Tampilkan postingan dengan label Ekspedisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ekspedisi. Tampilkan semua postingan

Potensi Wisata Air Terjun Desa Durjan | Kokop | Bangkalan

12/26/2014 1 Comment
Potensi Wisata Air Terjun di desa Durjan, Kecamatan Kokop, Kabupaten Bangkalan - Madura

Sebelum TreTans bercerita panjang lebar mengenai Air Terjun di Desa Durjan, Kokop, Bangkalan - Madura, TreTans akan menjelaskan Proses Pembentukan hingga terjadinya Air Terjun. Ya lumayan buat nambah pengetahuan.

Asal Mula, Proses Terjadinya Air Terjun


Pembentukan Air terjun biasanya berawal dari sungai yang masih muda. Pada saat itu, saluran sungai sering mengalami penyempitan dan erosi. Ketika jalur sungai mengalami resistensi pada lapisan tanah kerasnya, erosi pun terjadi dan bergerak secara perlahan-lahan.

Hasilnya, peningkatan kecepatan di tepi air sungai terbentuk dan bergerak bersama beberapa materi dari palung sungai. Pusaran air menghasilkan gerakan berputar bersama pasir dan bebatuan pada anak sungai. Sesaat kemudian, kapasitas erosi mengalami peningkatan.

Kejadian tersebut menyebakan peningkatan kecepatan air sungai terjadi dan membentuk arus yang lebih cepat ke arah bawah menuju ke dasar sungai. Seiring dengan waktu, air sungai tersebut perlahan-lahan membentuk ngarai atau jurang pada hilir sungai. Nah, proses tersebut –lah yang akan menghasilkan air terjun. Biasanya, air terjun akan terbentuk setinggi satu setengah meter per tahunnya.

Setelah itu, akibat makin tingginya tebing pada hilir sungai. Maka arus sungai yang jatuh ke dasar pun mengalami peningkatan kecepatan. Peningakatan kecepatan tersebut menambahkan tekanan ke arah blok batu di dasar air terjun. Gerakan tersebut mengikis, menggesek dan memecah berbagai bebatuan serta tanah keras.

Formasi tersebut mengarahkan pembentukan gua dangkal untuk menampung berbagai materi dan air yang jatuh. Terjadilah pengikisan dasar air terjun oleh abrasi. Akibat proses tersebut, terbentuk kolam renang yang dalam atau sering disebut ngarai (ngarai, kalau tidak salah).atau plunge pool
Sumber: http://id.shvoong.com/

Pencarian Informasi keberadaan Air Terjun Desa Durjan


Malem Jumat sekitar pukul 20.oo wib, TreTans dan Garuda nongkrong sambil melototin laptop masing-masing di Warung Unix deket Alun-Alun Kota Bangkalan sambil bercerita dan mengatur jadwal untuk melakukan ekspedisi selanjutnya. TreTans berencana ingin mendatangi tempat wisata yang ada di Pamekasan yang katanya ada Pemandian Air Belerang dan Pantai Talang Siring, berhubung tempatnya yang rada jauh, jadi diundur untuk waktu yang belum ditentukan. Kemudian TreTans bercerita tentang Air Terjun di daerah Desa Durjan Kecamatan Kokop yang TreTans sendiri mendapatkan informasinya dari teman yang sudah pernah sampai ketempat itu. Sang Garuda kemudian merespon dan sedikit basa-basi langsung menghubungi temannya via Hape yang kebetulan bekerja di Puskesmas Kecamatan Kokop. Garuda meminta temannya untuk menanyakan perihal keberadaan Air Terjun didaerah Desa Durjan. Selang beberapa saat kemudian ada kabar dari dia bahwa memang ada Air Terjun didaerah Durjan. Kemudian kita memutuskan untuk mengunjungi tempat tersebut keesokan harinya.

