Tampilkan postingan dengan label Wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata. Tampilkan semua postingan

Astana Aermata Rato Ebhu Syarifah Ambami Buduran - Arosbaya

3/06/2024 Add Comment

 


Makam Ratu Ibu Syarifah Ambami di Arosbaya Bangkalan ini adalah komplek makam Adipati Tjakraningrat, Letak makam ini berada di atas bukit berundak, seperti lazimnya punden berundak di Indonesia. Awalnya makam ini adalah makam Ratu Ibu yaitu permaisuri Cakraningrat I pada akhir bertapanya. Cakraningrat adalah penguasa Madura pada awal Mataram menguasai Madura, pemerintahannya berada di Sampang.

Tjakraningrat adalah Adipati pertama, menurut sejarah Madura, Tjakraningrat adalah salah satu keturunan Majapahit hasil perkawinan dengan putri Cempa, yaitu Lembu Peteng. 

Istilah Lembu Peteng banyak dijumpai dibeberapa tempat dan literatur. Beberapa ahli memperkirakan Lembu Peteng adalah keturunan adipati dari bukan permaisuri. Garis keturunan ini mengukuhkan dan menegaskan bahwa Cakraningrat adalah keturunan dari kerajaan besar yaitu Majapahit. Pada komplek makam ini terdapat tujuh keturunan Tjakraningrat yang menjabat sebagai adipati di Madura barat yaitu Sampang dan Bangkalan.

𝙇𝙖𝙮𝙤𝙪𝙩 𝙈𝙖𝙠𝙖𝙢

Karena makam ini berada di atas puncak bukit batu putih. Memiliki orientasi makam seperti makam Islam pada umumnya yaitu berorientasi utara-selatan. Bagian utara adalah yang tertinggi, memiliki sifat paling suci yaitu makam utama Ratu Ibu Syarifah Ambami/Permaisuri Tjakraningrat I. Ratu Ibu adalah permaisuri Tjakraningrat I yang meninggal di tempat tersebut karena selama hidupnya hanya dipakai untuk bertapa dalam kesedihan sampai air matanya membasahi sekelilingnya, sehingga makam ini juga dikenal dengan makam Aer Mata. Sedangkan Tjakraningrat I sendiri dimakamkan di Imogiri Jogjakarta. Untuk mencapai puncak makam harus dicapai dengan menaiki sejumlah anak tangga. Disamping kanan atau sisi barat makam terdapat sebuah masjid dan sebuah mata air. Serta beberapa makam orang yang berjasa terhadap keluarga Tjakraningrat.

Makam ini terdiri dari ruang-ruang yang tersusun sebagai berikut, halaman luar, halaman tengah, dan halaman dalam atau utama. Halaman luar adalah halaman pertama dari komplek makan ini. Halaman ini memiliki dua bangunan utama yaitu bangunan yang tertutup dan bangunan yang terbuka. Bangunan tertutup ini adalah bangunan dengan atap joglo dan dikelilingi tembok, sedangkan bangunan terbuka berupa 

pendopo beratap joglo, yang terletak tepat di depan pintu masuk ke halaman berikutnya. Untuk memasuki halaman luar ini, harus melewati sebuah pintu gerbang bata plester, berhiaskan stilasi tanaman dan bentuk geometris.

Masuk ke halaman berikutnya harus melewati pintu gerbang berbentuk paduraksa dengan gaya Majapahit yang sederhana, tanpa ornamen dan dibuat dari bahan batu putih. Di halaman berikutnya juga terdapat dua bangunan. Bangunan yang lain adalah bangunan pendopo terbuka, saat ini dipakai untuk penerima tamu bagi petugas makam.

Halaman utama adalah makam adipati-adipati Madura barat, yang awalnya berpusat di Sampang, selanjutnya pusat pemerintahan di Arosbaya Bangkalan yaitu dinasti Cakraningrat. Memasuki halaman ini terdapat satu pintu gerbang yang sangat mirip dengan pintu gerbang kedua, dengan gaya Majapahit, tanpa ornamen dan terbuat dari bahan batu putih juga. Area ini memiliki kelompok makam yang terdiri dari 3 cungkup utama. 

Pada area tertinggi terdapat cungkup dengan makam utama yaitu permaisuri Tjakraningrat I. Dalam cerita masyarakat, beliau dikenal dengan sebutan Ratu Ibu. Syarifah Ambami Makam Ratu Ibu ini mudah dikenali karena ditandai dengan hadirnya gunungan yang terbuat dari batu putih yang disebut batu olet. Batu ini diambil di sekitar pegunungan tidak jauh dari makam ini. Karakter yang dimiliki batu ini adalah ulet, sangat kuat dan keras. Di luar gunungan ini terdapat makam-makam lain yang tidak menggunakan gunungan. 

Cungkup berikutnya adalah cungkup makam Tjakraningrat II dengan keturunanannya. Memiliki gunungan yang sangat panjang dan menyatu menjadi satu dengan ragam yang sangat kaya. Material gunungan terbuat dari batu olet juga. Serta pada bagian ini memiliki gunungan utama yang terdiri dari 5 gunungan, disamping kiri dan kanannya terdapat masing masing² 2 gunungan yang berukir dan tidak berukir.

