Sejarah

Tradisi

Recent Posts

Obyek Wisata Alam Bukit Anjhir di Desa Kamoneng, Tragah - Bangkalan

1/15/2019 Add Comment
Ternyata di Kabupaten Bangkalan ada potensi wisata alam yang masih baru dan tentu jarang diketahui oleh orang banyak. Namanya adalah Bukit Anjhir yang terletak di Desa Sabunter Kamoneng, Kecamatan Tragah Kabupaten Bangkalan. Sesuai dengan namanya Bukit Anjhir ini masih sangat alami dan jauh dari polusi udara.

Kata "Anjhir" sendiri memiliki arti, menurut Adrian Pawitra salah satu ahli Bahasa Madura, Anjhir berarti Panchang atau Rambu. Sesuai dengan namanya bukit ini diharapkan agar para wisatawan yang datang tetap menaati peraturan yang ada. Semisal saja dengan menjaga norma kesopanan yang ada.


MENELUSURI INDAHNYA WISATA BUKIT ANJHIR


Tempatnya yang cukup pedalaman menjadi nilai tambah sendiri. Jalan menuju ke Bukit Anjhir ini harus melewati rumah-rumah penduduk sekitar. Pagi kemarin (13/01) Tim Gerbang Pulau Madura bersama teman-teman dari komunitas My Trip My Adventure (MTMA) Bangkalan berkesempatan untuk melihat langsung pemandangan indah di Bukit Anjhir.

Kebetulan sekali cuaca kemarin cerah sehingga pemandangan alam di sekitar Bukit Anjhir bisa kami nikmati bersama. Untuk bisa naik ke atas bukit teman-teman bisa menggunakan mobil atau sejenis pick up tapi disarankan untuk menggunakan sepeda motor supaya lebih mudah untuk dilewati karena akses jalannya tidak terlalu lebar.


Meskipun begitu akses jalan ke sana cukup bagus dan mulus, jadi teman-teman tidak perlu khawatir untuk akses jalannya. Karena Bukit Anjhir ini masih sangat baru dan belum dikelola oeh Pemerintahan Kabupaten Bangkalan maka teman-teman tidak perlu membeli tiket untuk bisa masuk menikmati Bukit Anjhir alias gratis.

Naik ke atas Bukit Anjhir kita akan disuguhi dengan pemandangan alam yang masih sangat asri, pepohonan yang hijau, udara yang masih sejuk dan suasan pedesaan yang pasti akan kalian rindukan jika datang ke sana. Bukit ini juga cocok untuk kegiatan camping dan kegiatan yang berhubungan dengan alam lainnya.

Potensi Wisata Alam Bukit Anjhir untuk Wisatawan


Di bawah Bukit Anjhir kami melihat ada beberapa lubang yang berbentuk seperti gua, di sekitar gua tersebut ternyata ada aktivitas menambang batu lebih tepatnya masyarakat sekitar yang mengumpulkan batu kerikil. Di atas Bukit Anjhir terdapat tempat yang disediakan untuk foto selfie.

Walaupun masih terbilang sepi tapi pemandangan alam yang ada di sana patut untuk dikagumi lho. Buktinya setiap sore Bukit Anjhir ini banyak dikunjungi oleh masayarakat sekitar yang sekadar ingin menikmati pemandangan dari atas bukit. Karena masih minim dan hampir belum ada fasilitas umum maka untuk mendapatkan makanan, camilan juga minum teman-teman harus membeli di warung milik penduduk yang terletak di bawah bukit.


Kalau dibandingkan dengan Bukit Kapur Putih Jaddih dan Bukit Pelalangan Arosbaya yang ada di kecamatan Arosbaya, Bukit Anjhir ini memiliki keunikan tersendiri. Jika teman-teman ingin pergi ke sana kami sarankan untuk pergi bersama rombongan supaya perjalanan kalian terasa lebih menyenangkan.

Untuk masjid sendiri bisa teman-teman temukan di sekitar rumah penduduk. Bukit Anjhir ini merupakan wisata alam yang masih baru dan harus kita jaga serta rawat bersama. Jangan dikotori dengan membuang sampah sembarangan juga melakukan tindakan atau kegiatan yang negatif.

