Wisata

Sejarah

Tradisi

Recent Posts

Obyek Wisata Pantai Camplong di Kabupaten Sampang

07.58 Add Comment
Berbicara tentang objek wisata alam yang ada di Pulau Madura rasanya memang sudah tidak akan ada habisnya. Salah satunya objek wisata alam Pantai Camplong yang terletak di salah satu kawasan yang berada di Kabupaten Sampang. Pantai Camplong sendiri bukan termasuk dalam objek wisata alam yang baru, tempat wisata ini sudah banyak dikenal oleh banyak wisatawan yang berasal dari dalam maupun luar Kabupaten Sampang.

Sama seperti pantai yang ada di tempat lainnya, Pantai Camplong diam-diam menyimpan keindahan alam yang luar biasa mulai dari pasirnya yang putih, ombaknya yang tidak terlalu tinggi, deburan ombak dan hembusan angin yang akan mampu memanjakan pikiran teman-teman saat berkunjung kesana.

Kawasan wisata alam ini terletak di Desa Dharma Camplong, Kecamatan Camplong, dengan jarak kurang lebih 9 km dari pusat kota. Untuk mencapai kawasan ini sangat mudah karena dilalui jalur arteri lintas kota Pulau Madura Bangkalan - Sampang - Pamekasan – Sumenep dengan kondisi jalan yang baik.


Menikmati Indahnya Pantai Camplong di Sampang

Untuk bisa masuk menikmati keindahan Pantai yang dikelola oleh pemerintah daerah Kabupaten Sampang ini teman-teman cukup membayar tiket masuk yang telah ditetapkan oleh pihak pengelola. Tarif parkir Wisata Pantai Camplong khusus kendaraan roda dua, kini menembus Rp 5.000 dari sebelumnya Rp 3.000 dan roda empat Rp 10.000 dari sebelumnya Rp 5.000. Sedangkan tiket masuk orang dewasa Rp 10.000 dari sebelumnya Rp 5.000, untuk anak-anak Rp 5.000 dari sebelumnya Rp 2.000.

Kondisi Wisata Pantai Camplong sendiri sudah dikelola dengan baik dan profesional dimana sudah terdapat sarana penunjang pariwisata berupa: tempat penginapan berupa hotel resort bintang satu, restoran. Cafe, warung makanan, pasar wisata, tempat parkir yang memadai, fasilitas tempat ibadah seperti Masjid, Taman bermain, MCK, gardu pandang dan fasilitas umum lainnya.


Bagi teman-teman yang suka maupun penasaran untuk bisa menikmati rujak Madura, disekitar Pantai Camplong ada beberapa penjual rujak. Sambil menikmati keindahan pantai teman-teman juga bisa menyantap rujak khas Madura ditambah dengan Es Kelapa Muda. Bukan hanya itu saja, di Pantai Camplong biasa dijadikan tempat beberapa festival rakyat yang jika teman-teman sedang beruntung bisa melihat langsung.

Beberapa atraksi wisata yang dapat dijumpai wisatawan di pantai camplong diantaranya “Wisata Semalam di Pantai Camplong” berupa pertunjukan seni dan hiburan rakyat, Kerapan Sapi Pantai, Wisata Budaya Rokat Tase' (upacara petik laut setiap satu tahun sekali pada bulan Maulid), Pertunjukan Sapi Sono', pertunjukan hiburan rakyat pada hari hari tertentu dsb.

Lokasi Wisata Pantai Camplong

Ada banyak akses jalan yang bisa dilalui untuk menuju pantai ini. Apabila teman-teman menggunakan kendaraan pribadi ataupun sewaan, teman-teman bisa langsung menuju Madura melalui Tol Suramadu. Tidak hanya kendaraan roda empat, bagi para pengendara roda dua juga tetap bisa melewati jalur ini. Teman-teman akan menempuh perjalanan sekitar 100 kilometer atau menghabiskan waktu sekitar 3 jam perjalanan.