Dibagian paling bawah dari halaman utama ini terdapat cungkup makam adipati penerus Tjakraningrat I. Pada cungkup ini terdapat gunungan yang menyatu dan berjumlah 9 gunungan, dengan bentuk ragam hias yang lebih sederhana dibanding dengan gunungan makam Tjakraningrat di atasnya. Material yang digunakan tidak berbeda dengan makam sebelumnya. Yang membedakan dengan gunungan sebelumnya adalah ragam hias yang dipakai. Ragam hiasnya berbentuk stilasi sulur tumbuhan, dengan pahatan yang besar-besar. Bentuk gunungannya lebih mendekati kepada bentuk gunungan wayang. 

Yang spesifik dari makam ini adalah setiap jirat makam memiliki ragam yang merupakan simbol dinasti Cakraningrat, berbentuk cakra dan bentuknya sangat dekat dengan simbol Surya Majapahit, simbol keagungan kerajaan Majapahit. 

Dari nama dan pola susunan makam tersebut sebenarnya sangat jelas bahwa makam yang utama adalah makam perempuan yaitu Ratu Ibu. Peran perempuan pada masyarakat madura adalah sangat penting.

Hal ini sesuai dengan prinsip pandangan primordial masyarakatnya, yang menempatkan perempuan sebagai bagian yang sangat penting.

Cungkup Ketiga bersemanyam Presiden Negara Madura RAA Soerjowinoto Tjakraningrat sekalipun cuma 2 tahun masanya 1948-1951 kembali ke NKRI.

𝘽𝙚𝙣𝙩𝙪𝙠 𝙙𝙖𝙣 𝙍𝙖𝙜𝙖𝙢 𝙃𝙞𝙖𝙨 𝙂𝙪𝙣𝙪𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙈𝙖𝙠𝙖𝙢 𝙍𝙖𝙩𝙪 𝙄𝙗𝙪 𝘼𝙧𝙤𝙨𝙗𝙖𝙮𝙖.

Bentuk gunungan makam ini memiliki bentuk segitiga yang bersambung satu dengan yang lain dan ada pula yang terpisah, atau berdiri satu satu. Bahan yang digunakan terbuat dari batu olet. Ragam yang digunakan juga sangat variatif, mulai dari flora, fauna, maupun mahkluk mitologi. Ragam flora didominasi ragam teratai, juga pandan dan beberapa pohon buah buahan. Binatang mitologi hadir seperti kepala gajah, kemamang, air dan lain-lain. 

Ragam hias bunga teratai yang menjadi ciri ragam Majapahit, hadir dalam panel panel gunungan makam tersebut. Berbagai bentuk ragam hias kemamang terdapat pada peralihan gunungan. Ragam hias sulur gelung, terdapat pada pertemuan antara dua gunungan, dan pinggiran gunungan. Ragam hias bunga teratai, pandan, kepala gajah, kolam air, batu karang, dan disebelah kanan terlihat stilasi naga Cina. Ragam ini sangat banyak variasinya dan terdapat didalam gunungan itu sendiri. 

Pada contoh ragam hias diatas sangat jelas diketahui bahwa pengembangan stilasi flora dari bunga teratai sangat sangat menonjol. Baik pengembangan dari bunga teratai menjadi ragam yang geometris, sampai kepada ragam hias yang sangat natural. Tampak pula stilasi kepala gajah yang berbelalai dan bentuk naga Cina. Selain itu kala makara atau juga disebut kemamang memiliki ragam yang sangat banyak.

Ragam hias burung natural hanya ditemui satu buah saja, tetapi bentukan sayap banyak ditemui di tempat tempat lain. Ragam lain yang hadir adalah kolam air, bukit batu yang terkomposisi tiga-tiga. Secara keseluruhan ragam flora hadir lebih dominan. 

Bentuk segitiga yang demikian sangat dekat dengan pohon kehidupan khususnya dengan kekayon wayang. Bentuk segitiga ini sangat dekat dengan prinsip primordial masyarakatnya. Artinya ekspresi bentuk tiga sebagai manifestasi gunung, atau tempat bersemayam roh-roh suci

sangat terekspresi disini. Jadi meskipun secara garis keturunan unsur Cina seperti Putri Cempa dan Putri Cina adalah leluhur mereka, tatapi pengaruh Majapahit sangat sangat menonjol.

Pada contoh ragam hias di atas sangat jelas diketahui bahwa pengembangan stilasi flora dari bunga teratai sangat sangat menonjol. Baik pengembangan dari bunga teratai menjadi ragam yang geometris sampai kepada ragam hias yang sangat natural. Tampak pula stilasi kepala gajah, bentuk sepasang naga Cina Selain itu kala makara atau juga disebut kemamang memiliki ragam yang sangat banyak Ragam Hias burung natural hanya ditemui satu buah saja, tetapi bentukan sayap banyak ditemui di tempat-tempat lain. Ragam lain yang hadir adalah kolam air, bukit batu yang terkomposisi tiga-tiga. Secara keseluruhan ragam flora hadir lebih dominan Dari data yang ada ini jelas sekali bahwa unsur ragam yang hadir adalah ragam Majapahit.

Perbedaan yang sangat menonjol adalah pada panel terakhir dimana pada panel ini hanya hadir ragam sulur gelung saja, sedangkan ragam lain tidak hadir disini. Ditinjau dari ragam hiasnya, terlihat perbedaan sangat mencolok karena ragam di panel sebelumnya stilasi ragam masih mendekati kepada sifat natual, sementara ragam terakhir sudah sangat stilasi.

