Meriahnya Event Lenggang Batik Madura 2017 di Kabupaten Sampang

11/26/2017 Add Comment
Hari Sabtu 25 November 2017 Kabupaten Sampang mengadakan sebuah event besar yakni Parade Batik untuk memperingati hari jadi Kabupaten Sampang yang ke-394. Kali ini dalam perayaan hari jadinya seluruh instansi pemerintahan dan sekolah ikut meramaikan event besar dan megah tersebut.


Event yang diberi nama Fashion On The Road "LENGGANG BATIK MADURA" ini dimulai dengan pawai dari drum band Gita Abdi Praja IPDN. Parade marching band ini menarik perhatian banyak masyarakat Sampang siang hari kemarin. Pawai berakhir sekitar pukul 14.00 siang di lapangan Wijaya Kusuma Sampang yang diikuti dan disaksikan oleh masyarakat sekitar

Di lapangan Wijaya Kusuma sudah berdiri panggung terbuka untuk Performance para peserta Parade Fashion On The Road serta tempat istimewa untuk para tamu undangan. Kembali parade marching band Gita Abdi Praja beraksi di depan Bapak Bupati Sampang H. Fadhilah Budiono dan tamu kehormatan.


Sekitar 15 menit aksi parade marching band berakhir dan dilanjut penampilan dari Bhayangkari Polres Sampang. Para Polisi dan Polwan cantik ini memamerkan seragam atribut kepolisian di hadapan Bupati Sampang, para tamu undangan dan semua masyarakat Sampang yang sangat antusias menonton sore kemarin. Beberapa seragam yang dipamerkan antara lain seragam upacara perkawinan bagi anggota polisi, seragam untuk serah jabatan, perayaan hari pahlawan dan banyak lagi.


Pukul 14.30 WIB acara puncak dimulai, para peserta fashion show sudah bersiap-siap di belakang panggung. Sekitar 25 peserta masing-masing sepasang laki-laki dan perempuan mewakili instansi pemerintah dan sekolah sekolah yang ada di Kabupaten Sampang. Satu persatu peserta berpasangan memamerkan hasil karya mereka menggunakan batik Madura.

Tidak lupa juga pembawa acara menjelaskan tema gaun yang digunakan, konsep batiknya dan sejarah dibalik gaun batik tersebut. Para peserta berhasil memukau semua penonton sore kemarin, para penonton berdecak kagum dengan hasil karya “Anak sendiri”. Salah satu konsep batik yang dibawakan adalah Kerajaan Madura Cakraningrat.

Pada acara Fashion On The Road "Lenggang Batik Madura" ini akan dipilih para pemenang dalam dua kategori yang disediakan yakni kategori kostum terbaik dan penyaji terkreatif. Tiga pemenang kategori kostum terbaik akan mendapatkan uang tunai dan sebuah tropi. Untuk tiga pemenang penyaji terkreatif akan mendapatkan sejumlah uang pembinaan dan sebuah tropi.

Berikut Daftar Pemenang Fashion On The Road Lenggang Batik Madura :


Kategori Penyaji Kostum Terbaik
1. Kantor BPBD Kab. Sampang
2. Dinas Pertanian Kab Sampang
3. BNI Cabang Sampang

Kategori Penyaji Terkreatif
1. SMP Negeri 1 Sampang
2. BAKESBANGPOL Kab. Sampang
3. Dinas Pendidikan Kab. Sampang

Saat ditemui, Endah Nur Siskawati, SST.Par, Kasie Pariwisata Disporabudpar Sampang berharap:
"Harapan Kami melalui tema "Lenggang Batik Madura" masyarakat luas baik Wisatawan Domestik maupun Mancanegara akan lebih tertarik untuk datang ke Madura, selain itu Kami juga berusaha memperkenalkan bahwa Sampang adalah Jantung Madura, segala sesuatu yang ada di Madura ada di Sampang.. Pesona Sampang, Pesona Madura, Pesona Indonesia.."
Tepat pukul 17.00 sore gelaran acara Fashion On The Road "Lenggang Batik Madura" selesai. Event ini pasti akan dinantikan lagi pada tahun depan. Sebagai bentuk usaha untuk memperkenalkan batik Madura khususnya batik Sampang pada masyarakat dan tentu wisatawan luar. Kita harus bangga dengan hasil karya sendiri, orang Madura bangga pakai Batik Madura.