Untuk akses jalur lainnya, teman-teman bisa menggunakan kapal ferry dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menuju Pelabuhan Ujung - Kamal di Kabupaten Bangkalan. Untuk moda transportasi umum, teman-teman bisa menggunakkan bis dari Terminal Bungurasih, Surabaya menuju Sampang. Teman-teman bisa memilih bus AC untuk lebih nyamannya dengan ongkos sekitar Rp 25.000) per orang. Untuk lebih murahnya, teman-teman bisa memilih menggunakkan bis ekonomi.

Jadi, tidak sulit untuk bisa sampai ke Objek Wisata Pantai Camplong ini akses jalan yang mudah dilalui dan fasilitas angkutan umum yang ada. Selain itu sebagai tambahan informasi disana ada sebuah hotel yang bernama sama yakni Hotel Camplong. Dengan adanya penginapan seperti hotel, teman-teman akan semakin puas berada di Pantai Camplong tanpa khawatir memikirkan penginapan.

Pesona Wisata Air Terjun Batu Raja di Kecamatan Galis - Bangkalan

23.35 Add Comment
Objek wisata alam menjadi pilihan tepat bagi teman-teman yang suka dengan tempat sejuk dengan pemandangan yang tidak jarang mengagumkan. Beberapa waktu yang lalu Tim Gerbang Pulau Madura bersama Blogger Plat-M dan Komunitas My Trip My Adventure Bangkalan berkesempatan untuk mengunjungi langsung salah satu objek wisata yang ada di Kecamatan Galis Kabupaten Bangkalan. Kali ini tempat wisata yang kami datangi masih jarang mendapat kunjungan dari wisatawan karena memang belum dikenal luas.

Air Terjun Manetan Batu Raja yang berada di Kecamatan Galis ini menjadi salah satu surga wisata alam yang wajib teman-teman sempatkan mampir. Sebenarnya untuk objek wisata alam berupa air terjun masih sangat jarang ditemukan di Pulau Madura terutama untuk wilayah Kabupaten Bangkalan sendiri. Kalau untuk wilayah Kabupaten Sampang teman-teman pasti sudah tidak asing lagi dengan Air Terjun Toroan di Kecamatan Banyuates bukan?.


Nah, air terjun Manetan Batu Raja ini berbeda dengan air terjun Toroan karena tidak berhadapan langsung dengan laut lepas. Selain itu disekitar air terjun Manetan masih banyak ditumbuhi dengan pepohonan hijau yang rindang dan sangat sejuk. Kawasan air terjun yang terletak di Kecamatan Galis ini memiliki suasana yang masih sangat tenang karena berada jauh dari jalanan yang bising.

Menikmati Indah dan Alami Air Terjun Manetan


Saat pertama kali menjejakkan kaki di kawasan air terjun Manetan Batu Raja ini teman-teman pasti tidak akan sabar lagi untuk bisa bermain-main air disana. Aliran air yang tidak terlalu deras dan aman untuk bisa bermain-main di air terjun. Bukan hanya itu saja, air yang ada di air terjun Manetan Batu Raja ini cukup bening dan dingin.

Bagi teman-teman yang sudah penasaran untuk bisa bermain-main di dekat air terjun tidak perlu khawatir lagi karena aman. Disana juga kalian bisa berenang sekaligus bermain air, sambil duduk santai bersender pada batu besar yang ada di air terjun. Aliran air yang jatuh dengan deras pasti membuat teman-teman merasa tenang berada di sekitar air terjun ala Desa Manetan ini.


Batu Raja atau batu besar yang menjadi tempat aliran air cukup aman untuk dipijaki. Teman-teman tidak perlu takut licin saat mendaki ke atas karena bebatuan yang ada disana tidak ada lumut yang tumbuh. Jadi, teman-teman bisa bersenang-senang sepuasnya di salah satu objek wisata alam yang sangat indah dan menyejukkan tersebut.

