Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Daftar Hasil Lomba Kerapan Sapi Tingkat Kabupaten Sampang 2018

10/01/2018 Add Comment
Kerapan Sapi memang dikenal menjadi icon dari Pulau Madura, selain itu Kerapan Sapi rutin diadakan lomba pada setiap tahunnya. Banyak masyarakat Madura yang antusias untuk ikut meramaikan lomba tahunan ini. Sapi-sapi peliharaan terbaik yang mereka miliki dilatih serta dirawat secara khusus untuk diperlombakan.

Tidak lupa juga banyak tamu wisatawan lokal dan asing yang jauh-jauh datang untuk melihat kegiatan bergengsi ini. Perlombaan mulai dari tingkat Kabupaten sampai memperebutkan piala presiden. Diramaikan oleh 4 Kabupaten yang ada di Madura mulai dari Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Sampang, Kabupaten Pamekasan dan Kabupaten Sumenep.


Gelaran lomba Kerapan Sapi 2018 di Madura sudah dimulai. Pada tanggal 30 September 2018 kemarin giliran Kabupaten Sampang yang mengadakan Kerapan Sapi tingkat Kabupaten. Seperti biasanya pemenang Kerapan Sapi tingkat Kabupaten ini akan dikirim mewakili Kabupaten untuk bertanding kembali ditingkat Piala Presiden.


Suksesnya Gelaran Kerapan Sapi Tingkat Kabupaten Sampang


Lomba Kerapan Sapi Tingkat Kabupaten Sampang diadakan di lapangan Kerapan Sapi Pantai Priuk, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang - Madura.

Perlu diketahui bahwa Lapangan Kerapan Sapi Pantai Priuk ini merupakan lapangan Kerapan Sapi terindah yang ada di Pulau Madura karna penonton disuguhkan indahnya pemandangan yang langsung menghadap Laut Jawa

Tidak hanya itu saja, para wisatawan juga bisa melakukan Wisata Edukasi Budaya Kerapan Sapi dengan mengunjungi kandang sapi milik H. Sahid yang lokasinya berdekatan dengan Lapangan Kerapan Sapi Pantai Priuk.

Pada lomba kali ini diikuti sejumlah 24 peserta yang berasal dari berbagai macam daerah di Kabupaten Sampang. Pada hari Minggu sejak pagi sampai sore semua peserta hadir memenuhi lapangan Kerapan Sapi.

Acara Kerapan Sapi Kabupaten Sampang ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga. Turut diundang Kapolres Sampang, Dandim 0828, FORKOPIMCAM, Ketua PORKESAB Kabupaten Sampang dan tokoh penggemar Kerapan Sapi yakni H. Sahid.


Berikut ini adalah Daftar Golongan Menang dan Golongan Kalah pada Perlombaan Kerapan Sapi di Kabupaten Sampang Tahun 2018

GOLONGAN MENANG

Juara 1 : "Jet Matic" – H. Sahid Ketapang

Juara 2 : "Baong 99" – Haris Sampang

Juara 3 : "Hajar Bos" – IPTU. Ivan Drajat, S.IK


GOLONGAN KALAH

Juara 1 : "Ronggolawe" – Fayik Inayah Torjun

Juara 2 : "Indah Pada Waktunya" – HJ. Nonik Kedundung

Juara 3 : "Bojoku Nakal" – H. Aulia Rahman Torjun

Para pemenang akan mewakili Kabupaten Sampang pada Kerapan Sapi Piala Presiden pada akhir bulan Oktober 2018. Pada Festival Sapi Sonok di Kabupaten Sampang, Tentunya masyarakat Sampang menginginkan salah satu perwakilan bisa menjadi juara di Ajang Piala Presiden nanti.

Dalam acara tersebut, Kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sampang melalui Endah Nur Siskawati, SST.Par, selaku Kasie Pariwisata Disporabudpar Sampang berharap:

“Harapan ke depan bahwa Kerapan Sapi tradisional sebagai icon Madura, bahkan icon Indonesia bisa lebih mendunia. Semoga Kerapan Sapi selalu bisa membawa nama Madura di dunia internasional. Khususnya Kabupaten Sampang bisa menambah jumlah target kunjungan wisata Indonesia..”.

Terlepas dari semuanya Kerapan Sapi memang merupakan kegiatan tahunan yang paling dinanti oleh semua masyarakat Madura juga para wisatawan. Melestarikan tradisi dan budaya melalui kegiatan yang sportif dan tentu menyenangkan semua yang datang menonton. 

