Wisata

Sejarah

Tradisi

Recent Posts

Kue Olet, Kuliner Tradisional Langka Khas Kabupaten Sumenep

15.31 Add Comment
Pulau Madura khususnya Kabupaten Sumenep mempunyai keragaman makanan tradisional. Baik itu makanan utama maupun makanan ringan atau snack. Bahan-bahannya juga beragam, ada yang terbuat dari beras, ketan, atau singkong. Jadi, teman-teman tidak perlu heran kalau ternyata Madura sangat kaya dengan bermacam jenis kulinernya.

Salah satu kuliner yang khas dari Sumenep adalah makanan ringan Kue Olet. Makanan yang berasal dari wilayah kecamatan Lenteng ini terbuat dari singkong yang dihaluskan dan dipadatkan (biasanya di tampah). Kemudian pada bagian atasnya ditaburi ketan hitam, sebagai topping. Kalau di Kabupaten Bangkalan sendiri Olet ini tidak jauh berbeda dengan Lopes.


Untuk penyajiannya makanan khas Olet ini diiris atau dipotong sesuai selera, ditata di piring lalu ditambahkan parutan kelapa diatasnya. Setelah itu disiram tangguli secukupnya. Tangguli sendiri adalah olahan gula aren yang belum jadi.

Lalu kira-kira rasanya seperti apa ya? Dengan penyajian seperti lopes rasanya perpaduan antara gurih dan manis yang menyertai kenyalnya Olet singkong. Manisnya tangguli juga agak beda dengan manisnya larutan gula merah atau gula aren. Karena masih ada aroma dan sensasi aren yang kuat. Jadi rasanya unik sangat unik sekali.

Makanan ini murah meriah. Teman-teman bisa membelinya dengan harga 1000 rupiah, 2000 rupiah atau berapa saja sesuai kebutuhan. Kalau untuk satu orang saja 1000 rupiah sudah cukup sekali. Teman-teman juga bisa membeli dalam porsi yang lebih banyak misal 5000 rupiah dan bisa disantap ramai-ramai. Penjual Olet ini biasanya membungkus Olet terpisah dengan tanggulinya.


Sayangnya olet ini tidak banyak yang menjualnya, apalagi di Kota Sumenep. Jarang sekali menemukan penjual Olet. Kadang pagi-pagi di pasar sekitar Masjid Agung bisa kita temukan penjual Olet, kadang di Pasar Minggu. Namun yang pasti ada di Pasar Lenteng pada hari Minggu. Itu pun pagi sebelum jam 10. Selain hari itu belum tentu ada dan memang jarang yang menjual Olet.

Oleh karena itu jenis makanan khas yang satu ini memang bisa dikatakan sudah langka. Jika kita sedang beruntung maka teman-teman bisa menyantap Kuliner Khas Sumenep Kue Olet ini. Penasaran mau mencobanya? sudah tahu kan harus kemana?.
Pengirim Tulisan: Dian Ekawati Suryaman

Obyek Wisata Monumen Bebas Tributa di Kabupaten Bangkalan

18.41 Add Comment
Tidak jauh berbeda dengan pemandangan pusat kota yang ada di tiga Kabupaten lain di Madura, Kabupaten Bangkalan memiliki pemadangan yang sama. Bila diperhatikan lebih jauh lagi biasanya untuk tatanan kota terdiri dari Pendopo, Taman Kota, Masjid Agung dan Monumen. Belum lama ini pemerintah setempat telah resmi membuka satu-satunya taman kota yang ada di Bangkalan yakni Taman Paseban.

Taman Paseban sempat diberitakan sebagai icon kota Bangkalan karena memiliki icon berbentuk salak. Seperti yang banyak diketahui kalau Kabupaten yang terletak di ujung barat Madura ini memang terkenal sekali dengan produksi buah salaknya. Dalam tulisan ini Tim Gerbang Pulau Madura akan mengangkat salah satu monumen yang ada di Kota Bangkalan.



