Sejarah

Tradisi

Recent Posts

Obyek Wisata Pantai Kahuripan di Pulau Gili Genting - Sumenep

4/18/2017 Add Comment
Kabupaten Sumenep memang tidak diragukan lagi keragaman wisata alamnya, salah satunya ada banyak pilihan pantai indah yang bisa menjadi rujukan untuk berwisata. Kali ini Tim Gerbang Pulau Madura akan memperkenalkan salah satu pantai yang masih bisa dibilang cukup alami di Kabupaten Sumenep namanya Pantai Kahuripan.

Mungkin bagi sebagian orang dan para travelling nama Pantai Kahuripan belum begitu dikenal. Ya, pantai indah ini memang masih jarang diketahui oleh banyak orang. Walau begitu keindahan sebuah pantai, akan dirasakan ketika dikunjungi dan dinikmati lokasi dimana pantai berada. Dibanding pantai yang ada di Sumenep, seperti Pantai Slopeng dan Pantai Lombang.

Pantai Kahuripan - Pulau Gili Genting

Pantai Kahuripan jauh lebih alami, dan bahkan hampir tidak terjamah sebagai kegiatan wisata, kecuali masyarakat setempat untuk sekedar jalan-jalan menikmati alam laut itu. Siapapun yang berkunjung ketempat ini akan disuguhi dengan bebatuan yang unik di bibir pantai, hamparan pasir yang putih dan kesejukan alamnya serta terdapat kuburan zaman penjajahan Belanda, sehingga menarik untuk berfoto selfie, dan melepas kepenatan dari aktifitas sehari-hari.

LOKASI PANTAI KAHURIPAN


Pantai Kahuripan ini terletak di Desa Gedugan, Kecamatan Giligenting Kabupaten Sumenep. Bagi teman-teman yang ingin berlibur untuk menikmati keindahan alam Pantai Kahuripan, dapat ditempuh dari Pelabuhan Tanjung, Saronggi, Sumenep. Dari pelabuhan rakyat ini akan dibawa oleh perahu layar motor dengan jarak tempuh 45 menit dalam kondisi cuaca normal.

Tarif perahu juga sangat terjangkau, bila teman-teman ikut yang reguler hanya cukup membayar sewa sebesar Rp. 10.000 per orang sekali berlayar. Ada dua pelabuhan rakyat di pulau yang terletak di sebelah tenggara Pulau Madura ini, yakni Pelabuhan Aeng Anyar dan Pelabuhan Bringsang, Giligenting.


Jika teman-teman memilih turun di Pelabuhan Aeng Anyar, teman-teman sudah ditunggu oleh paguyuban ojek yang siap mengantar ke Pantai Kahuripan tersebut. Jasa ojek hanya kisaran Rp. 20.000. Namun, bila perahu kebetulan merapat di Pelabuhan Bringsang, kalian bisa mencari motor pada warga setempat. Teman-teman juga akan diantar ke Pantai Kahuripan, mudah bukan?.

Wisata Pulau Gili Genting - Pantai Kahuripan

Para nelayan di Pantai Kahuripan ini senang bila ada pengunjung. Harapannya, semoga ada yang menyewa perahunya bila ingin berkeliling di pantai tersebut. Mereka mematok harga Rp. 50.000 dengan kapasitas perahu antara 10 sampai 15 orang.

Konon kabarnya disana terdapat sebuah  gua dan  lorong gua tersebut bila ditelusuri akan akan menuju ke gua Tanjung Seronggi, yaitu gua yang menghubungkan antara kedua wilayah tersebut. Dengan kata lain lorong gua tersebut melintas dibawah laut kedua wilayah. Bagaimana, teman-teman penasaran bukan?.

Ayo, segera agendakan waktu untuk berkunjung ke Obyek Wisata Pantai Kahuripan ini.


Wisata Religi Sumber Air Kolla Al Asror Langgundi - Bangkalan

2/15/2017 Add Comment
Berbicara soal wisata religi yang ada di Kabupaten Bangkalan Madura rasanya tidak akan pernah ada habisnya. Jadi, memang tidak heran kalau Kabupaten yang berada di ujung barat Pulau Madura ini dikenal sebagai Kota Santri. Salah satunya ialah Wisata Religi Sumber Air Kolla Al Asror Langgundi yang teretak di Desa Ujung Piring, Kota Bangkalan.

