Sejarah

Tradisi

Recent Posts

Wisata Religi Sumber Air Kolla Al Asror Langgundi - Bangkalan

2/15/2017 Add Comment
Berbicara soal wisata religi yang ada di Kabupaten Bangkalan Madura rasanya tidak akan pernah ada habisnya. Jadi, memang tidak heran kalau Kabupaten yang berada di ujung barat Pulau Madura ini dikenal sebagai Kota Santri. Salah satunya ialah Wisata Religi Sumber Air Kolla Al Asror Langgundi yang teretak di Desa Ujung Piring, Kota Bangkalan.

Lebih tepatnya, wisata religi ini berdekatan dengan pemakaman Syaichona Cholil yang sangat terkenal itu. Beberapa waktu yang lalu Tim Gerbang Pulau Madura berkesempatan untuk datang mengunjungi sumber air yang dipercaya bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit tersebut. Dengan cara meminum air maupun bisa juga mandi di sumber air Kolla.

Kolla Al Asror Langgundi

Air yang muncul di Kolla Langgundi, bukan sekadar air biasa. Namun, terdapat keunikan dan keanehan. Meskipun lokasinya berada di pesisir pantai dan dikelilingi tambak, namun rasa air tersebut tawar, tidak asin. Sehingga bila diminum bisa menyegarkan tubuh. Uniknya, sampai sekarang air di sana tidak pernah kering, meskipun memasuki musim kemarau.

Kolla Langgundi sendiri menyerupai kolam yang ukurannya sekira 2 meter x 7 meter. Sebenarnya kalau dilihat langsung ukuran kolam tidak terlalu luas seperti tempat pemandian pada umumnya. Namun walaupun begitu tetap saja sumber mata air ini banyak dikunjungi oleh para peziarah yang sengaja datang untuk menyempatkan diri.

Untuk bisa sampai ke tempat wisata religi sumber air Kola Al Asror Langgundi ini cukup mudah dan bisa dicari. Lokasi Kolla Langgundi sendiri tidak sulit untuk dijangkau. Pasalnya, hanya berjarak sekitar 6 kilometer dari pusat perkotaan Bangkalan. Disamping itu, juga sudah dipasang petunjuk untuk menuju lokasi.

Sejarah Tentang Air Kolla Al Asror Langgundi

Saat kami berkunjung kesana kami mendapatkan beberapa info penting mengenai sejarah sumber air yang terkenal ini. Air Kolla Langgundi merupakan peninggalan dari Kiai Asror, yang merupakan kakek dari Syaichona Cholil Bangkalan. Konon Kolla Langgundi dijadikan tempat berwudhu Kiai Asror.

Kiai Asror Langgundi disebut juga Bujuk Langgundi karena merupakan pewaris Rosululloh SAW. Menurut silsilahnya, Kiai Asror masih keturunan Nabi yang ke-26. Konon, mata air Langgundi muncul dari tongkat Kiai Asror yang ditancapkan ke bumi. Sedangkan Nama Langgundi adalah suatu Dusun yang berada sekitar 1 km sebelah selatan pemakaman Syaichona Cholil dan merupakan kepanjangan dari Ilalang, Jagung, Padi yang dulunya kawasan tersebut banyak Ilalang kemudian dibersihkan dan ditanami Jagung serta Padi.

Wisata Religi Kolla Al Asror

Kiai Asror lahir di Banten dan besar di Langgundi sampai wafat. Lalu makamnya di komplek Martajazah berjejer dengan makam Kiai Abdul Latif. Dan Kiai Abdul Latif sendiri ayah dari Syaichona Cholil, yang peristirahatan terakhirnya juga di Komplek Pemakamann Astah Martajazah.

Sampai detik ini keberadaan sumber air Kolla Langgundi masih bagus. Masyarakat setempat merawat dan menjaga dengan baik. Banyak warga dari luar Pulau Madura yang datang ke sana, seperti dari Banten dan wilayah lain. Sesampai di lokasi, masyarakat biasanya mandi, minum dan berwudhu. Kemudian sholat dan mengaji di mushola dekat air Kolla Langgundi.

Beberapa di antaranya yang datang kesana memiliki pengalaman gaib. Dimana sembuh dari kelumpuhan, setelah meminum sumber mata air Kolla Langgundi. Beberapa kisah juga menyebutkan bahwa pernah ada salah seorang pengunjung yang berhasil lulus ujian akademik, setelah bertirakat dengan memanjatkan doa dan ritual dzikir di tempat yang dikenal mustajabah itu.

