Sejarah

Tradisi

Recent Posts

Meriahnya Event Lenggang Batik Madura 2017 di Kabupaten Sampang

11/26/2017 Add Comment
Hari Sabtu 25 November 2017 Kabupaten Sampang mengadakan sebuah event besar yakni Parade Batik untuk memperingati hari jadi Kabupaten Sampang yang ke-394. Kali ini dalam perayaan hari jadinya seluruh instansi pemerintahan dan sekolah ikut meramaikan event besar dan megah tersebut.


Event yang diberi nama Fashion On The Road "LENGGANG BATIK MADURA" ini dimulai dengan pawai dari drum band Gita Abdi Praja IPDN. Parade marching band ini menarik perhatian banyak masyarakat Sampang siang hari kemarin. Pawai berakhir sekitar pukul 14.00 siang di lapangan Wijaya Kusuma Sampang yang diikuti dan disaksikan oleh masyarakat sekitar

Di lapangan Wijaya Kusuma sudah berdiri panggung terbuka untuk Performance para peserta Parade Fashion On The Road serta tempat istimewa untuk para tamu undangan. Kembali parade marching band Gita Abdi Praja beraksi di depan Bapak Bupati Sampang H. Fadhilah Budiono dan tamu kehormatan.


Sekitar 15 menit aksi parade marching band berakhir dan dilanjut penampilan dari Bhayangkari Polres Sampang. Para Polisi dan Polwan cantik ini memamerkan seragam atribut kepolisian di hadapan Bupati Sampang, para tamu undangan dan semua masyarakat Sampang yang sangat antusias menonton sore kemarin. Beberapa seragam yang dipamerkan antara lain seragam upacara perkawinan bagi anggota polisi, seragam untuk serah jabatan, perayaan hari pahlawan dan banyak lagi.


Pukul 14.30 WIB acara puncak dimulai, para peserta fashion show sudah bersiap-siap di belakang panggung. Sekitar 25 peserta masing-masing sepasang laki-laki dan perempuan mewakili instansi pemerintah dan sekolah sekolah yang ada di Kabupaten Sampang. Satu persatu peserta berpasangan memamerkan hasil karya mereka menggunakan batik Madura.

Tidak lupa juga pembawa acara menjelaskan tema gaun yang digunakan, konsep batiknya dan sejarah dibalik gaun batik tersebut. Para peserta berhasil memukau semua penonton sore kemarin, para penonton berdecak kagum dengan hasil karya “Anak sendiri”. Salah satu konsep batik yang dibawakan adalah Kerajaan Madura Cakraningrat.

Pada acara Fashion On The Road "Lenggang Batik Madura" ini akan dipilih para pemenang dalam dua kategori yang disediakan yakni kategori kostum terbaik dan penyaji terkreatif. Tiga pemenang kategori kostum terbaik akan mendapatkan uang tunai dan sebuah tropi. Untuk tiga pemenang penyaji terkreatif akan mendapatkan sejumlah uang pembinaan dan sebuah tropi.

Berikut Daftar Pemenang Fashion On The Road Lenggang Batik Madura :


Kategori Penyaji Kostum Terbaik
1. Kantor BPBD Kab. Sampang
2. Dinas Pertanian Kab Sampang
3. BNI Cabang Sampang

Kategori Penyaji Terkreatif
1. SMP Negeri 1 Sampang
2. BAKESBANGPOL Kab. Sampang
3. Dinas Pendidikan Kab. Sampang

Saat ditemui, Endah Nur Siskawati, SST.Par, Kasie Pariwisata Disporabudpar Sampang berharap:
"Harapan Kami melalui tema "Lenggang Batik Madura" masyarakat luas baik Wisatawan Domestik maupun Mancanegara akan lebih tertarik untuk datang ke Madura, selain itu Kami juga berusaha memperkenalkan bahwa Sampang adalah Jantung Madura, segala sesuatu yang ada di Madura ada di Sampang.. Pesona Sampang, Pesona Madura, Pesona Indonesia.."
Tepat pukul 17.00 sore gelaran acara Fashion On The Road "Lenggang Batik Madura" selesai. Event ini pasti akan dinantikan lagi pada tahun depan. Sebagai bentuk usaha untuk memperkenalkan batik Madura khususnya batik Sampang pada masyarakat dan tentu wisatawan luar. Kita harus bangga dengan hasil karya sendiri, orang Madura bangga pakai Batik Madura.

VIDEO EVENT LENGGANG BATIK MADURA - SAMPANG



Daftar Juara Grand Final Kerapan Sapi Piala Presiden 2017

11/03/2017 Add Comment
Event tahunan Kerapan Sapi Piala Presiden Tahun 2017 sudah berakhir, sama seperti tahun-tahun sebelumnya event ini diselenggarakan di Kabupaten Pamekasan. Minggu 29 Oktober 2017 kemarin menjadi waktu berlangsungnya kegiatan yang sangat ditunggu oleh banyak masyarakat Madura juga tidak lupa oleh para wisatawan dalam bahkan luar negeri.


Sebelum Grand Final Kerapan Sapi Piala Presiden 2017 ini berlangsung sudah diadakan seleksi Tingkat Kabupaten yang pemenangnya secara otomatis dikirim pada Piala Presiden. Mulai dari Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Sampang, Kabupaten Pamekasan dan terakhir adalah Kabupaten Sumenep.

Pada kegiatan Kerapan Sapi Piala Presiden ini para peserta memperebutkan sebuah hadiah utama yakni mobil. Jadi tidak perlu heran kalau setiap kabupaten mengirimkan wakil terbaik mereka untuk berlomba mendapat kemenangan dan tentu adu gengsi sapi milik siapa yang paling kuat serta cepat larinya.

