Tampilkan postingan dengan label Batik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Batik. Tampilkan semua postingan

Pusat Baju dan Kain Batik Asli Madura Peri Kecil di Bangkalan

6/17/2019 Add Comment
Bukan hanya terkenal sebagai salah satu daerah penghasil garam dan Wisata Budaya Kerapan Sapi. Madura memiliki banyak hal yang sangat luar biasa yang masih terjaga kelestariannya, salah satunya adalah Batik Madura. Teman-teman sudah tahu belum tentang kekayaan dari Batik Madura?.

Siapa yang bisa mengira kalau Batik Madura banyak diminati dan populer di kalangan konsumen lokal dan internasional. Dengan bentuk dan motif yang khas, batik Madura khususnya batik tulis memiliki keunikan sendiri di mata konsumen. Berbagai gaya yang unik dan bebas, dan juga sifat pribadi produksinya dilakukan di unit, masyarakat Madura masih mempertahankan produksi tradisional, yang ditulis dan diolah dengan cara tradisional.

Pusat Oleh Oleh Kain Batik Madura Peri Kecil - Bangkalan

Merah, kuning, dan hijau muda, itulah warna ungulan batik madura. Untuk menciptakan warna khas yang indah itu, para pengrajin menggunakan bahan pewarna alami atau disebut soga alam. Misalnya warna merah yang dihasilkan dari buah mengkudu dan tingi. Warna biru diperoleh dari daun tarum.

Dan untuk warna hijau diciptakan dari kulit mundu ditambah dengan tawas. Efek terang atau gelap yang dihasilkan bergantung pada lamanya perendaman kain itu sendiri, bisa 3 bulan bahkan hingga 1 tahun. Makin lama kain direndam, maka akan semakin tahan lama dan gelap pula warna yang akan dihasilkan.

Bicara soal primadona Batik Madura adalah  Batik Gentongan. Disebut gentongan karena proses pembuatannya melalui proses perendaman warna dalam gentong. Pengrajin batik akan mencelup-celupkan kain batik yang telah digambar kedalam gentong dan mendiamkannya selama 24 jam, lalu mengulang mencelup-celupkannya lagi. Hal ini dilakukan selama enam bulan sampai satu tahun.

Pusat Oleh Oleh Baju Batik Asli Madura Peri Kecil

 

Gerai Peri Kecil Pusat Baju dan Batik Asli Madura

Di Kabupaten Bangkalan terdapat banyak pengrajin dan pengusaha batik Madura salah satunya yang bisa teman-teman temui di Batik Peri Kecil Madura yang terletak di Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan. Batik Peri Kecil ini bisa menjadi pilihan teman-teman untuk melihat langsung koleksi kain batik Madura dengan berbagai macam jenisnya.

Di Batik Peri Kecil terdapat koleksi batik Madura baik klasik maupun kontemporer. Di sana juga tersedia produk yang bisa teman-teman pilih seperti kain batik, baju batik, dan turunannya seperti taplak meja. Salah satu produk unggulan yang ada ialah batik untuk anak-anak dan batik tulis Madura.

Selain itu, tidak diragukan kualitas Batik yang ada di Rumah Perih Kecil karna disana sama sekali tidak menjual batik Printing dan semua asli Batik Tulis Madura mulai dari Bangkalan seperti Batik Tanjung Bumi, Sampang, Pamekasan dan Sumenep.

Harga yang ditawarkan untuk Batik Madura sendiri bervariasi dari yang biasa atau murah sekitar Rp. 55.000,- sampai dengan harga yang paling mahal dengan kualitas yang jauh lebih bagus dari batik biasa dengan kisaran harga Rp. 4.000.000,-

Galeri Kain dan Baju Batik Khas Madura Peri Kecil Bangkalan

Bukan hanya menyediakan produk dari batik saja, namun di Batik Peri Kecil juga tersedia Camilan Khas Madura, Perlengkapan Baju Sakera, Kaos Khas Madura, dan Aksesoris Khas Madura. Tidak sekedar melihat dan membeli koleksi batik saja, tetapi teman-teman juga bisa mengikuti pelatihan membatik secara gratis, terutama bagi sekolah yang ingin mengedukasi mengenai batik.