Bahkan, ceritanya dulu Kolla Langgundi juga dijadikan tempat memandikan santrinya yang nakal oleh Kiai Asror. Kemudian dikenal bisa menyembuhkan anak remaja yang nakal. Disamping itu, juga diyakini bisa menyembuhkan penyakit kulit seperti gatal-gatal maupun pegal-pegal yang ada di tubuh.

Bagi teman-teman yang suka sekali dengan wisata religi dan penasaran ingin merasakan kesejukan dan keajaiban Air Kolla ini bisa segera langsung datang ke Kota Bangkalan. Wisata Religi Sumber Air Kolla Al Asror Langgundi ini buka setiap hari dan untuk bisa masuk ke dalam teman-teman tidak perlu membayar alias gratis.

VIDEO LIPUTAN TIM GERBANG PULAU MADURA DI KOLLA AL ASROR LANGGUNDI




Obyek Wisata Danau Biru di Bukit Jaddih Socah - Kabupaten Bangkalan

1/24/2017 Add Comment
Berbicara soal tempat wisata sepertinya di Madura hampir tidak ada habisnya, setiap saat muncul tempat wisata baru disini. Salah satunya yang ada di daerah Bukit Putih Jaddih Bangkalan, terdapat satu wisata alam baru yang wajib untuk teman-teman kunjungi. Ada sebuah danau yang mamu menyedot banyak wisatawan datang bahkan saat baru dibuka.

Danau Biru yang ada di Bukit Jaddih ini menjadi pemandangan baru bagi warga Bangkalan dan tentu semua orang yang ingin berkunjung kesini. Disebut Danau Biru karena genangan air yang ada di dalamnya berwarna kebiruan yang memikat setiap mata yang memandangnya. Danau Biru ini sangat cantik apalagi dikelilingi oleh perbukitan kapur putih yang alami.


Beberapa waktu yang lalu Tim Gerbang Pulau Madura berkesempatan hadir dan melihat langsung keeksotisan Danau Biru tersebut. Kebetulan saat kami datang kesana Danau Biru sedang ramai dikunjungi oleh tim dari My Trip My Adventure Trans TV untuk mengadakan syuting. Rasanya sangat terkejut tempat wisata alam yang bisa dibilang masih baru tapi sudah terkenal kemana-mana.

Harga Karcis Danau Biru Bukit Jaddih

Bagi teman-teman yang ingin masuk ke dalam area Danau Biru ini hanya cukup membayar parkir saja, Rp. 5.000 untuk sepeda motor dan Rp. 10.000 untuk mobil. Danau Biru ini terbentuk secara alami dan airnya berasal dari tetsan air hujan sehingga membendung menjadi satu. Kedalaman Danau Biru sendiri bisa dibilang cukup dalam yakni sekitar 2 meter.

Hal penting yang harus teman-teman ketahui bahwa dilarang berenang ke dalam Danau Biru karena untuk berenang sendiri sudah tersedia kolam renang Bukit Jaddih yang dekat. Di Danau Biru teman-teman bisa menyewa perahu kecil dengan membayar karcis Rp. 5.000 per orangnya. Dengan menaiki perahu kecil ini teman-teman bisa mengitari Danau Biru dengan puas.


Karena pemandangannya yang indah dan sangat alami di Danau Biru sendiri kerap dijadikan tempat foto pre wedding jadi bukan hanya sebagai tempat wisata alam saja lho. Sebelumnya kawasan Bukit jaddih ini juga sering dijadikan tempat foto pre wedding tapi sejak Danau Biru ada, banyak calon pengantin yang tertarik untuk foto di dekat Danau Biru.

Munculnya objek wisata alam Danau Biru membuktikan bahwa madura bukanlah daerah gersang, ada banyak objek wisata alam seperti pantai yang indah dan sekarang Danau Biru ini. Untuk bisa menuju kesana teman-teman bisa melalui jalur dari Jembatan Suramadu menuju Desa Jaddih yang berbatasan dengan Kota Bangkalan.