Monumen Bebas Tributa, Monumen Kebanggaan Masyarakat Bangkalan


Monumen ini dikenal dengan sebutan Monumen Bebas Tributa, letaknya tepat di tengah Kota Bangkalan. Dekat dengan pendopo dan Taman Paseban, keberadaan monumen ini memang menjadi kebangaan semua masyarakat yang ada disana. Bangunan monumen kota ini merupakan prasasti yang diberikan oleh provinsi Jawa Timur yang memuat pernyataan pemberian untuk semua masyarakat Bangkalan.

Seperti namanya Monumen ini dijadikan sebagai simbol pengharapan Bapak Gubernur Jawa Timur pada masa itu yakni Soelarso. Bertujuan untuk mendorong masyarakat luas agar mendukung terwujudnya masyarakat Bangkalan yang bebas dari buta aksara, buta pengetahuan dan buta keterampilan atau pekerjaan. 


Sebenarnya bukan hanya berfungsi sebagai lambang program pemerintah provinsi Jawa Timur saja namun sama seperti Monumen Arek Lancor yang ada di Kabupaten Pamekasan, Monumen Bebas Tributa ini didirikan untuk memperindah letak Kota Bangkalan sendiri. Bangunannya sempat menjalani renovasi dan dipasang jam kota yang bisa dilihat oleh semua orang yang sedang melintas disekitarnya.

Letaknya juga berada tepat di perempatan kota dan hal tersebut memudahkan semua orang untuk bisa melihatnya dari bermacam arah ruas jalan. Untuk bisa sampai ke Monumen Bebas Tributa ini teman –teman wisatawan maupun Backpacker bisa langsung menuju pusat kota Bangkalan dari arah perempatan Tangkel Suramadu.



Untuk bisa sampai di pusat kota sudah tersedia banyak angkutan umum yang bisa teman-teman gunakan jika sedang tidak membawa kendaraan pribadi. Namun kami sarankan untuk membawa kendaraan pribadi dikhusukan untuk motor supaya teman-teman bisa berkeliling kota Bangkalan dan melihat langsung dengan bebas.

Di Kota Bangkalan sendiri ada beberapa objek wisata yang bisa dikunjungi selain Monumen Bebas Tributa ini seperti Taman Paseban, Masjid Agung Bangkalan, Stadion Gelora Bangkalan, Pumara (Pusat Makanan Rakyat), Taman Rekreasi Kota dan yang paling menjadi favorit sebagian besar para kaum muda disini adalah Bangkalan Plaza.

Jadi tunggu apalagi, sempatkan untuk berkeliling Kota Bangkalan yang kecil namun indah dan ramah ini. Teman-teman juga bisa berfoto di dekat Monumen sebagai kenang-kenangan namun diharapkan

Belajar Bahasa Madura Edisi Tubuh Manusia Bagian Kepala

16.33 Add Comment
Zaman semakin maju dan modern dimana Bahasa Madura terutama Bahasa Halus semakin sedikit para penuturnya. Tak ketinggalan pula sebutan untuk benda juga mulai hilang dan terlupakan maka dari itu Pak Adrian Pawitra salah satu pemerhati Bahasa Madura sekaligus penyusun Kamus Bahasa Madura - Indonesia mengangkat kembali Bahasa Madura dan kali ini yang menjadi bahasan adalah Bagian Tubuh Manusia atau lebih tepatnya KEPALA (CÈṬAK/SÈRA).