Apabila diamati lebih lanjut perbedaan sangat jelas bahwa semakin baru ragam itu dibuat maka semakin sederhana pula stilasi yang tampil pada gunungan tersebut. Ada satu indikasi menarik dengan hadirnya ragam kaligrafi Arab pada jirat maupun pada hiasan lain, sangat jelas menunjukkan bahwa semakin kuat pengaruh Islam di tempat tersebut, maka semakin sederhanalah ragam yang digunakan. 

𝙔𝙖𝙮𝙖𝙨𝙖𝙣 𝙆𝙤𝙚𝙣𝙖 

Terbentuknya Yayasan Koena adalah untuk membantu Keluarga Trah Tjakraningrat dalam menginventarisir  barang² Peninggalan Kraton dan Keluarga terutama barang² bawaan  milik GKR Pembayun dari Kraton Surakarta Hadiningrat, yang menikah dengan RAA Mr Moh. Sis Tjakraningrat sebagai Bupati Bangkalan ke IV tahun 1948 - 1956.

Yayasan Koena terbentuknya sekitar tahun 1960an untuk menginventarisir dan mendata barang² tersebut diletakkan di Museum Aermata Buduran Arosbaya kemudian pada tahun 1980 Bupati ke VIII J. Soedjaki yang memerintah Kabupaten Bangkalan tahu 1971 - 1982 memindahkan barang² tersebut ke Kompleks Rumah Bupati Pendopo Agung Bangkalan, dan menjadi Museum Pemerintah Kabupaten Bangkalan. 

Selanjutnya pada tahun 1981 untuk melanjutkan keberadaan Yayasan Koena maka dibentuk Yayasan Asta Aermata Rato Ebhu Syarifah Ambami Buduran Arosbaya sampai sekarang yang Ketuanya adalah Robi Ilahi sebagai pengganti dari Ketua sebelumnya H. Moch. Zuhri. (Hidrochin Sabarudin)

Fakta Unik Rumah Adat Madura Tanean Lanjhang

3/05/2022 Add Comment
Rumah adat bernama Tanean Lanjhang merupakan pemukiman bagi masyarakat Pulau Madura. Dalam satu lingkungan terdapat beberapa bangunan. Pada pemukiman rumah adat ini terdapat satu rumah induk. Rumah ini memiliki tanda berupa hiasan 2 jengger ayam di bagian atap dengan posisi berhadapan.

Hiasan ini mengingatkan penghuni rumah pada kematian, yang pasti akan dijalani oleh setiap makhluk hidup. Rumah induk ini ditempati oleh orang tertua pada keluarga tersebut. Orang tua ini disebut kepala somah. Ibarat raja kecil, kepala somah adalah yang menguasai semua kebijakan keluarga, terutama menyangkut masalah perkawinan.

Terdapat filosofi pada hiasan 2 jengger ayam tersebut, yaitu untuk mengingatkan penghuni rumah tentang kematian yang pasti akan dialami oleh setiap makhluk hidup. Selain itu, dalam rumah adat Tanean Lanjhang ini terdapat beberapa keunikan. Apa saja fakta unik dari rumah adat Suku Madura ini? Yuk temukan jawabannya di ulasan berikut!



3 Fakta Unik Rumah Adat Madura Tanean Lanjhang


1. Keunikan dari Segi Bagian-Bagian Rumah

Rumah adat Tanean Lanjhang hanya memiliki satu pintu di bagian depan. Tujuannya adalah untuk memudahkan pemilik rumah ketika mengontrol aktivitas keluar masuk anggota keluarganya. Pintu utama tersebut dihiasi dengan ukiran-ukiran khas Madura yang berwarna hijau dan merah.

Hiasan tersebut melambangkan perjuangan pahlawan Madura dan kesetiannya. Selanjutnya pada bagian dinding depan terdapat gambar lukisan bunga. Gambar tesebut menggambarkan keharmonisan keluarga penghuni rumah. Kemudian di dalam ruangan rumah terdapat 4 buah pilar penyangga (pilar pasarean) yang kokoh.

Pilar-pilar tersebut terbuat dari bahan kayu jati dan terhubung antara satu pilar dengan pilar yang lain dan membentuk bujur sangkar.

2. Keunikan dari Segi Letak Ruangan di dalam Rumah

Tata letak pemukiman rumah adat Tanean Lanjhang ini sangat rapih dan teratur. Semua rumah berjejer dan satu rumah induk ditempatkan di tengah-tengah pemukiman. Letak rumah adat ini sangat dekat dengan lahan garapan mata pencaharian, sungai, dan mata air di daerah sekitarnya.

Rumah induk tersebut sebagai hunian para sesepuh yang terkenal dengan julukan kepala somah. Kepala somah adalah orang yang menentukan kebijakan-kebijakan keluarga, terutama kebijakan tentang pernikahan. Bangunan langgar berada pada bagian ujung Barat, sedangkan bagian utara mereka bangun untuk kelompok rumah yang tersusun berdasarkan hierarki keluarga.

Adapun bagian barat ke timur adalah rumah orang tua, anak-anak, cucu hingga cicit dari keturunan pihak keluarga wanita. Kelompok keluarga seperti itu disebut sebagai koren atau rumpun bambu. Istilah ini sangat cocok karena satu koren berarti satu keluarga inti.

3. Memiliki Filosofi Rumah

Sama seperti rumah adat miliki suku lainnya rumah adat suku Madura yakni Tanen Lanjhang juga memiliki banyak filosofi, diantaranya adalah sebagai berikut:

Hiasan 2 Jengger Ayam

Dalam suatu pemukiman rumah adat Madura terdapat satu rumah induk yang memiliki tanda berupa hiasan 2 jengger ayam pada bagian atap. Tanda 2 jengger ayam tersebut memiliki filosofi, yaitu untuk mengingatkan penghuni rumah pada kematian yang pasti akan terjadi pada setiap makhluk hidup.