Jangan Lewatkan Wonderful Food Culinary and Shopping 2018

9/21/2018 Add Comment
Teman-teman, menurut kalian kira-kira asyik tidak kalau belanja sambil kulineran? Saya yakin jawabannya pasti sangat asyik. Siapa sih yang tidak suka makan-makan? Atau siapa yang bisa menolak kalau diajak belanja?. Jadi, saya mau bilang bagi kalian pecinta kuliner dan belanja maka bersiaplah untuk menghadapi event yang satu ini.

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dan Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) menggelar ajang Wonderful Indonesia Culinary dan Shopping Festival (WICSF) untuk ketiga kalinya. Ajang ini diselenggarakan di seluruh pusat belanja di Indonesia selama satu bulan, mulai 27 September - 27 Oktober 2018 dengan berbagai penawaran diskon.

Memasuki tahun ketika, Wonderful Food Culinary and Shopping menawarkan konsep yang heboh. WICSF 2018 akan secara resmi dibuka di Beachwalk Shopping Center, Bali, pada 27 September yang bertepatan dengan hari pariwisata dunia. Pasalnya, bakal ada 150 mal di Indonesia yang ambil bagian dari ajang Wonderful Food Culinary and Shopping ini.


Jangan Lewatkan Wonderful Food Culinary and Shopping 2018


Gelaran tahunan yang dimulai sejak 2016 ini merupakan ajang promosi wisata yang berkaitan dengan kuliner dan belanja produk lokal seperti batik, tenun dan barang kerajinan termasuk fashion. Wonderful Indonesia Culinary and Shopping Festival (WICSF) digelar atas kerja sama antara Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia dan Kementerian Pariwisata, yang biasanya diadakan serentak di beberapa mal di sejumlah kota di Indonesia.

Tersebar di 20 provinsi mulai dari Riau hingga Kalimantan Timur, deretan mal ini bakal menyuguhkan berbagai pameran busana hingga kuliner yang wajib kamu coba. Menariknya, tiap provinsi bakal menghadirkan konsep yang berbeda-beda demi menarik wisatawan untuk berbelanja.

Khusus untuk teman-teman yang tinggal di Jakarta, mal seperti Kota Kasablanka, Gandaria City, Baywalk Mall Pluit, Emporium Pluit Mall, Lippo Mall Puri, Mall Bassura, Lippo Mal Kemang, dan Plaza Festival bakal memeriahkan ajang ini. Teman-teman juga bisa menikmati berbagai aktivitas menarik seperti Bakmi Festival, Festival Kuliner Asia hingga Pop Up Bazar Culinary.

Buat yang gemar belanja hemat, ada Promo Spesial Makanan yang siap memanjakan teman-teman. wisata kuliner dan belanja memiliki daya pikat tersendiri bagi para wisatawan, baik wisatawan nusantara maupun mancanegara. Itulah yang menjadikan WICSF masuk dalam kalender kegiatan tahunan. Tahun 2018 ini memasuki tahun penyelenggaraan ketiga.


Acara tahunan WICSF 2018 merupakan sebuah ajang menarik yang dipetakan secara strategis guna mendorong perekonomian, menaikkan angka transaksi kuliner belanja yang memberikan kontribusi kepada sektor pariwisata, yang terpenting juga mendatangkan wisatawan mancanegara dari negara tetangga terdekat,

Ajang ini juga berdampak untuk pelaku UMKM sehingga terus menghasilkan produk yang berkualitas. Mulai dari kain, pakaian batik, tenun, hingga produk kerajinan. Pada wisatawan-wisatawan yang berasal dari sejumlah negara tertentu, mereka memiliki perilaku serupa ketika melancong ke negara lain, termasuk Indonesia.

Yaitu belanja, berburu kuliner lokal, dan menikmati pantai atau wisata alam. Indonesia sangat potensial untuk ketiga jenis wisata tersebut. Selain itu Menteri Pariwisata Arief Yahya menyambut baik acara Wonderful Food Culinary and Shopping dan berharap acara yang masuk ke dalam 100 Calender of Event Kemenpar ini dapat terus dilaksanakan untuk menggairahkan sektor pariwisata.

Well, belanja sambil kulineran sudah pasti tidak bisa teman-teman tolak bukan?. Apalagi acara ini berlangsung selama satu bulan penuh. Yuk, persiapkan diri teman-teman dan tentu siap untuk merogoh kocek yang lebih dalam lagi. Selamat menikmati!.

