Sejarah

Tradisi

Recent Posts

Meriahnya Festival Kirab Budaya di Kabupaten Bangkalan

12/10/2018 Add Comment
Upacara pembukaan Kirab Budaya dalam rangka Hari Jadi Kota Bangkalan 487 tahun 2018, yang diggelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) bertempat di depan Pendopo Agung Bangkalan Jalan Letnan Abdullah Bangkalan. Rabu (24/10/2018). Kegiatan yang rutin digelar setiap tahun ini diikuti 18 kecamatan yang ada di Kabupaten Bangkalan tersebut berlangsung meriah.

Dari masing-masing peserta menampilkan budaya lokal yang dimiliki oleh daerah tersebut. Beberapa kostum dikenakan oleh para peserta dari berbagai kalangan termasuk lembaga instansi pemerintah yang diwakilali oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) termasuk dari berbagai kecamtan di Wilayah Bangkalan.


Kegiatan ini bertujuan utama untuk mengekspose dan mengapresiasi kembali kekayaan nilai-nilai budaya daerah sekaligus melestarikan budaya yang telah diwariskan nenek moyang. Serta memperkenalkan budaya yang nyaris punah tersebut terhadap generasi muda. Sehingga dikhawatirkan lambat laun warisan leluhur ini akan hilang di telan masa.

Kirab Budaya resmi dibuka oleh Bupati Bangkalan yakni Bapak RK Abd Latif Amin Imron (Ra Latif). Beberapa atraksi menarik ditampilkan dalam moment ini mulai dari karawitan (gamelan), upacara adat Istiadat Pengantinan, Rokat Tasek, Melake’en Somor, parade pakaian batik buatan pengrajin Batik Tanjung Bumi, Bangkalan, sampai pada penampilan beberapa kesenian musik tradisional yakni Ul Daul dari Kecamatan Konang.

Dengan diadakannya tradisi ini dari segi ekonomi masyarakat Bangkalan lebih meningkat karena selain memperkenalkan budaya-budaya daerahnya Kota Bangkalan juga bisa mempromosikan Pariwisata yang belum banyak diketahui oleh masyarakat Bangkalan sendiri maupun masyarakat dari luar Bangkalan.


Pagelaran kirab budaya sangat penting untuk diadakan dalam menyambut hari jadi kota Bangkalan. Sebab, hari jadi merupakan sejarah hari lahir kabupaten Bangkalan. Dan dalam perjalanannya juga tidak lepas dari budaya. Selain itu hal tersebut dilakukan lantaran benyaknya potensi budaya dan wisata yang sangat beragam di Kota Dzikir dan Shalawat.

Selain kirab budaya Disbudpar kabupaten Bangkalan dalam rangkaian hari jadi kota Bangkalan ini juga menggelar festival 1001 menu bebek khas Bangkalan. Jadi, jangan sampai kelewatan mengikuti semua gelaran kegiatan dalam memeriahkan Hari Jadi Kota Bangkalan.

Galeri Andhap Asor Sajian Foto Sejarah Kabupaten Sumenep

12/04/2018 Add Comment
Di zaman sekarang melestarikan budaya leluhur yang telah ada berabad-abad merupakan tantangan tersendiri. Kabupaten Sumenep merupakan kabupaten yang sangat kental dengan kebudayaannya. Sampai saat ini, Keraton Sumenep masih menyimpan begitu banyak benda-benda peninggalan zaman kerajaan, baik di Museum maupun singgasana keraton itu sendiri.

Apresiasi ini tidak hanya sekedar pelestarian saja Pemerintah Daerah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, melalui Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (PRKPCK) membangun sebuah Galeri Andhap Asor di Pendopo Agung. Didalam galeri tersebut terpampang foto Sejarah Sumenep dan Berbagai Potensi Alam, Kesenian dan Budaya Khas Kabupaten Sumenep.

Kami dari Gerbang Pulau Madura berkesempatan untuk berkunjung ke Galeri Andhap Asor, melihat berbagai foto didalamnya serta mengabadikan keadaan disana dalam tulisan ini agar dibaca dan menggugah para Traveler untuk datang ke Galeri tersebut.


