Tampilkan postingan dengan label Wisata Alam Pamekasan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata Alam Pamekasan. Tampilkan semua postingan

Galeri Foto Obyek Wisata Alam Puncak Ratu - Pamekasan

1/29/2020 Add Comment
Saat berwisata ke Madura jangan lupa untuk sempatkan waktu pergi ke salah satu destinasi wisata baru yang ada di Kabupaten Pamekasan. Teman-teman, pasti sudah tahu kalau Pamekasan terkenal dengan Wisata Api Tak Kunjung Padam yang selalu ramai didatangi oleh wisatawan baik dari dalam maupun dari luar Pamekasan.

Tahukah kamu kalau Pamekasan diam-diam sudah memiliki banyak tempat wisata yang Instagramable untuk teman-teman kunjungi, lho. Bukan hanya sekedar tempat wisata saja namun juga bisa dijadikan tempat foto-foto dengan panorama yang sungguh luar biasa dan pasti akan apik bila diunggah di media sosial.


Tempat Foto Instagramble di Wisata Puncak Ratu

Dimana lagi kalau bukan di Wisata Puncak Ratu Pamekasan. Sudah ada yang pernah ke Puncak Ratu atau belum pernah bahkan baru tahu?, yuk simak ulasan Tim Gerbang Pulau Madura yang beberapa waktu lalu berkesempatan main-main di wisata baru ini sambil makan Durian, penasaran kan?.

Jika sebelumnya wisatawan dimanjakan dengan spot-spot wisata perbukitan nan cantik seperti Bukit Cinta di Pademawu, Pamekasan, Bukit Brukoh di Pakong, Pamekasan, dan Bukit Kampung Toron Samalem di Larangan, Pamekasan.


Kali ini teman-teman akan diajak untuk menikmati liburan seru di Puncak Ratu yang berada di Kecamatan Pegantenan, Pamekasan. Seperti halnya wisata perbukitan lainnya, Puncak Ratu juga menyajikan keindahan alam khas perbukitan yang begitu indah dan alami. Dengan pemandangan hijau nan asri yang sejuk dipandang, kalian tidak akan menyesal datang ke sana.

Lokasi Wisata Puncak Ratu berada di utara atau 10 km dari kota Pamekasan. Dari arah kota Pamekasan teman-teman bisa langsung menuju ke utara tepatnya di pasar Pagantenan. Dari arah pasar Pagentenan kalian tinggal masuk ke arah utara sebelum masuk arah Puncak Ratu teman-teman akan melihat sebuah penunjuk jalan menuju Puncak Ratu.


Walaupun Puncak Ratu di Desa Tebul Barat masih terbilang baru namun antusiasme masyarakat untuk menyambangi tempat ini cukup tinggi. Setidaknya ada ratusan pengunjung yang telah datang setiap harinya ke lokasi wisata Puncak Ratu sejak tempat ini resmi dibuka pada bulan Desember 2018 silam.

Destinasi wisata kekinian yang instagramable di Pamekasan ini berada di ketinggian sekitar 200 meter dengan pemandangan alam di sekitarnya yang begitu menawan dan menyejukkan. Bahkan pemandangan landscape Pamekasan pun terlihat jelas dari atas ketinggian Puncak Ratu ini.


Selain menyajikan keindahan alam dari atas ketinggian, kawasan di Puncak Ratu juga dikelilingi dengan deretan pohon albasia atau sengon yang sekilas memberikan pemandangan nan eskostis ala wisata hutan pinus yang sedang booming saat ini. Wisata yang instagramable dan kekinian itu didesain seperti wisata Paralayang yang berada di Kabupaten Malang, mampu memberikan panorama alam yang sejuk dan indah.

Setidaknya ada sekitar 100-an pohon sengon yang ditanam sejak tahun 2015 di kawasan ini dan mampu memberikan kesejukan tersendiri bagi para pengunjung yang datang. Destinasi wisata yang terbilang baru ini masih terus dikembangkan sehingga kedepannya masih akan ditambah dengan fasilitas, wahana permainan, dan spot foto yang pastinya lebih bervariasi.