Seperti biasanya para penonton sudah memadati arena lapangan Stadion Soenarto Hadiwidjojo beberapa jam sebelum event kerapan sapi dimulai. Bagi teman-teman yang tidak berkesempatan datang menonton langsung dan penasaran ingin tahu daftar pemenang Kerapan Sapi Piala Presiden berikut ini daftar lengkapnya.

JUARA GOL. MENANG :

1. Hajar Boss - Hj. Ova - Pamekasan
2. Jet Matic II - H. Sahid - Sampang
3. Panter - H. Dolfaki / H. Mastuki - Bangkalan

JUARA GOL. KALAH :

1. Naga Emas - R. H. M. Thohir - Bangkalan
2. Dor to dor - H. Abdullah Hidayat - Sampang
3. Gagak Rimang II - R. H. M. Thohir – Bangkalan

Selamat kepada semua para pemenang sampai jumpa lagi pada event Kerapan Sapi Piala Presiden tahun depan. Bagaimana juga event ini merupakan kegiatan tahunan yang sudah menjadi tradisi turun temurun bagi semua masyarakat di Madura.

Baju Pesa’an Fashion Pria Madura

10/22/2017 Add Comment
Berbicara tentang produk fashion pria, orang Madura ternyata punya gaya fashion tersendiri yang khas dan sudah dikenal seIndonesia lho. Namanya baju Pak Sakera, teman-teman pasti sudah tidak asing lagi dengan baju atau kaos bergaris menyamping berwarna merah putih. Pak Sakera sendiri dikenal sebagai salah satu tokoh di Madura yang berkarakter berani dan tegas.

Pak Sakera sendiri memiliki semangat juang yang tidak pernah terdokumentasikan bagi masyarakat, dan belum masuk di dalam kategori Pahlawan Nasional Indonesia. Di karenakan Pak Sakera termasuk salah satu dari banyaknya Pahlawan Di Indonesia. Yang memperjuangkan daerahnya sendiri dari keganasan Jaman Penjajahan Belanda. Sehingga Nama dan Jasa-jasanya Pak Sakera, hanya bisa di dengar di daerahnya sendiri.

Sebenarnya pakaian ini adalah baju tradisional tapi akhir-akhir ini banyak digunakan sebagai baju sehari-hari terutama kaos merah putihnya. Baju Pak Sakera ini terdiri dari baju serta celana hitam longgar dengan kaos garis-garis merah putih atau merah hitam. Selain itu ada lagi pelengkapnya, yaitu tutup kepala, kain sarung, dan ikat pinggang.

Baju Pesa’an Sebagai Gaya Fashion Pria Madura


Pakaian ini biasa dipakai oleh para laki-laki untuk busana sehari-hari maupun resmi. Tahukah teman-teman kalau pakaian ini memiliki makna sendiri bukan lagi sekadar produk fashion yang lagi booming dipakai. baju pesa`an, celana gomboran dan kaos oblong ini memiliki perbedaan fungsi bila dilihat dari cara memakainya.

Kalangan pedagang kecil, seringkali menggunakan baju pesa`an dan kaos oblong warna putih, dipadu dengan sarung motif kotak-kotak biasa. Sebaliknya para nelayan, umumnya hanya menggunakan celana gomboran dengan kaos oblong. Jadi memang tidak sembarang atau asal pakai saja.

Sumber : nusantara.news

Pada saat menghadiri acara resmi, rasughan totop umumnya berwarna hitam digunakan lengkap dengan odheng tongkosan kota, bermotif modang, dulcendul, garik atau jingga. Odheng pada masyarakat Madura memiliki arti simbolis yang cukup kompleks, baik dari ukuran, motif maupun cara pemakaian.

Bentuk dan cara memakai odheng juga menunjukkan derajat kebangsawanan seseorang. Semakin tegak kelopak odheng tongkosan, semakin tinggi dewajat kebangsawananan. Semakin miring kelopaknya, maka derajat kebangsawanan semakin rendah. Untuk orang yang sudah sepuh (tua), sayap atau ujung kain dipilin dan tetap terbeber bila si pemakai masih relatif muda.

Biasanya juga baju pesa’an ini digunakan oleh guru agama atau molang. Tapi yang lebih menjadi ciri khas adalah pesa’an warna hitam. Sedangkan celananya disebut gomboran. Warna hitam melambangkan sikap gagah dan pantang menyerah. Ini merupakan sifat kerja khas dari rakyat Madura.

Sedangkan bajunya yang serba longgar melambangkan kebebasan dan keterbukaan orang Madura. Selain itu, bentuk bajunya yang sederhana melambangkan kesederhanaan. Satu hal lagi yang unik dari pakaian tradisional ini adalah kaosnya yang bermotif garis dengan warna merah hitam atau merah putih.

Sebenarnya gaya kaos merah putih ini terinspirasi dari pakaian pelaut Eropa. Meskipun begitu, kaos ini mempunyai makna tersendiri untuk rakyat Madura dan tentu merupakan produk fashion pria Madura. Garis-garis merah dan putih atau merah dan hitam memperlihatkan sikap tegas yang dimiliki orang Madura. Mereka juga mempunyai semangat juang yang tinggi dalam menghadapi segala hal.

Biasanya juga kaos merah putih sering dipakai oleh para suporter pria Madura United saat bertanding di lapangan sepak bola. Jadi, bagaimana teman-teman tertarik tidak menjadikan pakaian tradisional ini sebagai gaya fashion sehari-hari?. Kaosnya laki banget dan tentunya akan membuat penampilan teman-teman mati gaya.

Bangkalan

Pamekasan

Sampang

Sumenep