Sejarah

Tradisi

Recent Posts

Hasil Lomba Kerapan Sapi Piala Bupati Sampang 2017

10/09/2017 Add Comment
Pagelaran Kerapan Sapi merupakan kegiatan turun temurun yang selalu diadakan setiap tahun di Pulau Madura. Kegiatan kerapan sapi ini diikuti oleh empat Kabupaten yang ada di Madura yakni Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep. Puncaknya adalah kerapan sapi piala presiden yang memperebutkan Trophy Bergilir Piala Presiden.


Kerapan sapi piala presiden ini biasa dilaksanakan di Kabupaten Pamekasan sebagai Kabupaten terbesar yang ada di Madura. Minggu, 8 Oktober 2017 kemarin berlangsung kegiatan kerapan sapi Piala Bupati di Kabupaten Sampang. Kerapan Sapi kemarin diikuti sekitar 24 pasang sapi untuk memperebutkan juara dan dikirim sebagai wakil Kabupaten Sampang dalam Kerapan sapi piala presiden pada tanggal 29 Oktober 2017 nanti di Pamekasan.

Perlu diketahui bahwa 2 tahun berturut-turut Kabupaten Sampang menjadi pemenang di Ajang Kerapan Sapi Piala Presiden yakni Tahun 2015 oleh Sapi “Jet Matic” dan 2016 oleh Sapi “Predator”

Kerapan sapi piala bupati diadakan di Stadion Mitra Kencana - Pangarengan Sampang dan dimulai jam 08.00 sampai jam 14.00 WIB. Kegiatan Kerapan Sapi piala bupati dibuka langsung oleh Bupati Kabupaten Sampang H. Fadhilah Budiono. Lapangan stadion Pangarengan kemarin dipenuhi oleh penonton dan peserta kerapan sapi dari berbagai wilayah di sekitar Sampang.

Dari kegiatan kemarin telah terpilih 6 pasang sapi yang akan mewakili Kabupaten Sampang pada Kerapan Sapi Piala Presiden nanti. 6 pasang sapi yang telah terpilih tersebut merupakan 3 pasang sapi Golongan Menang dan 3 pasang sapi Golongan Kalah. Masing-masing pasang sapi tersebut berhak atas beberapa hadiah berikut :

Golongan Menang

Juara 1 – Sepeda Motor Honda Beat CW
Juara 2 – Lemari Kulkas Polytron Belessa 2 Pintu
Juara 3 – TV LED Polytron 32" with Subwoofer Sound


Golongan Kalah

Juara 1 – Sepeda Motor Honda Beat Pop
Juara 2 – Lemari Kulkas Polytron Belessa 2 Pintu
Juara 3 – TV LED Polytron 32"

Menurut Endah Nur Siskawati, SST.Par, Kasie Pariwisata Disporabudpar Sampang:
“Kerapan Sapi sebagai branding dan icon Madura dapat terus dilestarikan sebagai atraksi kebanggaan masyarakat Madura dan bisa menarik jumlah kunjungan wisata terutama mancanegara sehingga dapat berimbas pada Perekonomian Masyarakat Sampang”.

Semoga kegiatan Kerapan Sapi bisa terus diadakan setiap tahunnya di Madura sebagai wujud pelestarian budaya Madura. Selanjutnya kita tunggu Piala Bergilir Kerapan Sapi Piala Presiden 2017 di Kabupaten Pamekasan nanti.

HASIL PEMENANG KERAPAN SAPI PIALA BUPATI SAMPANG 2017


Golongan Menang:
Juara 1 : "Jet Matic 2" - An. H. Sahid - Ketapang
Juara 2 : "Predator" - An. Arif - Duwe' Pote
Juara 3 : "Stel Balap" - An. Abiem - Torjun

Golongan Kalah:
1. "Joko Sakti" An. Ivan Drajat - Kedungdung
2. "Door to Door" An. H. Abdullah Hidayat - Bringin Nunggal Torjun
3. "Angin Ribut" An. H. Achmad Hakiki - Ketapang

Kuliner Rujak Desa di Malam Hari Khas Kabupaten Bangkalan

8/09/2017 Add Comment
Rujak, siapa yang tidak kenal dengan salah satu kuliner khas Indonesia ini ? salad asli dari negeri sendiri. Kalau di luar sana kita terbiasa mendengar rujak manis sekarang yang patut anda coba dan ketahui adalah rujak asli khas Pulau Madura yakni rujak desa atau yang akrab di sebut Rojha’ Dhisah oleh masyarakat Madura. Sebenarnya ada beberapa jenis rujak yang ada di pulau Madura yang juga tidak jauh berbeda dengan jenis rujak yang kerap di jumpai di berbagai daerah lainnya.

Rujak Desa Bangkalan

Namun, untuk rujak desa ini kami sengaja mengulasnya khusus karena rasanya yang berbeda sekali dengan rujak biasanya. Bagi anda pecinta rasa asin dan gurih rujak desa ini sepertinya adalah solusi yang tepat untuk memuaskan selera, jika anda berkunjung ke pulau Madura suatu saat nanti. Tidak hanya itu saja, bagi anda penikmat porsi makanan besar dan murah rujak desa ini cocok sekali sepertinya.


Rujak yang masih khas dengan bungkus daun pisang ini memang benar – benar mampu memanjakan lidah para pecinta asin juga gurih. Perpaduan bumbu rujak desa ini tidak bisa di pandang sebelah mata, sungguh khas sekali dan hanya bisa di temukan di pulau Madura saja. Komposisi rujak desa ini sebenarnya jauh lebih sederhana dari komposisi rujak pada umumnya yang paling utama adalah rujak desa ini tidak memakai buah - buahan kecuali mentimun saja.