Harga Tiket dan Lokasi Wisata Puncak Ratu

Walaupun tempat wisata ini masih dibilang baru dan masih dalam tahap pengembangan, namun fasilitas yang tersedia cukup memadai. Diantaranya adalah fasilitas berupa spot foto nan instagramable. Mulai dari gardu pandang, rumah pohon, hingga spot unik berbentuk seperti kurungan dengan kain kelambu di sekelilingnya.

Di tempat ini juga terdapat warung kopi dan makanan ringan yang bisa teman-teman datangi untuk menikmati kopi sembari merasakan suasana alam dan menunggu momen sunset di Puncak Ratu. Jangan lewatkan momen untuk mengambil gambar saat sunset tiba di sana, karena pasti akan bagus sekali.


Untuk memasuki wisata Puncak Ratu, pengunjung tinggal mengeluarkan uang sebesar Rp 5.000, sebagai uang tiket masuk. Sementara untuk parkir dikenakan Rp 3.000 bagi roda dua dan Rp 5.000, untuk kendaraan roda empat. lokasi objek wisata Puncak Ratu masih berada di kawasan desa yang sama dengan Kampung Durian, yaitu di Desa Tebul Barat.

Jika teman-teman ingin sekalian singgah dan mencicipi buah Durian di Kampung Durian ini kalian hanya perlu membayar tiket masuk sebesar Rp 3.000 saja dan parkir kendaraan Rp 3000. Buah Duriannya manis dengan ukuran sedang, kebetulan saat kami berkunjung ke sana sedang masuk musim panen jadi bisa puas menikmati Durian asli Pamekasan.

Yuk, jangan sampai teman-teman melewatkan wisata yang satu ini.


VIDEO LIPUTAN WISATA PUNCAK RATU - PAMEKASAN



Obyek Wisata Api Tak Kunjung Padam di Pamekasan

8/15/2015 Add Comment
Jika anda ingin merasakan sensasi yang berbeda dan langka saat berwisata, kami mengajak anda untuk datang berkunjung ke salah satu objek wisata yang ada di Kabupaten Pamekasan. Objek wisata ini dikenal dengan Api Tak Kunjung Padam yang terletak tepatnya di desa Larangan Tokol, kecamatan Tlanakan kabupaten Pamekasan.

Membutuhkan waktu sekitar 15 menit dengan jarak 4 km dari pusat kota Pamekasan untuk bisa sampai di objek wisata Api Tak Kunjung Padam ini. Tentunya dengan akses jalan yang sangat baik untuk bisa dilewati kendaraan pribadi maupun kendaraan umum. Dari akses Tol Suramadu anda membutuhkan waktu sekitar kurang lebih dua jam perjalanan.

Bila anda memilih menggunakan kendaraan umum sudah banyak bus mini dan bus patas yang bisa anda pilih dengan membayar harga sekitar Rp. 15.000 saja. Perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki menempuh jarak sekitar kurang lebih 800 meter dari jalan raya.

Sama dengan namanya Api Tak Kunjung Padam merupakan sebuah objek wisata berupa semburan api yang tidak akan pernah bisa padam sekalipun diguyur air. Salah satu keajaiban api abadi yang masih terdapat di Pamekasan ini sudah sangat terkenal khususnya pada masyarakat sekitar. Nyala api yang berasal dari bawah permukaan tanah ini seperti nyala api kompor gas yang muncul ke atas permukaan tanah.

Menikmati Nyala Api Tak Kunjung Padam


Anda tidak perlu khawatir semburan nyala api akan melebar ke tempat lainnya karena nyala api hanya hidup disekitar tanah yang telah dilingkari pagar. Semakin anda menggali tanah yang terdapat di dalam area lingkaran pagar maka semakin besar semburan nyala api yang dihasilkan.


Anehnya lagi, jika anda menggali tanah di luar area yang telah dipagari maka tidak akan ada dapatkan semburan nyala api. Dengan 50 titik semburan nyala api yang ada di area lingkaran padam kami tetap mengingatkan anda untuk selalu berhati – hati utamanya bagi anda yang membawa anak kecil.

