Pumara - Pusat Makanan Rakyat di Bangkalan

2/27/2015 Add Comment
Jika TreTan berkeliling ke Kota Bangkalan, sempatkanlah datang ke Pumara atau lebih dikenal dengan sebutan Pusat Makanan Rakyat yang letaknya berada di dekat Stadion Bangkalan. Di tempat itu banyak para pedagang berkumpul menjadi satu menjajakan berbagai makanan dan minuman dengan harga yang cukup murah.

Makanan yang dijajakan adalah Khas Pedagang kaki lima seperti Nasi Goreng, Mie Goreng, Sea Food, Sate Madura, Soto, Tempe Penyet, dan lain sebagainya juga minuman yang tersedia yakni Teh, Jeruk, Kopi dan lainnya yang bisa dipilih sesuai dengan keinginan TreTan.

Dahulunya Pumara ini terletak didepan Gedung Rato Ebuh atau sebelah barat lapangan sepak bola bangkalan namun pada akhirnya direlokasi karna tempat tersebut sekarang dijadikan sebagai Taman Kota atau yang lebih dikenal dengan sebutan Taman Paseban.

Pusat Makanan Rakyat Bangkalan ini buka dari pagi hingga malam hari dan ramainya Pumara ini biasa terjadi pada malam hari ketika sebagian besar orang-orang lepas dari rutinitas sehari-hari dan mencari makanan di luar rumah.

Selain bisa menikmati berbagai macam kuliner, TreTan bisa melihat atau bermain dengan berbagai wahana bermain di sekitar Stadion Bangkalan seperti Odong-Odong, Sepeda Motor Listrik dan lain sebagainya.

Berikut adalah foto PUMARA (Pusat Makanan Rakyat) Kabupaten Bangkalan dan Alamat GPS via Google Maps

Pumara - Pusat Makanan Rakyat Kabupaten Bangkalan

Pumara - Pusat Kuliner Bangkalan - Madura

Daftar dan Lokasi Bank dan ATM di Kota Bangkalan

2/24/2015 Add Comment
ATM atau Anjungan Tunai Mandiri yang dalam bahasa inggris disebut Automatic Transaction Machine merupakan mesin untuk mengambil uang secara tunai tanpa harus datang ke Bank dan terkadang mesti antri atau menunggu hingga bisa mengambil uang ataupun mengecek isi saldo rekening bank. Dengan adanya ATM ini maka untuk mengambil atau mengecek saldo tidak lagi perlu datang ke bank cukup mencari mesin ATM yang sesuai dengan nama Bank dan transaksi bisa segera dilakukan.

Mesin ATM biasanya terletak di lokasi yang Strategis seperti di Kampus, Stadion, Penginapan, Pom Bensin, Tempat Makan, Mall dan lain sebagainya untuk memudahkan masyarakat mencairkan uang yang tersimpan di rekening. Tidak hanya untuk mencairkan uang, tapi juga bisa untuk transaksi mengirim uang, membayar tagihan listrik, telepon, air dan lain sebagainya.

Nah, di Kota Bangkalan sendiri ada banyak ATM tersebar di berbagai tempat seperti ATM Bank BRI, Bank Mandiri, Bank BCA dan lainnya. Dibawah ini adalah daftar serta lokasi Bank dan tempat Mesin ATM itu berada untuk memudahkan bagi TreTan yang baru pertama datang ke Kota Bangkalan atau bingung mencari tempat ATM terdekat.

DAFTAR BANK DAN ATM DI KABUPATEN BANGKALAN - MADURA

ATM Bank BRI (Bank Rakyat Indonesia) - Bangkalan
Lokasi berada di sebelah timur Alun-Alun Kota Bangkalan

 
Telusuri via GPS Google Maps


ATM Bank BNI (Bank Nasional Indonesia) - Bangkalan
Lokasi berada di sebelah Utara Alun-Alun Kota Bangkalan atau Depan Gedung Rato Ebu




ATM Bank MEGA - Bangkalan




ATM Bank BCA - Bangkalan




ATM Bank Danamon - Bangkalan



Obyek Wisata Tambang Bukit Kapur Arosbaya - Bangkalan

2/19/2015 8 Comments

Indahnya Tambang Batu Kapur di Kecamatan Arosbaya


Kecamatan Arosbaya merupakan salah satu dari banyaknya kecamatan yang berada di Kabupaten Bangkalan. Terdiri dari 18 Desa/Kelurahan dengan luas daerahnya mencapai kurang lebih 42,45 Km2 atau 4.245 Ha dengan ketinggian sekitar 4 m dari atas permukaan laut. [Wikipedia Arosbaya]

Di Arosbaya ini terdapat Pandai Besi [Pandhi : Madura] yang diolah menjadi berbagai barang kebutuhan dengan cara manual yakni ditempa menggunakan api dan dibentuk sesuai keinginan orang yang menempa besi tersebut. Namun tidak banyak warga yang berprofesi sebagai Pandai Besi, hanya beberapa saja yang yang masih bertahan.

Selain itu ternyata ada Obyek Wisata Alam Batu Kapur yang sangat keren. Beberapa bekas Tambang Batu Kapur tersebut meninggalkan corak seni pahatan yang cukup indah dan ini kemungkinan tidak disadari oleh warga sekitar bahwa apa yang mereka lakukan selama ini secara tidak langsung menciptakan obyek wisata alam yang cukup bagus. Mungkin karna sudah terbiasa berada disitu atau seringkali melihat pahatan akhirnya tidak terlalu memperhatikannya sebagai salah satu obyek wisata yang patut diperhitungkan.