Menuju Lokasi Potensi Wisata Air Terjun Daerah Durjan


Hari Sabtu, tanggal 17 Maret 2012 sekitar jam 12.00 wib, kami bertiga berangkat menuju Kecamatan Kokop menggunakan sepeda motor. Untuk mencapai daerah Kokop, kami melalui Kecamatan Tanjung Bumi yang sebelumnya daerah Tanjung Bumi telah dieksplorasi keindahan Pantainya yaitu Pantai Siring Kemuning. Sesampai di Tanjung Bumi, sekitar kurang lebih 1 Kilometer dari jalan menuju Pantai Siring Kemuning tepatnya di pertigaan jalan, kami ke kanan menuju arah selatan dimana arah tersebut merupakan akses untuk mencapai daerah Kokop.

Rintik Hujan menemani dan kami berteduh disalah satu gubuk ketika air hujan mulai deras. Di Gubuk tersebut kami berbicara dengan salah satu penduduk yang kebetulan juga berteduh ditempat itu, perihal daerah Kokop yang menurut Beliau tempatnya masih jauh serta jalanan yang relatif rusak. Tak lama kemudian hujan mulai sedikit reda dan kamipun bergegas untuk segera menjemput teman kami yang bekerja di Puskesmas Kokop. Setelah menjemput mereka berdua, perjalanan dilanjutkan menuju salah satu rumah bidan yang kebetulan salah satu teman kami yang bekerja di Puskesmas Kokop mengenal beliau. Jarak dari Puskesmas ke tempat beliau sekitar 25 Kilometer, itupun melalui beberapa jalanan yang cukup terjal ditambah genangan air dan lumpur hingga sedikit menyulitkan ekspedisi kami.


Sekian lama perjalanan dari Puskesmas, kamipun sampai di rumah bidan itu. Senyum merekah serta ucapan manis terpancar dari keluarga Bu Bidan, Kamipun disambut bak keluarga sendiri dan kamipun bercengkrama sejenak kemudian melanjutkan menuju lokasi wisata Air Terjun sambil menitipkan salah satu sepeda motor kami yang pada saat itu mogok ketika akan dibawa ke lokasi air terjun. Perjalanan menuju lokasi air terjun-pun dimulai, kami dipandu oleh anak kecil yang berpakaian layaknya seorang ustad yang diutus oleh bu Bidan untuk menemani kami ke lokasi air terjun. (Anak kecil itu sebetulnya mau pergi menuntut Ilmu Agama alias Madrasah, berhubung katanya sang Ustad tidak hadir, jadi libur).

Perjalanan sejenak menggunakan sepeda motor, kamipun berhenti disebuah rumah yang mirip bengkel yang dalam keadaan terkunci. Ditempat itulah kami menitipkan sepeda motor dan kami melanjutkan dengan berjalan kaki untuk menuju lokasi itu. disetiap perjalanan yang kami lalui, terhampar padi yang cukup indah serta penataannya yang bagus. tak lupa kami mengabadikan pemandangan indah tersebut.

Sekian lama perjalanan menurun dan menanjak, melewati hamparan sawah serta sungai, TreTans beserta teman-teman mendengar suara gemuruh air yang berarti sebentar lagi kami akan sampai di lokasi tempat adanya Air Terjun yang jarang sekali diketahui oleh masyarakat luas itu.

Akhirnya kami sampai di lokasi Air Terjun desa Durjan, benar-benar Air Terjun yang sangat memukau dibanding Air Terjun Toroan yang adanya di Kabupaten Sampang meskipun TreTans melihat hanya melalui foto-foto didunia maya. Kamipun mengabadikan tempat itu melalui berbagai macam sisi untuk kemudian di Ekspose ke Dunia Maya salah satunya website PulauMadura.com ini.


Dokumentasi Wisata Air Terjun Desa Durjan
Kecamatan Kokop, Kabupaten Bangkalan - Madura


JANGAN LUPA DIKLIK GAMBAR-NYA UNTUK MEMPERBESAR BIAR PUAASSS!!