Semburan nyala api yang seperti nyala kompor dan bertekanan udara ini sering dimanfaatkan masyarakat sekitar dan pengunjung untuk memasak. Di sekitar area objek wisata Api Tak Kunjung Padam ini banyak pedagang yang menjual jagung untuk bisa di bakar di atas semburan nyala api. Hasilnya sama seperti jika anda membakar jagung di atas tungku api seperti pada umumnya, cukup sekitar beberapa menit saja jagung pun matang. Sebenaranya tidak hanya jagung saja, anda bisa memasak bahan lainnya misal saja memasak telur ceplok.

Sudah pernah dilakukan sebuah penelitian untuk mengetahui kandungan gas dari semburan nyala api yang terdapat di objek wisata Api Tak Kunjung Padam ini, namun hasilnya nihil tidak ditemukan kandungan gas apapun.


Konon ramai terdengar sebuah cerita lama dan sangat dipercaya oleh warga sekitar bahwa sejarah semburan nyala api atau api alam tersebut pertama kali ditemukan oleh Ki Moko dan sebuah sumber air belerang di dusan Jangkah, Ki Moko merepukan seorang yang terkenal sakti di Madura pada kala itu.

Selain unik dan aneh Objek Wisata Api Tak Kunjung Padam ini menawarkan sensasi berwisata yang memang berbeda dengan objek wisata lainnya. Tidak banyak kita jumpai wisata seperti ini, mungkin bisa dikatakan masih langka di Indonesia dan hanya ada di Pulau Madura tepatnya kabupaten Pamekasan.

Obyek Wisata Gua Blaban di Kec. Batumarmar - Pamekasan

7/11/2015 Add Comment

Gua Blaban Pamekasan


Masih terdengar cukup segar ditelinga tentang ditemukannya sebuah gua yang berada di desa Blaban, Kecamatan Batumarmar, Kabupaten Pamekasan oleh masyarakat setempat saat menggali sebuah sumur dan ternyata disitu terdapat sebuah Gua yang cukup lebar sehingga membuat penasaran masyarakat sekitar maupun luar kabupaten pamekasan untuk datang melihat secara langsung hasil dari proses alam gua blaban.

Bahkan rumor beredar jika dalam gua tersebut terdapat batu akik, padahal kenyataannya ketika Tim Pulau Madura berkunjung kesana tidak dijumpai ada bongkahan batu akik yang dimaksud oleh masyarakat atau mungkin bentukan proses air yakni stalaktit dan stalagmit disebut-sebut sebagai bongkahan batu akik.


Didalam Gua terdapat banyak stalaktit dan stalagmit berwarna putih serta berkilau saat sebuah sinar diarahkan ke batuan tersebut. Tentu butuh bertahun-tahun bahkan ratusan tahun untuk agar terbentuk sebuah stalaktit dan stalagmit sehingga bisa menjadi besar seperti sekarang.

Berikut penjelasan mengenai Stalaktit dan Stalagmit:
Stalaktit (bahasa Yunani: σταλάσσω, stalasso, artinya "yang menetes") adalah jenis speleothem (mineral sekunder) yang menggantung dari langit-langit gua kapur. Ia termasuk dalam jenis batu tetes (bahasa Inggris: dripstone).

Stalaktit terbentuk dari pengendapan kalsium karbonat dan mineral lainnya, yang terendapkan pada larutan air bermineral. Batu kapur adalah batuan kalsium karbonat, yang dilarutkan oleh air yang mengandung karbon dioksida, sehingga membentuk larutan kalsium bikarbonat.Wikipedia Stalaktit

Stalagmit adalah pembentukan gua secara vertikal (tumbuh dari bawah ke atas).[1] Stalagmit terbentuk dari kumpulan kalsit yang berasal dari air yang menetes.[2] Stalagmit ditemukan di lantai gua, biasanya langsung ditemukan di bawah stalaktit.[1] Mineral yang dominan dalam pembentukan stalagmit adalah kalsit (kalsium karbonat).[3] Mineral lainnya meliputi karbonat lain, opal, kalsedon, limonit dan beberapa sulfida.[3] Wikipedia Stalagmit

Untuk memasuki Obyek Wisata Gua Blaban, TreTan diharuskan merogoh uang sebesar Rp. 20.000 sebagai karcis masuk. Kemudian menuju sebuah sumur yang terdapat tangga besi melingkar hingga mencapai dasar gua dengan jarak sekitar 4 meter.