Sudah banyak orang / fotografer yang mengupload hasil hunting jepretan foto Tambang Batu Kapur di Desa Buduran di media sosial seperti Instagram, facebook atau twitter selain itu tempat ini terkadang dibuat untuk Prewedding pasangan yang akan menikah dan seakan-akan berada dialam yang beda dari biasanya.

Obyek Wisata Alami Batu Kapur Arosbaya Bangkalan

Warna Batu Kapur di Desa Buduran ini sedikit berbeda dengan yang berada di Wisata Alam Batu Kapur Jaddih - Socah. Jika di Desa Jaddih berwarna dasar putih, sedangkan di Batu Kapur Arosbaya cenderung berwarna kecoklatan. Entah alasan apa yang membuat warna dasarnya berbeda apakah faktor alam atau ada perbedaan batu kapur dari segi jenis dan kekuatannya sebagai pondasi ataupun tembok rumah.

LOKASI WISATA ALAM BUKIT KAPUR AROSBAYA
Bukit Kapur ini biasa disebut Bukit Pelalangan dan terletak di Desa Berbeluk, Kecamatan Arosbaya. Untuk bisa mencapai lokasi bukit kapur arosbaya ini cukup mudah, terutama bagi mereka yang pernah datang ke wisata religi makam para Raja Bangkalan "Air Mata Ibu" karna letaknya yang sangat dekat dengan situs religi tersebut.

TreTan bisa menggunakan Sepeda Motor atau Mobil Pribadi dan jika rombongan menggunakan Bis, parkir di area pemakaman Air Mata Ibu dilanjutkan jalan kaki menuju tambang batu kapur. Jika sampai dilokasi, tinggal tanyakan pada warga sekitar letak tambang batu kapur arosbaya.

Warga sekitar menyebut daerah tambang itu dengan "Bèdel", Mereka akan kebingungan jika TreTan menanyakan "Tambang Batu Kapur" karna istilah itu tidak terlalu Familiar.

Obyek Wisata Alam Batu Kapur Arosbaya Bangkalan - Madura - Jawa Timur

LETAK ALAMAT ATAU LOKASI PETA DIGITAL MENUJU WISATA BATU KAPUR AROSBAYA



Masih banyak tempat wisata di Bangkalan yang patut untuk dikunjungi seperti Mercusuar Peninggalan zaman Belanda, Kuliner Rujak Soto dan lain sebagainya. Segera persiapkan waktu untuk mengunjungi tempat tersebut dan tempat tak biasa lainnya di Kabupaten Bangkalan bersama keluarga, kerabat ataupun teman dekat.

Lapangan Kerapan Sapi R.P Moh. Noer Bangkalan

2/16/2015 Add Comment
Stadion R.P Moh. Noer Bangkalan

Kerapan Sapi merupakan sebuah tradisi yang sulit dipisahkan dari orang madura dikarnakan sudah menjadi kebiasaan turun temurun sejak zaman dahulu. Selain itu seru-nya pelaksanaan kerapan sapi ini membuat berduyun-duyun orang ini datang langsung melihat kecepatan sepasang sapi beradu di lapangan khusus dan telah di design untuk balapan sapi ini.

Di 4 Kabupaten di Madura yakni Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep mempunyai lapangan sendiri untuk mengadakan lomba tingkat Kecamatan maupun Kabupaten dan untuk Piala Presiden kerap dilaksanakan di Kabupaten Pamekasan yang kerap dipadukan dengan acara “Semalam di Pamekasan”


Bangkalan sendiri mempunyai Lapangan untuk acara Kerapan Sapi ini yakni di Alun-Alun Kota Bangkalan serta di Lapangan R.P. Moch. Noer yang letaknya di daerah Kelurahan Bancaran, Kecamatan Bangkalan dan orang sekitar biasa menyebutkan sebagai “Daerah Skeep / Lapangan Skeep”. Dinamakan R.P. Moch. Noer karna beliau merupakan Putra Madura sekaligus Mantan Gubernur Jawa Timur serta Penggagas dibangunnya Jembatan Suramadu.

Di Lapangan Alun-Alun Kota Bangkalan biasanya diadakan event Kerapan Sapi untuk menyambut para Tamu atau Turis dari luar Madura yang ingin menyaksikan secara langsung bagaimana para sapi ini beradu kecepatan yang konon bisa mengalahkan pelari tercepat didunia.

Nah, untuk lapangan Skeep / R.P. Moch. Noer ini sering sekali digunakan untuk lomba kerapan sapi tingkat kecamatan untuk selanjutnya menjadi perwakilan kabupaten di tingkat Kabupaten / Piala Presiden.

Foto Lapangan / Stadion R.P. Moh Noer Bangkalan (by: Cahya Ilahi / panoramio.com/user/7004850)

Dimana letak atau Lokasi Lapangan R.P. Moch. Noer ini? Berikut adalah Maps Digitalnya.