Galeri Andhap Asor Menyimpan Sejarah Sumenep


Galeri Andhap Asor ini dibangun di lingkungan Keraton Sumenep, sehingga para pengunjung yang datang ke lingkungan Keraton tidak hanya bisa melihat peninggalan raja-raja seperti Kereta kencana, benda pusaka, tempa pemandian puti raja atau Taman Sare. Melainkan juga bisa mengetahui sejarah para Raja Sumenep melalui foto-foto yang berada di dalam galeri dan sejarah tentang Sumenep.

Gedung Andhap Asor sendiri diresmikan oleh Bupati Sumenep yaitu Dr. KH. A. Busyro Karim M.si, pada hari jadi Kabupaten Sumenep yang ke-749, (31/10/18) kemarin. Gedung Andhap Asor disediakan sebagai gedung kesenian fotografi, yang menampilkan beberapa potret sejarah dan peninggalan keraton.  


Menurut Bupati Sumenep Dr. KH. A Busyro Karim, M.Si , berbicara Sumenep memang sangat menarik, karena selain memiliki 126 Pulau yang berpenghuni maupun tidak berpenghuni, Kabupaten yang berada di ujung timur Pulau Madura ini juga memiliki kekayaan alam dan potensi wisata yang sangat luar biasa.
Wisata yang dimiliki Kabupaten Sumenep ini, meliputi Wisata Religi, Wisata Alam dan Wisata Bahari. Bahkan, salah satu destinasi wisata Kabupaten Sumenep menjadi ikon Indonesia yakni wisata Kesehatan dengan memiliki kadar oksigen 20 persen lebih yang terletak di pulau Gili Iyang, Kecamatan Dungkek.

Oleh karenanya pembangunan infrastruktur dan promosi terhadap sejumlah obyek wisata mulai dilakukan Pemerinath Daerah Kabupaten Sumenep, hal itu bertujuan untuk menarik minat para wisatawan baik dari wisata nusantara maupun mancanegara.


Sementara, Kepala Dinas PRKP dan Cipta Karya, Bambang Irianto menyebut pembangunan Galeri Andhap Asor sebagai bentuk dukungan menyukseskan program Kunjungan Wisata atau Visit Sumenep. Sebab galeri itu diinginkan menjadi salah satu objek wisata di lingkungan Keraton.

Bangunan Gedung Andhap Asor sendiri memiliki ciri bangunan yang sudah modern dengan cat warna putih. Terdapat ukiran di samping pintu yang terbuat dari kayu dengan warna coklat. Didalamnya terdapat cerita dalam bentuk foto seperti awal kedatangan leluhur, asal-mula kota Sumenep, silsilah para Adipati dan Bupati Sumenep, budaya dan tradisi masyarakat Sumenep. 

Sekarang, kalau teman-teman berencana untuk pergi ke Kabupaten Sumenep jangan sampai melewatkan untuk datang mengunjungi Galeri Andhap Asor ini. Kalian akan lebih tahu lagi mengenai sejarah Sumenep lewat foto yang ada didalamnya.

Mengenal Kesenian Tari Topeng Dalang Asal Sumenep

11/30/2018 Add Comment
Teman-teman sudah pernah dengar tentang Tari Topeng?. Kalau Tari Topeng dari Sumenep sudah pernah dengar dan tahu belum?. Nah, minggu kemarin kami Tim Gerbang Pulau Madura berkesempatan meliput salah satu kesenian dari Kabupaten Sumenep yang hampir dilupakan namun sekarang mulai ditampilkan kembali.

Tari Topeng atau yang juga dikenal dengan Seni topeng merupakan bentuk kesenian teater rakyat tradisional yang paling kompleks dan utuh. Hal tersebut disebabkan dalam kesenian topeng mengandung unsur cerita, unsur tari, unsur musik, unsur pedalangan dan unsur kerajinan.


Sehingga bentuk kesenian ini, dianggap paling pas untuk digunakan sebagai media dakwah dengan tanpa menghilangkan unsur hiburannya yang kental dengan aroma kerakyatan. Khusus di Sumenep Madura, seni topeng yang dikenal dengan Topeng Dalang Madura ada 2 versi, yaitu versi Salopeng dan versi Kalianget. 