Selain itu dengan adanya objek wisata alam berupa air terjun di Madura menandakan bahwa pulau yang terkenal dengan hasil garamnya ini bukanlah pulau gersang. Untuk bisa masuk ke dalam teman-teman tidak dipungut biaya alias gratis karena tempat wisata ini masih belum tersentuh oleh pemerintah daerah setempat.

Terlihat juga dari minimnya fasilitas umum yang bisa digunakan para wisatawan ketika berkunjung kemari. Hanya ada warung-warung masyarakat setempat yang bisa teman-teman manfaatkan untuk mengisi perut yang lapar saat setelah puas bermain di air terjun. Meskipun masih minim fasilitas umum tapi jangan khawatir dengan pemandangan alam yang indah sekali di air terjun Manetan.

Namun sebelum teman-teman bisa menikmati aliran air terjun yang begitu menyegarkan, teman-teman akan disambut dengan pemandangan alam yang tidak kalah indah lainnya. Kalian akan melewati perbukitan dengan padang ilalang yang penuh rerumputan. Akses jalan ini hanya bisa dilalui dengan menggunakan sepeda motor saja.


Letak Kecamatan Galis sendiri berjarak sekitar 50 km di arah timur kota Bangkalan. Meskipun jaraknya lumayan jauh tapi teman-teman tidak perlu khawatir untuk bisa sampai kesana. Karena akses jalan yang baik dan aman akan membuat perjalanan teman-teman menjadi semakin tenang.Untuk transportasi umum hanya ada sampai Kecamatan Galis saja, oleh sebab itu kami menyarankan teman-teman menggunakan kendaraan pribadi khususnya motor.

Bagi teman-teman yang berada di luar Madura bisa melewati akses Jembatan Suramadu lalu setelah tiba di pertigaan Tangkel ambil jalan membelok kanan ke arah Kabupaten Sampang. Sebenarnya ada sebuah angkutan umum yang bisa teman-teman gunakan untuk bisa sampai kesana, yakni bus mini dan bus antar kota. Namun sayangnya, angkutan umum tersebut hanya bisa mengantar teman-teman sampai Galis saja.

Bagaimana? Sekarang teman-teman tidak perlu khawatir lagi jika ingin berwisata di Pulau Madura terutama wisata alamnya. Bagi teman-teman yang suka berpetualang alam Air Terjun Batu Raja ini cocok sekali untuk memuaskan keinginan kalian untuk sekedar Wisata atau Foto Prewedding.

VIDEO AIR TERJUN BATU RAJA - BANGKALAN



Kue Olet, Kuliner Tradisional Langka Khas Kabupaten Sumenep

15.31 Add Comment
Pulau Madura khususnya Kabupaten Sumenep mempunyai keragaman makanan tradisional. Baik itu makanan utama maupun makanan ringan atau snack. Bahan-bahannya juga beragam, ada yang terbuat dari beras, ketan, atau singkong. Jadi, teman-teman tidak perlu heran kalau ternyata Madura sangat kaya dengan bermacam jenis kulinernya.

Salah satu kuliner yang khas dari Sumenep adalah makanan ringan Kue Olet. Makanan yang berasal dari wilayah kecamatan Lenteng ini terbuat dari singkong yang dihaluskan dan dipadatkan (biasanya di tampah). Kemudian pada bagian atasnya ditaburi ketan hitam, sebagai topping. Kalau di Kabupaten Bangkalan sendiri Olet ini tidak jauh berbeda dengan Lopes.


Untuk penyajiannya makanan khas Olet ini diiris atau dipotong sesuai selera, ditata di piring lalu ditambahkan parutan kelapa diatasnya. Setelah itu disiram tangguli secukupnya. Tangguli sendiri adalah olahan gula aren yang belum jadi.