PILIH RUTE JALAN AKSES MENUJU LOKASI STADION R.P MOH NOER

VIA JEMBATAN SURAMADU | VIA PELABUHAN UJUNG KAMAL

Wisata Religi Makam Para Raja Asta Tinggi di Sumenep

2/03/2015 Add Comment
Wisata Religi: Makam Asta Tinggi Sumenep Madura

Makam Asta Tinggi merupakan kuburan para Raja Sumenep dan keturunannya yang berada di Kabupaten Sumenep tepatnya di kawasan dataran bukit tinggi Kebon Agung. Dalam bahasa Madura Asta Tinggi disebut sebagai Asta Rajâ yang maknanya adalah makam para Pangradjâ atau para Pembesar Kerajaan yang berupa makam. Asta Tinggi dibangun sekitar tahun 1750M. Kawasan Pemakaman Asta Tinggi rencana awalnya oleh Panembahan Somala dan dilanjutkan oleh Sultan Abdurrahman Pakunataningrat I dan Panembahan Natakusuma II. (Wikipedia.org) - Artikel tentang Silsilah Raja Sumenep

Itu merupakan sedikit penjelasan mengenai keberadaan Makam Asta Tinggi di Sumenep dan pada bulan Desember 2012, TreTan bareng temen-temen Nak-Kanak Blogger Madura berkesempatan mengunjungi / berziarah ke makam tersebut. Dimulai dari sebuah hotel dengan menyewa 2 buah Bis Mini, kami berangkat menuju Pemakaman Raja Asta Tinggi. Perjalanan menanjak dikarenakan letak situs pemakaman yang berada di atas bukit. Sampai ditempat, kami menuju Ruang Informasi untuk sekilas mendengarkan sejarah dari kerajaan di Sumenep hingga kesaktian yang dimiliki oleh para Raja Sumenep. Puas mendengarkan kisah para raja, kami menjelajah makam para Raja yang pernah berkuasa di Sumenep itu. Dan berikut adalah beberapa dokumentasi dari perjalanan kami.

Pasarean Raja-Raja Sumenep
di ASTA TINGGI
1. Pangeran Pulang Jiwa
2. Pangeran Jimat
3. Temenggung Tirtonegoro (Bindara Saod)
4. Panembahan Notokoesoemo ( Mohammad Saleh)

Sejenak mendengarkan Kisah tentang Para Raja Sumenep
Sekitar Makam Asta Tinggi
Menuju Makam para Raja Sumenep
Para Penziarah membaca ayat suci
Teman-teman Blogger Madura (Plat-M.com) membaca doa Tahlil
Bentuk Ukiran Makam yang sangat bagus
Gerbang Menuju Makam
Didalam komplek Makam Raja
Tulisan Caraka, ada yang mengerti apa artinya?
Tulisan Arab
Menuju Makam Raja






LOKASI WISATA RELIGI MAKAM ASTA TINGGI SUMENEP - MADURA

Berikut adalah peta digital menuju Makam Asta Tinggi dari Jembatan Suramadu

Klik Disini

itulah beberapa foto mengenai Makam para Raja Sumenep yang kompleks tersebut disebut Asta Tinggi, jika dirasa ada yang kurang atau ingin menambahkan, silahkan berkomentar dibawah ini untuk lebih menambah wawasan mengenai situs tersebut. Mator Sakalangkong

UPDATE MENGENAI TULISAN CARAKA / ARAB


Terima Kasih kepada Bapak Tadjul Arifien R yang telah membahas mengenai tulisan Caraka / Arab pada salah satu dinding makam Asta Tinggi dan berikut adalah penjelasannya:

Tulisan Caraka
Pada pintu gerbang bagian utara, dibagian belakangnya ada bangunan berbentuk seperti “warana“ tertulis prasasti tulisan dan bahasa Arab dan Jawa kuno, yang terjemahannya antara lain sebagai berikut :

Adapun setelah memuji kepada ALLAH SWT atas karunia-Nya dan mengucap syukur atas segala limpahan rahmat-Nya, maka sesungguhnya bagi orang yang berpegang teguh kepada agama ALLAH yakni : Sultan Pakunataningrat, Raja di Negeri Sumenep, apa-apa yang diharapkan dari ayahnya Panembahan Natakusuma semoga ALLAH menyelimuti dengan rahmat-Nya dan semoga ALLAH memasukkan ke surga. Sultan Pakunataningrat telah melaksanakan wasiat beliau yang disimpan rapi hingga berakhir kekuasaan beliau dengan membuat sebuah bangunan Kubah baginya, dan agar ayahnya dikuburkan didalam Kubah tersebut. Bahwa beliau Rahmatullahi Ta’ala sebelum wafatnya, sungguh telah melihat Kubah itu, selama tiga tahun. Di waktu beliau melihatnya, merasa senang dan nampak dengan wajah yang berseri-seri, sepertinya beliau melihat dirinya sendiri berada pada hari kebangkitan dan hari kiamat. Dan Kubah mulai dibangun oleh Sultan Pakunataningrat pada tanggal 10 Rajab 1227 Hijriyah, sedang beliau wafat pada hari Senin Rabiul awal tahun 1230 Hijriyah dan disemayamkan ditengah-tengah Kubah itu. Ya ALLAH berikanlah tambahan rahmat-Mu kepadanya dan kumpulkanlah bersama kebaikan-kebaikannya ( Wassaabiku wassaabikun ulaikal muqarrabin fi jannatin na'iem ), ketahuilah olehmu bahwa sesungguhnya pekerjaan Kubah pada waktu itu belum selesai atau sempurna untuk memperbagus, termasuk juga pintu masuknya belum selesai. Kemudian Al Mu’tasimu billahi SWT bersungguh-sungguh menyempurnakan pekerjaan tersebut dengan pertolongan dari ALLAH, seperti ia perisai yang baik untuk menutupi dan yang berdiam diri. Penyelesaian akhir pekerjaan Kubah itu dan pekerjaan termasuk memperbagus dan memperluas, agar indah dan bagus dipandang pada tahun 1233 Hijriyah. Semoga sebaik-baiknya Sholawat dan Salam dilimpahkan kepada Nabi Muhammad SAW”.