EDUKASI TENTANG KAIN BATIK ASLI MADURA


Saat berkunjung ke Gerai Batik Peri Kecil Madura teman-teman akan disambut sekaligus dilayani oleh pegawai yang sudah paham mengenai Batik Madura sendiri. Sambil melihat dan membeli batik kita bisa tanya-tanya mengenai batik Madura baik sejarah, pembuatan, maupun makna dari tiap-tiap motif batik yang ada.

Para pembeli di Batik Peri Kecil berasal dari seputaran Jawa Timur, ada juga pembeli yang berasal dari luar negeri dengan perantara tour guide maupun tamu kampus. Selain mendapatkan Batik, mereka juga diberi Pemahaman dan Edukasi berbagai macam Batik Madura.

Lokasi Baju Batik Asli Madura Peri Kecil di Bangkalan

Gerai Batik Peri Kecil buka setiap hari dari pukul 09.00 pagi dan tutup pada pukul 20.00 malam. Beralamat lengkap di Jalan Raya Tunjung No. 57 Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan atau tepat di belakang gedung Polsek Burneh. Kalau dari arah Sampang maupun pertigaan Tangkel Suramadu berjarak sekitar 1,5 Km.


Kalau teman-teman sedang berkunjung ke Pulau Madura tepatnya Kabupaten Bangkalan bisa langsung sempatkan waktu untuk melihat dan membeli berbagai koleksi Batik Madura di Batik Peri Kecil untuk dipakai sendiri ataupun oleh oleh untuk keluarga maupun teman.

VIDEO PROFIL BATIK PERI KECIL

Tiga Desain Baju Batik Madura Untuk Wanita

7/18/2018 Add Comment
Madura bukan sekadar dikenal dengan kegiatan karapan sapinya namun juga keindahan yang penuh warna yaitu batik Madura yang memiliki esensi seni bercita rasa unggul. Batik Madura merupakan salah satu warisan budaya Indonesia yang kini mulai banyak digandrungi oleh masyarakat Indonesia karena ragam motif batik tulis yang dimiliki Batik Madura.

Ditambah lagi saat ini, baju batik sendiri telah muncul dengan berbagai macam model dan bentuk. Dan kini, hampir semua model baju wanita yang tersedia menggunakan bahan kain dengan motif batik. Selain itu, model dan desain dari baju batik Madura sangatlah dinamis.

Yang dimaksud dinamis di sini adalah selalu muncul model yang terbaru apabila sedang trend. Saat ini, sangat mudah sekali kita temukan di pasaran model-model baju batik wanita yang sungguh beragam. Baik corak maupun modelnya. Berkat para seniman batik modern dan tangan-tangan para desainer batik yang kreatif, kini batik tidak terlihat kaku lagi.


Tiga Desain Baju Batik Madura Untuk Wanita


Bahkan, orang yang memakainya pun tidak akan terlihat kuno jika mengenakan busana batik. Batik juga cocok dipakai oleh anak-anak muda dengan menyesuaikan desainnya. Biasanya, untuk baju batik pria terkesan monoton. Dalam arti itu-itu saja dan tidak memiliki banyak model. Lain halnya dengan baju batik yang dikhususkan untuk wanita.
Model dan desain dari busana batik Madura untuk wanita sangatlah beragam dan cantik-cantik. Untuk para wanita, telah tersedia berbagai macam jenis baju batik. Misalnya, blus, gamis batik, dress, bolero, long dress, cardigan dan masih banyak lagi.

Intinya, teman-teman bisa menggunakan baju batik untuk dipakai dalam acara apapun karena saat ini semua model baju yang tersedia di pasaran telah tersedia dalam bentuk batiknya pula.

1. Dress Batik

Sebagai contoh kita bisa ambil dress batik. Berdasarkan pengertiannya, dress batik adalah model baju wanita yang memiliki ukuran yang panjang. Umumnya dress tersebut memiliki panjang selutut sehingga pakaian bawahan seperti rok dan celana tidak dibutuhkan lagi.

Dress juga bisa disebut sebagai baju terusan karena baju tersebut tidak memiliki potongan. Busana tersebut bisa dipakai untuk kerja ataupun acara-acara lainnya karena busana tersebut cukup praktis.

2. Blus Batik

Model baju batik untuk wanita yang selanjutnya adalah blus atau blouse. Blus atau blouse adalah jenis baju wanita yang panjangnya menutupi dada dari pundak hingga ke bawah garis pinggang. Biasanya blus terbagi menjadi dua jenis, yaitu blus dalam dan blus luar. Kalau kamu penasaran, teman-teman bisa mencarinya di internet.