Lalu kira-kira rasanya seperti apa ya? Dengan penyajian seperti lopes rasanya perpaduan antara gurih dan manis yang menyertai kenyalnya Olet singkong. Manisnya tangguli juga agak beda dengan manisnya larutan gula merah atau gula aren. Karena masih ada aroma dan sensasi aren yang kuat. Jadi rasanya unik sangat unik sekali.

Makanan ini murah meriah. Teman-teman bisa membelinya dengan harga 1000 rupiah, 2000 rupiah atau berapa saja sesuai kebutuhan. Kalau untuk satu orang saja 1000 rupiah sudah cukup sekali. Teman-teman juga bisa membeli dalam porsi yang lebih banyak misal 5000 rupiah dan bisa disantap ramai-ramai. Penjual Olet ini biasanya membungkus Olet terpisah dengan tanggulinya.


Sayangnya olet ini tidak banyak yang menjualnya, apalagi di Kota Sumenep. Jarang sekali menemukan penjual Olet. Kadang pagi-pagi di pasar sekitar Masjid Agung bisa kita temukan penjual Olet, kadang di Pasar Minggu. Namun yang pasti ada di Pasar Lenteng pada hari Minggu. Itu pun pagi sebelum jam 10. Selain hari itu belum tentu ada dan memang jarang yang menjual Olet.

Oleh karena itu jenis makanan khas yang satu ini memang bisa dikatakan sudah langka. Jika kita sedang beruntung maka teman-teman bisa menyantap Kuliner Khas Sumenep Kue Olet ini. Penasaran mau mencobanya? sudah tahu kan harus kemana?.
Pengirim Tulisan: Dian Ekawati Suryaman

Obyek Wisata Monumen Bebas Tributa di Kabupaten Bangkalan

18.41 Add Comment
Tidak jauh berbeda dengan pemandangan pusat kota yang ada di tiga Kabupaten lain di Madura, Kabupaten Bangkalan memiliki pemadangan yang sama. Bila diperhatikan lebih jauh lagi biasanya untuk tatanan kota terdiri dari Pendopo, Taman Kota, Masjid Agung dan Monumen. Belum lama ini pemerintah setempat telah resmi membuka satu-satunya taman kota yang ada di Bangkalan yakni Taman Paseban.

Taman Paseban sempat diberitakan sebagai icon kota Bangkalan karena memiliki icon berbentuk salak. Seperti yang banyak diketahui kalau Kabupaten yang terletak di ujung barat Madura ini memang terkenal sekali dengan produksi buah salaknya. Dalam tulisan ini Tim Gerbang Pulau Madura akan mengangkat salah satu monumen yang ada di Kota Bangkalan.



Monumen Bebas Tributa, Monumen Kebanggaan Masyarakat Bangkalan


Monumen ini dikenal dengan sebutan Monumen Bebas Tributa, letaknya tepat di tengah Kota Bangkalan. Dekat dengan pendopo dan Taman Paseban, keberadaan monumen ini memang menjadi kebangaan semua masyarakat yang ada disana. Bangunan monumen kota ini merupakan prasasti yang diberikan oleh provinsi Jawa Timur yang memuat pernyataan pemberian untuk semua masyarakat Bangkalan.

Seperti namanya Monumen ini dijadikan sebagai simbol pengharapan Bapak Gubernur Jawa Timur pada masa itu yakni Soelarso. Bertujuan untuk mendorong masyarakat luas agar mendukung terwujudnya masyarakat Bangkalan yang bebas dari buta aksara, buta pengetahuan dan buta keterampilan atau pekerjaan. 


Sebenarnya bukan hanya berfungsi sebagai lambang program pemerintah provinsi Jawa Timur saja namun sama seperti Monumen Arek Lancor yang ada di Kabupaten Pamekasan, Monumen Bebas Tributa ini didirikan untuk memperindah letak Kota Bangkalan sendiri. Bangunannya sempat menjalani renovasi dan dipasang jam kota yang bisa dilihat oleh semua orang yang sedang melintas disekitarnya.