Pada samping pintu gerbang bagian utara dikanan dan kiri ada lagi prasasti berbentuk kura-kura tanpa ekor menghadap keatas, yang bertulis serta bahasa Arab dan Jawa kuno terjemahannya sebagai berikut :

"Didalam tulisan Prasasti ini mengingatkan padaku dari adanya bangunan pintu ini kepada orang yang menyempurnakan dan membangunnya yang mengharapkan dari orang yang menyempurnakan dan yang meneruskan, maka barang siapa ingin berziarah, kepada yang memiliki kebun / pemilik Asta ini, maka lupa ia masuk tidak melihat prasasti ini pertama kali, maka untuk yang kedua kalinya supaya berpikir dalam semua arti / maknanya, niscaya akan mengetahui kepada yang membangun dan yang menyempurnakan dan juga akan mengetahui apa yang diharapkan oleh yang menyempurnakan dan yang meneruskan. Maka kalau ada orang yang paham atau mengerti bahasa Arab, maka tulisan ini tulisan Arabnya. Namun jika tidak mengerti bahasa Arab, dipersilahkan melihat tulisan yang ada di sebelah kiri. Kiranya jarang orang mengerti terhadap maknanya sebab ditulis dengan bahasa Jawa yang diterangkan saya dari semua maknanya prasasti ini. Mudah-mudahan ALLAH SWT memberi ampunan kepada yang menyalin prasasti ini, yang menulis juga yang membantunya, dan yang memberikan petunjuk bagi orang-orang. Adapun yang membangun pintu ini, yaitu orang yang berpegang teguh pada Agama ALLAH, Sultan Pakunataningrat Raja di negeri Sumenep. Dan adanya beliau berpulang ke Rahmatullah sebelum pintu ini selesai sempurna. Adapun setelah beliau wafat, maka yang melanjutkan atau yang menyempurnakannya ialah : Putranya salah seorang Raja di negeri ini. Dan penyelesaian pintu ini serta diperbagus dengan sesuatu yang pantas baginya yakni : dengan kapur putih dari tanah rendah dan menulisinya pada kedua sisinya, semata-mata mengharap agar menyenangkan bagi yang melihat atau yang memandang dan untuk menutupi orang yang berziarah dan mau mengamankan dari orang yang dzalim terhadap peziarah yang berdo’a. Maka bagi orang yang berziarah pada kuburan ini agar bersopan santun kepada pemilik Astatinggi ini sewaktu masih hidup, dan selesainya pintu ini pada tahun 1274 Hijriyah”.


Demikianlah isi dari prasasti di Asta Tinggi Sumenep tersebut, yang ditulis secara litterlouts dan agar dipahami sesuai dengan kemampuan para pembaca.

Lagu Madura Kacong tor Jhebbing oleh Adrian Pawitra

2/03/2015 Add Comment
Kacong tor Jhebbhing

Mungkin lagu ini sudah tidak asing lagi bagi mereka yang suka dengan lagu Madura apalagi yang jadi peserta atau sekedar jadi penonton Pemilihan Duta Wisata Kacong Tor Jhebbing yang diadakan tiap tahun di 4 Kabupaten di Madura, lagu ini sering diperdengarkan dalam acara tersebut. Irama lagu yang cukup merdu ini diciptakan oleh Bapak Adrian Pawitra yang sekaligus penyusun Kamus Bahasa Madura - Indonesia.

Lagu ini menceritakan tentang para Putra dan Putri Madura yang mengenakan baju adat madura serta kesopanan tingkah laku sehingga menampakkan karakter yang membanggakan bagi diri dan orang lain.

Berikut adalah lirik dari lagu Kacong tor Jebbhing versi Bahasa Madura dan Bahasa Indonesia.

LIRIK LAGU THEME SONG KACONG TOR JHEBBING
(Bahasa Madura)

Sè ngangghit : Adrian Pawitra
Sè ngèjhung : Titik Garin

Ḍu pasèra sè ta’ lèburrâ, nangalè rèng raddhin pojhâân
seḍḍhâ’ robâna, ngapèncot atè, alos andhikana

Anḍhâp asor atèna, lèbur ongghu tèngka ghulina
gânṭeng robâna, ngapèncot atè, manès pamèsemma


Reff:
Torè oladhi KACONG JHEBBHING, sè binè’ asampèran,
ngangghuy ghellung malang, sè lakè’ atongkosân, ḍu cè’ èsagghâ

Pottra-pottrè Madhurâ sadhâjâna, paḍâ areng-sareng
Tarongghu t’rèsna adhât Madhurâ, sè ampon abit ta’ èsarbhi.......



TERJEMAHAN
(Bahasa Indonesia)

Oh.. siapa yang tidak tertarik akan seorang wanita cantik pujaan,
wajahnya yang elok, memesona hati, halus tutur katanya,

Sopan santun hatinya, sangat menyenangkan tingkah prilakunya,
wajahnya yang ganteng, memesona hati, manis senyumannya...