Festival Sapi Sonok se Madura Tahun 2018 di Kabupaten Sampang

7/01/2018 Add Comment
Kalau ditanya, apa yang kalian paling ingat dan ketahui dari Pulau Madura? Jawabannya pasti tidak akan jauh dari Sate dan Kerapan Sapi. Betul kan?. Iya, Pulau Madura memang terkenal sekali akan kedua hal tersebut, bahkan keduanya menjadi icon dari Madura. Selain Kerapan Sapi yang sering sekali dipertandingkan di berbagai daerah di Madura ternyata ada juga kontes sapi lainnya lho.


Yakni Festival Sapi Sonok, sudah pernah dengar? Atau ada yang masih asing dengan festival tahunan ini?. Hari sabtu, 30 Juni 2018 festival Sapi Sonok kembali digelar tepatnya di Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang Madura. Kali ini bukan lomba adu kecepatan sapi saat berlari melainkan ajang festival memamerkan kecantikan para sapi betina.

Festival sapi sonok ini mirip dengan kontes peragawati. Sepasang sapi sonok pun tampak berlenggang mengikuti alunan musik group saronen, musik tradisional khas Madura. Festival sapi sonok tahun ini lebih menyedot perhatian peternak sapi ras Madura. Tidak kurang 40 pasang sapi sonok se-Madura unjuk kebolehan di arena sepanjang 30 meter. Setiap tampil, ada 3 pasang sapi sonok yang melenggang di atas arena rumput. 


Event tahunan ini dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sampang, Bapak Drs. Aji Waluyo, M.Si, Camat Sokobanah, FORKOPIMCAM Sokobanah, Ketua Paguyuban Sapi Sonok se-Madura, SKPD terkait se-Kabupaten Sampang dan Kepala Desa serta tokoh masyarakat pantura wilayah Kabupaten Sampang.

Dalam sambutannya Sabtu pagi Kepala Dinas Pariwisata menjelaskan,
“Dengan adanya festival tahunan sapi sonok, diharapkan akan semakin membuat banyak wisatawan datang ke Kabupaten Sampang serta mengangkat perekonomian Masyarakat Sampang.”
Ajang festival Sapi Sonok tahun ini memang sengaja memilih tempat di daerah Pantura (Pantai Utara) Madura. Bukan tanpa alasan lho pemilihan tempat ini. Pemilihan daerah Pantura Kabupaten Sampang untuk memperkenalkan Keindahan Alam terutama Pantai di 4 Kabupaten yang ada di Madura yakni Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep.

Menghias Sapi Sonok


Sebelum tampil di arena, sepasang sapi sonok dihias terlebih dahulu. Badan sapi sonok diberi "Baju Kebesaran". Baju berbahan kulit yang dililit ke leher sapi. Baju berhias pernak-pernik manik-manik. Kepala sapi juga diberi mahkota. Tandukpun diberi selongsong hiasan emas. Aneka hiasan tampak pula dipasang melilit leher sapi.


Hiasan yang menjuntai hingga mata kaki ini, kelihatan mewah. Beberapa pemilik sapi sonok, malah membelikan kalung berbahan emas seharga puluhan juta rupiah. Saat tampil di arena, sepasang sapi sonok diiringi grup musik saronen khas Madura. Grup musik tradisional dengan sembilan orang penabuh alat musik itu, terus mengiringi setiap langkah sapi.

Baca juga: Sejarah, Tradisi dan Kontes Sapi Sonok Madura

Setiap penabuh alat musik tampak ikut menari di arena sepanjang 30 meter. Sedangkan pemegang tali kekang sapi, tampak memimpin grup saronen. Sembari mengendalikan sapinya, pemegang tali kekang ikut menari. Gerakannya mirip kembangan jurus silat. Secara keseluruhan, tampilan sapi sonok menjadi tontonan menarik.

Sebuah tontonan khas tradisi yang tak dimiliki daerah lain di Indonesia. Yang menarik dari kontes sapi sonok. Utamanya berkaitan dengan harga sapi. Jika sapi sonok tampil memukau dan mendapat penghargaan dari panitia, maka harganya akan berlipat-lipat. Betapa tidak. Sapi sonok yang berhasil memboyong tropi, maka harganya akan dipatok sekitar Rp 30 juta.


Artinya, sepasang sapi sonok akan dihargai Rp 60 juta. Itu kenapa festival sapi sonok ini selalu dinantikan oleh para peternak sapi betina dan tentunya semua wisatawan yang ingin datang ke Madura untuk berlibur. 