3. Gamis Batik

Yang terakhir adalah gamis. Gamis adalah baju terusan yang panjangnya bisa mencapai mata kaki. Baju tersebut biasanya digunakan oleh para wanita Muslimah. Seorang wanita yang menggunakan gamis akan terlihat lebih anggun jika menggunakan jilbab, apalagi dengan warna yang senada.

Gamis batik juga telah tersedia di pasaran dengan berbagai macam model dan penambahan kombinasi. Selain jenis di atas, model baju batik yang tersedia di pasaran yang sedang trend adalah bolero, cardigan, jumpsuit, long dress, rok batik dan kebaya batik Berbicara tentang fashion wanita memang tidak akan ada habisnya ya.

Seperti merk Pakaian Massilca yang baru-baru ini resmi dilaunching. Pakaian Massilca sendiri merupakan merk pakaian khusus wanita yang memiliki desain simpel tapi tetap cantik. Pakaian Massilca juga cocok untuk teman-teman yang menggunakan hijab dengan potongan yang minimalis dan terkesan sederhana.

Meskipun banyak pilihan tapi pada intinya semua yang teman-teman kenakan tergantung dengan keinginan dan kebutuhan kalian. Mau pakai batik baik ke kantor atau hangout tidak ada salahnya juga lho. Kuncinya hanya satu yaitu percaya diri.

Mengunjungi Pengrajin dan Sentra Batik Klampar di Pamekasan

1/08/2017 Add Comment
Batik merupakan salah satu budaya yang sudah tidak asing di dengar lagi. Di Pulau Madura sendiri tepatnya di Kabupaten Pamekasan terdapat jenis batik yang berbeda dengan batik pada umumnya. Jika di Kabupaten Bangkalan terdapat Batik Gentongan yang berada di Kecamatan Tanjung Bumi maka di Kabupaten Pamekasan ada Kampung Batik Klampar yang terletak di Desa Klampar Kecamatan Proppo.

Beberapa waktu yang lalu Tim Gerbang Pulau Madura berkesempatan datang langsung ke sentra batik Klampar yang berjarak sekitar 5 Km dari Kota Pamekasan tersebut. Menurut cerita Batik Klampar ini sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu. Di desa Klampar sendiri terdapat kurang lebih 300 pengrajin batik yang meneruskan usaha keluarga mereka hingga saat ini.


Walaupun hampir di seluruh kabupaten di Madura mempunyai daerah sentra batik, batik tradisional asal Desa Klampar ini mempunyai keunikan tersendiri. Yakni kaya akan warna bahkan, dalam satu potong kain batik bisa lebih dari tiga warna. Warna-warna tersebut adalah coklat sagon (tua), hitam, merah, dan hijau.

Kalau diperhatikan secara teknis dan mendetail tidak ada perbedaan yang mendasar dalam pembuatan Batik Tulis Desa Klampar dengan batik-batik lainnya. Mulai dari memotif, mewarnai, mencelup hingga menjemur. Termasuk cairan untuk mewarnai kain yaitu malam yang direbus. Yang membedakan hanya paduan warna, motif, dan jenis kain yang digunakan.

Mengembangkan para Pengrajin di Sentra Batik Klampar

Untuk harga jual sendiri para pengrajin Batik Desa Klampar membagi dua segmen para konsumennya. Untuk segmentasi konsumen batik yang ekonominya menengah ke bawah misalnya, harga 1 potong kain batik hanya Rp 75 ribu hingga Rp 500 ribu. Batik tersebut berbahan dasar dari kain katun dan hanya melewati satu tahap pewarnaan.


Sedangkan untuk batik yang biasa dibeli kalangan ekonomi menengah ke atas, bahkan hingga tingkat menteri, harganya bisa mencapai Rp 1,5 juta per potong. Bahan dasarnya kain sutra asli dan melalui dua kali tahap pewarnaan. Setelah selesai diwarnai kemudian dijemur kemudian kering dan lanjut pada proses diwarnai lagi.
 
 
Dengan makin dikenalnya batik Desa Klampar, membuat warga desa tersebut semakin bersemangat membuka industri usaha kecil menengah (UKM) sebagai pengrajin batik. Tentu saja, dengan banyaknya UKM semakin mengurangi pengangguran yang ada di desa Klampar. Batik Klampar sendiri pernah memecahkan Rekor MURI dengan kategori batik terpanjang yakni 1530 meter.