Lebih tepatnya, wisata religi ini berdekatan dengan pemakaman Syaichona Cholil yang sangat terkenal itu. Beberapa waktu yang lalu Tim Gerbang Pulau Madura berkesempatan untuk datang mengunjungi sumber air yang dipercaya bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit tersebut. Dengan cara meminum air maupun bisa juga mandi di sumber air Kolla.

Kolla Al Asror Langgundi

Air yang muncul di Kolla Langgundi, bukan sekadar air biasa. Namun, terdapat keunikan dan keanehan. Meskipun lokasinya berada di pesisir pantai dan dikelilingi tambak, namun rasa air tersebut tawar, tidak asin. Sehingga bila diminum bisa menyegarkan tubuh. Uniknya, sampai sekarang air di sana tidak pernah kering, meskipun memasuki musim kemarau.

Kolla Langgundi sendiri menyerupai kolam yang ukurannya sekira 2 meter x 7 meter. Sebenarnya kalau dilihat langsung ukuran kolam tidak terlalu luas seperti tempat pemandian pada umumnya. Namun walaupun begitu tetap saja sumber mata air ini banyak dikunjungi oleh para peziarah yang sengaja datang untuk menyempatkan diri.

Untuk bisa sampai ke tempat wisata religi sumber air Kola Al Asror Langgundi ini cukup mudah dan bisa dicari. Lokasi Kolla Langgundi sendiri tidak sulit untuk dijangkau. Pasalnya, hanya berjarak sekitar 6 kilometer dari pusat perkotaan Bangkalan. Disamping itu, juga sudah dipasang petunjuk untuk menuju lokasi.

Sejarah Tentang Air Kolla Al Asror Langgundi

Saat kami berkunjung kesana kami mendapatkan beberapa info penting mengenai sejarah sumber air yang terkenal ini. Air Kolla Langgundi merupakan peninggalan dari Kiai Asror, yang merupakan kakek dari Syaichona Cholil Bangkalan. Konon Kolla Langgundi dijadikan tempat berwudhu Kiai Asror.

Kiai Asror Langgundi disebut juga Bujuk Langgundi karena merupakan pewaris Rosululloh SAW. Menurut silsilahnya, Kiai Asror masih keturunan Nabi yang ke-26. Konon, mata air Langgundi muncul dari tongkat Kiai Asror yang ditancapkan ke bumi. Sedangkan Nama Langgundi adalah suatu Dusun yang berada sekitar 1 km sebelah selatan pemakaman Syaichona Cholil dan merupakan kepanjangan dari Ilalang, Jagung, Padi yang dulunya kawasan tersebut banyak Ilalang kemudian dibersihkan dan ditanami Jagung serta Padi.

Wisata Religi Kolla Al Asror

Kiai Asror lahir di Banten dan besar di Langgundi sampai wafat. Lalu makamnya di komplek Martajazah berjejer dengan makam Kiai Abdul Latif. Dan Kiai Abdul Latif sendiri ayah dari Syaichona Cholil, yang peristirahatan terakhirnya juga di Komplek Pemakamann Astah Martajazah.

Sampai detik ini keberadaan sumber air Kolla Langgundi masih bagus. Masyarakat setempat merawat dan menjaga dengan baik. Banyak warga dari luar Pulau Madura yang datang ke sana, seperti dari Banten dan wilayah lain. Sesampai di lokasi, masyarakat biasanya mandi, minum dan berwudhu. Kemudian sholat dan mengaji di mushola dekat air Kolla Langgundi.

Beberapa di antaranya yang datang kesana memiliki pengalaman gaib. Dimana sembuh dari kelumpuhan, setelah meminum sumber mata air Kolla Langgundi. Beberapa kisah juga menyebutkan bahwa pernah ada salah seorang pengunjung yang berhasil lulus ujian akademik, setelah bertirakat dengan memanjatkan doa dan ritual dzikir di tempat yang dikenal mustajabah itu.

Bahkan, ceritanya dulu Kolla Langgundi juga dijadikan tempat memandikan santrinya yang nakal oleh Kiai Asror. Kemudian dikenal bisa menyembuhkan anak remaja yang nakal. Disamping itu, juga diyakini bisa menyembuhkan penyakit kulit seperti gatal-gatal maupun pegal-pegal yang ada di tubuh.