Letaknya juga berada tepat di perempatan kota dan hal tersebut memudahkan semua orang untuk bisa melihatnya dari bermacam arah ruas jalan. Untuk bisa sampai ke Monumen Bebas Tributa ini teman –teman wisatawan maupun Backpacker bisa langsung menuju pusat kota Bangkalan dari arah perempatan Tangkel Suramadu.



Untuk bisa sampai di pusat kota sudah tersedia banyak angkutan umum yang bisa teman-teman gunakan jika sedang tidak membawa kendaraan pribadi. Namun kami sarankan untuk membawa kendaraan pribadi dikhusukan untuk motor supaya teman-teman bisa berkeliling kota Bangkalan dan melihat langsung dengan bebas.

Di Kota Bangkalan sendiri ada beberapa objek wisata yang bisa dikunjungi selain Monumen Bebas Tributa ini seperti Taman Paseban, Masjid Agung Bangkalan, Stadion Gelora Bangkalan, Pumara (Pusat Makanan Rakyat), Taman Rekreasi Kota dan yang paling menjadi favorit sebagian besar para kaum muda disini adalah Bangkalan Plaza.

Jadi tunggu apalagi, sempatkan untuk berkeliling Kota Bangkalan yang kecil namun indah dan ramah ini. Teman-teman juga bisa berfoto di dekat Monumen sebagai kenang-kenangan namun diharapkan

Belajar Bahasa Madura Edisi Tubuh Manusia Bagian Kepala

16.33 Add Comment
Zaman semakin maju dan modern dimana Bahasa Madura terutama Bahasa Halus semakin sedikit para penuturnya. Tak ketinggalan pula sebutan untuk benda juga mulai hilang dan terlupakan maka dari itu Pak Adrian Pawitra salah satu pemerhati Bahasa Madura sekaligus penyusun Kamus Bahasa Madura - Indonesia mengangkat kembali Bahasa Madura dan kali ini yang menjadi bahasan adalah Bagian Tubuh Manusia atau lebih tepatnya KEPALA (CÈṬAK/SÈRA).

