CIRI KHAS DAN PRINSIP ORANG MADURA

11/24/2020 Add Comment

Setiap suku di Indonesia pasti mempunyai adat atau kebiasaan tersendiri yang sudah ada sejak turun temurun, begitupula dengan Suku Madura yang mempunyai ciri khas dan prinsip yang selalu dipegang secara turun temurun. Meski tidak diajarkan secara langsung tapi ciri tersebut tetap lestari pada kebanyakan orang Madura.

Kalau kalian bergaul dengan masyarakat Madura, lambat laut juga akan mengerti ciri khas dan prinsip orang madura dari kebiasaan yang mereka lakukan sehari-hari salah satunya adalah menganggap Saudara siapa saja yang bertamu dan dijamu dengan istimewa.

Sudah banyak cerita orang luar madura yang begitu kagum dengan kebiasaan mereka karna jarang ditemukan di kehidupan luar sana. Tentu hal ini akan membuat mereka terkesan dan ada cerita atau pengalaman tersendiri saat menjalani kehidupan dengan mereka.

Berikut ini adalah Ciri Khas dan Prinsip Orang Madura yang perlu kalian ketahui:

1. Lebih percaya pada Kyai dari pada penegak hukum jika ada gesekan... dan setiap masalah yang dihadapi lebih banyak konsultasi ke Kyai (banyak orang Madura lebih banyak menggelar pengajian daripada acara adat lainnya).

2. Etos kerja tinggi lebih ulet dan gigih.

3. Orang madura belum dikategorikan sukses jika belum naik haji.

4. Anak yang sudah mencapai 5 tahun ke atas harus bisa ngaji dan sholat.

5. Semua orang madura dianggap saudaranya.

6. Bahasa persaudaraannya bahasa asli halus Madhurâ.

7. Jika ada tamu dari luar madura, biasanya sajian istimewanya penyembelehan hewan antara lain, ayam kampung atau kambing dll. Padahal madura dikelilingi laut, tapi enggan menyediakan menu ikan laut, karena dianggap kurang layak.

8. Jika ada yang santun orang madura lebih santun, sebaliknya bisa marah besar jika yang di hadapi lebih kasar alias tan santun.

9. Orang madura lebih mengutamakan persaudaraan (nyarè tarètan) daripada permusuhan.

10. Jika dipermalukan didepan umum orang madura, lebih memilih mati sebagai taruhannya... Tèmbhâng potè mata... Ango' potèya tolang.

11. Selalu siap dengan segala resiko... Jika agamanya di acak-acak.(Mayoritas orang madura memilih berhaluan ke Ahlussunnah Wal Jamaahnya NU), karena NU bagi mereka harga mati.

12. Bagi kaum lelaki madura, songkok merupakan tanda kehormatan, siapapun yang memegang kepala orang madura tanpa pamit atau alasan yang jelas, orang Madura bisa marah atau naik pitam.

13. Orang Madura akan merasa hina jika anaknya hamil di luar nikah.

14. Berapapun biayanya jika nama baiknya di nodai orang lain, orang Madura berani berkorban sampai nyawapun jadi taruhannya.

15. Orang Madura lebih halus perasaannya (nèserran) jika ada yang didholimi atau di sakiti perasaannya...!!! 

Sumber:
Dari berbagai sumber dan tambahan dari Pak Hidrochin Sabarudin (Budayawan Madura)

Itulah 15 Ciri Khas dan Prinsip Orang Madura yang perlu kalian ketahui, memang tidak semua berciri atau berprinsip demikian tapi secara keseluruhan sudah mewakili dari orang madura sendiri.

Tempat Wisata Populer di Medan, Jujukan Utama Para Wisatawan

11/12/2020 Add Comment
Sebagai tujuan wisata, Medan bisa jadi salah satu daftar kota yang bisa masuk dalam list. Karena tidak hanya memiliki beragam daya tarik wisata, transportasi di Medan juga sudah memadai. Bagi warga Jakarta yang ingin pergi ke Medan dengan menggunakan pesawat, ada Bandara Internasional Kualanamu yang sudah dibuka sejak 25 Juli 2013 lalu.

Kemudahan lainnya, jika ingin booking tiket pesawat, bisa melakukan transaksi di Traveloka. Perusahaan penyedia layanan pemesanan tiket secara online ini sudah berpengalaman dalam bidangnya. Oleh sebab itulah jangan ragu untuk tiket pesawat Jakarta Medan Traveloka.