VIDEO EVENT LENGGANG BATIK MADURA - SAMPANG



Daftar Juara Grand Final Kerapan Sapi Piala Presiden 2017

11/03/2017 Add Comment
Event tahunan Kerapan Sapi Piala Presiden Tahun 2017 sudah berakhir, sama seperti tahun-tahun sebelumnya event ini diselenggarakan di Kabupaten Pamekasan. Minggu 29 Oktober 2017 kemarin menjadi waktu berlangsungnya kegiatan yang sangat ditunggu oleh banyak masyarakat Madura juga tidak lupa oleh para wisatawan dalam bahkan luar negeri.


Sebelum Grand Final Kerapan Sapi Piala Presiden 2017 ini berlangsung sudah diadakan seleksi Tingkat Kabupaten yang pemenangnya secara otomatis dikirim pada Piala Presiden. Mulai dari Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Sampang, Kabupaten Pamekasan dan terakhir adalah Kabupaten Sumenep.

Pada kegiatan Kerapan Sapi Piala Presiden ini para peserta memperebutkan sebuah hadiah utama yakni mobil. Jadi tidak perlu heran kalau setiap kabupaten mengirimkan wakil terbaik mereka untuk berlomba mendapat kemenangan dan tentu adu gengsi sapi milik siapa yang paling kuat serta cepat larinya.

Seperti biasanya para penonton sudah memadati arena lapangan Stadion Soenarto Hadiwidjojo beberapa jam sebelum event kerapan sapi dimulai. Bagi teman-teman yang tidak berkesempatan datang menonton langsung dan penasaran ingin tahu daftar pemenang Kerapan Sapi Piala Presiden berikut ini daftar lengkapnya.

JUARA GOL. MENANG :

1. Hajar Boss - Hj. Ova - Pamekasan
2. Jet Matic II - H. Sahid - Sampang
3. Panter - H. Dolfaki / H. Mastuki - Bangkalan

JUARA GOL. KALAH :

1. Naga Emas - R. H. M. Thohir - Bangkalan
2. Dor to dor - H. Abdullah Hidayat - Sampang
3. Gagak Rimang II - R. H. M. Thohir – Bangkalan

Selamat kepada semua para pemenang sampai jumpa lagi pada event Kerapan Sapi Piala Presiden tahun depan. Bagaimana juga event ini merupakan kegiatan tahunan yang sudah menjadi tradisi turun temurun bagi semua masyarakat di Madura.

Baju Pesa’an Fashion Pria Madura

10/22/2017 Add Comment
Berbicara tentang produk fashion pria, orang Madura ternyata punya gaya fashion tersendiri yang khas dan sudah dikenal seIndonesia lho. Namanya baju Pak Sakera, teman-teman pasti sudah tidak asing lagi dengan baju atau kaos bergaris menyamping berwarna merah putih. Pak Sakera sendiri dikenal sebagai salah satu tokoh di Madura yang berkarakter berani dan tegas.

Pak Sakera sendiri memiliki semangat juang yang tidak pernah terdokumentasikan bagi masyarakat, dan belum masuk di dalam kategori Pahlawan Nasional Indonesia. Di karenakan Pak Sakera termasuk salah satu dari banyaknya Pahlawan Di Indonesia. Yang memperjuangkan daerahnya sendiri dari keganasan Jaman Penjajahan Belanda. Sehingga Nama dan Jasa-jasanya Pak Sakera, hanya bisa di dengar di daerahnya sendiri.

Sebenarnya pakaian ini adalah baju tradisional tapi akhir-akhir ini banyak digunakan sebagai baju sehari-hari terutama kaos merah putihnya. Baju Pak Sakera ini terdiri dari baju serta celana hitam longgar dengan kaos garis-garis merah putih atau merah hitam. Selain itu ada lagi pelengkapnya, yaitu tutup kepala, kain sarung, dan ikat pinggang.