Reff:
Mari dilihat, Kacong dan Jhebbhing, yang perempuan memakai kain panjang,
menggunakan sanggul melintang, yang lelaki memakai tongkos, oh indah nian...

Putra putri Madura, semuanya bersama-sama
dengan bersungguh hati mencintai adat Madura yang sudah lama tidak di pedulikan...



Pencarian:
Lagu Madura, Lirik Lagu Madura Terbaru mp3, Lagu Youtube Madura, Theme Song Kacong tor Jhebbing, Download Lagu Madura Gratis, Lagu Daerah reng madura.

Asal Usul Kabupaten Sumenep

2/03/2015 Add Comment
Asal Usul Kabupaten Sumenep - Kabupaten Sumenep merupakan daerah yang berada paling ujung dari Pulau Madura. Di tempat ini juga terdapat beberapa wisata pantai yang tidak kalah hebat dengan pantai yang ada di bali. Beberapa pantai itu adalah Pantai Slopeng dan Pantai Lombang.

Asal Mula dan Sejarah Kabupaten Sumenep

Sejarah Sumenep jaman dahulu diperintah oleh seorang Raja. Ada 35 Raja yang telah memimpin kerajaan Sumenep. Dan, sekarang ini telah dipimpin oleh seorang Bupati. Ada 14 Bupati yang memerintah Kabupaten Sumenep.
Mengingat sangat keringnya informasi/data yang otentik seperti prasati, pararaton, dan sebagainya mengenai Raja Sumenep maka tidak seluruh Raja-Raja tersebut kami ekspose satu persatu, kecuali hanya Raja-Raja yang menonjol saja popularitasnya.
Pendekatan yang kami gunakan dalam penulisan ini adalah pendekatan historis dan kultural, selain itu kami gunakan juga pendekatan ekonomis, psikologis dan edukatif.

JAMAN PEMERINTAH KERAJAANARYA WIRARAJA
Arya Wiraja dilatik sebagai Adipati pertama Sumenep pada tanggal 31 Oktober 1269, yang sekaligus bertepatan dengan hari jadi Kabupaten Sumenep. Selama dipimpin oleh Arya Wiraja, banyak kemajuan yang dialami kerajaan Sumenep. Pria yang berasal dari desa Nangka Jawa Timur ini memiliki pribadi dan kecakapan/kemampuan yang baik. Arya Wiraja secara umum dikenal sebagai seorang pakar dalam ilmu penasehat/pengatur strategi, analisanya cukup tajam dan terarah sehingga banyak yang mengira Arya Wiraja adalah seorang dukun.
Adapun jasa-jasa Arya Wiraja :
- Mendirikan Majapahit b ersama dengan Raden Wijaya.
- Menghancurkan tentara Cina/tartar serta mengusirnya dari tanah Jawa.

Dalam usia 35 Tahun, karier Arya Wiraja cepat menanjak. Mulai jabatan Demang Kerajaan Singosari kemudian dipromosikan oleh Kartanegara Raja Singosari menjadi Adipati Kerajaan Sumenep, kemudian dipromosikan oleh Raden Wijaya menjadi Rakyan Menteri di Kerajaan Majapahit dan bertugas di Lumajang. Setelah Arya Wiraja meninggalkan Sumenep, kerajaan di ujung timur Madura itu mengalami kemunduran. kekuasaan diserahkan kepada saudaranya Arya Bangah dan keratonnya pindah dari Batuputih ke Banasare di wilayah Sumenep juga. Selanjutnya diganti oleh anaknya, yang bernama Arya Danurwendo, yang keratonnya pindah ke Desa Tanjung. Dan selanjutnya diganti oleh anaknya, yang bernama Arya asparati. Diganti pula oleh anaknya bernama Panembahan Djoharsari. Selanjutnya kekuasaan dipindahkan kepada anaknya bernama Panembahan Mandaraja, yang mempunyai 2 anak bernama Pangeran Bukabu yang kemudian menganti ayahnya dan pindah ke Keratonnya di Bukabu (Kecamatan Ambunten). Selanjutnya diganti oleh adiknya bernama Pangeran Baragung yang kemudian pindah ke Desa Baragung (Kecamatan Guluk-guluk).

PANGERAN JOKOTOLE (Pangeran Secodiningrat III)
Pangeran Jokotole menjadi raja Sumenep yang ke 13 selama 45 tahun (1415-1460). Jokotole da adiknya bernama Jokowedi lahir dari Raden Ayu Potre Koneng, cicit dari Pangeran Bukabu sebagai hasil dari perkawinan bathin (melalui mimpi) dengan Adipoday (Raja Sumenep ke 12). Karena hasil dari perkawinan Bathin itulah, maka banyak orang yang tidak percaya. Dan akhirnya, seolah-olah terkesan sebagai kehamilan diluar nikah. Akhirnya menimbulkan kemarahan kedua orang tuanya, sampai akan dihukum mati. Sejak kehamilannya, banyak terjadi hal-hal yang aneh dan diluar dugaan. Karena takut kepada orang tuanya maka kelahiran bayi RA Potre Koneng langsung diletakkan di hutan oleh dayangya. Dan, ditemukan oleh Empu Kelleng yang kemudian disusui oleh kerbau miliknya.

