadi satu pada sebuah makanan? Penasaran? Nah, sudah saatnya kalian mencoba Kuliner Nasi Goreng Bumbu Madura dengan perpaduan Pedas dan Asin jadi satu.

Selengkapnya: Kuliner Nasi Goreng Bumbu Madura

WISATA KELUARGA


29. TAMAN REKREASI KOTA BANGKALAN


Taman Rekreasi Kota atau disingkat TRK ini berada di Belakang Stadion Gelora Bangkalan. Berbagai fasilitas seperti Kolam Renang anak dan orang dewasa, arena bermain dan perahu di danau cukup untuk refreshing saat liburan sekolah.

Selengkapnya: Yuk Liburan Keluarga di Taman Rekreasi Kota Bangkalan


30. TAMAN PASEBAN ALUN ALUN BANGKALAN


Tepat di Jantung Kota Bangkalan terdapat Taman bermain untuk anak anak, remaja maupun orang tua. Taman yang dimaksud adalah Taman Paseban. Dinamakan Paseban karna dulunya adalah tempat istirahat Raja Bangkalan sebelum Sholat ke Masjid Agung Bangkalan.

Selengkapnya: Liburan Keluarga di Taman Paseban Bangkalan


31. PUSAT KERAJINAN BATIK TANJUNG BUMI


Madura khususnya Bangkalan terkenal dengan Batiknya yang sudah mendunia, salah satunya adalah Batik Tanjung Bumi yang sudah tidak asing bagi para pecinta Batik. Batik Gentongan adalah salah satu yang termahal karna pembuatannya yang cukup lama.

Selengkapnya: Pusat Kerajinan Batik Tanjung Bumi



32. JEMBATAN SURAMADU


Setiap ke Madura dari Surabaya jalur Suramadu menjadi yang Favorit digunakan oleh banyak orang dibandingkan menggunakan Kapal. Selain itu mereka bisa berfoto mengabadikan sekitar dengan view Jembatan Suramadu yang konon terpanjang di Asia Tenggara.

Selengkapnya: Menikmati indahnya Jembatan Suramadu

WISATA SEJARAH


33. MUSEUM BANGKALAN


Banyak koleksi benda bersejarah yang dimiliki oleh Museum Bangkalan mulai dari Alat Masak zaman dulu hingga peninggalan zaman kerajaan. Keberadaannya cukup terawat dengan baik dan kalian bisa masuk melihat berbagai benda kuno yang pas banget untuk menambah wawasan.

Selengkapnya: Melihat Sisa Sejarah Bangkalan di Museum Cakraningrat Bangkalan


Itulah beberapa Destinasi Wisata di Kabupaten Bangkalan yang bisa kalian datangi untuk berlibur bersama sanak famili dan lainnya. Jangan lupa siapkan waktu berlibur yang pas agar bisa mengunjungi semua daftar wisata yang ada diatas ya.