Berteduh digubuk sebelum melanjutkan perjalanan

Memasuki Kecamatan Kokop



Pemandangan saat perjalanan

Dilarang buang air besar
Apa yang TreTan pikirkan? :)


Jalan penuh bebatuan
Jalan menuju rumah Bu Bidan yang penuh bebatuan

Rumah Bidan desa Durjan Kecamatan Kokop
Sampai dirumah Bu Bidan

Menuju Air Terjun desa Durjan Kecamatan Kokop
Diantar Bu Bidan menuju tempat parkir sepeda motor

Menuju tempat Air Terjun Kokop Bangkalan Madura
Jalanan menuju tempat parkir sementara, bagus kan?


Parkir Sepeda Motor Kokop Bangkalan
Numpang Parkir di salah satu Toko Service Sepeda Motor

Jalan kaki menuju Air Terjun Kokop
Saatnya jalan kaki sambil menikmati indahnya padi

Hamparan Padi desa Kokop
Hamparan padi menuju air terjun terindah

Mengabadikan Indahnya Hamparan Padi Desa Kokop
Mengabadikan Indahnya Hamparan Padi di Desa Kokop


Hamparan Padi Desa Durjan
Hamparan Padi yang sangat bagus

Sang Guide Ustad Cilik Desa Durjan
Sang Ustad Cilik terus mengawal kami menuju Air Terjun

Air Terjun Desa Durjan Kecamatan Kokop Kabupaten Bangkalan
Nah, ini dia Air Terjun Desa Durjan itu

Air Terjun desa Kokop
Saatnya mengabadikan moment dari berbagai sudut


Air Terjun Desa Durjan Kokop Bangkalan Madura
Jeprett..


Dinding Air Terjun Desa Durjan Kecamatan Kokop Kabupaten Bangkalan
Dinding batu Air Terjun Ghrubugan.. bagus banget..

Salah satu dinding Air Terjun Desa Kokop Kecamatan Bangkalan
Salah satu dinding batu air terjun


Potensi Wisata Air Terjun Desa Durjan Kecamatan Kokop - Madura
TreTans dan Garuda mengabadikan dari sisi tebing air terjun

Air Terjun di Bangkalan - Madura
Jepprettt..

Dinding air terjun bangkalan madura
Juragan TreTans.. he he..


LOKASI / PETA DIGITAL MENUJU AIR TERJUN KOKOP


Berikut adalah letak peta digital melalui Google Map serta jarak yang ditempuh untuk mencapai lokasi:




Kesimpulan TreTans:


Air Terjun Durjan Potensi Wisata Kabupaten Bangkalan yang layak untuk di Promosikan



Harapan TreTans:
semoga Potensi Air Terjun Desa Durjan Kecamatan Kokop Kabupaten Bangkalan - Madura di rawat dan dilestarikan untuk menambah daya tarik serta menjadi andalan pariwisata di Kabupaten Bangkalan. AAAMMMMMMMIIIINNNNN



Pemberitahuan:
Bahwa Pemberitaan Air Terjun Desa Durjan Kecamatan Kokop Kabupaten Bangkalan - Madura di Website PulauMadura.com merupakan PERTAMA KALINYA MUNCUL  SERTA DIPROMOSIKAN DI DUNIA MAYA. ;)



Sekian Dokumentasi Ekspedisi Potensi Wisata Air Terjun Desa Durjan, Kecamatan Kokop, Kabupaten Bangkalan - Madura yang jaraknya sekitar 65 Kilometer dari Kota Bangkalan. Jika kalian mau gabung atau usul ada tempat yang perlu untuk kita datangi [Tim Ekspedisi Madura] Gabung di Group Facebook Tim Ekspedisi Madura:

Maaf jika ada salah kata dan sampai jumpa lagi di Ekspedisi selanjutnya.. ;)

Ekspedisi Wisata Oksigen Tertinggi di Dunia - Pulau Gili Iyang - Sumenep

10/23/2013 3 Comments
Ekspedisi Wisata Oksigen Tertinggi di Dunia - Pulau Gili Iyang - Sumenep - Madura

Rencana TreTan untuk bisa berkunjung ke Pulau Gili Iyang akhirnya terwujud bareng temen-temen dari Komunitas Blogger Madura (Plat-M.com) dan dari Tim Songennep Tempo Doeloe. Sebenarnya kita berencana ingin ke Pulau Gili Labak yang masih masuk Kabupaten Sumenep, namun tertunda dikarnakan sesuatu hal. Alasan kenapa ingin ke Pulau Gili Labak dikarnakan pulau tersebut memiliki pantai yang bagus dengan pasir putihnya.