Peristiwa kelahiran Jokotole, terulang lagi oleh adiknya yaitu Jokowedi. Kesaktian Jokotole mulai terlihat pada usia 6 tahun lebih, seperti membuat alat-alat perkakas dengan tanpa bantuan dari alat apapun hanya dari badanya sendiri, yang hasilnya lebih bagus ketimbang ayah angkatnya sendiri. Lewat kesaktiannya itulah maka ia membantu para pekerja pandai besi yang kelelahan dan sakit akibat kepanasan termasuk ayah angkatnya dalam pengelasan membuat pintu gerbang raksasa atas pehendak Brawijaya VII. Dengan cara membakar dirinya dan kemudian menjadi arang itulah kemudian lewat pusarnya keluar cairan putih. Cairan putih tersebut untuk keperluan pengelasan pintu raksasa. Dan, akhirnya ia diberi hadiah emas dan uang logam seberat badannya. Akhirnya ia mengabdi di kerajaan Majapahit untuk beberapa lama.

Banyak kesuksessan yang ia raih selama mengadi di kerajaan Majapahit tersebut yang sekaligus menjadi mantu dari Patih Muda Majapahit. Setibanya dari Sumenep ia bersama istrinya bernama Dewi Ratnadi bersua ke Keraton yang akhirnya bertemu dengan ibunya RA Potre Koneng dan kemudian dilantik menjadi Raja Sumenep dengan Gelar Pangeran Secodiningrat III. Saat menjadi raja ia terlibat pertempuran besar melawan raja dari Bali yaitu Dampo Awang, yang akhirnya dimenangkan oleh Raja Jokotole dengan kesaktiannya menghancurkan kesaktiannya Dampo Awang. Dan kemudian kekuasaannya berakhir pada tahun 1460 dan kemudian digantikan oleh Arya Wigananda putra pertama dari Jokotole.


RADEN AYU TIRTONEGORO DAN BINDARA SAOD
Raden Ayu Tirtonegoro merupakan satu-satunya pemimpin wanita dalam sejarah kerajaan Sumenep sebagai Kepala Pemerintahan yang ke 30. Menurut hikayat RA Tirtonegoro pada suatu malam bermimipi supaya Ratu kawin dengan Bindara Saod. Setelah Bindara Saod dipanggil, diceritakanlah mimpi itu. Setelah ada kata sepakat perkawinan dilaksanakan, Bindara Saodmenjadi suami Ratu dengan gelar Tumenggung Tirtonegoro.

Terjadi peristiwa tragis pama masa pemerintahan Ratu Tirtonegoro. Raden Purwonegoro Patih Kerajaan Sumenep waktu mencintai Ratu Tirtonegoro, sehingga sangat membenci Bindara Saod, bahkan merencanakan membunuhnya. Raden Purwonegoro datang ke keraton lalu mengayunkan pedang namun tidak mengenai sasaran dan pedang tertancap dalam ke tiang pendopo. Malah sebaliknya Raden Purwonegoro tewas di tangan Manteri Sawunggaling dan Kyai Sanggatarona.

Seperti diketahui bahwa Ratu Tirtonegoro dan Purwonegoro sama-sama keturunan Tumenggung Yudonegoro Raja Sumenep ke 23. Akibatnya keluarga kerajaan Sumenep menjadi dua golongan yang berpihak pada Ratu Tirtonegoro diperbolehkan tetap tinggal di Sumenep dan diwajibkan merubah gelarnya dengan sebutan Kyai serta berjanji untuk tidak akan menentang Bindara Saod sampai tujuh turunan. Sedang golongan yang tidak setuju pada ketentuan tersebut dianjurkan meninggalkan kerajaan Sumenep dan kembali ke Pamekasan, Sampang atau Bangkalan.

PANEMBAHAN SOMALA
Bandara Saod dengan isterinya yang pertama di Batu Ampar mempunyai 2 orang anak. Pada saat kedua anak Bindara Saod itu datang ke keraton memenuhi panggilan Ratu Tirtonegoro, anak yang kedua yang bernama Somala terlebih dahulu dalam menyungkem kepada Ratu sedangkan kakaknya mendahulukan menyungkem kepada ayahnya (Bindara Saod). Saat itu pula keluar wasiat Sang Ratu yang dicatat oleh sektretaris kerajaan. Isi wasiat menyatakan bahwa di kelak kemudian hari apabila Bindara Saod meninggal maka yang diperkenankan untuk mengganti menjadi Raja Sumenep adalah Somala. Setelah Bindara Saod meninggal 8 hari kemudian Ratu Tirtonegoro ikut meninggal tahun 1762, sesuai dengan wasiat Ratu yang menjadi Raja Sumenep adalah Somala dengan gelar Panembahan Notokusumo I.

Beberapa peristiwa penting pada zaman pemerintahan Somala antara lain menyerang negeri Blambangan dan berhasil menang sehingga Blambangan dan Panarukan menjadi wilayah kekuasaan Panembangan Notokusumo I. Kemudian beliau membangun keraton Sumenep yang sekarang berfungsi sebagai Pendopo Kabupaten. Selanjutnya beliau membangun Masjid Agung Sumenep 1763, Asta Tinggi (tempat pemakaman Raja-Raja Sumenep dan keluarganya) juga dibangun oleh beliau.