Dinas Pemuda Olahraga dan Kebudayaan (Disporabud) Pamekasan mulai ambil bagian dalam menata desa. Dinas tersebut memproyeksikan Desa Klampar, Kecamatan Proppo sebagai desa wisata batik di Kota Gerbang Salam. Jika teman-teman penasaran ingin melihat dan membeli Batik Klampar yang murah atau mahal bisa segera datang ke Desa Klampar yang berjarak tidak terlalu jauh dari Kota Pamekasan tersebut

Sentra Kampung Batik Tanjung Bumi di Desa Paseseh - Bangkalan

10/11/2015 4 Comments
Batik merupakan salah satu karya budaya bangsa yang sudah tersohor sampai ke luar negeri. Hampir disetiap daerah di negeri ini memiliki sentra kerajinan batik, terutama Pulau Jawa dan sekitarnya. Sentra kerajinan batik sendiri menjadi wisata budaya yang banyak dijadikan destinasi oleh para wisatawan baik yang dari dalam negeri maupun luar negeri sendiri.

Pulau Madura yang terletak bersebelahan dengan Pulau Jawa ternyata juga memiliki beberapa sentra kerajinan batik. Salah satunya yang berada di Kabupaten Bangkalan tepatnya di Kecamatan Tanjung Bumi, terdapat sentra kerajinan batik Telaga Biru. Desa wisata ini memang sudah menjadi tempat berkumpulnya pengrajin juga pedagang batik sejak puluhan tahun yang lalu.

Sentra Kampung Batik Tanjung Bumi di Desa Paseseh - Bangkalan
Sentra Batik Tanjung Bumi di Desa Paseseh
Batik yang berasal dari desa ini memiliki motif batik tulis pesisir yang terkenal dengan penggunaan warna – warna tajam seperti warna merah. Hal ini berbeda dengan jenis batik tulis pedalaman yang memiliki motif dan warna yang kalem dan sederhana.letaknya yang terletak di pesisir pantai mewakili jiwa seni pengrajin batik pesisir yang terbuka dan berani dengan dunia luar.

Bagi para wisatawan yang ingin datang berkunjung untuk mengetahui langsung proses pembuatan batik, desa wisata ini atau desa Paseseh berjarak sekitar 45 km dari pusat kota Bangkalan. Sekitar 6 km saja dari Objek Wisata Pantai Siring Kemuning.

Untuk akses jalan menuju Kecamatan Tanjung Bumi memang mengalami kerusakan yang cukup parah karena akses jalan tersebut sering dilalui truk fuso yang mengangkut muatan berat. Angkutan umum pun juga sudah banyak tersedia siap untuk mengantar para wisatawan.

Dari Pelabuhan Kamal anda cukup memilih angkutan umum sejenis L 300 menuju pusat kota Bangkalan dan langsung menuju Kecamatan Tanjung Bumi dengan ongkos sekitar Rp. 15.000. Bila anda melalui Jembatan Suramadu dengan bus patas dari Terminal Bungurasih Surabaya anda tinggal turun di perempatan Tangkel, lalu menuju pusat Kota Bangkalan dengan angkutan umum. Setelah itu kembali naik angkutan umum menuju daerah pesisir utara Kecamtan Tanjung Bumi dengan L 300.

Gapura Kampung Batik Desa Paseseh Tanjung Bumi

Tepat dipinggir jalan di daerah Kecamatan Tanjung Bumi atau sekitar 50 meter dari Kantor Pos Tanjung Bumi ada Gapura yang berdiri. Memasuki Gapura tersebut anda akan langsung disuguhi rumah – rumah yang beralih fungsi menjadi tempat kerajinan batik tulis Tanjung Bumi.

Pada kesempatan kali ini Tim Pulau Madura berkesempatan untuk dapat berkenalan dengan salah satu pengrajin batik yang berada di kawasan desa sentra kerajinan batik Telaga Biru. Dibantu oleh kepala desa setempat kami diantar langsung menuju rumah pengrajin batik tulis Tanjung Bumi ini.

Setelah berkenalan dengan pengrajin batik kami pun diberi kesempatan khusus untuk melihat secara langsung proses pembuatan batik tulis Tanjung Bumi. Proses pembuatan batiknya juga tidak jauh berbeda dengan proses pembuatan batik di daerah lain. Dibuat pada selembar kain panjang dan diukir menggunakan malam yang ditempati canting tangan secara sabar juga telaten oleh pengrajin.