 Gambar oleh Pixabay


01. Ubun-ubun = Bun-embunan (enjâ’-iyâ), Melco/Merco (èngghi-bhunten)

02. Pusar kepala (oreng) = Ploser, Palèserran

03. Rambut = Obu’ (enjâ’-iyâ), Rambhut (èngghi-bhunten)

04. Wajah = Mowa(h) (enjâ’-iyâ), Raè/reraè, Beddhâna (èngghi-bhunten)

05. Dahi = Ḍâi(h) (enjâ’-iyâ), Bâdhâna (èngghi-bhunten)

06. Belakang kepala = Ceppleng

07. Otak = Otek

08. Pelipis = Lèng-pèlèngan

09. Alis = Alès (enjâ’-iyâ), Mèmbhâ (èngghi-bhunten)

10. Mata = Mata(h) (enjâ’-iyâ), Soca(h), Tèngal, Marèpat (èngghi-bhunten)

11. Kelopak mata = Bâlâkodhân

12. Biji mata/anak mata = Nak-anaghân, bâi’na mata/bighina mata/leng-cellengnga mata

13. Bulu mata = Bulu kèjhâ’, Bulu èdhep, Bulu kodhân

14. Ujung mata = So-paso(h)

15. Bibir = Bibir (enjâ’-iyâ), Bhibir (engghi-enten), Lattè (èngghi-bhunten)

16. Hidung = Èlong (enjâ’-iyâ), Pangambung (èngghi-bhunten)

17. Rongga hidung = Lat- èlat

18. Selokan Hidung (Philtrum) = Ngay-songayan/Ra-mowara/Rèng-orènganna

19. Dagu = Cangkèm

20. Leher = Lè’èr (enjâ’-iyâ), Ghulu(h) (èngghi-bhunten)

21. Jakun = Kolḍi(h), Nèk-manèghân, ṭèng-canṭèngan, penṭèlla lè’èr

22. Kuping/Telinga = Kopèng (enjâ’-iyâ), Karna (èngghi-bhunten)

23. Cuping telinga = Ghâjhi

24. Ujung telinga = Penṭèlla kopèng

25. Rahang = Cèp-kacèbhân/cèp-kacèpan

26. Pipi = Pèpè(h)

27. Kerongkongan = Rung-gherrungan

28. Lubang kerongkongan = Lobângnga gherrungan

29. Mulut = Colo’ (enjâ-iyâ), Lèsan, Paḍhâ’ârân (èngghi-bhunten)

30. Lidah = Jhilâ (enjâ’-iyâ), Èlat (èngghi-bhunten)

31. Anak lidah = Lak-ellaghân, ṭang-anṭong, nèl-mannèlan, li’-jhelli’ân

32. Gusi = Ghusè(h)

33. Langitan = Ngè’-langngè’an

34. Gigi = Ghighi(h) (enjâ’-iyâ), Bâjhâ (èngghi-bhunten)

35. Geraham = Gherrem

36. Gigi bungsu = Ghighi bungso

37. Gigi taring/gigi asu = Ghighi patè’, Pangapèt

38. Gigi bawah/gigi seri/pengiris = Ghighi Jhârum

39. Gigi kapak = Ghighi bâddhung


Sumber :
1. P. Penninga & Hendriks H. “Practish Madurees-Nederlands, WOORDENBOEK”, G.C.T. van Dorp & Co.N.V. Semarang – Deen Haag 1913.
2. Kramer Sr. A.L.N, Kamus Indonesia (Indonesisch-Nederlands en Nederlands-Indonesisch), Gravenhage 1951 – Djakarta, G.B Van Goor Zonens Uitgevermaatschaapp N.V.
3. Adrian Pawitra, “Kamus Lengkap Bahasa Madura – Indonesia”,Penerbit PT. Dian Rakyat Jakarta, Th 2009.

Obyek Wisata Religi Masjid Asy Syuhada di Kabupaten Pamekasan

16.18 Add Comment
Sebelum terkenal dengan objek wisata alamnya seperti Api Tak Kunjung Padam, Pamekasan sudah memiliki banyak potensi wana wisata religi yang patut untuk teman-teman kunjungi. Memang tidak bisa dipungkiri lagi kalau pulau ini sangat kental sekali dengan nuansa agamis. Salah satu objek wisata religi yang bisa dikunjungi adalah Masjid Jami’.