Didalam gua, udara terasa cukup pengap dikarnakan kurangnya ventilasi untuk keluar masuk oksigen serta suhu didalam gua yang cukup hangat. Semua akan terbayar ketika melihat cantiknya bebatuan stalaktit dan stalagmit yang terdapat didalam Gua.

Disitu terdapat penjaga gua yang siap memberikan info mengenai seputar keberadaan dari awal ditemukan hingga seperti sekarang yang dijadikan obyek wisata untuk masyarakat lokal maupun luar pamekasan.

VIDEO OBYEK WISATA GUA BLABAN, DESA BLABAN, KEC. BATU MARMAR
KABUPATEN PAMEKASAN

Wisata Alam Pantai Jumiang di Kabupaten Pamekasan

1/07/2015 Add Comment

Elok Sunrise & Tebing Karang Pantai Jumiang


Madura benar-benar memiliki banyak potensi yang menjanjikan. Pantai Jumiang salah satunya. Pantai yang terletak di Desa Tanjung, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan ini berjarak sekitar 12 Km Tenggara Kota Pamekasan.

Akses jalan yang bagus, dapat ditempuh dengan sarana transportasi umum maupun kendaraan pribadi. Pantai Jumiang berbeda dengan beberapa pantai di Pamekasan lainnya, karena terletak di dataran tinggi dan bertebing.

Meskipun belum tersentuh pembangunan yang massif, namun Pantai Jumiang merupakan salah satu pantai wisata di Pamekasan yang menyajikan berbagai keindahan alam. Menikmati sunrise dari pantai ini, memberi sensasi tersendiri bagi penikmat.

Selain itu, gugusan tebing karang menyajikan pemandingan tersendiri. Debur ombak yang menerobos di sela-sela karang, seakan menciptakan sensasi aquatic yang indah. Seolah, waktu enggan beranjak takkala kita merejang di Jumiang.

Kelak Potensi Wisata ini harus dibangun dan dikelola dengan baik agar bisa mendatangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus menyejahterakan masyarakat sekitar. Saat ini, Jumiang masih dikelola oleh masyarakat desa setempat. Ketika akhir pekan, masyarakat desa menerapkan tarif Rp. 3000 untuk sekali masuk per-orang. (Faisal Yasir Arifin / Majalah BPWS edisi 8)

Potensi Wisata Alam Pantai Jumiang - Pamekasan Madura - Jawa Timur
Pantai Juming - Pamekasan (Plat-M.com)

Wisata Pantai Talang Siring di Kabupaten Pamekasan

12/28/2014 Add Comment
Para pembaca PulauMadura.com, kali ini pembahasannya masih seputar wisata pantai. Sebelumnya sudah dibahas tentang Pantai Slopeng, Sumenep, sekarang kita akan meluncur ke kebupaten di sebelah barat Sumenep, yaitu Pamekasan. Tepatnya di Desa Montok, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan. Pantai Talang Siring, begitulah namanya. Jaraknya sekitar 15 Km dari pusat kota Pamekasan.

Bisa ditempuh dalam waktu sekitar 15 menit dengan kendaraan pribadi. Jika TreTan berangkat dari kota Pamekasan menggunakan angkutan umum, ongkos ke pantai ini berkisar antara Rp 3.000 - 4.000. TreTan juga tak perlu khawatir kesasar karena kebanyakan sopir angkutan umum sudah mengenalnya. Pantai ini juga agak berdekatan dengan batas wilayah bagian barat Kabupaten Sumenep, sekitar 1 Km dari pintu gerbang kabupaten.