Baju Pesa’an Sebagai Gaya Fashion Pria Madura


Pakaian ini biasa dipakai oleh para laki-laki untuk busana sehari-hari maupun resmi. Tahukah teman-teman kalau pakaian ini memiliki makna sendiri bukan lagi sekadar produk fashion yang lagi booming dipakai. baju pesa`an, celana gomboran dan kaos oblong ini memiliki perbedaan fungsi bila dilihat dari cara memakainya.

Kalangan pedagang kecil, seringkali menggunakan baju pesa`an dan kaos oblong warna putih, dipadu dengan sarung motif kotak-kotak biasa. Sebaliknya para nelayan, umumnya hanya menggunakan celana gomboran dengan kaos oblong. Jadi memang tidak sembarang atau asal pakai saja.

Sumber : nusantara.news

Pada saat menghadiri acara resmi, rasughan totop umumnya berwarna hitam digunakan lengkap dengan odheng tongkosan kota, bermotif modang, dulcendul, garik atau jingga. Odheng pada masyarakat Madura memiliki arti simbolis yang cukup kompleks, baik dari ukuran, motif maupun cara pemakaian.

Bentuk dan cara memakai odheng juga menunjukkan derajat kebangsawanan seseorang. Semakin tegak kelopak odheng tongkosan, semakin tinggi dewajat kebangsawananan. Semakin miring kelopaknya, maka derajat kebangsawanan semakin rendah. Untuk orang yang sudah sepuh (tua), sayap atau ujung kain dipilin dan tetap terbeber bila si pemakai masih relatif muda.

Biasanya juga baju pesa’an ini digunakan oleh guru agama atau molang. Tapi yang lebih menjadi ciri khas adalah pesa’an warna hitam. Sedangkan celananya disebut gomboran. Warna hitam melambangkan sikap gagah dan pantang menyerah. Ini merupakan sifat kerja khas dari rakyat Madura.

Sedangkan bajunya yang serba longgar melambangkan kebebasan dan keterbukaan orang Madura. Selain itu, bentuk bajunya yang sederhana melambangkan kesederhanaan. Satu hal lagi yang unik dari pakaian tradisional ini adalah kaosnya yang bermotif garis dengan warna merah hitam atau merah putih.

Sebenarnya gaya kaos merah putih ini terinspirasi dari pakaian pelaut Eropa. Meskipun begitu, kaos ini mempunyai makna tersendiri untuk rakyat Madura dan tentu merupakan produk fashion pria Madura. Garis-garis merah dan putih atau merah dan hitam memperlihatkan sikap tegas yang dimiliki orang Madura. Mereka juga mempunyai semangat juang yang tinggi dalam menghadapi segala hal.

Biasanya juga kaos merah putih sering dipakai oleh para suporter pria Madura United saat bertanding di lapangan sepak bola. Jadi, bagaimana teman-teman tertarik tidak menjadikan pakaian tradisional ini sebagai gaya fashion sehari-hari?. Kaosnya laki banget dan tentunya akan membuat penampilan teman-teman mati gaya.

Hasil Lomba Kerapan Sapi Piala Bupati Sampang 2017

10/09/2017 Add Comment
Pagelaran Kerapan Sapi merupakan kegiatan turun temurun yang selalu diadakan setiap tahun di Pulau Madura. Kegiatan kerapan sapi ini diikuti oleh empat Kabupaten yang ada di Madura yakni Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep. Puncaknya adalah kerapan sapi piala presiden yang memperebutkan Trophy Bergilir Piala Presiden.


Kerapan sapi piala presiden ini biasa dilaksanakan di Kabupaten Pamekasan sebagai Kabupaten terbesar yang ada di Madura. Minggu, 8 Oktober 2017 kemarin berlangsung kegiatan kerapan sapi Piala Bupati di Kabupaten Sampang. Kerapan Sapi kemarin diikuti sekitar 24 pasang sapi untuk memperebutkan juara dan dikirim sebagai wakil Kabupaten Sampang dalam Kerapan sapi piala presiden pada tanggal 29 Oktober 2017 nanti di Pamekasan.