Tidak hanya terpercaya, Traveloka juga menggandeng berbagai pembayaran resmi plus bisa menawarkan tiket pesawat termurah dari Jakarta ke Medan. Setelah sampai ke Medan, ada banyak destinasi wisata populer untuk dikunjungi. Ada apa saja?




The Le Hu Garden

Taman bunga warna-warni ditambah dengan berbagai spot Instagenic, akan membuat kamu senang berada di The Le Hu Garden. Pepohonan yang rindang, ada air mancur lengkap dengan kolam akan membuat pikiran jadi lebih tenang. Tempatnya sangat bersih, ada beberapa permainan untuk anak-anak, jadi untuk destinasi keluarga juga bisa.

Meski terbilang baru dibuka tahun 2017, tempat wisata ini sudah sangat populer. Luasnya sekitar 4 hektar, lengkap dengan tempat makan di dalamnya. Alamatnya sendiri berada di Jl. Pendidikan, Deli Tua Barat, Kec. Deli Tua, Kab. Deli Serdang, Medan. Jam operasionalnya mulai dari pukul 10.00 hingga 18.00 WIB.

Istana Maimun

Istana Maimun merupakan salah satu ikon yang dimiliki oleh Medan. Ini merupakan bangunan megah yang dibangun pada tahun 28 Agustus 1888 sampai 18 Mei 1891. Pendirinya adalah Sultan Makmun Al Rasyid Perkasa Alamsyah. Salah satu daya tarik utama di tempat adalah arsitekturnya yang sangat megah dan perpaduan banyak negara dan dibuat oleh Theodoor van Erp.

Alamat Istana Maimun ini berada di Jl. Brigjen Katamso, No. 66, A U R, Kec. Medan Maimun, Medan. Jam bukanya mulai dari 08.00 sampai dengan 17.00 WIB. Untuk hari Jumat, mulai pukul 08.00-12.00 WIB tutup sebentar buka lagi mulai 14.00-17.00 WIB.

Rumah Tjong A Fie

Rumah Tjong A Fie berada di Jl. Jenderal Ahmad Yani, No. 105, Kec. Medan Barat, Medan. Ini merupakan salah satu bangunan bersejarah yang sudah dibangun sejak 1895. Dahulu ini merupakan kediaman seorang saudagar kondang bernama Tjong A Fie (1860-1921). Daya tarik utama dari tempat ini adalah gaya arsitektur perpaduan antara Melayu, China, dan juga Eropa. Tenang saja, jika bertandang ke wisata ini akan ada pemandu yang membantumu berkeliling.

Di dalamnya banyak perabotan, pernak-pernik yang masih sama seperti rumah ini dibangun. Meski rumah ini usianya sudah lebih dari 1 abad lamanya, tempatnya masih sangat bersih dan terawat dengan baik. Jam bukanya mulai dari pukul 09.00 sampai 17.00 WIB.

Graha Maria Annai Velangkanni

Jika dilihat sekilas dari luar, bangunan Graha Maria Annai Velangkanni ini mirip dengan vihara. Namun ini sebenarnya adalah bangunan gereja. Warnanya juga memang memiliki pilihan yang cukup berani, ada merah, biru, hijau, sampai dengan jingga. Karena keunikannya inilah, banyak orang yang menjadikannya sebagai destinasi wisata. Alamat tempat wisata ini berada di Jl. Sakura III No. 7-10, Tanjung Selamat, Kec. Medan, Tuntungan.

Merdeka Walk

Bisa dibilang, Merdeka Walk merupakan salah satu one stop destination yang ditawarkan meda. Banyak sekali hal yang bisa kamu lakukan di sini. Mulai dari nongkrong, foto-foto, berburu makanan, mencari souvenir, plus menikmati pemandangan. Lokasinya juga sangat strategis, berada di Jl. Balai Kota, Medan. Karena itulah tidak mengherankan jika Merdeka Walk menjadi salah satu tempat yang sangat ramai dan jadi destinasi utama para wisatawan.

Jam bukanya 24 jam, jadi bisa datang ke tempat ini kapan saja. Tambah malam, suasana yang ditawarkan menjadi semakin syahdu. Lampu-lampu yang menyerupai lampion membuat suasananya jadi tambah nyaman. Saat jalan-jalan ke Medan, jangan lupa untuk mengabadikan semua momen ya.

Bisa membuat video atau sekadar foto. Kamu nggak akan tahu kapan lagi kesempatan jalan-jalan ke Medan atau tempat lainnya. Manfaatkan momen dengan lebih optimal, untuk jadi kenang-kenangan yang indah di masa depan.