Sebagai generasi muda Madura sudah menjadi tugas kita untuk menjaga dan merawat Bukit Anjhir. Berharap semoga ke depannya Bukit Anjhir ini bisa lebih dikenal oleh wisatawan luar Madura sama seperti objek wisata alam lainnya yang sudah ada. Selamat menikmati keindahan pemandangan alam Desa Kemoneng, Kecamatan Tragah dari atas Bukit Anjhir,


Oleh Oleh Khas Madura Rumah UMKM Jokotole Collection

12/18/2018 Add Comment
Berlibur di Madura memang sangat menyenangkan, wisata alam, wisata kuliner, wisata sejarah sampai wisata religi yang ada di Madura begitu pantas untuk dikunjungi. Semakin berkembangnya zaman berkembang pula fasilitas umum yang ada di setiap tempat wisata. Hal tersebut tentu saja membuat para wisatawan yang datang berkunjung menjadi semakin sennag dan puas.

Sepulang berlibur biasanya agenda selanjutnya adalah pergi membei buah tangan atau yang sering disebut dengan oleh-oleh. Nah, kalau di Madura teman-teman tidak perlu khawatir mencari tempat oleh-oleh yang khas Madura. Terutama yang ada di Kabupaten Bangkalan, ada banyak tempat oleh-oleh yang yang bisa kalian kunjungi sebelum meninggalkan Madura.


Rumah UMKM Madura Jokotole Collection


Dari beberapa tempat oleh-oleh yang ada salah satunya adalah Galeri Jokotole yang baru-baru ini resmi dibuka. Apa sih kelebihan dari Galeri Jokotole dibandingkan dengan tempat oleh-oleh yang lainnya?. Sebenarnya hampir sama, meskipun kami yakin setiap tempat memiliki servis dan fasilitas yang berbeda.

Namun di Galeri Jokotole ini teman-teman akan disuguhi bermacam jenis produk unggulan dari Madura yang berasal dari tangan asli para pekerja UMKM. Di sana menawarkan berbagai fasilitas kepada para wirausaha baru, insan kreatif, serta pelaku UKM yang ingin naik kelas. Itulah konsep yang ditawarkan Rumah UMKM Madura Jokotole Collection (JC).


Uswatun Hasanah  adalah otak dibalik berdirinya JC. Yang awalnya hanya berbisnis batik, kini telah merambah ke camilan, minuman, merchandise, serta asesoris. Kepedulian Uswatun pada pelaku UKM dibuktikan dengan status baru JC sebagai Rumah UMKM Madura. Lokasi JC yang berada di jalan akses menuju Pasarean (makam) Syaichona Cholil tergolong strategis.

Meski bukan tergolong jalan utama, namun hampir setiap hari dilewati bus yang membawa rombongan peziarah. Acara Grand Opening Rumah UMKM Madura Jokotole Collection ini resmi dibuka oleh Uswatun Hasanah, dosen Universitas Trunojoyo Madura sekaligu motor penggerak Galeri Jokotole. Acara dibuka dengan pemukulan gong sebanyak tujuh kali oleh Kepala Bank Indonesia KPW Jawa Timur, Difi Ahmad Johansyah.


Acara yang dilangsungkan di Jalan Kinibalu, Martajesah, Bangkalan, Madura, ini terkesan sederhana, namun sarat muatan yang bertujuan pada pengembangan potensi sumber daya masyarakat, utamanya di Bangkalan. Berbagai macam jenis oleh-oleh khas Madura tersedi seperti kain Batik Madura, baju Batik Madura, camilan Madura, Jamu Madura, Tongkos, Kopi khas Madura dan lain sebagainya. 

Rumah UMKM Madura Jokotole Collection ini bukan sekadar tempat oleh-oleh tapi sekaligus sebagai wadah bagi para UMKM untuk menjual hasil produksinya. Tentu saja dengan teman-teman membeli oleh-oleh di sana otomatis akan membantu kemajuan para pelaku UMKM di Madura.