 Gambar oleh Pixabay


01. Ubun-ubun = Bun-embunan (enjâ’-iyâ), Melco/Merco (èngghi-bhunten)

02. Pusar kepala (oreng) = Ploser, Palèserran

03. Rambut = Obu’ (enjâ’-iyâ), Rambhut (èngghi-bhunten)

04. Wajah = Mowa(h) (enjâ’-iyâ), Raè/reraè, Beddhâna (èngghi-bhunten)

05. Dahi = Ḍâi(h) (enjâ’-iyâ), Bâdhâna (èngghi-bhunten)

06. Belakang kepala = Ceppleng

07. Otak = Otek

08. Pelipis = Lèng-pèlèngan

09. Alis = Alès (enjâ’-iyâ), Mèmbhâ (èngghi-bhunten)

10. Mata = Mata(h) (enjâ’-iyâ), Soca(h), Tèngal, Marèpat (èngghi-bhunten)

11. Kelopak mata = Bâlâkodhân

12. Biji mata/anak mata = Nak-anaghân, bâi’na mata/bighina mata/leng-cellengnga mata

13. Bulu mata = Bulu kèjhâ’, Bulu èdhep, Bulu kodhân

14. Ujung mata = So-paso(h)

15. Bibir = Bibir (enjâ’-iyâ), Bhibir (engghi-enten), Lattè (èngghi-bhunten)

16. Hidung = Èlong (enjâ’-iyâ), Pangambung (èngghi-bhunten)

17. Rongga hidung = Lat- èlat

18. Selokan Hidung (Philtrum) = Ngay-songayan/Ra-mowara/Rèng-orènganna

19. Dagu = Cangkèm

20. Leher = Lè’èr (enjâ’-iyâ), Ghulu(h) (èngghi-bhunten)

21. Jakun = Kolḍi(h), Nèk-manèghân, ṭèng-canṭèngan, penṭèlla lè’èr

22. Kuping/Telinga = Kopèng (enjâ’-iyâ), Karna (èngghi-bhunten)

23. Cuping telinga = Ghâjhi

24. Ujung telinga = Penṭèlla kopèng

25. Rahang = Cèp-kacèbhân/cèp-kacèpan

26. Pipi = Pèpè(h)

27. Kerongkongan = Rung-gherrungan

28. Lubang kerongkongan = Lobângnga gherrungan

29. Mulut = Colo’ (enjâ-iyâ), Lèsan, Paḍhâ’ârân (èngghi-bhunten)

30. Lidah = Jhilâ (enjâ’-iyâ), Èlat (èngghi-bhunten)

31. Anak lidah = Lak-ellaghân, ṭang-anṭong, nèl-mannèlan, li’-jhelli’ân

32. Gusi = Ghusè(h)

33. Langitan = Ngè’-langngè’an

34. Gigi = Ghighi(h) (enjâ’-iyâ), Bâjhâ (èngghi-bhunten)

35. Geraham = Gherrem

36. Gigi bungsu = Ghighi bungso

37. Gigi taring/gigi asu = Ghighi patè’, Pangapèt

38. Gigi bawah/gigi seri/pengiris = Ghighi Jhârum

39. Gigi kapak = Ghighi bâddhung


Sumber :
1. P. Penninga & Hendriks H. “Practish Madurees-Nederlands, WOORDENBOEK”, G.C.T. van Dorp & Co.N.V. Semarang – Deen Haag 1913.
2. Kramer Sr. A.L.N, Kamus Indonesia (Indonesisch-Nederlands en Nederlands-Indonesisch), Gravenhage 1951 – Djakarta, G.B Van Goor Zonens Uitgevermaatschaapp N.V.
3. Adrian Pawitra, “Kamus Lengkap Bahasa Madura – Indonesia”,Penerbit PT. Dian Rakyat Jakarta, Th 2009.

Obyek Wisata Religi Masjid Asy Syuhada di Kabupaten Pamekasan

16.18 Add Comment
Sebelum terkenal dengan objek wisata alamnya seperti Api Tak Kunjung Padam, Pamekasan sudah memiliki banyak potensi wana wisata religi yang patut untuk teman-teman kunjungi. Memang tidak bisa dipungkiri lagi kalau pulau ini sangat kental sekali dengan nuansa agamis. Salah satu objek wisata religi yang bisa dikunjungi adalah Masjid Jami’.

Dari empat Kabupaten yang ada akan ditemukan banyak masjid-masjid dan yang paling menarik perhatian adalah Masjid Jami’. Setelah berkesempatan untuk mengunjungi ketiga masjid yang ada di Madura yakni Masjid Agung Bangkalan, Masjid Agung Sampang dan Masjid Agung Sumenep. Kali ini Tim Gerbang Pulau Madura berkesempatan untuk meliput salah satu masjid kebanggaan masyarakat Pamekasan.


Masjid Asy Syuhada atau yang lebih akrab disebut dengan Masjid jami’ ini merupakan wana wisata religi yang harus kalian kunjungi saat berwisata di Kabupaten terbesar di Madura tersebut. Masjid Agung Asy-syuhada Pamekasan ini beralamat di Jalan Mesigit Nomor 23, Pamekasan, Madura tepat di depan Monumen Arek Lancor.


Masjid Agung Asy-syuhada merupakan Masjid terbesar dan termegah di Kabupaten Pamekasan. Dulunya Masjid Agung ini disebut dengan sebutan Maseghit Rato pada abad ke 16, namun pada tanggal 25 Agustus 1940 masjid ini diresmikan dengan nama Masjid Agung Asy-Syuhada. Masjid Agung Asy-syuhada Pamekasan merupakan masjid terbesar, termegah, dan termewah di kota Pamekasan ini.