Beberapa orang telah mengabadikan cerita dan foto mereka tentang keindahan Pulau Gili Labak di dunia maya, dari situlah TreTan ingin ‘babat alas’ melihat secara langsung potensi didalamnya dan ikut serta mempromosikan potensi wisata Pulau Gili Labak kepada khalayak ramai melalui media web PulauMadura.com ini.

Baca Juga: Wisata Pulau Gili Labak - Sumenep

Gagal mengunjungi Pulau Gili Labak, temen-temen dari Tim Songennep Tempo Doeloe memberi saran untuk mengunjungi Pulau Gili Iyang dengan potensi Kadar Oksigen terbersih di Dunia. Mendengarkan tawaran dari mereka, kami mengiyakan dan membicarakan langkah selanjutnya untuk sampai di Pulau Gili Iyang.

Hari yang ditentukan telah tiba, kami berangkat setelah sebelumnya berkumpul di Taman Bunga Sumenep menanti teman lainnya berbarengan mengunjungi Pulau Gili Iyang. Perjalanan lumayan panjang memakan waktu sekitar 1 jam dan kamipun tiba di Pelabuhan Dungkek tempat penyeberangan menuju Pulau Gili Iyang.

KLIK GAMBAR UNTUK MEMPERBESAR
Pelabuhan Dungkek

Sepeda motor kami titipkan ke tempat parkir tepatnya di Pom Bensin tempat pembelian bensin/solar bagi para nelayan.

Disana tidak lantas kami menumpang perahu, tapi masih menunggu perahu yang telah dipesan dengan meminta bantuan Klebun (Kepala Desa) setempat. Ongkos yang dikeluarkan untuk kami yang berjumlah 8 orang dengan sistem Pulang-Pergi sekitar Rp. 300.000

Perjalanan perahu melawan ombak laut membuat beberapa teman pusing dan salah satu dari kami mengalami muntah mungkin dikarenakan belum terbiasa “digoyang” oleh ombak dan akhirnya kami sampai di Pulau Giliyang dengan memakan waktu perjalanan laut sekitar setengah jam.

Suasana dalam perahu menuju Pulau Giliyang

Perjalanan menuju Pulau Giliyang

Disana kami sudah disambut oleh penduduk setempat yang akan memandu kami untuk mengunjungi beberapa tempat wisata dengan menggunakan “Dorkas” kendaraan sepeda motor roda 3 dan orang setempat menyebutnya “odong-odong”.

Dorkas atau "Odong-Odong"

Tempat pertama yang kami kunjungi di Pulau Giliyang adalah Gua Air. Disitu kami disambut pintu gua yang lumayan besar dan memasuki salah satu lubang dengan keadaan gelap gulita. Penerangan menggunakan seadanya seperti kamera dari gadget kami. Meski tidak maksimal tapi kami tetap bisa menikmati beberapa keindahan didalam Gua Air.

Menuju Gua Air

Suasana dalam Gua Air

Perjalanan dilanjutkan ke Pantai didaerah Banra’as disitu kami menemukan tulang ikan paus yang cukup besar dan sepertinya sengaja disimpan oleh warga sekitar mengingat daerah tersebut jarang sekali ada ikan paus.

Tulang Belulang Ikan Paus

Di Pantai tersebut kami bermanjakan diri berenang dengan airnya yang cukup jernih dan TreTans menyempatkan diri untuk menumpang Sholat disalah satu rumah warga sekitar. disitu TreTans melihat beberapa penerangan seperti Lampu TL (Tube Lamp) dengan menggunakan Aki sebagai sumber tenaga listrik dan Lampu Teplok menggunakan minyak.