Pada Festival Sapi Sonok di Kabupaten Sampang, Endah Nur Siskawati, SST.Par, selaku Kasie Pariwisata Disporabudpar Sampang berharap:

“Gelaran Festival Sapi Sonok di Kabupaten Sampang ini sekaligus melestarikan Budaya Asli Madura dan diharap mampu menarik kunjungan wisata Lokal maupun dari luar Pulau Madura.”

Memang sebaiknya kita sebagai orang madura, terlebih lagi generasi muda wajib untuk ikut serta menjaga berbagai budaya dan tradisi yang ada di Madura agar tidak mudah tergerus oleh perubahan zaman dari waktu ke waktu.

Hasil Lomba Kerapan Sapi Piala Bupati Sampang 2017

10/09/2017 Add Comment
Pagelaran Kerapan Sapi merupakan kegiatan turun temurun yang selalu diadakan setiap tahun di Pulau Madura. Kegiatan kerapan sapi ini diikuti oleh empat Kabupaten yang ada di Madura yakni Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep. Puncaknya adalah kerapan sapi piala presiden yang memperebutkan Trophy Bergilir Piala Presiden.


Kerapan sapi piala presiden ini biasa dilaksanakan di Kabupaten Pamekasan sebagai Kabupaten terbesar yang ada di Madura. Minggu, 8 Oktober 2017 kemarin berlangsung kegiatan kerapan sapi Piala Bupati di Kabupaten Sampang. Kerapan Sapi kemarin diikuti sekitar 24 pasang sapi untuk memperebutkan juara dan dikirim sebagai wakil Kabupaten Sampang dalam Kerapan sapi piala presiden pada tanggal 29 Oktober 2017 nanti di Pamekasan.

Perlu diketahui bahwa 2 tahun berturut-turut Kabupaten Sampang menjadi pemenang di Ajang Kerapan Sapi Piala Presiden yakni Tahun 2015 oleh Sapi “Jet Matic” dan 2016 oleh Sapi “Predator”

Kerapan sapi piala bupati diadakan di Stadion Mitra Kencana - Pangarengan Sampang dan dimulai jam 08.00 sampai jam 14.00 WIB. Kegiatan Kerapan Sapi piala bupati dibuka langsung oleh Bupati Kabupaten Sampang H. Fadhilah Budiono. Lapangan stadion Pangarengan kemarin dipenuhi oleh penonton dan peserta kerapan sapi dari berbagai wilayah di sekitar Sampang.

Dari kegiatan kemarin telah terpilih 6 pasang sapi yang akan mewakili Kabupaten Sampang pada Kerapan Sapi Piala Presiden nanti. 6 pasang sapi yang telah terpilih tersebut merupakan 3 pasang sapi Golongan Menang dan 3 pasang sapi Golongan Kalah. Masing-masing pasang sapi tersebut berhak atas beberapa hadiah berikut :

Golongan Menang

Juara 1 – Sepeda Motor Honda Beat CW
Juara 2 – Lemari Kulkas Polytron Belessa 2 Pintu
Juara 3 – TV LED Polytron 32" with Subwoofer Sound


Golongan Kalah

Juara 1 – Sepeda Motor Honda Beat Pop
Juara 2 – Lemari Kulkas Polytron Belessa 2 Pintu
Juara 3 – TV LED Polytron 32"

Menurut Endah Nur Siskawati, SST.Par, Kasie Pariwisata Disporabudpar Sampang:
“Kerapan Sapi sebagai branding dan icon Madura dapat terus dilestarikan sebagai atraksi kebanggaan masyarakat Madura dan bisa menarik jumlah kunjungan wisata terutama mancanegara sehingga dapat berimbas pada Perekonomian Masyarakat Sampang”.

Semoga kegiatan Kerapan Sapi bisa terus diadakan setiap tahunnya di Madura sebagai wujud pelestarian budaya Madura. Selanjutnya kita tunggu Piala Bergilir Kerapan Sapi Piala Presiden 2017 di Kabupaten Pamekasan nanti.