Ukiran di Pintu Depan

Bagian pintu pada rumah adat Madura biasanya mereka lengkapi dengan hiasan ukiran-ukiran khas Madura berwarna hijau dan merah. Warna hijau dan merah pada ukiran tersebut merupakan lambang kesetiaan dan perjuangan para pejuang Madura.

Lukisan Bunga di Dinding

Terdapat lukisan bunga pada dinding depan rumah, lukisan bunga tersebut menggambarkan keharmonisan keluarga penghuni rumah. Tersimpan peringatan hidup bahwa orang Madura pekerja keras tapi tidak melupakan kehidupan baru setelah kematian di dunia. Simbol keharmonisan keluarga, tercermin dalam ukiran-ukiran motif bunga di dinding kayu rumah dengan paduan cat warna yang mencolok.

Atap Rumah Berbentuk Perahu

Simbol pekerja keras bisa dilihat dari atap rumah yang berbentuk seperti perahu, dimana ini menandakan bahwa nenek moyang kita adalah pelaut yang handal. Atau bisa juga dimaknai bahwa atap rumah seperti nisan kuburan itu, sebagai bentuk bahwa orang Madura selalu ingat akan kematian dan kehidupan abadi setelah kematian.

Itulah beberapa keunikan yang terdapat pada rumah adat suku Madura, meskipun saat ini sudah hampir jarang ditemukan karena masyarakat madura sudah beralih ke bentuk rumah modern. Terlebih mereka yang memang tinggalnya sudah tidak di Madura karena merantau ke kota besar yang kawasan perumahannya sudah modern.

Salah satunya Komplek Kolmas Regency berlokasi di Jalan Raya Kolmas. Lokasinya yang strategis di Utara Kota Cimahi, lingkungan yang asri dan suasana alam yang masih segar.Kawasan Utara Kota Cimahi masih memiliki sumber air yang baik dan melimpah, sangat dekat dengan berbagai tempat wisata terkenal di Indonesia seperti Dusun Bambu leisure park, dan hanya berjarak 1km dari pusat kota Cimahi.

Meskipun jarang ditemukan namun rumah Tanean Lanjhang sangat terjaga dan terawat. Ketika butuh renovasi harus disegerakan karena kawatir kerusakan yang ada, akan merembet ke bagian rumah yang lain. Kalau ada anggota keluarga yang mau membangun rumah baru, kami larang merusak rumah Sangkolan. Silahkan pindah ke tanah lain dan membangun rumah modern, dan itu sudah menjadi kesepakatan dalam keluarga Tanean Lanjhang.

Rekomendasi Objek Wisata Sejarah Yang Menarik Untuk Dikunjungi

12/28/2021 Add Comment
Memasuki musim liburan akhir tahun, pastinya jadi momentum yang paling ditunggu. Setelah menjalani rutinitas yang super padat, tiba waktunya bagi kamu untuk merealisasikan impian liburan dan melepas penat.

Meskipun saat ini masih dalam situasi pandemi, ditambah lagi adanya kebijakan baru menghapus cuti natal dan tahun baru ini, bukan berarti kamu jadi nggak bisa rekreasi dan liburan. Bagi kamu warga Jakarta dan sekitarnya, kamu tetap bisa kok mengunjungi objek wisata terdekat yang seru dan menyenangkan.

Wisata alam, wisata budaya, atau wisata kuliner mungkin sudah terlalu mainstream nih, kamu bisa mencoba jenis wisata baru yang masih cukup jarang dilakukan. Wisata sejarah bisa jadi alternatif wisata baru yang kamu coba. Ada banyak sekali objek wisata sejarah di Jakarta yang unik dan menarik untuk dikunjungi.



Tak hanya menikmati kekayaan sejarah, beberapa diantaranya juga terintegrasi dengan wisata alam dan wisata kuliner loh.Tahukan kamu? sejarah panjang Kota Jakarta berawal dari pelabuhan Sunda Kelapa di bagian utara Jakarta. Jakarta sudah menjadi ibukota sejak era kolonial Belanda pada abad ke-16, saat itu bernama Batavia.

Berbagai zaman telah dilalui dan menyisakan nilai historis yang tersebar di seluruh Jakarta. Nilai historis tersebut dapat kita lihat dari bangunan-bangunan yang sudah berdiri sejak masa lalu. Beberapa bangunan bersejarah yang terkenal dan jadi ikon kota ini yaitu Museum Fatahillah, Pelabuhan Sunda Kelapa, dan masih banyak lagi.

Bangunan tua tersebut saat ini berkolaborasi dengan bangunan-bangunan modern yang terlihat unik. Jika kamu ingin menikmati wisata sejarah Jakarta lebih lama, kamu bisa menginap di Hotel Mercure Jakarta yang lokasinya sangat strategis. Sebelum berangkat, cek dulu rekomendasi objek wisata sejarah berikut ini ya!

Museum Sejarah Jakarta

Rekomendasi pertama adalah Museum Sejarah Jakarta atau biasa disebut Museum Fatahillah. Museum ini berlokasi di Jalan Taman Fatahillah No.1, Jakarta Barat. Bangunan museum ini awalnya digunakan sebagai gedung Balaikota yang dibangun pada masa pemerintahan VOC di Batavia.