Terdiri dari irisan mentimun yang di potong tipis agak membulat, irisan tahu yang sudah di goreng, sayur kangkung di campur dengan kecambah kukus dan tak lupa yang menjadikan rujak desa ini termasuk makanan porsi besar dan murah adalah potongan lontongnya yang banyak sekali, lontong berwarna putih bersih yang di bungkus dengan plastik berukuran cukup besar di sajikan dalam keadaan hangat ini pasti akan membuat anda tercengang bila melihatnya, rujak desa ini akan semakin sedap di santap dengan kerupuk mie yang tidak bisa di pisahkan dengan rujak desa. Untuk bumbunya rujak desa ini terdiri dari perpaduan kacang goreng, petis ikan khusus, cabe rawit ( sesuai selera ) dan garam, sederhana sekali bukan.

Wisata Kuliner Rujak Desa di Bangkalan

Satu porsi rujak desa ini biasa di bandrol dengan harga yang sangat murah yakni Rp. 6.000, dengan harga miring seperti ini anda tidak perlu khawatir pada rasa juga kebersihannya. Rujak desa ini bisa anda temukan di tengah kota Bangkalan persis bersebelahan dengan Kantor Lakalantas Bangkalan atau di Benteng Efprins.

Disana akan anda temui dua penjual rujak desa yang telah berusia sepuh namun masih sangat kuat mengulek rujak berkumpul disana di tempat berjualan yang sangat sederhana beralas beberapa dipan dari bambu setiap sore menjelang malam yang telah siap berjualan.

Asin, gurih, porsi besar dan harga yang murah sekali itulah ciri khas rujak desa asli pulau Madura ini. Sambutan ramah, hangat dan lucu dari penjual akan anda temukan ketika membeli rujak desa ini. Karena Rujak Desa ini menjadi salah satu makanan favorit masyarakat kota Bangkalan di malam hari maka anda tidak perlu kaget bila melihat deretan panjang pembeli yang sudah siap mengantri. Rasa lelah karena telah lama dan sabar mengantri akan terbayar lunas setelah anda menyantap rujak desa ini.

Wisata Alam Bukit Lampion Beramah di Galis - Bangkalan

7/29/2017 Add Comment
Semakin kesini Pulau Madura semakin dipenuhi dengan banyak objek wisata yang harus teman-teman kunjungi. Seperti yang ada di Kabupaten Bangkalan misalnya jika beberapa waktu yang lalu sempat diramaikan dengan keberadaan Objek Wisata Bukit Jaddih dan Bukit Pelalangan Arosbaya sekarang sudah ada yang baru namanya Bukit Lampion Beramah.


Ya, Bukit Lampion Beramah ini terletak di Kecamatan Galis Kabupaten Bangkalan atau sekitar 15 km dari Kota Bangkalan. Teman-teman pasti penasaran dengan keberadaan bukit baru yang ada di Kecamatan Galis ini bukan?. Oh iya, selain itu di Galis juga terdapat Air Terjun Manitan yang sempat masuk tayangan program My Trip My Adventure di Trans TV.

Oke, kembali ke Bukit Lampion Beramah ya. Objek wisata yang satu ini menawarkan hal yang unik bila dibandingkan dengan wisata alam lainnya yang ada di sekitar Kabupaten Bangkalan. Apa yang membuat Bukit Lampion Beramah ini berbeda? Objek wisata disana tidak hanya menawarkan pemandangan alam yang indah tapi juga dilengkapi dengan dekorasi lampion yang berwarna warni.


Adanya lampu lampion yang berwarna warni inilah yang membuat pemandangan menjadi lebih indah dan menarik. Jadi, tidak heran meskipun masih baru dibuka namun tempat wisata ini sudah terkenal dan menjadi perbincangan baru. Sehingga banyak wisatawan lokal yang datang beramai-ramai kesana, terutama mereka yang masih muda.

Biasanya para pengunjung tersebut datang untuk berselfie di sekitar bukit karena memang viewnya yang instgramable sekali. Untuk bisa masuk ke dalam objek wisata Bukit Lampion Beramah ini teman-teman cukup membayar tiket masuk dengan harga Rp. 3.000 dan biaya parkir sepeda motor sebesar Rp. 2.000.

Baca Juga: Wisata Religi Kolla Al-Asror - Langgundi

Dengan membayar tiket masuk tersebut teman-teman sudah bisa menikmati beberapa fasilitas menarik dan spot cantik untuk berfoto. Di Bukit Lampion Beramah ini juga terdapat sebuah panggung yang terbuat dari kayu dengan berbentuk hati. Nah, tepat di bawah panggung tersebut langsung menuju jurang yang cukup dalam dari atas bukit.


Panggungnya juga sudah di desain kuat sedemikian rupa supaya aman untuk dipijaki asal tidak kelebihan orang saja ya. Konon spot inilah yang menjadi favorit bagi sebagian besar pengunjung Bukit Lampion Beramah Galis. Gimana, kalian sudah penasaran sekali ya ingin sampai langsung ke bukit baru ini?.

Yuk, segera luangkan waktu untuk main-main kesana. Bagi teman-teman yang berencana mengunjungi Bukit Lampion Beramah ini bisa mengikut penunjuk jalan dari Google Maps ini ya. Supaya tidak kebingungan dan tersesat, selamat jalan-jalan.

Bangkalan

Pamekasan

Sampang

Sumenep