Belajar Bahasa Madura Edisi Arah Mata Angin

11/06/2020 Add Comment

Bahasa Madura sangat banyak sekali kosakata dan kalimat yang digunakan namun sayangnya tidak banyak orang mengetahui akan keberadaan kosakata serta kalimat tersebut karna makin hari semakin sedikit penuturnya. Adrian Pawitra selaku penyusun Kamus Madura - Indonesia seringkali menuliskan beberapa kosakata dan kalimat ketika membahas sesuatu termasuk Bab mengenai Mata Angin / Mata Angèn.

Arah Mata Angin (pexel.com)

AJHÂR OCA’ MADHURÂ - 03
BHÂB : NYAMA MATA ANGÈN
(NAMA MATA ANGIN)
(Sè ngangghit : Adrian Pawitra)


Bârâ’ = Barat
Tèmor = Timur
Lao’ = Selatan
Ḍâjâ(h) = Utara
Tèmor ḍâjâ(h) = Timur laut
Tèmor lao’ = Tenggara
Bârâ’ lao’ = Barat daya
Bârâ’ ḍâjâ(h) = Barat laut
Lao’ bârâ’ lao’ = Selatan barat daya
Lao’ tèmor lao’ = Selatan tenggara
Bârâ’ bârâ’ lao’ = Barat barat daya
Bârâ’ bârâ’ ḍâjâ(h) = Barat barat laut
Tèmor tèmor lao’ = Timur tenggara
Tèmor tèmor ḍâjâ(h) = Timur timur laut
Ḍâjâ(h) tèmor ḍâjâ(h) = Utara timur laut
Ḍâjâ(h) bârâ’ ḍâjâ(h) = Utara barat laut

Catatan : 
kata “Daya” bukan berarti Ḍâjâ(h)
kata “Laut” bukan berarti Lao’

Sumber :
1. Adrian Pawitra, “Kamus Lengkap Bahasa Madura – Indonesia”, Penerbit PT. Dian Rakyat Jakarta, Th 2009.
2. Adrian Pawitra, Kamus Bahasa Indonesia - Madura, belum diterbitkan
3. P. Penninga & Hendriks H. “Practish Madurees-Nederlands, WOORDENBOEK”, G.C.T. van Dorp & Co.N.V. Semarang – Deen Haag 1913.
4. P. Penninga & Hendriks H. “Practish Nederlands - Madurees, WOORDENBOEK”, G.C.T. van Dorp & Co.N.V. Semarang – Deen Haag 1913.
5. Sebuah catatan yang tidak diketahui sumbernya.

Inilah Ciri Pakaian Adat Madura untuk Pria dan Perempuan Lengkap

11/01/2020 Add Comment
Banyak orang yang salah kaprah mengistilahkan Pakaian Etnis Madura ini dengan istilah Sakèra'an & Marlèna'an. Pakaian pesa’an tidak hanya digunakan untuk acara pernikahan atau acara khusus, namun juga dapat digunakan sebagai pakaian keseharian pada jaman dahulu kala. Pakaian yang diperuntukkan bagi kaum pria Madura ini terdiri atas celana longgar dan kaos bergaris merah putih sehingga terkesan sangat sederhana, sementara untuk kaum wanita biasanya menggunakan kebaya dengan warna cerah yang mencolok. 
 

Warna cerah dan kuat dalam busana madura digunakan sebagai perlambang karakter masyarakat Madura yang berani, tegas, tidak pernah ragu-ragu dan terbuka dalam menyampaikan pendapatnya. Sementara untuk bangsawan madura umumnya menggunakan jas tutup polos dan kain panjang, lengkap dengan atribut yang menunjukan derajat kebangsawanan seseorang yakni dengan pemakaian tutup kepala atau odheng.

1. Pakaian Adat Madura Pria

Nama pakaian adat Madura adalah baju "Pesa’an". Baju ini sebetulnya adalah baju sederhana yang dikenakan sehari-hari oleh orang-orang suku Madura di masa silam, baik untuk melaut, berladang, maupun untuk menghadiri upacara adat. Penggunaannya pun tidak terbatas baik untuk usia maupun status sosial bagi orang yang mengenakannya. Tampilan baju pesa’an ini dapat Anda lihat pada gambar ilustrasi di bawah. Foto tersebut adalah Mas Donny Putra Pasangan Ny. BUW Soejanto dan Pak R.H Soejanto, sedangkan peraga Putrinya adalah Ernawati Putri dari Pasangan Pak Imam dan Bu Imam ketika foto ini diambil pada tahun 1984. 