Museum Fatahillah menyimpan koleksi mebel, perkakas rumah tangga, senjata, keramik, peta, dan buku-buku. Selain mempunyai koleksi benda bersejarah, arsitektur dan interior bangunan museum ini juga terlihat keren dengan gaya klasik. Cocok banget buat kamu yang mau berfoto dengan tema retro klasik, nih.

Museum Bahari

Rekomendasi kedua adalah Museum Bahari yang berlokasi di Jalan Pasar Ikan No.1, Jakarta Utara. Pada awal pembangunannya, bangunan museum ini digunakan sebagai gudang untuk menyimpan, memilih, dan mengemas hasil bumi seperti rempah-rempah yang merupakan komoditas utama VOC.

Bangunan museum berdiri di samping muara Sungai Ciliwung. Museum Bahari menyimpan koleksi perahu tradisional berbagai bentuk dan ragam. Selain itu, terdapat miniatur kapal modern dan perlengkapan pelayaran. Terdapat juga koleksi peralatan pelaut seperti alat navigasi, jangkar, teropong, dan meriam.

Museum Bahari juga menampilkan koleksi spesimen biota laut, koleksi kartografi, matra TNI AL, dan maket Pulau Onrust. Selain kaya akan nilai sejarah, museum yang satu ini juga cocok dijadikan sebagai lokasi foto prewed loh, dijamin hasilnya pasti keren dan memuaskan. Pelabuhan Sunda Kelapa

Rekomendasi selanjutnya adalah Pelabuhan Sunda Kelapa yang dibangun pada tahun 1527. Pelabuhan Sunda Kelapa ini direncanakan menjadi kawasan wisata, karena memiliki nilai sejarah yang tinggi. Pelabuhan Sunda Kelapa memiliki luas daratan 760 hektar serta luas perairan kolam 16.470 hektar, terdiri atas dua pelabuhan utama dan pelabuhan Kalibaru.

Pelabuhan Sunda Kelapa memiliki daya tarik bagi pecinta sejarah nih, sebab nilai sejarah di pelabuhan tersebut dapat dipelajari dan dinikmati melalui kegiatan perekonomian, perikanan, perdagangan, dan aktivitas lain di pelabuhan. Selain itu, kamu juga bisa menikmati suasana sunset yang menenangkan dari pelabuhan ini dan berswafoto dengan latar kapal pinisi yang keren dan megah.

Museum Wayang

Rekomendasi terakhir adalah Museum Wayang yang berlokasi di Jalan Pintu Besar Utara No. 27, Jakarta Barat. Museum ini menyimpan koleksi berbagai karakter dan lakon pewayangan dari berbagai daerah di Indonesia. Museum Wayang juga menampilkan koleksi wayang dan boneka dari beberapa negara seperti Malaysia, Thailand, Suriname, Cina, Vietnam, Perancis, Rusia, Polandia, India, dan Kamboja.

Di sini kamu bisa belajar tentang sejarah pewayangan di Indonesia. Kita juga patut berbangga karena wayang Indonesia diakui sebagai “Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity”.

Itulah beberapa rekomendasi objek wisata sejarah di Jakarta. Berwisata sejarah memang nggak akan cukup rasanya kalau hanya satu hari nih. Maka dari itu, kamu bisa berwisata sejarah sambil staycation di hotel terdekat. Kamu bisa mencari dan memesan hotel murah di Jakarta dengan fasilitas dan layanan terbaik melalui Traveloka Lifestyle SuperApp. Yuk agendakan wisata sejarah di liburan akhir tahun ini ya!

Naik Bus Ke 3 Wisata Madura Dengan Pemandangan Indah Ini

12/21/2021 Add Comment
Wisata Madura mungkin tidak setenar Bali, Lombok dan lainnya. Padahal panorama alam yang ditawarkan Pulau Garam ini begitu cantik. Mulai dari wisata pantai, perbukitan, air terjun hingga tebing kapur ada di Madura. Menariknya lagi tiket masuk ke lokasi wisata ini anti bikin kantong teman-teman jebol.

Akses jalan dan transportasi ke Madura gimana? Tenang saja, untuk akses jalannya sudah nyaman untuk dilalui semua jenis kendaraan mulai dari sepeda motor, mobil dan bus. Kalau transportasi gimana? Ada beberapa pilihan transportasi yang bisa kamu gunakan untuk berkunjung ke Madura. Jadi, kamu nggak perlu bingung lagi mau naik apa.

Sebelumnya, kamu harus tahu kalau di beberapa tempat wisata favorit di Madura ini juga menawarkan banyak spot foto menarik yang cocok banget buat kamu yang suka foto-foto. Penasaran dimana saja lokasinya? Kami sudah rangkum kan semuanya khusus untuk kalian semua. Yuk, simak ulasannya.

3 Wisata Madura Dengan Pemandangan Indah


Bukit Kapur Jaddih Bangkalan

Bukit Jaddih sejatinya merupakan kawasan penambangan batu kapur putih. Meski begitu, pesona tempat wisata ini nggak kalah menarik. Selain bukit kapur dan goa kecil, ada pula danau berwarna biru yang begitu memesona di sini. Bahkan tentu saja banyak spot foto menarik di area wisata yang ada di Desa Jaddih, Bangkalan ini.

Kecuali goa-goa kecil, teman-teman bisa hunting foto di beberapa area di Bukit Jaddih. Hal ini demi keselamatan teman-teman, mengingat goa tersebut memiliki tekstur yang rapuh dan mungkin bisa runtuh kapan saja.