Perlu diketahui bahwa 2 tahun berturut-turut Kabupaten Sampang menjadi pemenang di Ajang Kerapan Sapi Piala Presiden yakni Tahun 2015 oleh Sapi “Jet Matic” dan 2016 oleh Sapi “Predator”

Kerapan sapi piala bupati diadakan di Stadion Mitra Kencana - Pangarengan Sampang dan dimulai jam 08.00 sampai jam 14.00 WIB. Kegiatan Kerapan Sapi piala bupati dibuka langsung oleh Bupati Kabupaten Sampang H. Fadhilah Budiono. Lapangan stadion Pangarengan kemarin dipenuhi oleh penonton dan peserta kerapan sapi dari berbagai wilayah di sekitar Sampang.

Dari kegiatan kemarin telah terpilih 6 pasang sapi yang akan mewakili Kabupaten Sampang pada Kerapan Sapi Piala Presiden nanti. 6 pasang sapi yang telah terpilih tersebut merupakan 3 pasang sapi Golongan Menang dan 3 pasang sapi Golongan Kalah. Masing-masing pasang sapi tersebut berhak atas beberapa hadiah berikut :

Golongan Menang

Juara 1 – Sepeda Motor Honda Beat CW
Juara 2 – Lemari Kulkas Polytron Belessa 2 Pintu
Juara 3 – TV LED Polytron 32" with Subwoofer Sound


Golongan Kalah

Juara 1 – Sepeda Motor Honda Beat Pop
Juara 2 – Lemari Kulkas Polytron Belessa 2 Pintu
Juara 3 – TV LED Polytron 32"

Menurut Endah Nur Siskawati, SST.Par, Kasie Pariwisata Disporabudpar Sampang:
“Kerapan Sapi sebagai branding dan icon Madura dapat terus dilestarikan sebagai atraksi kebanggaan masyarakat Madura dan bisa menarik jumlah kunjungan wisata terutama mancanegara sehingga dapat berimbas pada Perekonomian Masyarakat Sampang”.

Semoga kegiatan Kerapan Sapi bisa terus diadakan setiap tahunnya di Madura sebagai wujud pelestarian budaya Madura. Selanjutnya kita tunggu Piala Bergilir Kerapan Sapi Piala Presiden 2017 di Kabupaten Pamekasan nanti.

HASIL PEMENANG KERAPAN SAPI PIALA BUPATI SAMPANG 2017


Golongan Menang:
Juara 1 : "Jet Matic 2" - An. H. Sahid - Ketapang
Juara 2 : "Predator" - An. Arif - Duwe' Pote
Juara 3 : "Stel Balap" - An. Abiem - Torjun

Golongan Kalah:
1. "Joko Sakti" An. Ivan Drajat - Kedungdung
2. "Door to Door" An. H. Abdullah Hidayat - Bringin Nunggal Torjun
3. "Angin Ribut" An. H. Achmad Hakiki - Ketapang

Kuliner Rujak Desa di Malam Hari Khas Kabupaten Bangkalan

8/09/2017 Add Comment
Rujak, siapa yang tidak kenal dengan salah satu kuliner khas Indonesia ini ? salad asli dari negeri sendiri. Kalau di luar sana kita terbiasa mendengar rujak manis sekarang yang patut anda coba dan ketahui adalah rujak asli khas Pulau Madura yakni rujak desa atau yang akrab di sebut Rojha’ Dhisah oleh masyarakat Madura. Sebenarnya ada beberapa jenis rujak yang ada di pulau Madura yang juga tidak jauh berbeda dengan jenis rujak yang kerap di jumpai di berbagai daerah lainnya.

Rujak Desa Bangkalan

Namun, untuk rujak desa ini kami sengaja mengulasnya khusus karena rasanya yang berbeda sekali dengan rujak biasanya. Bagi anda pecinta rasa asin dan gurih rujak desa ini sepertinya adalah solusi yang tepat untuk memuaskan selera, jika anda berkunjung ke pulau Madura suatu saat nanti. Tidak hanya itu saja, bagi anda penikmat porsi makanan besar dan murah rujak desa ini cocok sekali sepertinya.


Rujak yang masih khas dengan bungkus daun pisang ini memang benar – benar mampu memanjakan lidah para pecinta asin juga gurih. Perpaduan bumbu rujak desa ini tidak bisa di pandang sebelah mata, sungguh khas sekali dan hanya bisa di temukan di pulau Madura saja. Komposisi rujak desa ini sebenarnya jauh lebih sederhana dari komposisi rujak pada umumnya yang paling utama adalah rujak desa ini tidak memakai buah - buahan kecuali mentimun saja.