Pakaian Adat Madura (tokomaduraonline.com)

Baju Pesa’an adalah baju hitam yang serba longgar dengan dalaman berupa kaos belang merah putih atau putih hitam. Baju ini dikenakan bersama celana gomboran, yaitu celana kain hitam yang panjangnya tanggung antara lutut dan mata kaki.

Penggunaannya dilengkapi pula oleh odeng yang disebut #OdhengSantabân, bisa juga dengan Kopiah Hitam atau Songkok, sarung kotak-kotak atau sampèr batik yang berfungsi sebagai #Sembhung serta sabuk atau katemang, trompa atau alas kaki, serta senjata Tradisional Madura yang berupa celurit. 

Secara filosofis, longgarnya pakaian adat Madura ini memiliki arti bahwa suku Madura adalah suku yang menghargai kebebasan. Kaos dengan warna belang yang kontras menunjukan bahwa masyarakat Madura adalah masyarakat dengan mental pejuang, tegas dan pemberani. 

Baca juga: Tradisi Tidur di Pasir Kampung Pasir - Sumenep

2. Pakaian Adat Madura Perempuan.

Sama seperti pakaian pria, pakaian adat Madura untuk perempuan pun memiliki desain dan motif yang sederhana. Nama pakaian untuk perempuannya adalah kebaya tanpa kutu baru dan kebaya rancongan.

Kebaya ini digunakan dengan dalaman berupa kotang atau beha warna kontras, seperti hijau, merah atau biru yang ukurannya ketat pas badan. Bahan kebaya yang menerawang dan disepadankan dengan kotang atau beha berwarna kontras yang membuat perempuan madura tampak molek.

Penggunaan kebaya ini memiliki nilai filosofis bahwa wanita Madura memang sangat menghargai kecantikan dan keindahan bentuk tubuh. Hal lain yang membuktikan filosofi ini adalah bahwa sejak remaja, gadis madura akan mulai diberi jamu-jamu khusus yang menunjang kecantikan dan kemolekannya, lengkap dengan berbagai pantangan makanan yang anjuran-anjuran lain seperti penggunaan #Pènggel untuk membentuk tubuh yang padat dan indah.

Kebaya sebagai atasan akan dipadukan dengan sarung batik dengan motif tertentu sebagai bawahan. Motif sarung yang biasa digunakan misalnya motif Tabiruan, Storjoan, atau Lasem, biasanya sarung atau sampèr yang dikenakan #Epangoldâ atau dilebihkan sebatas pantat hal ini bertujuan untuk melindungi bagian alat vital perempuan apabila terjadi sarung atau sampèr pas robek. 

Penggunaan kebaya dan sarung juga dipadukan dengan stagen Jawa (Odhet) yang panjang dan lebarnya masing-masing 1,5 m dan 15 cm diikatkan di perut. Dalam mengenakan pakaian adat Madura ini, para wanita umumnya juga akan menggunakan berbagai pernik aksesoris sebagai riasan kecantikannya mulai dari ujung kepala hingga ke ujung kaki.

Beberapa aksesoris tersebut antara lain :

1. Cucuk sisir dan cucuk dinar adalah hiasan rambut yang terbuat dari logam emas yang bentuknya seperti busur dengan untaian kepingan uang.

2. Cucuk sisir dan cucuk dinar di cucukan ke dalam gelungan rambut yang dibuat bulat penuh.

3. Memakai Ghellung Sendhal / Ghellung Senta'

4.. Leng-oleng adalah tutup kepala yang terbuat dari kain tebal.

5. Antèng atau sentar penthol adalah giwang emas yang dikenakan pada telinga.

6. Antèng Kolang atau Anteng Aeng Sacapcap

7. Kalung brondong adalah kalung emas dengan rentangan berbentuk biji jagung yang dilengkapi dengan liontin bermotif uang logam atau bunga matahari.

8. Gelang dan cincin emas bermotif keratan tebu (Tebu Saèrès).

9. Pènggel adalah hiasan pergelangan kaki yang terbuat dari emas atau perak.

10. Selop tutup sebagai alas kaki.

© Catatan Sinopsis Inventarisasi Pakaian Adat Madura Seksi Kebudayaan Depdikbud Kab. Bangkalan tahun 1984 dan Hidrochin Sabarudin Budayawan Madura