Aki sebagai sumber kehidupan

Lampu Teplok

Wajar jika penduduk Pulau Giliyang menggunakan alat penerangan seperti itu dikarnakan listrik PLN belum masuk daerah mereka dan dari pengamatan TreTans beberapa rumah sudah menggunakan panel tenaga surya untuk beraktifitas sehari-hari.

Harapan TreTans semoga suatu saat ada Gerakan Listrik Tenaga Surya agar penduduk Pulau Giliyang bisa menggunakan listrik untuk kebutuhan sehari-hari seperti penerangan dan lain sebagainya.

Oia, mengenai tempat yang mempunyai kadar oksigen tertinggi, TreTan belum memasuki daerah itu yang konon katanya hanya orang-orang dari Balai Penelitian Pusat yang mengetahui tempat/pusat daerah yang mempunyai Kadar Oksigen Tertinggi di Dunia.

Yah, semoga di Ekspedisi selanjutnya, TreTans bisa mengunjungi kembali dan merasakan sensasi menghirup nafas dengan kadar Oksigen lebih dari biasanya.

Yang jelas kembali menyisihkan uang untuk itu, syukur-syukur ada sponsor atau Donasi untuk terus Menduniakan Madura.. he he..

Maaf jika gambar kurang berkenan, hanya mengandalkan Gadget murahan.. Jika penasaran, silahkan kunjungi langsung Pulau Giliyang – Sumenep.. tentunya hanya di Pulau Madura.. ;)

 PETA DIGITAL SURAMADU MENUJU PULAU GILIYANG - SUMENEP
KLIK GAMBAR



Untuk Menuju Pulau Gili Iyang, TreTan bisa menghubungi teman kita:
- Sutam Balakosa (fb: facebook.com/sutam.balakosa atau Twitter: @SutamWidodo)
- Deddy (fb: facebook.com/Boyz.phat
- dari Terminal Bungurasih - Surabaya, naek bis langsung menuju Terminal Sumenep.


MATOR SAKALANGKONG:
~ Komunitas Blogger Madura (Plat-M.com)
~ Komunitas Sejarah Sumenep "Songennep Tempo Doeloe"
Tim Ekspedisi Pulau Gili Iyang - Sumenep

Pencarian:
Tempat Wisata Pulau Gili Iyang, Kadar Oksigen Tertinggi, Pulau di Sumenep, Pariwisata tersembunyi Madura,  Wisata Kesehatan di Sumenep, Lokasi Pulau Gili Iyang di Madura, Paket Wisata Madura,

Ekspedisi Kuliner Rujak Khas Kecamatan Sepulu - Bangkalan - Madura

8/30/2013 Add Comment
Ekspedisi Kuliner Rujak Khas Kec.Sepulu Madura

Kecamatan Sepulu Bangkalan merupakan salah satu kecamatan di Bangkalan yang pada waktu yang lalu sempat heboh dan terkenal di Indonesia dengan kabar muncul pulau baru di tengah laut sepulu. Sebuah pulau yang terbentuk dari karang yang belum pernah ada sebelumnya namun tiba-tiba saja muncul menjadi sebuah pulau. Akan tetapi, pada kesempatan kali ini kita akan membahas dari sisi lain kecamatan sepulu tersebut yaitu tentang kuliner kecamatan sepulu yang cukup terkenal bagi para masyarakat sekitar yaitu Rujak Pandi di Kecematan Sepulu.

