Obyek Wisata Religi Sunan Cendana Kwanyar - Bangkalan

9/21/2015

Sunan Cendana


Sejarah sembilan wali dari tanah pulau Jawa memang sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat luas. Namun, sudah kah anda tahu kalau ternyata di Pulau Madura terdapat sebuah Objek Wisata Religi yang bernama Sunan Cendana. Letak objek wisata religi ini berada di desa Ketetang Kecamatan Kwanyar Kabupaten Bangkalan. Berupa sebuah masjid yang berdiri kokoh dan terdapat pemakaman dari Sunan Cendana.

Obyek Wisata Religi Sunan Cendana Kwanyar - Bangkalan
Foto Makam Sunan Cendana - Kec. Kwanyar - Bangkalan

Kecamatan Kwanyar sendiri terletak di pesisir pantai berhadapan langsung dengan selat Madura. Untuk bisa sampai di Kecamatan Kwanyar anda tidak perlu kesulitan utamanya bagi anda yang berasal dari luar Pulau Madura. Dengan melewati akses jembatan Suramadu setelah itu anda cukup melanjutkan perjalanan sejauh kurang lebih 5 km dengan menggunakan kendaraan. Begitu pun dengan anda yang berasal dari Kabupaten Sampang, Pamekasan dan Sumenep, anda hanya perlu mengarahkan kendaraan anda menuju kawasan Jembatan Suramadu.

Menurut silsilah sejarah yang telah kami kumpulkan dari berbagai sumber terpercaya, Sunan Cendana adalah keturunan dari Sunan Ampel atau lebih tepatnya ialah cucu Sunan Ampel. Sunan Cendana yang memiliki nama asli Syeikh Zainal Abidin ini ternyata keturunan ke 25 dari Nabi Muhammad SAW. Nama Sunan Cendana sendiri merupakan sebuah julukan dari masyarakat pada waktu itu. Alasan pemberian julukan tersebut karena dahulu kala Sunan Cendana ini selalu bertapa di bawah pohon Cendana sehingga muudah dikenali.

Gelar beliau sebagai seorang Sunan melahirkan sebuah cerita hebat dan penuh dengan mukjizat. Konon suatu hari masyarakat sekitar membutuhkan sebuah beduk besar sebagai penanda masuknya waktu sholat untuk salah satu masjid. Kemudian masyarakat berinisiatif untuk mencari pohon besar sebagai bahan baku pembuatan beduk di masjid. Dengan menelusuri hutan akhirnya masyarakat menemukan sebuah pohon Cendana yang berukuran besar.

Langsung saja masyarakat merasa berbahagia dan akan menebang pohon Cendana tersebut. Tiba – tiba masyarakat dibuat sangat terkejut ketika hendak menebang pohon terdengar sebuah suara dari dalam pohon Cendana. Suara tersebut memerintahkan untuk menebang pohon bagian atas lebih tinggi karena jika tidak akan mengenai kepala dari suara tersebut berasal. Untuk bagian bawah pohon kembali terdengar suara dari dalam pohon yang memerintahkan untuk menebangnya lebih bawah supaya tidak mengenai kaki.

Tanpa bertanya – tanya dengan perasaan penuh keraguan akhirnya masyarakat memulai penebangan pohon cendana tersebut sesuai dengan perintah dari suara tadi. Setelah penebangan dilakukan betapa semakin terkejutnya mereka melihat sesosok manusia muncul keluar dari dalam pohon Cendana yang telah ditebang. Sosok tersebut kemudian mengucapkan terima kasih kepada masyarakat karena telah menebang pohon sesuai dengan perintahnya yakni lebih tinggi pada bagian atas dan lebih rendah pada bagian bawah.

Beduk berukuran besar itu sampai sekarang masih bisa anda temukan langsung. Beduk diletakkan di pelataran lantai atas Masjid. Ketika melihat beduk tersebut anda pasti akan merasa terkejut dengan ukuran beduk yang besar dan pastinya berat.

KAROMAH SUNAN CENDANA KWANYAR

Sunan Cendana datang ke Pulau Madura atas sebuah amanah dari Sunan Ampel untuk menyebar luaskan agama Islam di Pulau Madura, yang saat itu belum ada yang memeluk agama Islam. Dengan hanya berjalan kaki Sunan Cendana berangkat menuju Pulau Madura menyeberangi Selat Madura.


Tidak mudah untuk bisa sampai di Pulau Madura hanya dengan berjalan kaki apalagi harus menyebarang sebuah selat. Ditengah perjalanan Sunan Cendana bertemu dengan seekor ikan besar, ikan tersebut dikenal sebagai ikan Mondung. Kemudian ikan Mondung ini menawari Beliau untuk baik di atas punggung ikan dan meminta Sunan Cendana untuk tidak membunuhnya.

Maka, seketika itu Sunan Cendana menyetujui permintaan ikan Mondung dan naik ke atas punggung ikan. Sesampainya di Pulau Madura atau tepatnya di pesisir pantai Kecamatan Kwanyar sebelah timur Wisata Pantai Rongkang. Turunlah Beliau dari punggung ikan Mondung lalu berkata kepada ikan bahwa ikan tersebut boleh meminta hal apa saja demi membalas kebaikannya.

Namun ternyata ikan Mondung tidak meminta apa – apa kecuali barokah dari Sunan Cendana. Mendengar hal itu spontan Sunan Cendana berjanji kepada ikan Mondung bahwa jika kelak ada keturunan beliau yang memakan dia beserta keturunannya maka keturunan Sunan Cendana akan terkena penyakit kulit.

Setelah itu ikan Mondung langsung pergi berenang menuju tengah Selat Madura dan Sunan Cendana memilih beristirahat sejenak di pinggiran pantai Rongkang. Kemudian tempat peristirahatan beliau dikenal dengan sebutan “Pelenggien”. Saat dirasa cukup beristirahat Sunan Cendana semakin membulatkan tekat untuk menyebar luaskan agama Islam di tanah Madura dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.

Meskipun letaknya yang berada di pesisir pantai, ada sebuah kolam air yang terdapat di desa Kwanyar Barat dan sama sekali tidak terasa asin. Hal tersebut terjadi karena pada kala itu Sunan Cendana hendak berwudhu untuk menunaikan ibadah sholat dan tidak menemukan air yang bisa dibuat untuk berwudhu.

Semua airnya terasa asin dan sangat tidak nyaman, lalu beliau menancapkan tongkatnya disekitar pinggiran masjid. Dengan ijin dan Kuasa Allah SWT langsung saja keluar sumber mata air berukuran kecil dan yang mengejutkan sumber air tersebut tidak terasa asin.

Begitu banyak kisah penuh Karomah dari Sunan Cendana saat menyebar luaskan agama Islam. Pulau Madura memang menyimpan banyak sekali objek wisata religi yang syarat penuh cerita menakjubkan.


Pencarian:
Keturunan Sunan Cendana Bangkalan, Nasab Sunan Cendana Kwanyar, Silsilah Makam Cendana, Yayasan Sunan Cendana Madura

Tour Travel Pulau Madura

Sebarkan

Komentar Facebook

Artikel Terkait

Previous
Next Post »