Air danau yang berwarna biru cantik dan bukit kapur putih yang eksotis sedang menunggu kedatangan teman-teman. Jadi tunggu apalagi, segera agendakan waktu bersama keluarga dan sahabat untuk melihat Danau Biru milik warga Jaddih ini di Pulau Madura.

Dibalik Layar Syuting MTMA Trans TV di Danau Biru - Bukit Jaddih



Melihat Tradisi Rokat Tase atau Petik Laut di Pulau Mandangin - Sampang

1/17/2017 Add Comment
Rokat Tase' atau yang biasa dikenal dengan Larung Laut / Petik Laut adalah salah satu adat budaya masyarakat Madura. Sebagai kepulauan yang memiliki letak geografis dikelilingi oleh lautan masyarakat Pulau Madura rutin melaksanan tradisi Rokat Tase' ini. Rokat Tase' sendiri memiliki ciri khas dan keunikan sendiri pada masing-masing daerah yang ada di Madura.


Seperti yang ada di Pulau Mandangin di Kabupaten Sampang pada hari selasa tanggal 10 Januari 2017 kemarin mengadakan Rokat Tase'. Rokat Tase’ juga disebut Petik Laut, atau Larung Sesajen bagi masyarakat Jawa, merupakan peristiwa ritual yang dilakukan para nelayan sebagai bentuk rasa syukur kepada Yang Maha Kuasa yang telah memberi limpahan hasil ikan tangkapan di laut.

Demikian pula yang dilakukan masyarakat nelayan yang ada di Pulau Mandangin Kecamatan Sampang Kabupaten Sampang. Sebelumnya perlu teman-teman ketahui Pulau Mandangin merupakan sebuah pulau yang memiliki luas sekitar 1,65 kilometer persegi dan memiliki jumlah penduduk yang cukup padat. Dengan luas pulau demikian, jumlah penduduk mencapai 18.000 jiwa, sehingga rumah-rumah tampak berdekatan dan jalan-jalan tidak begitu lebar.

Runtutan Proses Rokat Tase' di Pulau Mandangin

Upacara ritual Rokat tase’ diadakan selama tiga hari dengan beberapa tahapan. Acara Rokat tase’ sebelumnya diawali dengan acara selametan bersama warga yang diadakan di rumah Bapak Kepala Desa atau yang biasa disebut Bapak Klebun. Dalam acara selametan semua warga berkumpul untuk berdoa bersama demi kelancara acara Rokat Tase’.

Kemudian dihari kedua adalah hari jadi acara Rokat Tase’. Sejak pagi hari semua masyarakat sudah bersiap dengan berkumpul di sebuah musholla. Di area musholla tempat berkumpul terdapat dua makam sosok penting di Pulau Mandangin yakni Bangsacara dan Ragapadmi. Sebelum menuju tepi pantai untuk memulai acara kembali diadakan doa bersama sembari membaca sholawat bersama.


Di lain sisi, masyarakat Pulau Mandangin sudah selesai menghias perahu untuk acara Rokat Tase’ tidak ketinggalan juga pernak-pernik yang akan dibawa dan yang diarung ke laut. Selama acara berlangsung arus transportasi laut menuju Pulau Mandangin pun ditutup untuk umum.

Acara Rokat Tase’ sendiri difasilitasi oleh masyarakat dan dinas terkait dengan bergotong royong sehingga acara berlangsung ramai dan meriah, selain itu ada aparat Kepolisian dan TNI serta Wakil Bupati Sampang turut hadir memeriahkan acara Rokat Tase' di Pulau Mandangin. Pada kegiatan kemarin kita dari Tim Gerbang Pulau Madura bersama perwakilan dari Dinas Pariwisata Kabupaten Sampang turut mengabadikan acara Rokat Tase'. Acara dimulai dari jam 07.00 pagi hingga selesai pada siang menjelang sore hari.


Pada hari ketiga sekaligus hari terakhir merupakan acara ludruk dan hiburan rakyat lainnya. Rokat Tase’ sendiri rutin diadakan setiap tahun pada bulan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW, acara ini biasa ditunggu-tunggu oleh semua masyarakat di Pulau Mandangin. Jika teman-teman ingin melihat langsung acara Rokat Tase’ di Pulau Mandangin ini bisa datang langsung tahun depan.

VIDEO LIPUTAN TRADISI ROKAT TASE' DI PULAU MANDANGIN


Bangkalan

Pamekasan

Sampang

Sumenep