Rujak yang kami maksud tersebut sungguh berbeda dari biasanya kebanyak rujak di Pulau Madura seperti layaknya rujak soto dll. Rujak kecamatan sepuluh tersebut adalah rujak asli dengan campuran bumbu yang ada seperti cabe dengan potongan ketimun, kerupuk, telur puyuh dll. Nah yang unik dari kuliner Madura khas kecamatan sepuluh tersebut adalah penyajianya. Para pembeli diberikan kebebasan untuk “ngrujak” dengan cara penjual rujak tersebut hanya memberikan “rujak khas” sepuluh tersebut sisanya para pembeli silahkan untuk meramu sendiri seperti mengupas ketimun , makan kerupuk, telur puyuh secara mandiri rasanya sepeti warung kita sendiri.

Tidak hanya itu, para pembeli juga harus mengingat habis berapakah ketimun, kerupuk dan makanan yang diambil pembeli sepenuhnya para pembeli dibebaskan untuk itu so kejujuran para pembeli juga sedang di uji.

Rasa rujak Kecamatan Sepuluh ini cukup khas dan ada yang bilang “ngangeni”. Pada ekspedisi di kecamatan sepuluh ini saya ditemani oleh beberapa teman diantaranya “ Anang Hidayat, Sari, Eka, Raden, yogi dan malik. Menikmati rasa khas rujak di kecamatan sepuluh tersebut sebenarnya diluar ekpektasi saya sebelumnya yang menganggap bahwa rujak kec.sepuluh tersebut seperti layaknya rujak-rujak yang ada di pulau Madura yakni rujak soto. Sehingga kami pun tidak sempat untuk sarapan terlebih dahulu pada siang itu, karena semangat berangkat menikmati rujak khas kecamatan sepuluh tersebut. Apabila anda ingin menikmati sensasi khas rujak di Kecamatan Sepuluh tersebut silahkan datang dan buktikan.

Berikut ini adalah dokumentasi tempat dan suasana ngerujak bareng di Kecamatan Sepulu Kabupaten Bangkalan :






PETA DIGITAL MENUJU KULINER RUJAK KHAS 
KECAMATAN SEPULU KAB. BANGKALAN
DARI ARAH SURAMADU

Klik Disini

Pencarian:
Kuliner Khas Sepulu, Fenomena alam Sepulu, Rujak Khas Bangkalan Madura, Rujak Pandi di Sepulu, Ekspedisi Kuliner Madura, Harga Rujak Petis Madura.

Ekspedisi Benteng Fort Sumenep - Tim Songennep Tempo Doeloe

5/16/2013 1 Comment
Ekspedisi Benteng Fort Sumenep - Tim Songennep Tempo Doeloe

Melanjutkan postingan yang tertunda setelah hampir 4 bulan lamanya, Kami mencoba menelusuri peninggalan bersejarah lainnya di wilayah distrik 3 wilayah Kota Sumenep. Kali ini objek yang kami telusuri yaitu “Fort Soemenep” atau yang dikenal oleh Masyarakat sekitar dengan sebutan “Benteng Kalimo’ok”.

Fort Soemenep sendiri menurut prasasti yang ada di depan benteng, menerangkan bahwasanya benteng tersebut dibangun pada tahun 1785 oleh VOC. Benteng Fort Sumenep dibangun tak jauh dari lokasi pembangunnya yang pertama di “ Loji Kantang” . Benteng Fort Soemenep berada di dusun bara’ lorong, Desa Kalimo’ok, Kecamatan Kalianget jaraknya sekitar 5 km dari pusat kota Sumenep

Desa Kalimo’ok merupakan daerah dekat pesisir jaraknya hanya sekitar 3 km dari bibir pantai, lokasinya juga tidak jauh dari Kali Marengan sebagai jalur perdangan utama untuk memasuki kawasan kota. Lebih dari itu lokasi ini juga sangat strategis karena daerahnya agak tinggi dan pandagannya langsung menuju selat Madura. Segala aktifitas keluar masuk kapal dari selat Madura ke kali marengan terpantau jelas dari bangunan utama benteng.

Fort Sumenep atau lebih terkenal dengan sebuatan benteng Kalimo’ok bangunannya berbentuk persegi dilengkapi dengan 4 buah bastion di setiap sudut-sudutnya. Benteng ini juga dilengkapi beberapa buah meriam yang salah satunya tertuju pada satu arah yakni “ Selat Madura”. Semua bastion masing-masing juga dilengkapi beberapa lubang ukuran 50x70 cm sebagai tempat pengintaian.