Lambang Kabupaten Sumenep Sumekar
Lambang Kabupaten Sumenep Sumekar


SULTAN ABDURRACHMAN PAKUNATANINGRAT
Sultan Abdurrachman Pakunataningrat bernama asli Notonegoro putra dari Raja Sumenep yaitu Panembahan Notokusumo I. Sultan Abdurrachman Pakunataningrat mendapat gelar Doktor Kesusastraan dari pemerintah Inggris, karena beliau pernah membantu Letnan Gubernur Jendral Raffles untuk menterjemahkan tulisan-tulisan kuno di batu kedalam bahasa Melayu. Beliau memang meguasai berbagai bahasa, seperti bahasa Sansekerta, Bahasa Kawi, dan sebagainya. Dan, juga ilmu pengetahuan dan Agama. Disamping itu pandai membuat senjata Keris. Sultan Abdurrachman Pakunataningrat dikenal sangat bijaksana dan memperhatikan rakyat Sumenep, oleh karena itu ia sangat disegani dan dijunjung tinggi oleh rakyat Sumenep sampai sekarang.

Kuliner Bebek Songkem Goreng dan Kukus Khas Sampang

2/02/2015 Add Comment

Bebek Songkem Sampang


Madura pada akhir-akhir ini sangat terkenal sekali dengan olahan bebek, karena daging bebek mempunyari ciri khas yang membuat beda dengan daging lainnya. Pengolahannya pun juga harus pintar untuk menghilangkan aroma khas bebek yang sangat menyengat.

Namun kadang ada pecinta kuliner yang menghindari olahan bebek karena beberapa alasan, alasan yang sangat masuk akal karena bebek kandungan kolesterolnya sangat tinggi. Kini permasalahan kolestrol bebek sudah teratasi dengan adanya Bebek songkem, karena bebek songkem pengolahannya berbeda dari biasanya.

bebek utuh yang sudah dibersihkan dan diberi bumbu kemudian dibalut daun pisang dan dikukus +/- 4 jam, sehingga daging nya sangat empuk dan bumbunya juga sangat terasa. Bebek songkem ini bisa kita nikmati di Warung Bebek Songkem Rajawali yang merupakan cabang dari Bebek songkem Somber Oto’ yang sudah terkenal sejak dahulu.

Kuliner Bebek Songkem Kukus Khas Sampang Madura

Warung ini terletak di Jl. Rajawali Sampang, selatan RSUD Sampang tempatnya sebelah kiri jalan. Warung ini buka mulai pukul 08.00 WIB sampai dengan pukul 20.00 WIB. Warung bebek ini menyediakan dua varian rasa bebek songkem, Bebek Songkem Natural yaitu bebek songkem biasa yang hanya cukup dikukus saja.

Lokasi warung bebek Songkem Sampang Madura
Lokasi Warung Bebek Songkem Khas Sampang
Dan bebek songkem goreng, untuk bebek songkem goreng hanya menambahkan satu kali pengolahan lagi. Bebek yang sudah di kukus kemudian di goreng yang tetap tidak mengurasi rasa khas bebek songkem.

Bebek Songkem Goreng Sampang
Bebek Songkem Goreng Sampang
Satu bebek songkem bisa dinikmati oleh 4-5 orang, untuk menikmati bebek songkem yang biasa kita harus mengeluarkan biaya Rp. 60.000, sedangkan untuk yang Bebek Songkem Goreng seharga Rp. 65.000

Nikmatnya Kaldu Sumsum Kuliner Khas Sampang

2/02/2015 Add Comment
Kaldu sumsum ini hanya bisa dijumpai di Depot Al-Ghozali tepatnya di daerah Tanglok yaitu di Jl. Diponegoro 34A Sampang, Sampang kota ke selatan arah ke kota Pamekasan persis berada disebelah kanan jalan.

Yang membuat unik dari tempat ini adalah cara penyajiannya, kaldu ini disajikan lengkap dengan tulang dengkul sapinya sehingga penikmat kuliner bisa menikmati sumsum dengan menggunakan sedotan layaknya minum es teh.

Depot Al-Ghozali ini dikelola oleh Hj. Nur Hasanah yang merupakan anak dari Abah Ghozali yang sudah sangat terkenal di kota Sampang karena kabarnya sudah sekitar 40 tahun mengelola depot kaldu ini. Depot Al-Ghozali buka mulai pukul 07.00 WIB sampai pukul 20.00 WIB , tetapi puncak keramaian justru pada jam 12.00 WIB tepat pada jam makan siang.

Lokasi Kaldu Sumsum Sampang - Madura


Al-Ghozali penyedia Kaldu Sumsum


Harga dari kaldu sumsum ini ada dua variasi, karena ada kaldu sumsum biasa ada juga kaldu sumsum yang special. Untuk kaldu sumsum yang biasa dibandrol dengan harga Rp.45.000, sedangkan untuk yang special seharga RP.60.000.

Kaldu Sumsum Khas Sampang

untuk yang special ada bumbu tambahan yaitu Ramuan Khas Madura yang biasanya sangat disukai oleh para pecinta kuliner asing yang berkunjung ke tempat tersebut. Untuk pembelian yang tidak di makan ditempat Depot ini menyediakan wadah khusus untuk sumsum ini yaitu toples, sehingga sumsum ini akan awet walau dibawa ke perjalanan jauh.