HASIL PEMENANG KERAPAN SAPI PIALA BUPATI SAMPANG 2017


Golongan Menang:
Juara 1 : "Jet Matic 2" - An. H. Sahid - Ketapang
Juara 2 : "Predator" - An. Arif - Duwe' Pote
Juara 3 : "Stel Balap" - An. Abiem - Torjun

Golongan Kalah:
1. "Joko Sakti" An. Ivan Drajat - Kedungdung
2. "Door to Door" An. H. Abdullah Hidayat - Bringin Nunggal Torjun
3. "Angin Ribut" An. H. Achmad Hakiki - Ketapang

Menduniakan dan Membangun Madura oleh Blogger Madura dan BPWS

12/18/2016 Add Comment
Mimpi untuk bisa memperkenalkan Madura kepada dunia luar bukan lagi sekadar mimpi. Hal ini telah dibuktikan oleh teman-teman dari Komunitas Blogger Plat-M yang bekerjasama dengan pihak Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) beberapa minggu yang lalu. Kegiatan ini jelas tidak kita sia-siakan begitu saja, Tim Gerbang Pulau Madura juga turut berpartisipasi meramaikan kegiatan yang berlangsung selama empat hari mulai tanggal 22 – 26 November 2016

Lalu bagaimana cara yang dilakukan untuk bisa memperkenalkan Madura kepada dunia luar ?. Dengan memanfaatkan dunia maya yang menjadi acuan pertama masyarakat dalam menerima berbagai berita maupun informasi. Komunitas Blogger Plat-M mengudang sekitar 40 blogger yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia untuk turut serta meramaikan kegiatan ini dengan Hastag #MenduniakanMadura dan #JejakBPWS


Ke 40 Blogger Nasional tersebut diajak untuk berkeliling Madura dan melihat apa saja potensi yang ada di Madura. Hal terpenting lagi mereka akan tahu bahwa BPWS berperan utama dalam pengadaan beberapa pembangunan infrastruktur yang ada di Madura. Selama empat hari kemarin para blogger bisa leluasa melihat Madura dari dekat untuk mereka tulis dalam blog pribadi bukan hanya itu para blogger diminta untuk meramaikan kegiatan ini pada setiap akun media sosial yang mereka miliki.

Blogger Diajak Melihat 3 Kawasan Pembangunan BPWS

Hal ini diharapkan bisa memberikan satu gebrakan dalam dunia maya bahwa Madura siap dikenal dimana saja. Ada beberapa kunjungan peserta yang menjadi titik utama untuk dipromosikan di media sosial. Beberapa kawasan tersebut sedang dalam proses pengembangan dan beberapa lainnya memang sudah dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar.


Badan Pelaksana BPWS telah melakukan berbagai kegiatan pengelolaan dan pembangunan infrastruktur wilayah yang dilaksanakan di 3 (tiga) kawasan.

1. Kawasan Kaki Jembatan Sisi (KKJS) Surabaya (600 Ha).
2. Kawasan Kaki Jembatan Sisi (KKJS) Madura (600 Ha).
3. Kawasan khusus di Utara Pulau Madura (600 Ha).

Kawasan Kaki Jembatan Sisi Surabaya (KKJSS) dan Kawasan Kaki Jembatan Sisi Madura (KKJSM) dikembangkan untuk mendorong perkembangan ekonomi, sedangkan kawasan khusus di Utara Pulau Madura untuk pengembangan kawasan Pelabuhan Peti Kemas. Para peserta diajak melihat langsung ketiga kawasan yang masih dalam proses pembangunan tersebut.

Bukan hanya berkunjung ketiga kawasan utama tersebut tapi para blogger juga diajak untuk menikmati beberapa kawasan pariwisata yang juga dibangun dan dikembangkan oleh BPWS. BPWS juga memberikan perhatiannya kepada kawasan pariwisata yang ada di Madura yang berpotensi untuk bisa menarik masyarakat luar supaya datang ke Madura.

Menyusuri Kawasan Pesisir Pantai Utara di Madura

Hari pertama para blogger diantar untuk menikmati kawasan pesisir pantai utara di Madura. Kawasan ini memang menjadi pilihan kedua untuk bisa berkeliling Madura, bisa dikatakan pesisir utara ini akses transportasi jalan tercepat bila dibandingkan saat kita melewati jalan utama menembus 4 Kabupaten yang ada di Madura.

Di Pesisir Utara sendiri ada pembangunan kawasan peti kemas dan para blogger diajak masuk ke dalam tapi masih sebatas di rest area saja. Kemudian perjalanan dilanjut menuju kawasan wisata Hutan Kera Nepa dan Pantai Nepa, disanalah para blogger dan panitia menginap semalam untuk bisa menggali potensi Nepa lebih banyak lagi.

