Tradisi Tidur di Pasir Kampung Pasir Desa Legung - Sumenep

1/02/2017

Bukan hanya menyimpan kekayaan wisata alamnya, Pulau Madura juga memiliki adat dan tradisi tersendiri yang mungkin akan membuat teman-teman tidak percaya saat mengetahuinya. Salah satunya yang ada di Kabupaten Sumenep, ada suatu kebiasaan khusus yang dilakukan oleh masyarakatnya disana.

Tepatnya di desa Legung Timur Kecamatan Batang-Batang Kabupaten Sumenep, masyarakatnya terbiasa tidur di atas kasur pasir. Bukan hanya di desa Legung Timur, kebiasaan unik ini juga bisa teman-teman temukan di dua desa lainnya yang masih berada di Kabupaten Sumenep yakni desa Legung Barat dan desa Dapenda.


Tidur di atas pasir, hal itu sudah menjadi tradisi turun temurun bagi warga sekitar dan merupakan kewajiban setiap rumah memiliki kasur pasir dalam rumahnya. Bahkan tidak hanya di dalam rumah saja masyarakat setempat menaruh pasirnya, di halaman rumah dan tempat-tempat tertentu juga ada pasir yang digunakan untuk bersantai bersama keluarga dan tetangga.


Tradisi ini sudah berlangsung selama ratusan tahun secara turun-temurun. Bahkan kebanyakan anak di Desa Legung dilahirkan di atas pasir juga. Jadi, sedari kecil mereka memang sudah akrab dengan kasur berpasir. Mereka lahir, bermain, bertumbuh, berkembang, dan menjadi dewasa di atas pasir sehingga tak jarang ada yang menyebutnya Manusia Pasir

Di setiap kamar maupun di ruang istirahat di tiga desa itu pasti didapati tumpukan pasir yang dijadikan tempat tidur. Sekalipun di kamar ada tempat tidur, seperti pada umumnya, mereka nyaris tidak pernah menggunakannya. Meskipun begitu para warga tetap memilih tidur di atas kasur dari pasir tersebut.

MANFAAT TIDUR DI KASUR PASIR

Warga tiga desa yang mayoritas sebagai nelayan, sebagian lainnya pedagang dan bertani, menganggap pasir memberi manfaat besar berupa kesehatan bagi tubuh.Mereka juga menganggap tidur di atas pasir bisa lebih nyenyak dibandingkan dengan kasur kapuk maupun spring bed yang harganya jutaan rupiah.


Pasir yang diambil dari sekitar Pantai Lombang itu tidak lengket di kulit atau tubuh meski kulit dalam keadaan basah. Butiran pasir tersebut memiliki kristal pasir yang sangat halus, bersih mengkilap, dan memiliki warna putih gading. Sebelum digunakan pasir akan diayak untuk memastikan tidak ada batu atau benda berbahaya lain di dalamnya. Pasir lalu dijemur agar tak basah atau lembab.

Warga yang memanfaatkan pasir sebagai tempat tidur atau istirahat bukan hanya mereka yang kelas ekonomi menengah ke bawah, melainkan warga yang sudah mempunyai kemampuan lebih, masih tetap tidur di atas pasir. Bagi teman-teman yang ingin pergi ke Desa Legung dibutuhkan waktu sekitar satu jam dari Kota Sumenep.

Penasaran ingin mencoba Tidur diatas Kasur Pasir ? segera datang ke Kampung Pasir, Desa Legung, Kabupaten Sumenep.

Sebarkan

Komentar Facebook

Artikel Terkait

Previous
Next Post »