Sejarah Topeng Dalang Sumenep


Awal masuknya Topeng Dhalang ke keraton dibawa ke Madura oleh Adipati Wiraraja, seorang pangeran dari kerajaan Hindu Singasari di Jawa Timur, dikirim ke Sumenep oleh Raja Kertanegara sekitar tahun 1270. Pada masa Adipati Wiraraja, kehidupan keraton di wilayah Madura tidak selalu stabil.

Tampuk kekuasaan kaum bangsawan silih berganti, bahkan keraton merekapun jatuh bangun. Dengan runtuhnya keraton dari segi politik maupun ekonomi, seni keraton Madura yang dipengaruhi kebudayaan Jawa itu punah dengan sendirinya pada awal abad ke-20.

Rupanya situasi seperti itu tidak terlalu menguntungkan bagi kehidupan Pertunjukan Topeng Dalang, sebagai Pertunjukan milik kaum bangsawan, yang asing dikalangan rakyat. Namun dengan berkurangnya pengaruh kaum bangsawan yang sebagian pemain Topeng Dalang berasal dari keraton, mereka dapat kembali ke lingkungan rakyat dan mengembangkannya di masyarakat umum.

Kemudian, menurut Soetrisno (1981-1982: 24-29, 61; dalam Bouvier, 2002: 112) yang menitikberatkan peran bahasa pada seni topeng dalang Madura: di keraton, yang digunakan adalah dialek Jawa Timur, sedangkan di desa yang digunakan adalah bahasa Madura.

Mengenal Lebih Dekat Topeng Dalang Sumenep


Topeng Dalang ini saat dimainkan diiringi dengan klenengan yang dimainkan oleh Nayogo. Kesenian tradisionl Suemenep ini juga sering dipentaskan di TMII dan TIM bahkan juga dipentaskan di berbagai negeri, diantaranya Belgia, Prancis,  Jepang, dan Amerika Serikat. Selain untuk dipentaskan, keserian ini juga sering ditampilkan saat ada ruwat (rokat).

Namun dari sekian pertunjukan Topeng Dalang yang masih ada di wilayah Kabupaten Sumenep, ada salah satu pertunjukan Topeng Dalang  yang masih eksis dan unik pada bentuk dan gaya pertunjukannya. Setiap seniman Topeng Dhalang memiliki berbagai motivasi-motivasi yang menjadikan bentuk dan gaya di masing-masing daerah berbeda.

Perbedaan gaya tersebut dapat dilihat dari gerak, iringan, tekstur tokop/topeng dan tata busana. Bentuk dan gaya pertunjukan yang masih berpegang teguh pada tradisi terdapat pada Sanggar Topeng Dhalang Budi Sasmito Desa Marengan Laok Kecamatan Kalianget. Sementara Topeng Dhalang pada umumnya semakin hari semakin surut pertunjukannya. 


Penyebabnya adalah karena masyarakat lebih memilih pertunjukan yang membawakan cerita keseharian, misalnya pertunjukan Ludruk dan Ketoprak. Dalam setiap pementasan, seluruh pemain Topeng Dalang serta para penari didominasi pemain laki-laki. Setiap pementasan dibutuhkan penari sebanyak 15 sampai 25 orang dalam setiap lakon, yang dipentaskan semalam suntuk.

Adapun aksesoris yang dibutuhkan para pemain meliputi, Taropong, Sapiturung, Ghungseng, Kalong (kalung) Rambut dan Badung, sedangkan untuk pemeran wanita, aksesoris tambahan berupa, Sampur, Kalung Ular, Gelang dan Jhamang. Topeng Dalang Madura yang ada di Sumenep ini dibagi menjadi 2 versi, yaitu versi Salopeng dan versi Kalianget.

Tari Topeng Dalang ini sekarang kerap tampil untuk menyambut para tamu yang datang. Bukan itu saja jika ada festival yang diadakan oleh pemerintah Kabupaten Sumenep Tari Topeng Dalang menjadi salah satu suguhan kepada para penonton utamanya masyarakat Sumenep sendiri.

Besar harapan kami agar budaya Tari Topeng Dalang Sumenep ini bisa tetap lestari sampai kapan pun. Terpenting lagi generasi milenial Madura kenal dan tahu tentang Tari Topeng Dalang. Yuk, teman-teman kita jaga dan lestarikan Tari yang sudah lama ada di Sumenep ini.

Bangkalan

Pamekasan

Sampang

Sumenep