Selama semalam berada di Nepa, blogger diajak untuk berkomunikasi langsung dengan para masyarakat dan beberapa petinggi yang ada disana. Mereka mendapat penjelasan dari Kepala Desa langsung mengenai kawasan wisata Nepa. Selain Kepala Desa, juga hadir perwakilan dari BAPPEDA Sampang dan perwakilan dari pihak BPWS sendiri.

Keesokan paginya para blogger diajak untuk menikmati indahnya pantai Nepa yang masih alami dan memasuki Hutan Kera Nepa. Pada saat itu juga diadakan game khusus untuk bisa menyegarkan suasana dan bertujuan supaya panitia dengan blogger lebih dekat lagi. Setelah semua selesai dilanjut sarapan pagi yang disediakan khusus oleh para masyarakat sekitar langsung.

Menu sarapan yang disediakan adalah menu makanan yang biasa disantap oleh masyarakat sekitar sehari-harinya. Setelah selesai sarapan semua blogger dan panitia berpamitan untuk kembali melanjutkan perjalanan yakni destinasi wisata kedua Air Terjuan Toroan yang berada sekitar 5 Km dari kawasan Nepa.

Air Terjuan Toroan dan Pelabuhan Pasongsongan

Sama seperti kawasan wisata lainnya yang ada di Madura, Air Terjun Toroan diam-diam menyimpan keindahan alam yang begitu mengagumkan. Ditambah pemandangan aliran air terjun yang langsung turun ke laut berhasil membuat para blogger berdecak kagum. Menurut beberpa informasi yang kita dapat bahwa Air Terjun Toroan ini merupakan air terjun terbesar yang ada di Madura sementara ini.

Setelah puas menikmati indahnya kawasan Air Terjun Toroan rombongan pun kembali melanjutkan perjalanan yakni menuju Pelabuhan Pasongsongan yang masuk ke dalam Kabupaten Sumenep. Di Pelabuhan Pasosongan ini merupakan tempat aktivitas jual beli ikan, ada banyak nelayan yang langsung menjual dan memasok hasil tangkapan mereka jadi tidak heran kalau kawasan ini ramai dengan para penjual ikan.

Menyeberang Menuju Pulau Gili Iyang

Setelah selesai melihat aktivitas jual beli yang ada di Pelabuhan Pasongsongan, perjalanan hari kedua dilanjut menyusuri daerah pantai utara. Perjalanan kami pun berhenti di Pelabuhan Dungkek untuk menyeberang menuju Pulau Gili Iyang. Di Gili Iyang nanti semua peserta dan panitia akan kembali bermalam dan tentunya melihat apa saja infrastruktur yang telah dibangun BPWS disana.

Menggunakan perahu motor selama 45 menit perjalanan dimulai hingga akhirnya semua tiba di Gili Iyang. Disana para blogger dan panitia akan diangkut dengan dorkas untuk bisa mengelilingi Gili Iyang yang memiliki luas sekitar 9,15 Km tersebut. Akses jalan utama yang dipaving adalah bentuk pembangunan yang dilakukan oleh BPWS. Tentunya jalan utama tersebut sangat membantu aktivitas masyarakat sekitar sehari-hari.

Para rombongan diantar menuju Home Stay yang sudah disediakan oleh panitia dan masyarakat sekitar untuk menyimpan barang bawaan dan beristirahat sebentar. Kemudian dilanjut untuk makan siang di salah satu rumah warga dan disana kembali terjalin keakraban para peserta, panitia dan masyarakat sekitar. 

Perlu diketahui pula bahwa Home Stay di Pulau Gili Iyang juga dibangun oleh BPWS untuk para pengunjung yang akan berwisata ke Pulau Gili Iyang dan pengelolaannya diserahkan kepada Masyarakat sekitar.

Masuk Ke Gua Mahakarya dan Lanjut Bermalam di Home Stay Gili Iyang

Setelah selesai makan siang para blogger diberikan pilihan untuk destinasi wisata selanjutnya yakni Gua Mahakarya atau Beto Cangge. Beberapa blogger antusias dan bersemangat untuk bisa ke Batu Cangge namun akhirnya dibatalkan karena mengingat cuaca saat itu tidak memungkinkan untuk menuju kesana.

Akhirnya semua blogger diajak masuk ke Gua Mahakarya, perlu diketahui bahwa Pulau Gili Iyang sendiri memiliki beberapa kawan wisata alam yang indah selain kawan utamanya yakni Titik Oksigen. Selama berada di dalam gua yang diantar langsung oleh penjaga gua, para blogger bisa dengan bebas mengexplore semua hal yang ada di dalamnya.