Dari empat Kabupaten yang ada akan ditemukan banyak masjid-masjid dan yang paling menarik perhatian adalah Masjid Jami’. Setelah berkesempatan untuk mengunjungi ketiga masjid yang ada di Madura yakni Masjid Agung Bangkalan, Masjid Agung Sampang dan Masjid Agung Sumenep. Kali ini Tim Gerbang Pulau Madura berkesempatan untuk meliput salah satu masjid kebanggaan masyarakat Pamekasan.


Masjid Asy Syuhada atau yang lebih akrab disebut dengan Masjid jami’ ini merupakan wana wisata religi yang harus kalian kunjungi saat berwisata di Kabupaten terbesar di Madura tersebut. Masjid Agung Asy-syuhada Pamekasan ini beralamat di Jalan Mesigit Nomor 23, Pamekasan, Madura tepat di depan Monumen Arek Lancor.


Masjid Agung Asy-syuhada merupakan Masjid terbesar dan termegah di Kabupaten Pamekasan. Dulunya Masjid Agung ini disebut dengan sebutan Maseghit Rato pada abad ke 16, namun pada tanggal 25 Agustus 1940 masjid ini diresmikan dengan nama Masjid Agung Asy-Syuhada. Masjid Agung Asy-syuhada Pamekasan merupakan masjid terbesar, termegah, dan termewah di kota Pamekasan ini.

Di masjid inilah semua kalangan masyarakat berbaur menjadi satu, tidak ada lagi yang namanya kesenjangan sosial, karena mereka saling menghormati. Setelah mengalami beberapa kali renovasi dan pemugaran, Masjid Jamik Pamekasan ini secara resmi diberi nama Masjid Agung Asy-syuhada Pamekasan. Meski masih banyak juga masyarakat yang menyebutnya dengan nama Masjid Jamik saja. Masjid Agung Asy-syuhada Pamekasan ini memiliki tiga lantai, dengan serambi yang sangat luas di setiap lantainya yang mampu menampung ribuan jamaah.

Masjid Agung Asy-syuhada Pamekasan ini juga memiliki menara dengan tinggi yang mencapai sekitar 37 meter, dengan taman kecil yang dihias dan di tata sedemikian rupa untuk mempercantik halaman masjid jamik ini. Selain itu disekitar lokasi masjid jamik pamekasan inipun kerap kali di adakan sebuah acara-acara yang mampu menarik minat masyarakat, tidak heran kalau lokasi ini jadi semakin ramai saja.
 

SEJARAH MASJID AGUNG ASY SYUHADA


Tragedi di Lebaran ketupat.

Di masa sekarang ini,saat lebaran ketupat biasanya identik dengan kebahagiaan menikmati ketupat. Tapi tidak bagi masyarakat kota Pamekasan pada tahun 1947.

9 Agustus 1947,seminggu setelah hari raya Idul fitri,tentara NICA Belanda mendarat di pantai selatan Pamekasan.terus bergerak kearah kota Pamekasan.

Kota Pamekasan masih bisa dipertahankan.meskipun hanya setengah hari.bantuan pasukan NICA terus berdatangan.pertempuran hebat terjadi di halaman masjid agung Pamekasaan. Karena masjid itulah yang menjadi icon Pamekasan saat itu.pusat kegiatan beribadah.Kota pamekasan dibumi hanguskan.pejuang mundur ke pegunungan di Pegantenan.wilayah perbukitan di utara kota Pamekasan.

Lebih dari 90 mayat bergelimpangan di halaman masjid agung.halaaman masjid menjadi lautan jenazah Syuhada'. Tentara NICA Belanda menguburkan jenazah2 itu dlm satu lubang di halaman masjid yang terlebih dahulu mayat2 tersebut dibakar oleh tentara NICA.