Ramuan Khas Madura

Kuliner Khas Kabupaten Sampang Nasi Kobel

2/02/2015 Add Comment
Kuliner ini bisa kita jumpai di daerah-daerah pesisir kota Sampang khususnya di daerah Camplong. Nasi ini awalnya adalah bekal yang dibuat oleh para istri nelayan ketika suaminya pergi melaut. Menunya cukup sederhana hanya nasi , beberapa ikan laut, sambal kelapa dan sambal “Buje Cabbih” (Garam dan Cabe yang di ulek tanpa air) kemudian dibungkus daun pisang.

Kata Kobel berasal dari bahasa Madura “Korang Abelih” yang artinya kalau kurang kembali lebih jelasnya berarti jika anda kurang boleh kembali.

Yang menjadi ciri khas dari nasi ini adalah sambal kelapanya. Jika biasanya kita menikmati sambal kelapa yang disangrai atau dikukus, untuk nasi kobel sambalnya di panggang di atas cowek sehingga ada rasa khas yang sulit dijelaskan.

Kuliner Khas Kabupaten Sampang Nasi Kobel Madura - Jawa Timur
Nasi Kobel

Jika kita dari kota Sampang menuju kearah Kota Pamekasan, mulai dari Wisata Pantai Camplong hingga ke timur sampai ke daerah Sejati, kita akan menjumpai warung-warung kecil dipinggir jalan yang menyajikan nasi Kobel, yang sebagian besar milik warga sekitar kampung nelayan Camplong. Warung ini buka mulai jam 2 siang (14.00 WIB) sampai malam bahkan kadang sampai menjelang subuh.

Untuk menikmati kuliner ini kita tidak perlu meneluarkan uang yang banyak , karena kuliner ini sangat murah meriah. Hanya dengan Rp. 6.000 kita sudah bisa menikmati kuliner khas para nelayan kota sampang ini dengan suguhan pemandangan Pantai Camplong.

Wisata Taman Adipura Sumenep

2/01/2015 Add Comment
Jika TreTan berkunjung ke Kota Sumenep, pastikan tidak melewatkan kesempatan menyambangi Taman Adipura. Selain sebagai ikon kabupaten paling timur di Madura, taman ini juga mudah di kunjungi karena berada di jantung Kota Sumenep.

Tiap hari di tempat ini selalu ramai pengunjung. Keberadaannya di pusat kota menjadi tempat yang pas untuk melepaskan lelah dari hiruk-pikuk kota. Ia menjadi taman rekreasi dengan konsep ruang terbuka hijau. Banyak pohon rindang yang akan menyegarkan suasana. Di situ juga tersedia kursi taman yang bisa dijadikan tempat bercengkerama bersama orang terdekat.

Taman Adipura akan terlihat lebih semarak saat malam menjelang, terutama malam Minggu. Pada malam-malam tersebut banyak pengunjung yang menikmati indahnya pemandangan lampu yang menghiasi taman, juga permainan yang disediakan. Bagi TreTan yang membawa anak kecil, di situ banyak disediakan arena permainan, semisal odong-odong, sepeda motor mungil, dll. Tinggal membayar sejumlah uang, anak-anak TreTan sudah bisa menikmati permainan tersebut.

Bagi penyuka kuliner, jangan khawatir, di situ banyak sekali orang jualan. Ada rujak, jagung rebus, es buah, es kacang hijau, soto, nasi, campor dan banyak lagi. Stand pedagang kaki lima ini mengelilingi tepi Taman Adipura.

Wisata Taman Adipura Kabupaten Sumenep - Madura - Jawa Timur
Taman Adipura Sumenep (anggitaramani.blogspot.com)
Pada waktu-waktu tertentu, di tempat tersebut digelar acara yang diselenggarakan oleh pemerintah kabupaten Sumenep. Dulu, ketika (alm) KH. Abdurrahman Wahid berkunjung ke Sumenep, juga ditempatkan di situ. Tempat yang strategis membuat Taman Bunga menjadi arena yang pas menyelenggarakan acara.

Sebagai taman terbuka hijau, pengelola Taman Adipura tidak memungut karcis dari pengunjung yang datang. Jadi, TreTan tidak perlu mengeluarkan duit sepeser pun. Juga tak ada biaya karcis untuk kendaraan yang mangkal di sana.

Akses untuk sampai ke tempat tersebut sangat mudah. Jika dari terminal Bus Arya Wiraraja, arahnya ke utara. Kalau menggunakan kendaraan pribadi dan bergerak dari arah Pamekasan, ikut saja jalan kabupaten, tanpa harus ke terminal dulu. Nanti akan kelihatan taman tersebut. Jika khawatir kesasar, TreTan bisa menggunakan GPS.

LOKASI PETA GOOGLE MAPS TAMAN ADIPURA SUMENEP



Daya tarik taman ini juga disumbangkan oleh kedekatannya dengan Masjid Agung Sumenep (ada juga yang menyebut Masjid Jamik). Bangunan ini berdiri pas di sebelah barat Taman Adipura, hanya dibatasi oleh jalan kota. Arsitekturnya yang dipengaruhi oleh arsitektur China menjadikannya bahan telaah sejarah sejumlah sejarawan. Mengenai Masjid Agung Sumenep ini akan dibahas pada kesempatan yang lain.

Sekian dulu pembahasan tentang Taman Adipura Sumenep kali ini. Semoga bisa menambah pengetahuan TreTan tentang wisata-wisata yang ada di Kabupaten Sumenep. Selamat berwisata.