Pintu masuk gua yang sempit dan beberapa terowongan yang ada di dalam gua yang hanya bisa dilewati dengan cara merunduk saja menjadi satu hal yang sangat menyenangkan bagi wisatawan. Karena rasa lelah sudah mulai datang menyapa, perjalanan hari kedua pun berakhir dan semua rombongan kembali ke Home Stay untuk beristirahat.

Home stay yang kami tempati ternyata merupakan titik oksigen kedua yang ada di Pulau Gili Iyang. Menurut informasi yang kami terima dari masyarakat sekitar bahwa waktu terbaik untuk bisa merasakan segarnya oksigen disana adalah pukul 2 pagi. Jadi, waktu tersebut tidak disia-siakan, banyak blogger yang sudah bangun terjaga untuk bisa menikmati sejuknya oksigen yang ada di Gili Iyang.

Sarapan Pagi di Pantai Ropet dan Melihat Fosil Ikan Paus

Pagi harinya para blogger diajak untuk sarapan di sekitar Pantai Ropet, pantai ini merupakan salah satu kawasan wisata yang ada di Gili Iyang. Sebelum menuju ke pantai, disempatkan untuk melihat fosil ikan paus yang pernah terdampar di Gili Iyang. Fosil tersebut disimpan dan menjadi tontonan bagi wisatawan yang kesana.


Sarapan di tepi jurang pantai Ropet ini memberikan kesan yang paling diingat oleh semua blogger. Menikmati sunrise, suara kicauan burung, deburan ombak yang menggulung dan angin sepoi-sepoi menambah akrab suasana pagi itu. Kembali masyarakat sekitar menyiapkan menu sarapan pagi untuk blogger dan panitia.

Tidak banyak waktu yang kami miliki untuk bisa menggali berbagai potensi yang ada di Gili Iyang. Sekitar pukul 8 pagi dua perahu motor kembali mengangkut kami menuju Pelabuhan Dungkek setelah berkemas. Hari ketiga ini agenda para blogger cukup padat, ada tempat selanjutnya yang sudah menanti.

Budidaya Rumput Laut dan Bandara Trunojoyo Sumenep

Setibanya kembali di Pelabuhan Dungkek kemudian para blogger kembali naik bus dan melanjutkan perjalanan menuju kawasan budidaya rumput laut yang berada di Kecamatan Saronggi Kabupaten Sumenep atau sekitar 10 Km dari Pelabuhan Dungkek. Disana semua blogger diajak untuk melihat langsung proses budidaya rumput laut yang dikelola langsung oleh masyarakat sekitar.

Waktu itu banyak rumput laut yang sedang dijemur di bawah terik matahari, hal tersebut menarik perhatian blogger untuk kembali mereka liput. Disana juga kami bisa mencicipi sajian berupa puding yang terbuat dari rumput laut yang dihasilkan oleh masyarakat yang membudidayakan rumput laut.

Tidak lama kemudian perjalanan dilanjutkan menuju Bandara Trunojoyo Sumenep. Bandara ini menjadi satu-satunya akses transportasi udara yang bisa digunakan jika kita akan bepergian menuju Sumenep dan beberapa daerah sekitar seperti Pulau Bawean. Jadi, jika ada teman-teman yang ingin berkunjung ke Sumenep dan tidak ingin melewati jalan panjang yang membutuhkan waktu sekitar 4 jam bisa mengunakan pesawat yang menuju Bandara Trunojoyo. 

Rencananya BPWS akan memperlebar jalan akses menuju Bandara Trunojoyo, semoga program ini bisa terealisasi segera demi kenyamanan semua orang yang akan bepergian maupun datang ke Kabupaten Sumenep melalui pesawat yang ada di Bandara Trunojoyo Sumenep.

Desa Batik Klampar di Kabupaten Pamekasan

Menujungi wisata alam dan melihat beberapa pembangunan infrastruktur BPWS, kali ini para blogger diajak untuk mengunjungi kawasan budaya yakni Desa Batik Klampar. Kembali BPWS memiliki peran utama dalam pembangunan desa ini, yakni membangun akses jalan dan penerangan di sekitar jalan utama Desa Klampar.

Disana juga teman-teman blogger bia melihat langsung proses pembuatan batik Klampar yang sudah terkenal itu. Hampir semua pemilik galeri batik yang ada di Madura mengambil batik dari Desa Klampar ini. Bapak Ahmadi selaku pemili Batik Klampar mentyambut rombongan blogger dengan antusias. Para blogger juga diajak masuk ke dalam galeri yang tersedia disana.