Tepat seminggu setelah Idul fitri, kota pamekasan menjadi lautan jenazah para Syuhada. Masjid itu kemudian diberi nama Masjid Agung Asy Syuhada. (oleh: Irwan Poerwowinoto)



Bagi teman-teman yang ingin mengunjungi Masjid ini maka kami sarankan untuk menggunakan kendaraan pribadi. Bagi kalian yang menggunakan kendaraan pribadi maka bisa mengikuti arah yang menuju ke tengah kota Pamekasan, maka teman-teman pasti akan melewati lokasi Masjid Agung Asy-syuhada Pamekasan ini. Namun, kalau teman-teman menggunakan kendaraan umum seperti angkot, maka bisa naik angkot dengan jurusan pasar, karena juga melewati lokasi masjid ini. Lebih menyenangkan lagi jika teman-teman mencoba naik dokar (sejenis delman) untuk pergi ke lokasi Masjid.


Selain dokar jumlahnya lebih banyak daripada jumlah angkot, naik dokar berkeliling kota bisa menjadi alternatif liburan tersendiri bagi para wisatawan. Karena teman-teman bisa melihat-lihat segala aktivitas di tengah kota dengan santai, walaupuan memang harganya sedikit lebih mahal bila dibandingkan dengan harga angkot.

Namun teman-teman tidak perlu khawatir keseruan yang diberikan akan membuat kalian merasa lebih bersemangat daripada naik angkot. Jadi tunggu apalagi, kalau teman-teman sedang berkunjung ke Madura jangan lupa untuk coba melihat langsung kemewahan dan kemegahan arsitektur Masjid Asy Asyuhada kebanggaan masyarakat Pamekasan tersebut.

Obyek Wisata Bukit Geger di Kabupaten Bangkalan

16.01 Add Comment
Pulau Madura merupakan salah satu pulau di Indonesia yang tidak memiliki gunung pada daratannya. Meskipun tidak dianugerahi keindahan alam dari gunung seperti pada daerah lainnya, Madura memiliki daerah perbukitan. Terhitung ada dua buah bukit yang terletak di Madura yakni di Kabupaten Bangkalan dan bukit satunya ada di daerah ujung timur Kabupaten Sumenep yakni Bukit Payudan

Tapi tahukah teman-teman kalau masyarakat Madura terbiasa menyebut bukit dengan sebutan "Gunung" padahal memang tidak ada gunung di pulau Garam ini. Jadi, kalau teman-teman datang berkunjung kesini jangan kaget dengan sebutan gunung untuk bukit. Beberapa hari yang lalu Tim Gerbang Pulau Madura bersama perwakilan dari DISPORABUDPAR Bangkalan, pihak BPWS (Badan Pengembangan Wilayah Suramadu) dan para penggiat pariwisata datang berkunjung ke salah satu tempat wisata di Bangkalan ini.

Bukit Geger Bangkalan - Madura

Dalam kunjungan kali ini Bukit Geger di Kecamatan Geger Kabupaten Bangkalan menjadi pilihan pertama. Bukit Geger atau yang lebih dikenal dengan "Ghunong Gheggher" ini menjadi salah satu wana wisata yang akan dikembangkan menjadi desa wisata oleh pemerintah setempat. Keindahan dan potensi alam yang dimiliki Bukit Geger tidak boleh disia-siakan begitu saja apalagi tidak terawat apalagi bukit tersebut merupakan awal dari Asal Usul Pulau Madura

Menikmati Keindahan Panorama Alam Bukit Geger


Bukit Geger ini terletak sekitar 30 Km dari Kota Bangkalan sebelah tenggara dan berada 150 sampai 200 meter dari atas ketinggian permukaan laut. Tempat ini biasa digunakan sebagai lokasi untuk berkemah karena cuaca alamnya yang sangat mendukung. Bukit ini memiliki luas sekitar 44 Hektar dan merupakan kawasan hutan kayu Mahoni yang berada di bawah perlindungan negara.