Untuk bisa ke lokasi wisata, teman-teman bisa kok menggunakan motor maupun mobil. Tapi sebaiknya tetap waspada selama perjalanan, karena jalan cukup terjal. Bagi pengendara motor, jalur alternatif melalui Jalan Raya Labang bisa dilewati. Sementara untuk teman-teman yang membawa mobil, jalur melalui Kota Bangkalah adalah satu-satunya akses.

Sesampainya di lokasi wisata, teman-teman pun hanya perlu menyediakan budget senilai dua ribu rupiah per orang. Sementara parkir kendaraan sebesar lima ribu rupiah saja. Sangat terjangkau kan? Apalagi teman-teman bisa puas menikmati panorama dan hunting foto di sini dari pukul 06.30-17.00 WIB.

Boekit Tinggi Daramista Pamekasan

Salah salah wisata Madura yang juga sayang untuk dilewatkan adalah Boekit Tinggi Daramista. Lokasinya ada di Desa Daramista, Lenteng, Sumenep. Bukan hanya panorama cantik di atas bukit saja yang bisa teman-teman lihat di sini. Beragam fasilitas untuk menunjang aktivitas hunting foto teman-teman makin berkesan pun ada.



Untuk bisa sampai ke wisata baru ini, teman-teman memang membutuhkan perjuangan keras. Jalur dengan tikungan tajam hingga tanjakan akan teman-teman lewati selama perjalanan. Namun hal itu akan terbayar begitu kamu sampai di Boekit Tinggi Daramista.

Apalagi selain pemandangan yang memanjakan indera penglihatanmu, hawa sejuk di sini juga akan kamu rasakan. teman-teman pun hanya perlu menyediakan budget senilai tiga ribu rupiah per orang. Dengan biaya ini, kamu bebas berkunjung mulai pukul 08.00-21.00 WIB.

Air Terjun Toroan Sampang

Bukan hanya pantai dan perbukitan, wisata air terjun pun ada di sini. Lokasinya ada di Desa Ketapang Jaya, Sampang. Dari Sampang, jaraknya pun hanya sekitar 4 kilometer. Aksesnya pun mudah dan teman-teman juga bisa menggunakan kendaraan pribadi untuk menuju ke Kecamatan Ketapang, dimana objek wisata berada.

Sesampainya di lokasi wisata, teman-teman pun hanya perlu menyediakan biaya untuk parkir kendaraan saja. Lima ribu rupiah untuk motor, sedangkan sepuluh ribu rupiah digunakan untuk membayar parkir mobil.



Jadi, kira-kira wisata yang mana dulu yang akan menjadi tujuan teman-teman saat pergi berkunjung ke Pulau Madura nanti? Berbicara tentang berkunjung ke Madura, sekarang sudah tidak sulit lagi bahkan ada banyak pilihan transportasi yang bisa teman-teman pilih untuk bisa sampai ke Madura, salah satunya dengan naik bus.

Kenapa harus bus? Ada alasan kenapa bus menjadi salah satu pilihan transportasi yang paling cocok saat teman-teman ke Madura. Alasannya adalah dengan naik bus kalian sudah tidak perlu repot-repot nyetir sendiri, bisa langsung sampai di tempat wisata yang akan dituju, dan bisa pergi rombongan dalam jumlah banyak sampai puluhan.

Sebenarnya jauh sebelum ada jembatan Suramadu yang menghubungkan Pulau Jawa dan Pulau Madura, mayoritas masyarakat Madura maupun orang-orang yang mau ke Madura memilih naik bus. Pilihannya ada dua yakni bus ekonomi dan bus ber-AC. Nah, sekarang ini teman-teman sudah bisa sewa bus untuk pergi berkunjung ke Madura.

Sewa Bus di Aplikasi TRACtoGo


Bicara soal sewa bus, siapa diantara teman-teman yang punya pengalaman sewa bus untuk pergi wisata atau kegiatan lainnya? Tahu belum kalau saat ini kalian bisa dengan mudah untuk sewa bus menggunakan aplikasi saja. Jadi, kamu tidak perlu repot-repot mencari tempat sewa bus yang oke karena sewa bus di sini sangat direkomendasikan.

Ada tiga layanan yang ditawarkan melalui aplikasi TRACtoGo, yaitu rental mobil, antar jemput bandara (airport transfer) dan sewa bus. TRACtoGo memberikan kemudahan serta kenyamanan dalam menyewa mobil maupun bus. Layanan sewa Bus TRAC ini bisa menjadi pilihan untuk kebutuhan transportasi group atau rombongan baik untuk perjalanan di dalam ataupun luar kota, untuk kebutuhan korporasi maupun personal.




Setiap bus selalu dirawat dengan baik dan interior bus pun dibuat senyaman mungkin. Keamanan merupakan salah satu faktor yang menjadi perhatian oleh karena itu setiap seat dilengkapi dengan sabuk pengaman dan untuk kenyamanan penumpang beberapa bus dilengkapi dengan fasilitas wifi, LCD TV, toilet, perangkat karaoke dan pantry.

Nah, kebayang kan gimana nyaman dan mudahnya saat pergi berwisata menggunakan layanan sewa bus di TRAC? TRAC Bus juga menawarkan beragam variasi tipe bus mulai dari small bus, medium, big hingga luxury. Dan dengan pilihan konfigurasi jumlah kursi mulai dari 11 hingga 59 seats.