Wisata Pantai Talang Siring Pamekasan - Madura - Jawa Timur

Pantai Talang Siring merupakan pantai dari laut selatan Madura. Sebagaimana telah disebutkan pada tulisan sebelumnya, bahwa karakter pantai di bagian selatan Sumenep jarang berpasir, maka pantai ini juga memiliki karakter yang sama. Mungkin karena berdekatan dengan Sumenep. Bagi Anda yang mau mencebur ke laut, sebaiknya hati-hati karena khawatir kena batu karang.

Apa destinasi wisata yang ditawarkan pantai ini? Sebagaimana lumrahnya wisata bahari, maka yang menjadi daya tariknya adalah panorama pantai yang indah. Dari bibir pantai kita bisa menyaksikan lanskap pemandangan pantai berhias sampan-sampan para nelayan pencari ikan, atau menyaksikan rimbunnya mangrove yang hijau. Di bagian timur pantai ada jejeran rumah bagang yang digunakan nelayan untuk menangkap ikan. Rumah bagang ini menjadi daya tarik tersendiri karena konstruksinya yang unik, seperti rumah panggung yang terbuat dari pohon bambu.


Pantai ini sangat cocok untuk liburan melepas kepenatan. Aksesnya cukup mudah karena berada di dekat jalur utama jalan Kamal-Kalianget. Pantainya persis berada di pinggir selatan jalan, sehingga dari dalam kendaraan bisa terpantau. Karena aksesnya yang mudah, pantai ini selalu ramai. Anak-anak muda seringkali datang ke sana untuk menikmati keindahannya. Mereka kadang rombongan dari sebuah komunitas. Pengunjung lainnya berasal dari pejalan jauh yang ingin sekadar istirahat sebentar di tempat tersebut.

Dua tahun terakhir pantai Talang Siring mendapat kucuran dana dari pemerintah. Beberapa infrastruktur telah dibangun untuk mendukung kenyamanan dan keindahannya. Kini sudah ada mushalla, toilet, kantor, lahan parkir, tempat duduk-dukuk, dll. Namun, sayang sekali belum ada fasilitas penginapan. Bagi Anda yang mau menginap, sebaiknya membawa tenda atau bisa menumpang ke rumah warga yang ada di sekitar pantai.

Di Pantai Talang Siring juga sudah banyak orang berjualan. Tidak perlulah Anda berat-berat membawa makanan dari rumah. Terlebih lagi, di sini ada kuliner khas bernama Rujak Lumpur Lapindo. Warung rujak ini selalu diserbu pengunjung, terutama saat hari libur. Mereka ingin menikmati sensasi rujak yang secara bahan sebenarnya tak jauh beda dengan rujak pada umumnya. Bedanya, ada di rasa. Rasa yang beda inilah yang membuat Rujak Lumpur Lapindo banyak penggemarnya.

PETA DIGITAL GOOGLE MAPS DARI ARAH SURABAYA - JEMBATAN SURAMADU MENUJU PANTAI TALANG SIRING - PAMEKASAN

Peta Lokasi menuju Pantai Talang Siring Pamekasan

Untuk bisa menikmati pantai ini, Anda tidak perlu membeli karcis. Jadi, Anda bebas keluar-masuk sesuka Anda. Berikut beberapa tips yang bisa kami bagikan kepada Anda untuk mengunjungi pantai ini:
1. Jika Anda kurang terbiasa dengan panas pantai, sebaiknya bawa topi dan sunblock agar kulit Anda tetap terjaga.
2. Kalau mau menginap, bawalah tenda karena di situ tak ada penginapan ataupun hotel.
3. Jangan lupa bawa kamera, ponsel, dll, untuk merekam momen di pantai ini.
4. Jika ingin mencebur ke laut, jangan lupa pakai sandal biar kaki agar tidak menginjak karang.

Sekian dulu review pantai Talang Siring. Semoga bisa membantu TreTan.