Udara di sekitar bukit juga masih sangat segar karena jauh dari polusi selain itu suasanya masih sangat asri. Bagi teman-teman yang merindukan liburan alami bisa datang berkunjung kesini. Untuk bisa sampai di atas puncak bukit para pengunjung harus melewati puluhan anak tangga yang sudah disediakan. Cukup melelahkan tapi percayalah rasa lelah tadi akan hilang ketika teman-teman sudah sampai di atas.

Pemandangan indah yang masih alami benar-benar mampu memanjakan mata kita, sambil melewati jalan yang sudah disemen kita bisa menikmati keindahan pohon Mahoni yang menjulang tinggi. Di bukit Geger sendiri menjadi tempat berkumpulnya kawanan monyet hutan sama seperti yang ada di Hutan Kera Nepa Kabupaten Sampang.

Hutan di Wisata Bukit Geger Madura

Meskipun tinggal di hutan, para kawanan monyet ini tidak mengganggu para pengunjung, malah sepertinya mereka sudah terbiasa dengan kehadiran pengunjung. Namun sayangnya pada waktu kesana kita dilarang untuk memberi makanan kepada monyet-monyet tersebut karena takut dikhawatirkan jika diberi makanan para monyet tersebut terus mengikuti kita.

Dan ada pula disela dedaunan pohon atau semak belukar sering dijumpai ular pecut (warna hijau panjang), ular viper hijau, ular bandotan puspa (ular tanah warna hitam), ular python, serta aneka ragam binatang berbisa semacam kala jengking, ketonggeng atau lipan. Di puncak pepohonan, juga sering dijumpai beberapa burung hantu, gagak, elang laut, rajawali laut, serta aneka ragam spesies burung lainnya.

Disekitar bukit juga sudah disediakan tempat untuk beristirahat, ada juga penjual makanan dan minuman untuk melepas lapar dan dahaga setelah menaiki anak tangga. Jika musim hujan tiba, disarankan untuk lebih berhati-hati saat menaiki bukit karena jalannya yang licin dan sedikit berlumut.

Baca Juga: Asal Usul, Sejarah dan Legenda Bukit Geger

Gua Alam dan Obyek Wisata yang Ada di Bukit Geger


Tahukah teman-teman bahwa selain memiliki panorama alam yang sangat indah, bukit Geger ini juga memiliki gua alam yang mengangumkan bukan hanya satu tapi ada 5 gua sekaligus di dalam sana. Berikut ke lima gua di bukit Geger yang bisa teman-teman ketahui:

1. Gua Petapan
Gua ini merupakan bekas tempat pertapaan Adipodai, yakni ayah kandung dari tokoh legendaris Madura Jokotole alias Panembahan Secodiningrat III pada abad ke 13 masa lalu.

2. Gua Potre
Gua Potre ini juga merupakan bekas tempat pertapaan Potre Koneng istri dari Pangeran Adipoday.

3. Gua Pelanangan
Gua ini mempunyai keunikan stalaktit mirip kelamin pria. Konon tetesan air dari stalaktit unik ini jika diminum dipercaya bisa menambah daya vitalitas seksualitas kaum pria.

4. Gua Pancong Pote
Gua ini memiliki keunikan sungai di bawah tanah lengkap dengan kandungan stalaktit dan stalakmit yang berwarna warni. Jika cahaya senja masuk ke dalam celah-celah gua dan menerangi stalaktit juga stalakmit yang berwarna warni kemudian cahaya akan memantul ke air sungai yang berada di bawah. Pantulan cahaya pada air sungai tersebut yang membuat air sungai terlihat seperti berwarna warni.

5. Gua Ular
Gua ini disebut dengan gua Ular karena memiliki batu berukuran raksasa yang mirip dengan ular.

6. Panjat Tebing
Bukit Geger memiliki sisi tebing yang terjal bahkan nyaris tegak lurus di sisi tebing sebelah utara dan selatan. Sehingga kawasan ini amat ideal sekali untuk dijadikan objek wisata olahraga panjat tebing.