Keselamatan dan keamanan penumpang menjadi prioritas sehingga setiap armada TRAC Bus dilengkapi dengan palu pemecah kaca, pintu darurat, dan tabung pemadam kebakaran. Dan keunggulannya adalah setiap pengemudi merupakan pengemudi yang terlatih dan sudah berpengalaman sehingga kenyamanan dan keselamatan penumpang lebih terjamin.

Layanan Sewa Bus TRAC saat ini berbasis di Jakarta dan Surabaya namun kemanapun tujuanmu. TractoGo menggunakan pin point maps, sehingga pemindaian lokasi pelanggan, titik jemput, dan alamat pengantaran lebih akurat. Jika kamu terpaksa membatalkan perjalanan, maka kamu bisa melakukan cancel order via aplikasi sebelum pemesanan dimulai, dan dana akan dikembalikan sesuai ketentuan yang berlaku.

Dengan aplikasi TRACtoGo, kamu akan semakin mudah dalam menyewa mobil dan bus untuk berbagai keperluan. Acara nikahan, jalan-jalan bersama keluarga, atau bahkan untuk transportasi sehari-hari untuk pergi ke kantor. TRACtoGo juga memberikan pengalaman terbaik dan harga special bagi para konsumen melalui diskon dan promo.

Bagi kamu pengguna setia TRAC yang mau cari pengalaman baru, mulai sekarang kamu sudah bisa sewa Toyota Electric Vehicle melalui fitur Experience yang ada di aplikasi TRACtoGo. Kalian bisa mengendarai mobil listrik sambil menikmati pemandangan indah di Nusa Dua Bali dan sekitarnya.

Mau mengendarai Toyota Electric Vehicle bersama keluarga dan sahabat? Tenang saja Kamu juga bisa mengajak kerabat, maupun teman-temanmu untuk menikmati perjalanan dan pengalaman berkendara dengan mobil listrik yang ramah lingkungan bersama-sama. Gimana, tertarik untuk sewa mobil dan bus menggunakan aplikasi TRACtoGo? Downlod aplikasi Trac to Go di Google Play Store maupun App Store sekarang juga, ya.

Harga Tiket, Lokasi dan Fasilitas Wisata Goa Soekarno - Sumenep

10/29/2021 Add Comment
Menyusuri panjangnya jalan pantai utara atau pantura mengawali perjalanan panjang kami di hari Sabtu pagi itu. Kali ini Kabupaten Sumenep menjadi tujuan liputan wisata setelah beberapa lama harus vakum karena masa pandemi. Goa Soekarno terpilih menjadi tempat wisata pertama Tim Gerbang Pulau Madura di Sumenep.

Perjalanan panjang menyusuri pantai utara Madura menghabiskan waktu sekitar 3 jam, memang cukup jauh bila dibandingkan melewati jalan pantai selatan. Meskipun jauh tapi pemandangan pantai utara Madura sungguh indah, sepanjang perjalanan kami disuguhi bermacam pantai yang ada di 4 Kabupaten di Madura yang saling terhubung.

harga tiket wisata goa soekarno sumenep


Mulai dari indahnya pantai Tlangoh di Bangkalan hingga pantai Lombang di Sumenep yang bisa teman-teman nikmati saat melewati jalur pantura Madura. Di beberapa titik teman-teman akan melewati perkampungan pinggir pantai, macetnya jalan karena ada pasaran sampai akhirnya tiba di Kabupaten Sumenep.
 

Goa Soekarno Destinasi Wisata Baru di Sumenep

Setelah menempuh perjalanan panjang selama kurang lebih 3 jam akhirnya tim kami tiba di destinasi wisata pertama yakni Goa Soekarno. Letaknya di Desa Panaongan, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep. Tempat wisata ini baru dibuka pada tanggal 8 Juni 2019 beberapa bulan sebelum masa pandemi hadir.

Selama berada di Goa Soekarno kami ditemani oleh salah satu pengurusnya. Waktu kami datang cuaca di Sumenep cukup panas, belum masuk ke dalam Goa rasanya sudah hampir tidak kuat menahan cuaca panasnya tapi ternyata saat kami masuk ke dalam Goa yang merupakan salah satu Goa terbesar di Indonesia ini keadaan malah sebaliknya.
 

Udara di dalam Goa lumayan sejuk, semilir angin yang masuk dari celah-celah batu membuat udara serasa dingin dan tidak membuat gerah. Menurut penjelasan dari pengurus Goa kalau saat ini wisatawan yang berkunjung berkurang drastis semua karena efek dari PPKM beberapa waktu lalu.

Jika sebelumnya setiap hari tempat wisata ini menerima ribuan tamu wisata yang datang, tapi sekarang pengunjung yang datang bisa dihitung dengan jari. Meskipun begitu pihak pengelola wisata tetap optimis kalau Goa Soekarno akan kembali dikunjungi oleh ribuan wisatawan baik dari dalam negeri hingga wisatawan luar negeri seperti biasanya.

Fasilitas Goa Soekarno di Sumenep

Keeksotisan stalagtit dan stalagmit semakin diperindah dengan lighting yang memukau ditambah dengan cahaya matahari yang masuk melalui lubang sedang diatap terowongan yang menyoroti seperti lampu panggung. Bagi yang suka foto-foto jangan sampaikan lewatkan menggunakan lorong Goa yang Instagramable.