Bagi teman-teman yang suka sekali dengan wisata religi dan penasaran ingin merasakan kesejukan dan keajaiban Air Kolla ini bisa segera langsung datang ke Kota Bangkalan. Wisata Religi Sumber Air Kolla Al Asror Langgundi ini buka setiap hari dan untuk bisa masuk ke dalam teman-teman tidak perlu membayar alias gratis.

VIDEO LIPUTAN TIM GERBANG PULAU MADURA DI KOLLA AL ASROR LANGGUNDI




Obyek Wisata Danau Biru di Bukit Jaddih Socah - Kabupaten Bangkalan

1/24/2017 Add Comment
Berbicara soal tempat wisata sepertinya di Madura hampir tidak ada habisnya, setiap saat muncul tempat wisata baru disini. Salah satunya yang ada di daerah Bukit Putih Jaddih Bangkalan, terdapat satu wisata alam baru yang wajib untuk teman-teman kunjungi. Ada sebuah danau yang mamu menyedot banyak wisatawan datang bahkan saat baru dibuka.

Danau Biru yang ada di Bukit Jaddih ini menjadi pemandangan baru bagi warga Bangkalan dan tentu semua orang yang ingin berkunjung kesini. Disebut Danau Biru karena genangan air yang ada di dalamnya berwarna kebiruan yang memikat setiap mata yang memandangnya. Danau Biru ini sangat cantik apalagi dikelilingi oleh perbukitan kapur putih yang alami.


Beberapa waktu yang lalu Tim Gerbang Pulau Madura berkesempatan hadir dan melihat langsung keeksotisan Danau Biru tersebut. Kebetulan saat kami datang kesana Danau Biru sedang ramai dikunjungi oleh tim dari My Trip My Adventure Trans TV untuk mengadakan syuting. Rasanya sangat terkejut tempat wisata alam yang bisa dibilang masih baru tapi sudah terkenal kemana-mana.

Harga Karcis Danau Biru Bukit Jaddih

Bagi teman-teman yang ingin masuk ke dalam area Danau Biru ini hanya cukup membayar parkir saja, Rp. 5.000 untuk sepeda motor dan Rp. 10.000 untuk mobil. Danau Biru ini terbentuk secara alami dan airnya berasal dari tetsan air hujan sehingga membendung menjadi satu. Kedalaman Danau Biru sendiri bisa dibilang cukup dalam yakni sekitar 2 meter.

Hal penting yang harus teman-teman ketahui bahwa dilarang berenang ke dalam Danau Biru karena untuk berenang sendiri sudah tersedia kolam renang Bukit Jaddih yang dekat. Di Danau Biru teman-teman bisa menyewa perahu kecil dengan membayar karcis Rp. 5.000 per orangnya. Dengan menaiki perahu kecil ini teman-teman bisa mengitari Danau Biru dengan puas.


Karena pemandangannya yang indah dan sangat alami di Danau Biru sendiri kerap dijadikan tempat foto pre wedding jadi bukan hanya sebagai tempat wisata alam saja lho. Sebelumnya kawasan Bukit jaddih ini juga sering dijadikan tempat foto pre wedding tapi sejak Danau Biru ada, banyak calon pengantin yang tertarik untuk foto di dekat Danau Biru.

Munculnya objek wisata alam Danau Biru membuktikan bahwa madura bukanlah daerah gersang, ada banyak objek wisata alam seperti pantai yang indah dan sekarang Danau Biru ini. Untuk bisa menuju kesana teman-teman bisa melalui jalur dari Jembatan Suramadu menuju Desa Jaddih yang berbatasan dengan Kota Bangkalan.

Air danau yang berwarna biru cantik dan bukit kapur putih yang eksotis sedang menunggu kedatangan teman-teman. Jadi tunggu apalagi, segera agendakan waktu bersama keluarga dan sahabat untuk melihat Danau Biru milik warga Jaddih ini di Pulau Madura.

Dibalik Layar Syuting MTMA Trans TV di Danau Biru - Bukit Jaddih



Bangkalan

Pamekasan

Sampang

Sumenep