Terdiri dari irisan mentimun yang di potong tipis agak membulat, irisan tahu yang sudah di goreng, sayur kangkung di campur dengan kecambah kukus dan tak lupa yang menjadikan rujak desa ini termasuk makanan porsi besar dan murah adalah potongan lontongnya yang banyak sekali, lontong berwarna putih bersih yang di bungkus dengan plastik berukuran cukup besar di sajikan dalam keadaan hangat ini pasti akan membuat anda tercengang bila melihatnya, rujak desa ini akan semakin sedap di santap dengan kerupuk mie yang tidak bisa di pisahkan dengan rujak desa. Untuk bumbunya rujak desa ini terdiri dari perpaduan kacang goreng, petis ikan khusus, cabe rawit ( sesuai selera ) dan garam, sederhana sekali bukan.

Wisata Kuliner Rujak Desa di Bangkalan

Satu porsi rujak desa ini biasa di bandrol dengan harga yang sangat murah yakni Rp. 6.000, dengan harga miring seperti ini anda tidak perlu khawatir pada rasa juga kebersihannya. Rujak desa ini bisa anda temukan di tengah kota Bangkalan persis bersebelahan dengan Kantor Lakalantas Bangkalan atau di Benteng Efprins.

Disana akan anda temui dua penjual rujak desa yang telah berusia sepuh namun masih sangat kuat mengulek rujak berkumpul disana di tempat berjualan yang sangat sederhana beralas beberapa dipan dari bambu setiap sore menjelang malam yang telah siap berjualan.

Asin, gurih, porsi besar dan harga yang murah sekali itulah ciri khas rujak desa asli pulau Madura ini. Sambutan ramah, hangat dan lucu dari penjual akan anda temukan ketika membeli rujak desa ini. Karena Rujak Desa ini menjadi salah satu makanan favorit masyarakat kota Bangkalan di malam hari maka anda tidak perlu kaget bila melihat deretan panjang pembeli yang sudah siap mengantri. Rasa lelah karena telah lama dan sabar mengantri akan terbayar lunas setelah anda menyantap rujak desa ini.

Wisata Alam Bukit Lampion Beramah di Galis - Bangkalan

7/29/2017 Add Comment
Semakin kesini Pulau Madura semakin dipenuhi dengan banyak objek wisata yang harus teman-teman kunjungi. Seperti yang ada di Kabupaten Bangkalan misalnya jika beberapa waktu yang lalu sempat diramaikan dengan keberadaan Objek Wisata Bukit Jaddih dan Bukit Pelalangan Arosbaya sekarang sudah ada yang baru namanya Bukit Lampion Beramah.


Ya, Bukit Lampion Beramah ini terletak di Kecamatan Galis Kabupaten Bangkalan atau sekitar 15 km dari Kota Bangkalan. Teman-teman pasti penasaran dengan keberadaan bukit baru yang ada di Kecamatan Galis ini bukan?. Oh iya, selain itu di Galis juga terdapat Air Terjun Manitan yang sempat masuk tayangan program My Trip My Adventure di Trans TV.

Oke, kembali ke Bukit Lampion Beramah ya. Objek wisata yang satu ini menawarkan hal yang unik bila dibandingkan dengan wisata alam lainnya yang ada di sekitar Kabupaten Bangkalan. Apa yang membuat Bukit Lampion Beramah ini berbeda? Objek wisata disana tidak hanya menawarkan pemandangan alam yang indah tapi juga dilengkapi dengan dekorasi lampion yang berwarna warni.


Adanya lampu lampion yang berwarna warni inilah yang membuat pemandangan menjadi lebih indah dan menarik. Jadi, tidak heran meskipun masih baru dibuka namun tempat wisata ini sudah terkenal dan menjadi perbincangan baru. Sehingga banyak wisatawan lokal yang datang beramai-ramai kesana, terutama mereka yang masih muda.