Jadi, jika teman-teman sedang berlibur ke Pulau Madura jangan lupa sempatkan waktu untuk membeli oleh-oleh Khas Madura di Rumah UMKM Madura Jokotole Collection ya.

Manisnya Kuliner Gettas Khas Kabupaten Sumenep

12/12/2018 Add Comment
Selain kaya akan wisata alam dan budayanya Madura juga menyimpan berbagai kekayaan wisata kuliner yang perlu untuk teman-teman coba. Salah satunya adalah kuliner yang berasal dari Kabupaten Sumenep yakni Gettas. Tapi sebelumnya teman-teman sudah pernah dengar belum dengan kuliner Gettas ini?.

Dikutip dari agungfirdausi.my.id Gettas merupakan sejenis kudapan yang terbuat dari tepung beras dengan campuran kelapa, kemudian digoreng.  Ternyata Gettas ini termasuk ke dalam kuliner yang unik karena Gettas hanya ada pada waktu tertentu alias kuliner  musiman dan hanya 1 tahun 3 kali dapat ditemui pada waktu perayaan upacara Nyadar.


Sejarah Kuliner Gettas Sumenep


Gettas merupakan kuliner wajib ketika upacara Nyadar karena Gettas merupakan simbol rasa syukur para petani garam atas karuniaNya karena bisa panen garam. Nyadar sendiri merupakan salah satu bentuk penghargaan warga Pinggir Papas terhadap leluhur mereka yang bernama Pangeran Anggosuto yang banyak berjasa memberikan pengetahuan mengenai teknik pembuatan garam.

Lalu untuk mengingat jasanya sampai saat ini pemakaman pangeran Anggosuto menjadi tempat pelaksanaan ritual upacara Nyadar. Pelaksanaan Nyadar didasarkan pada perhitungan pergeseran bintang antara tanggal 21 Maret dan 21 Juni setiap marahari bergeser pada equator menuju garis balik utara. Pada posisi itu Bintang Karteka (Kartika) dan Bintang Nanggele (bintang bajak) muncul dari arah timur.

Upacara Nyadar biasanya diadakan di Desa Kebundadap Barat, Kecamatan Saronggi dan merupakan acara rutin yang dilaksanakan tiga kali dalam setahun, yaitu:

•    Bulan Juli merupakan Nyadar pertama
•    Bulan Agustus merupakan Nyadar kedua
•    Bulan September merupakan Nyadar ketiga

Disaat itulah Gettas banyak dijual di sepanjang jalan menuju ke upacara ritual Nyadar, untuk rasa Gettas jangan ditanya yang pastinya enak, gurih dan manis. Bahannya sebetulnya hampir sama dengan Serabi yang biasa disajikan saat malam tanggal 21 bulan Ramadhan. Bedanya hanya pada proses memasaknya. Kalau Gettas digoreng, sedangkan Serabi dipanggang.


Gettas sendiri dibuat dari ketan yang dihaluskan dan dicampur dengan hasil parutan kelapa muda dan kemudian digoreng. Setelah selesai digoreng hasil gorengan tersebut dilumuri dengan gula merah dan gula pasir yang dicampur putih telur. Lalu bagian yang unik adalah dicampur dengan air garam.

Kenapa dicampur dengan air garam? 

Konon menurut warga sekitar yang terbiasa membuat Gettas, memang lebih baik menggunakan air garam yang tidak mengandung yodium atau garam mentah hasil dari petani-petani garam yang langsung dari tambak garam. Hal tersebut bermakna untuk mensyukuri hasil panen yang didapat karena atas karuniaNya para petani bisa panen garam dengan baik.

Unik sekali ya?. Kuliner Gettas memiliki cerita sejarah sendiri dan bukan kuliner yang asal ada begitu saja. Teman-teman, kalau ke Madura tepatnya ke Sumenep jangan lupa untuk mencoba langsung Gettas yang unik ini. Karena dijamin deh kalian akan kepengen mencobanya lagi dan lagi.

Bangkalan

Pamekasan

Sampang

Sumenep