Ada banyak sekali koleksi batik yang sudah dihasilkan oleh para ibu-ibu pembatik di Desa Klampar. Dengan varian motif, corak, bahan dan tentunya harga yang sangat bervariasi, mulai dari puluhan ribu sampai puluhan juta tersedia disana. Bapak Ahmadi juga menjamu blogger dan panitia yang datang berkunjung pada saat itu.

Setelah selesai makan siang dan membeli beberapa batik dari galeri, para rombongan blogger dna panitia melanjtkan perjalanan menuju Kabupaten Bangkalan. Malamnya para rombongan akan menginap disana tepatnya di Kecamatan Kwanyar Kabupaten Bangkalan. Menjadi tempat terakhir persinggahan para blogger dalam menapaki jejak BPWS di Madura.

Desa Kwanyar Syarat Keunikan dan Religius

Menempuh perjalanan darat sekitar 90 Km dari Desa Klampar cukup memakan waktu, Kamis malam akhirnya rombongan tiba di kantor Kecamatan Kwanyar dan disambut meriah oleh banyak masyarakat sekitar juga jajaran Dinas dari Kecamatan Kwanyar

Setelah mendapat sambutan dan mencicipi makanan khas Kwanyar rombongan dipersilahkan untuk sholat di Masjid Cendana yang berada tepat didekat makam Sunan Cendana, salah satu tokoh penting di Kwanyar dan Madura. Adanya makan Sunan Cendana ini menjadikan desa Kwanyar sebagai desa yang cukup religius.

Malamnya, semua blogger dan panitia disediakan tempat untuk bermalam di rumah penduduk. Pada malam terakhir setelah santap malam, blogger diperlihatkan bagaimana cara menggoreng krupuk udang tanpa minyak. Beberapa blogger lainnya berdiskusi dengan petinggi dan sesepuh di Desa Kwanyar.

Hadir juga pejabat DPRD Pariwisata malam itu, tentunya diskusi ringan berjalan cukup menarik dan banyak informasi mengenai pariwisata Bangkalan yang bisa didapat. Menjelang tengah malam, semua dipersilahkan untuk beristirahat, semalaman hujan mengguyur desa Kwanyar tanpa henti sampai pagi hari.

Setelah sarapan pagi, rombongan bersiap-siap untuk kembali menuju kawasan selanjutnya.Sekitar pukul 8 pagi rombongan blogger dan panitia berangkat, yakni menuju kawasan Universitas Trunojoyo Madura.

Kembali menapaki Jejak BPWS di kawasan kampus terbesar di Madura tersebut, berupa pembangunan akses jalan umum untuk bisa masuk ke area kampus. Dari dalam bus para blogger melihat jalan yang sudah dibangun dan beberapa titik yang masih dalam proses pembangunan. Akses jalan ini memudahkan semua orang juga masyarakat sekitar untuk bisa sampai ke UTM.

Perjalanan Terakhir Menapaki Jejak BPWS

Perjalanan terakhir kami berujung pada Galeri Oleh-Oleh khas Madura yakni Tresna Art. Bagi teman-teman yang asli Bangkalan tentu tidak akan asing lagi dengan tempat ini. Tresna Art menjadi salah satu tujuan wisata utama yang ada di Madura khususnya Bangkalan sendiri. Setiap harinya bahkan di akhir pekan banyak wisatawan dari berbagai daerah mengunjungi galeri yang di dalamnya kental dengan aksitektur Madura ini.

Akhirnya perjalanan kami menapaki Jejak BPWS selama 4 hari selesai sudah. Ada banyak pengalaman baru, informasi dan pelajaran dari perjalanan panjang ini. Blogger pun semakin tahu Madura dan semua potensi yang ada disini termasuk bagaimana BPWS berperan penting dalam membantu pembangunan wilayah Madura.

Menduniakan Madura bukan lagi mimpi, semakin kesini Madura banyak dikenal oleh masyarakat dari berbagai daerah. Peran serta Blogger dalam tulisan mereka menjadi harapan baru untuk bisa memperkenalkan Madura. Terima kasih yang tidak terhingga untuk BPWS, semoga semakin banyak lagi pembangunan di Madura.

Terima kasih juga untuk teman-teman dari Komunitas Blogger Plat-M karena kalian juga nih, Madura semakin dikenal dan menarik wisatawan untuk datang berkunjung. SEMOGA MADURA MAKIN MENDUNIA!!