Setelah lelah berkeliling Goa yang lumayan luas tersebut, pengunjung dan wisatawan yang datang bisa mencoba menikmati makanan dan minuman yang ada di kafe bawah tanah Goa Soekarno. Bukan hanya bisa menikmati sajian makanannya tapi ada juga live musik menemani, asyik kan?
 

Bagi pengunjung yang merokok, pihak pengelola juga sudah menyediakan rongga besar yang dijadikan area khusus untuk pengunjung yang ingin merokok. Agar bau asap tidak sampai terkurung dan mengganggu kenyamanan pengunjung lainnya. Goa Soekarno buka dari pukul 08.00 sampai pukul 17.00, goa ini tutup pada hari Jumat.
 

Sejarah Singkat Destinasi Wisata Goa Soekarno di Sumenep

Asal mula dinamakan Goa Soekarno bukan karena Presiden Soekarno yang pernah berkunjung atau menetap di Goa tersebut. Melainkan karena almarhum Soekardi, seorang musafir yang tinggal di goa ini dulunya adalah penggemar berat Presiden Soekarno. Sehingga terdapat banyak sekali foto Soekarno di dalam goa, oleh karena itu mereka menyebutnya dengan Goa Soekarno.
 

Bahkan kalau teman-teman berkesempatan untuk masuk ke dalam Goa ada patung Presiden Soekarno. Selain itu di dekat patung tepatnya di bagian belakang merupakan tempat menetapnya almarhum Soekardi. Tepat di celah Goa yang berukuran agak besar dan ditutupi dengan kain merah sebagai tirai.
 

Lokasi Destinasi Wisata Goa Soekarno di Sumenep

Penasaran ingin datang langsung ke Goa Soekarno? Tenang saja, semua orang bisa sampai ke tempat wisata ini baik dengan menggunakan sepeda motor, mobil maupun bus mini. Kebetulan untuk teman-teman dari luar kota atau dari luar Madura yang ingin ke sana kami sarankan untuk tidak menggunakan bus besar karena akses jalan masuk dari jalan besar ke dalam hanya bisa dilewati kendaraan selain bus besar.

Dari pusat kota Sumenep teman-teman membutuhkan waktu sekitar 40 menit untuk bisa tiba di Goa Soekarno. Bagi wisatawan yang berasal dari luar Kabupaten Sumenep jangan lewatkan untuk menggunakan jalur pantai utara Madura. Dari arah Suramadu tepatnya di Tangkel ambil arah kiri menuju Kota Bangkalan kemudian lanjut ke Arosbaya.

Jika mengambil arah kanan berarti melewati jalur pantai selatan Madura. Jangan kaget biasanya kalau berkunjung di akhir pekan kalian akan bertemu beberapa titik pasaran yang mungkin membuat jalan menjadi macet. Pastikan juga untuk selalu menggunakan Google Maps sebagai penujuk arah.
 

Tiket Masuk dan Parkir Kendaraan Destinasi Wisata Goa Soekarno di Sumenep

Karena pernah dikunjungi ribuan wisatawan per harinya, fasilitas di Goa ini cukup lengkap salah satunya lahan parkir yang luas baik bagi wisatawan yang menggunakan sepeda motor, mobil maupun bus mini. Biaya parkir untuk sepeda motor adalah Rp. 2000 dan untuk mobil maupun mini bus Rp. 5.000 saja.

Lalu, untuk tiket masuk Goa Soekarno per orang dikenakan biaya Rp. 15.000 saja. Harga yang sangat terjangkau untuk bisa masuk ke tempat wisata dengan pemandangan alam yang indah dan cerita sejarah yang mengagumkan. Pecinta Presiden Soekarno rasanya sayang sekali jika melewatkan tempat wisata yang satu ini.
 

Di dalam Goa teman-teman bisa bebas menikmati keindahan Goa, mulai dari ambil foto, rekam video, sampai sekadar duduk-duduk di kafe bawah tanah yang ada di dalam Goa. Tenang saja, buat yang tidak bisa jauh-jauh dari smartphone jaringan internet semua aktivitas kalian di media sosial tetap stabil dengan Smartfren.

Sinyal internet Smartfren selalu stabil dimanapun teman-teman berada, belum lagi yang membuat semakin betah menjadi pengguna Smartfren banyaknya promo dan hadiah yang diberikan. Bulain ini ada Program Mystery Box #OktoBERHADIAH dan untuk bisa ikut programnya teman-teman bisa dowload dulu aplikasi MySmartfren.



Setiap melakukan pembelian paket dan bermain gamenya kalian bisa mendapatkan smartpoin yang diberikan kepada pelanggan dalam bentuk poin yang dapat dikumpulkan dan ditukarkan dengan beragam pilihan hadiah menarik. Semakin aktif menggunakan Smartfren maka kesempatan untuk menukarkan hadiah semakin besar.

Pihak pengelola Goa sendiri memberikan aturan protokol kesehatan yang ketat bagi semua pengunjung yang mau masuk ke dalam Goa. Mulai dari cuci tangan, memakai masker, menjaga jarak dan memastikan pengunjung dan pengelola sudah mendapatkan vaksin. Semua dilakukan demi kebaikan dan kenyamanan bersama di masa pandemi ini.

Jadi, buat teman-teman yang ingin datang ke Goa Soekarno segera atur jadwal bersama sanak saudara, sahabat maupun pasangan. Pastikan untuk selalu berlaku dan berpakaian sopan serta perhatikan kebersihan lingkungan sekitar Goa supaya Goa tetap terjaga keasriannya sampai anak cucu nanti.