Biasanya para pengunjung tersebut datang untuk berselfie di sekitar bukit karena memang viewnya yang instgramable sekali. Untuk bisa masuk ke dalam objek wisata Bukit Lampion Beramah ini teman-teman cukup membayar tiket masuk dengan harga Rp. 3.000 dan biaya parkir sepeda motor sebesar Rp. 2.000.

Baca Juga: Wisata Religi Kolla Al-Asror - Langgundi

Dengan membayar tiket masuk tersebut teman-teman sudah bisa menikmati beberapa fasilitas menarik dan spot cantik untuk berfoto. Di Bukit Lampion Beramah ini juga terdapat sebuah panggung yang terbuat dari kayu dengan berbentuk hati. Nah, tepat di bawah panggung tersebut langsung menuju jurang yang cukup dalam dari atas bukit.


Panggungnya juga sudah di desain kuat sedemikian rupa supaya aman untuk dipijaki asal tidak kelebihan orang saja ya. Konon spot inilah yang menjadi favorit bagi sebagian besar pengunjung Bukit Lampion Beramah Galis. Gimana, kalian sudah penasaran sekali ya ingin sampai langsung ke bukit baru ini?.

Yuk, segera luangkan waktu untuk main-main kesana. Bagi teman-teman yang berencana mengunjungi Bukit Lampion Beramah ini bisa mengikut penunjuk jalan dari Google Maps ini ya. Supaya tidak kebingungan dan tersesat, selamat jalan-jalan.

Beberapa Wisata Alam di Kota Bangkalan Madura

6/02/2017 Add Comment
Pulau Madura terkenal dengan banyak wisata alamnya yang wajib untuk dikunjungi sebagai destinasi liburan. Banyak masayarakat luar yang belum mengetahui mengenai hal tersebut, utamanya wisata alam yang ada di Kabupaten Bangkalan. Kabupaten yang berada di ujung barat Pulau Madura ini menyimpan banyak surga kecil yang tersembunyi.

Ya, Madura tidak hanya dikenal dengan hawa panasnya yang gersang namun juga keindahan alam yang dijamin akan memikat hati teman-teman jika berkunjung kesana. Teman-teman mau tahu apa saja sih macam wisata alam yang di Kabupaten Bangkalan Madura?. Berikut diantaranya :

1. Bukit Kapur Putih Jaddih

Salah satu tempat wisata yang sempat ramai dikunjungi oleh wisatawan dari dalam maupun luar Bangkalan ini benar-benar menyuguhkan panorama alam yang luar biasa. Dulunya tempat ini adalah tempat penambangan kapur putih namun sekarang sudah beralih fungsi menjadi tempat wisata alam. Dari atas bukit teman-teman bisa melihat langsung keindahan kota Bangkalan.

Di sana juga tersedia kolam renang umum yang dibuka setiap hari oleh pihak pengelola. Pengunjung hanya cukup membayar Rp. 20.000 untuk satu mobil dan itu sudah termasuk karcis berenang. Serta Rp. 5.000 untuk pengendara sepeda motor, murah bukan?.


2. Bukit Pelalangan Arosbaya


Masih seputar wisata alam dari bukit kali ini teman-temna akan diajak berkunjung ke Bukit Pelalangan yang ada di Kecamatan Arosbaya Bangkalan. Jika di Arizona sana terkenal dengan bukit yang gersang namun sangat eksotis dan indah. Disini teman-teman bisa menikmati sensasi wisata bukit lengkap dengan sejuknya suasana hutan yang masih alami. Objek wisata bukit Pelalangan ini merupakan salah satu alternatif destinasi wisata yang sangat menarik selain pantai, pegunungan maupun kuliner.


3. Pantai Siring Kemuning

Berpindah sedikit ke arah utara kota Bangkalan tepatnya di kecamatan Tanjung Bumi ada sebuah wisata alam yakni Pantai Siring Kemuning. Satu hal yang menjadi daya tarik kuat dari pantai Siring Kemuning ini adalah deburan ombak pantai yang mampu membuat tenang pikiran. Hembusan dan semilir angin pantai yang sangat sejuk, walaupun begitu para pengunjung diminta untuk tetap senantiasa waspada saat bermain- main di tepi pantai karena gulungan ombak yang cukup kuat untuk menarik ke tengah pantai.