Sekilas Sejarah Batik Tanjung Bumi


Batik tulis Tanjung Bumi ini sudah lama ada, berawal dari kejenuhan para kaum ibu di kawasan pesisir mengisi waktu luang sambil menunggu suami datang kembali dari berlayar di lautan. Batik ini memiliki ciri khusus yang menjadi pembeda dengan batik tulis dari daerah lainnya. Adanya motif burung yang pasti terdapat di batik Tanjung Bumi ini, serta penggunaan warna merah yang sangat mewakili karakter penduduk pesisir khususnya Pulau Madura.

Dari segi seni, tampilan serta corak para pengrajin batik tulis di desa ini berbeda – beda. Hal ini bisa dapat anda buktikan langsung dengan mengunjungi beberapa pengrajin yang ada di kawasan tersebut. Semakin menambha kekayaan motif batik Tanjung Bumi yang ternyata hampir memiliki 1000 jenis motif.

Berbagai macam motif, seperti motif Rongterong, Ramo, Perkaper, Serat Kayu dan sebagainya. Ada satu jenis batik yang menjadi andalan yakni jenis batik Gentongan. Nama batik Gentongan sendiri berasal dari kata Gentong atau sejenis tempat besar yang biasa digunakan untuk menampung air.

Batik jenis Gentongan ini memiliki corak dan warna yang spesial, karakter yang kuat, warna yang lebih tajam dan membuat orang yang memakainya semakin menambah aura kewibawaan. Tidak salah jika harga yang ditawarkan untuk jenis batik Gentongan ini berkisar diatas Rp. 2.000.000 , harga tersebut bisa anda dapatkan bila langsung membelinya ke pengrajin.
Untuk anda yang memiliki budget terbatas namun menginginkan batik tulis Tanjung Bumi ini juga tersedia batik yang harganya bersahabat dengan kantong. Mulai dari harga Rp. 60.000 sampai Rp. 1.000.000 dengan motif dan warna yang juga tidak kalan menarik dengan batik Gentongan yang tersedia di toko ataupun penjualan secara online

Sebenarnya lamanya proses pembuatan batik dan tingkat kesulitan dalam pengerjaannya ini mempengaruhi nilai harga yang ditawarkan. Batik Gentongan menduduki kualitas tingkat pertama terutama dalam pewarnaannya. Membutuhkan waktu paling lama satu tahun dari mulai membuat corak, pewarnaaan dan perendaman batik dalam gentong. Batik di rendam di dalam gentong dan di letakkan pada kamar khusus yang tertutup serta tidak boleh ada orang yang masuk.



Menurut cerita Kepala Desa setempat yakni bapak Fauzi, di kawasan desa sentra kerajinan batik Tanjung Bumi ini hanya ada tiga orang pengrajin saja yang bisa membuat batik Gentongan. Jadi, tidak semua pengrajin yang berada di kawasan tersebut bisa membuat batik Gentongan.

Mitos yang beredar di masyarakat setempat mengatakan bahwa ketika proses pengangkatan batik dalam gentong tidak boleh terdengar kabar orang meninggal karena akan mempengaruhi warna batik menjadi memudar. Terdengar memang tidak masuk akal namun hal itulah yang memang kerap terjadi.

Sayangnya menurut cerita dari sebagian pengrajin batik tulis yang berada di kawasan sentra tersebut pemerintah daerah setempat masih belum memberikan perhatian khusus. Padahal kualitas batik Tanjung Bumi ini benar – benar bagus dan sudah melejit sampai luar negeri.

Semoga dengan semakin banyaknya wisatawan yang datang berkunjung ke Objek Wisata Budaya Batik Tanjung Bumi ini menjadikan pemerintah setempat semakin profesional mengelola salah satu warisan budaya nenek moyang ini.

Bagaimana ? anda sudah tertarik untuk datang berkunjung ke kawasan sentra batik Tanjung Bumi di Kabupaten Bangkalan ini ?. Mari datang ke Pulau Madura, jadikan Objek Wisata Budaya ini menjadi destinasi perjalanan anda selanjutnya. Memperkaya pengetahuan akan keragaman batik Nusantara.

KISAH BATIK TULIS TANJUNG BUMI | BATIK GENTONGAN



Lokasi GPS Sentra Kampung Batik Tanjung Bumi Desa Paseseh