7. Cekungan Pangelean
Tempat ini berwujud cekungan tebing di dinding bukit sebelah utara. Bagusnya cekungan ini berwujud hamparan batu granit atau oniks yang sangat pas untuk digunakan sebagai tempat beristirahat, sambi menikmati keelokan danau alami dan hamparan sawah yang hijau.

8. Situs Pelanggiran
Area ini berwujud seperti gundukan batu, inilah puncak tertinggi dari bukit Geger. Konon, pada abad ke 8 silam situs Pelanggiran ini merupakan tempat mendaratnya orang pertama di Madura yakni, Patih Prangulang (Ki Poleng) dan Dewi Ratna Roro Gung (Putri Kuning). Di area ini pula Putri kuning melahirkan orang pertama di Madura yakni Pangeran Segara.

Palenggian tempat duduk putri kuning
Batu tempat Istirahat Putri Kuning setelah bertapa.

Akses Jalan Menuju Lokasi Kawasan Bukit Geger


Untuk bisa menuju kesana teman-teman bisa menggunakan motor, mobil maupun menyewa bus karena akses menuju bukit masih belum ada transportasi umum. Dengan melalui jalan beraspal yang tidak menyulitkan para wisatawan untuk bisa berkendara secara nyaman dan lancar. Bagi teman-teman dari luar Madura bisa menyeberang menggunakan Jembatan Suramadu.

Setelah sampai di pertigaan Tangkel teman-teman melanjutkan perjalanan ke arah timur menuju Kabupaten Sampang. Dalam perjalanan menuju bukit Geger ini teman-teman akan melewati dua pasar yakni pasar Patemon lalu pasar Tanah Merah. Tepat sekitar 1 Km dari Pasar Tanah Merah teman-teman harus belok ke arah kiri dan melanjutkan perjalanan sekitar 15 Km hingga akhirnya sampai di depan pintu gerbang bukit.

Jalan di bukit geger

Setelah tiba di depan pintu gerbang kalau teman-teman menggunakan bus maka bus tidak bisa masuk karena jalannya yang tidak terlalu lebar. Tapi untuk kendaraan seperti mobil masih bisa masuk ke dalam, karena itu teman-teman bisa menyewa mobil pick up yang biasa digunakan oleh masyarakat sekitar. Sekitar 1,5 Km dari pintu gerbang barulah kita akan sampai di depan anak tangga menuju bukit Geger.

Di kawasan bukit Geger ini sudah ada tempat kuliner yang bisa teman-teman coba yaitu kuliner rujak khas bangkalan dan bakso. Selain menjual makanan disana juga disediakan minuman ringan dan toilet warga yang disulap menjadi toilet umum. Namun, toilet umum tersebut masih ada di bagian bawah, jadi sebelum menaiki tangga menuju bukit pastikan dulu teman-teman sudah tidak ingin lagi buang air.

Bagaimana, teman-teman pasti penasaran dan ingin melihat langsung panorama alam dan gua alami di bukit Geger ini bukan?. Segera datang dan jangan lupa kalau sudah sampai di bukit jaga kebersihan juga kesopanan ya supaya wisata kita menjadi nyaman bagi semua.

VIDEO OBYEK WISATA BUKIT GEGER



Obyek Wisata Monumen Trunojoyo di Kabupaten Sampang

16.20 Add Comment
Adanya bangunan monumen menjadi salah satu kebanggan bagi masyarakat yang ada di Kabupaten maupun Kota. Sama halnya dengan Kabupaten lainnya di Pulau Madura, Sampang memiliki sebuah monumen yang berdiri megah dan menjulang tinggi. Monumen Trunojoyo merupakan satu-satunya monumen kabanggaan masyarakat Sampang.

