Wisata Religi Pesarean Aer Mata Ebu di Arosbaya - Bangkalan

9/08/2015

Situs Religi Aer Mata Ebuh


Pulau Madura selain di kenal dengan pulau seribu masjid karena banyaknya masjid – masjid yang berdiri, rupanya juga menyimpan cerita sejarah yang cukup banyak serta tempat wisata ziarah atau pemakaman yang keramat. Salah satu destinasi tempat wisata ziarah yang menjadi tujuan para peziarah dari luar kabupaten Bangkalan bahkan juga dari luar Pulau Madura selain pesarean Syaichona Kholil, adalah wisata ziarah Ratu Ibu.

Wisata Religi Pesarean Aer Mata Ebuh di Arosbaya - Bangkalan


Tempat wisata ziarah Air Mata Ibu ini adalah salah satu wisata ziarah ini berupa komplek pemakaman yang menyimpan cerita sejarah yang cukup terkenal dan di percaya hingga sekarang. Arosbaya, sebuah kecamatan yang termasuk dari kabupaten Bangkalan adalah tempat wisata ziarah Air Mata Ibu berasal.

Tempat wisata ziarah air mata Ratu Ibu ini di kenal dengan nama Pesarean Aer Mata Ebuh atau Makam Rato Ebu, berada tepat di desa Buduran Arosbaya. Pesarean Aer Mata Ebuh menyimpan nilai sejarah yang di angggap keramat oleh sebagian besar masyarakat Bangkalan dan para peziarah yang telah datang menjejakkan kakinya ke pesarean.

Ratu Ibu atau dalam bahasa Madura di kenal dengan Rato Ebhu adalah Syarifah Ambami istri dari Raden Praseno seorang penguasa Madura yang memiliki gelar Cakraningrat I. Cerita sejarah tangisan Ratu ibu ini sangat terkenal dan mata air Ratu Ibu yang begitu keramat. Di komplek pemakaman yang cukup luas ini juga merupakan komplek pemakaman keluarga tujuh turunan.

Sejarah Situs Aer Mata Ebu


Tangisan Ratu Ibu yang tidak pernah mengering sehingga menjadi sumber mata air di pesarean ini berawal dari cerita sejarah yang menyedikan. Alkisah di ceritakan Meskipun sebagai Raja Madura kala itu, Cakraningrat I rupanya lebih sering berada dan menghabiskan waktunya di Mataram. Ternyata keadaan yang demikian, membuat Syarifah Ambami merasa sangat sedih. Siang malam beliau menangis meratapi dirinya.

Akhirnya beliau pergi demi melaksanakan tekadnya untuk melakukan pertapaan di sebuah bukit yang terletak di desa Buduran Arosbaya. Dalam tapanya, beliau memohon dan berdoa, semoga keturunannya kelak sampai pada tujuh turunan, dapat ditakdirkan untuk menjadi penguasa pemerintahan di Madura. Hingga dalam pertapaan beliau bertemu Nabi Hidir yang memberi kabar bahwa semua permohonan dan doanya akan di kabulkan. Mengetahui hal itu Syarifah Ambami pun sangat merasa senang dan kembali pulang.

Beberapa waktu kemudian sepulangnya Syarifah Ambami bertapa, Raden Praseno atau Cakraningrat I suami beliau kembali dari Mataram. Lalu Syarifah Ambami menceritakan tentang semua pengalamannya semenjak suaminya berada di Mataram, bahwa beliau menjalankan pertapaan dan beliau menceritakan pula hasil pertapaaannya kepada suaminya Cakraningrat I.

Setelah selesai mendengarkan cerita istrinya itu. Cakraningrat I, ternyata tidak merasa senang, akan tetapi beliau merasa kecewa kepada istrinya, Cakraningrat I marah besar, mengapa istrinya hanya berdoa meminta tujuh turunan saja.

Mengetahui kekecewaan yang terjadi pada diri suaminya, Syarifah Ambami merasa bersalah. Beliau menangis siang dan malam tanpa ada hentinya karena kesedihannya yang begitu mendalam yang beliau rasakan saat itu. Air mata dari tangisan beliau sepanjang hari itu kemudian membanjiri tempat setempat hingga menjadi sebuah sumber mata air sampai saat ini.

Sumber mata air dari tangisan Ratu ibu yang keramat itu di percaya oleh masyarakat sekitar mampu menyembuhkan berbagai jenis penyakit. Sehingga banyak sekali orang – orang yang datang untuk pergi berziarah dan mengambil air dari sumber air mata ibu. Sumber mata air Ratu Ibu itu tidak pernah kering dari dulu hingga sekarang.

Dalam setiap harinya sudah banyak bus – bus pariwisata atau jenis kendaraan pribadi yang parkir di sekitar komplek pemakaman. Tempat wisata ziarah Ratu Ibu ini memang terletak di sebuah desa namun, anda tidak perlu merasa khawatir karena akses jalan menuju kesana sangat nyaman dan aman untuk di lewati.


Tour Travel Pulau Madura

Sebarkan

Komentar Facebook

Artikel Terkait

Previous
Next Post »