Fort Sumenep, luasnya kurang lebih 12.750 M2 dengan panjang tembok 150 meter dan lebar 100 meter. Ketebalan dinding keseluruhan 3 meter. Didalamnya juga terdapat 2 buah penjara. Benteng ini juga mempunyai 2 pintu yang kesemuanya mencerminkan arsitektur kolonial. Pediment di kedua pintu gerbangnya juga masih berdiri kokoh hingga saat ini, hampir mirip dengan pintu masuk labhang mesem di Karaton Sumenep.

Seperti yang tertera pada gambar peta Kota Soemenep tahun 1883. Didalam benteng sebenarnya ada 4 buah bangunan . Sayangnya keempat buah bangunan tersebut sudah hilang diganti menjadi bangunan-bangunan baru untuk fasilitas gedung dinas peternakan dan juga lapangan volley, hanya ada satu bangunan yang bisa dibilang umurnya sudah cukup tua, kemungkinan merupakan sisa bagian dari bangunan-bangunan lainnya yang sudah dibongkar. Arsitektur dari bangunan ini juga mencerminkan gaya bangunan Kolonial. Secara sekilas nampak seperti bangunan berkubah dengan ketebalan dinding dalam hampir mencapai 1 meter.

Menurut persepsi masyarakat, bangunan ini merupakan musholla yang ada sejak jaman VOC, sebab ada kubah diatasnya. Namun persepsi masyarakat tersebut sebenarnya kurang benar. Menurut penuturan Bapak Sulaiman, salah sorang pegawai dinas peternakan yang ditugaskan untuk menjaga lokasi tersebut, Bangunan tersebut difungsikan sebagai musholla hanya pada era pemerintahan orde baru saja, tatkala Benteng tersebut dialih fungsikan sebagai pusat peternakan sapi Madura.

Di utara Benteng saat ini terdapat bangunan Kandang Sapi yang ukurannya cukup luas, namun sejak jaman reformasi hingga sekarang sudah tidak difungsikan lagi. Saat ini kondisinya juga sangat memperihatinkan, hampir mirip dengan kondisi bangunan utama Benteng yang dibeberapa sudutnya sudah ditumbuhi semak belukar dan hancur.

Berikut foto-foto kondisi terkini Kondisi Fort Soemenep tahun 2013. Penelusuran kali ini juga kami abadikan menjadi film documenter bersama teman-teman Songennep Tempo Doeloe.

Kondisi dalam Benteng yang sudah berubah fungsi dan juga bangunannya, sudah nampak tak terawat lagi dan merusak stuktur bangunan benteng yang dulunya sebagai pusat pertahanan.

Kondisi salah satu penjara yang ada di dalam area benteng yang tertutup semak belukar.

Kondisi ruangan penjara yang hanya berukuran 1.5 meter X 1 meter.
Pintu keluar yang ada di sisi utara benteng, juga jalan masuk menuju Kandang Sapi milik dinas Peternakan Propinsi.

rekonstruksi bangunan benteng "Fort Soemenep" menurut kondisi saat ini.

Ca-kanca Komunitas Songennep Tempo Doeloe di depan Benteng "Fort Soemenep" di Desa Kalimo'ok, Kecamatan Kalianget.

Catatan:
- Jika TreTans ingin lebih mengetahui lebih jauh tentang sejarah Sumenep atau bergabung dengan Tim SEPOELOE (Songennep Tempoe Doeloe) dalam menguak Sejarah yang ada di Kabupaten Sumenep, silahkan bergabung di link Fanspage SEPOELOE.
- Terima Kasih kepada Tim SEPOELOE yang ikut berkonstribusi untuk web PulauMadura.com (Berbagi Seputar Pulau Madura) semoga bermanfaat bagi para pembaca.