Di masjid inilah semua kalangan masyarakat berbaur menjadi satu, tidak ada lagi yang namanya kesenjangan sosial, karena mereka saling menghormati. Setelah mengalami beberapa kali renovasi dan pemugaran, Masjid Jamik Pamekasan ini secara resmi diberi nama Masjid Agung Asy-syuhada Pamekasan. Meski masih banyak juga masyarakat yang menyebutnya dengan nama Masjid Jamik saja. Masjid Agung Asy-syuhada Pamekasan ini memiliki tiga lantai, dengan serambi yang sangat luas di setiap lantainya yang mampu menampung ribuan jamaah.

Masjid Agung Asy-syuhada Pamekasan ini juga memiliki menara dengan tinggi yang mencapai sekitar 37 meter, dengan taman kecil yang dihias dan di tata sedemikian rupa untuk mempercantik halaman masjid jamik ini. Selain itu disekitar lokasi masjid jamik pamekasan inipun kerap kali di adakan sebuah acara-acara yang mampu menarik minat masyarakat, tidak heran kalau lokasi ini jadi semakin ramai saja.
 

SEJARAH MASJID AGUNG ASY SYUHADA


Tragedi di Lebaran ketupat.

Di masa sekarang ini,saat lebaran ketupat biasanya identik dengan kebahagiaan menikmati ketupat. Tapi tidak bagi masyarakat kota Pamekasan pada tahun 1947.

9 Agustus 1947,seminggu setelah hari raya Idul fitri,tentara NICA Belanda mendarat di pantai selatan Pamekasan.terus bergerak kearah kota Pamekasan.

Kota Pamekasan masih bisa dipertahankan.meskipun hanya setengah hari.bantuan pasukan NICA terus berdatangan.pertempuran hebat terjadi di halaman masjid agung Pamekasaan. Karena masjid itulah yang menjadi icon Pamekasan saat itu.pusat kegiatan beribadah.Kota pamekasan dibumi hanguskan.pejuang mundur ke pegunungan di Pegantenan.wilayah perbukitan di utara kota Pamekasan.

Lebih dari 90 mayat bergelimpangan di halaman masjid agung.halaaman masjid menjadi lautan jenazah Syuhada'. Tentara NICA Belanda menguburkan jenazah2 itu dlm satu lubang di halaman masjid yang terlebih dahulu mayat2 tersebut dibakar oleh tentara NICA.

Tepat seminggu setelah Idul fitri, kota pamekasan menjadi lautan jenazah para Syuhada. Masjid itu kemudian diberi nama Masjid Agung Asy Syuhada. (oleh: Irwan Poerwowinoto)



Bagi teman-teman yang ingin mengunjungi Masjid ini maka kami sarankan untuk menggunakan kendaraan pribadi. Bagi kalian yang menggunakan kendaraan pribadi maka bisa mengikuti arah yang menuju ke tengah kota Pamekasan, maka teman-teman pasti akan melewati lokasi Masjid Agung Asy-syuhada Pamekasan ini. Namun, kalau teman-teman menggunakan kendaraan umum seperti angkot, maka bisa naik angkot dengan jurusan pasar, karena juga melewati lokasi masjid ini. Lebih menyenangkan lagi jika teman-teman mencoba naik dokar (sejenis delman) untuk pergi ke lokasi Masjid.


Selain dokar jumlahnya lebih banyak daripada jumlah angkot, naik dokar berkeliling kota bisa menjadi alternatif liburan tersendiri bagi para wisatawan. Karena teman-teman bisa melihat-lihat segala aktivitas di tengah kota dengan santai, walaupuan memang harganya sedikit lebih mahal bila dibandingkan dengan harga angkot.

Namun teman-teman tidak perlu khawatir keseruan yang diberikan akan membuat kalian merasa lebih bersemangat daripada naik angkot. Jadi tunggu apalagi, kalau teman-teman sedang berkunjung ke Madura jangan lupa untuk coba melihat langsung kemewahan dan kemegahan arsitektur Masjid Asy Asyuhada kebanggaan masyarakat Pamekasan tersebut.