Sama seperti bangunan monumen lainnya, Monumen Sampang ini terletak tepat di pusat kota. Letak geografisnya dianggap sebagai titik nol dari Kabupaten yang berada di sebelah timur Kabupaten Bangkalan ini. Meskipun memiliki luas geografis yang tidak terlalu besar, Kabupaten Sampang cukup memberikan peranan objek wisata bagi para wisatawan yang akan datang berkunjung ke Pulau Madura ini.


Salah satunya adalah Monumen Trunojoyo Sampang ini, memiliki bangunan yang menjulang tinggi yang terbuat dari logam berwarna kuning pekat. Disekitar berdirinya bangunan monumen terdapat taman kota yang berukuran tidak terlalu lebar. Karena letaknya yang dikelilingi oleh taman kota, monumen ini sering kali dijadikan tempat berkumpulnya masyarakat Sampang dan juga para pedagang kaki lima.

Seperti yang sudah kita jelaskan tadi bahwa Monumen Trunojoyo Sampang juga termasuk sebagai salah satu objek wisata. Banyak masyarakat yang menghabiskan waktu bersantai mereka disana, ditambah lagi dengan fasilitas umum yang memang sudah disediakan. Seperti taman bermain, jaringan internet (WiFi), ponten umum yang khusus dibuka selama 24 jam, penjual makanan dan yang paling menarik adalah tempat bermain untuk anak-anak.

Teman-teman bisa menghabiskan banyak waktu disana, seperti berkumpul bersama, menikmati jajanan pedagang kaki lima maupun mengadakan sebuah kegiatan. Karena letaknya yang sangat strategis tidak jarang juga banyak komunitas yang berada di Sampang mengadakan kegiatan disana. Seperti penggalangan dana, pembagian brosur dan kegiatan sosial lainnya.

Tempat tersebut tidak pernah sepi dari kunjungan masyarakat sekitar selain memang letaknya yang dekat dengan lampu lalu lintas utama kota Sampang. Secara otomatis Monumen Trunojoyo Sampang banyak dilewati oleh masyarakat maupun pengguna jalan lainnya yang berasal dari luar. Disebelah utara terdapat Masjid Agung Kota Sampang, jadi teman-teman tidak akan merasa kesulitan untuk mencari tempat sholat ketika sedang berkunjung ke monumen.

Jaraknya pun tidak jauh, teman-teman cukup berjalan kaki sejauh 500 meter untuk bisa sampai. Selain itu akses jalan menuju Masjid Agung juga sama dengan akses jalan menuju salah satu objek wisata alam milik Kabupaten Sampang yang sangat terkenal yakni Gua Lebar.


Disekitar Monumen Sampang terdapat beberapa lokasi yang perlu diketahui bagi orang yang mengunjungi kota Sampang, disebelah timur bagian utara terdapat Kantor Pos dan Kantor Telkom, bagian selatan terdapat Pegadaian Cabang Sampang. Sebelah barat terdapat warung kaldu “Setuju” dan swalayan milik swasta.


Biasanya aktivitas para pedagang kaki lima yang berada di sekitar Monumen Trunojoyo Sampang ini dimulai dari pukul 4 sore sampai pukul 12 malam. Bukan hanya jajanan tapi juga makanan serta minuman disediakan seperti Jagung bakar, Sosis goreng, Bakso, Soto, Nasi campur dan lain sebagianya.

Untuk kategori hiburan, teman-teman bisa menyewa "Mocin" Mobil cinta. Mocin ini adalah salah satu fasilitas hiburan yang telah disediakan oleh Pemkab setempat, modifikasi dari sebuah sepeda yg berbentuk mobil. Ada juga odong-odong yang selalu siap mengantarkan para pengunjung berputar-putar mengelilingi kota yang memiliki slogan Bahari ini.

Jadi, tunggu apalagi? Ayo datang ke Madura dan sisihkan waktu untuk bermain-main disekitar Obyek Wisata Monumen Trunojoyo Sampang ini.