4. Wisata Jembatan Suramadu

Siapa yang tidak tahu dan tidak kenal dengan jembatan terpanjang di Indonesia ini?. Ya, saat ini Jembatan Suramadu dijadikan salah satu pilihan wisata saat berkunjung ke Bangkalan Madura. Dari atas jembatan temna-teman bisa melihat pemandangan indah kota Bangkalan dan Selat Madura. Bukan hanya itu saja, teman-teman juga bisa menikmati langsung dari bawah jembatan dengan menaiki perahu yang bisa disewa.



Nah, berbicara tentang Jembatan Suramadu tahukah teman-teman kalau jembatan ini menghubungkan Kota Bangkalan dengan Kota Surabaya. Hanya membutuhkan waktu 30 menit untuk bisa sampai ke Kota Surabaya. Bagi teman-teman yang sedang berwisata dan mencari hotel murah di Surabaya jangan khawatir lagi.

Teman-teman bisa booking hotel melalui Airy Rooms tidak perlu khawatir dengan fasilitas yang akan di dapat selama menginap. Airy Rooms adalah jaringan hotel dan guest house terbesar di Indonesia dengan jumlah properti terbanyak. Jika teman-teman menginap di Airy Rooms ini mudah ditemukan dan jangan khawatir dengan biaya yang akan dikenakan karena murah.


Selain itu fasilitas yang disedikan juga sangat lengkap seperti AC, Tv layar datar, perlengkapan mandi, tempat tidur bersih, shower air hangat, air minum gratis, dan WiFi gratis. Teman-teman juga tidak perlu bingung memesannya, bisa melalui website, aplikasi android dan aplikasi iOS. Untuk pembayarannya juga sangat flexibel yakni melalui transfer bank dan kartu kredit.

Demikian begitulah beberapa destinasi wisata yang ada di Kota Bangkalan Madura. Yuk, jangan ragu lagi untuk datang berlibur disini dijamin akan memuaskan hasrat liburan kalian. Selamat berlibur.

Pusat Pengrajin Keris di Desa Aeng Tong Tong - Sumenep

5/27/2017 Add Comment
Banyak orang berpikir kalau pusat keris itu hanya berada di Kota Yogyakarta dan Jawa Tengah saja. Namun, anggapan tersebut salah karena ternyata di Kabupaten Sumenep - Pulau Madura juga ada pusat pembuatan keris. Tepatnya di sebuah desa bernama Aeng Tong Tong Pengrajin Keris tersebut berada dan dibuat bahkan tetap dilestarikan sampai saat ini.

Desa Aeng Tong Tong yang berada di kawasan Saronggi ini juga menjadi akses untuk bisa menyeberang ke Gili Genting. Di Gili Genting ini ada dua wisata alam yang patut untuk dikunjungi yakni Pantai Sembilan dan Pantai Kahuripan yang memiliki keindahan alam luar biasa dan pilihan terbaik saat berlibur bersama teman maupun keluarga.


Kalau teman-teman sedang berada di kawasan Madura atau Surabaya dan ingin memperoleh sesuatu yang unik, datanglah ke Aeng Tong Tong. Di desa ini kalian akan menemukan pemandangan unik di mana hampir semua pria di desa bekerja sebagai pembuat keris. Kalau teman-teman penasaran seperti apa yuk segera agendakan waktu untuk datang berkunjung.

Keris Aeng Tong Tong Warisan Kerajaan Sumenep

Selama berabad-abad Madura telah menjadi daerah kekuasaan yang berpusat di Jawa. Sekitar tahun 900–1500, pulau ini berada di bawah pengaruh kekuasaan kerajaan Hindu Jawa Timur sehingga ada banyak peninggalan sisa kekuasaan kerajaan dan keraton di sini. Keberadaan keris Aeng Tong Tong di Sumenep sudah ada sejak zaman Kerajaan Sumenep berdiri.

Dahulu kala kawasan Aeng Tong Tong digunakan sebagai tempat belajar para raja-raja. Semua keturunan dari raja akan diajari banyak hal oleh Pangeran Bukabu. Beliau mengajari banyak hal mulai dari hal-hal bersifat keagamaan, kerajaan, hingga seni yang secara khusus merujuk pada pembuatan keris.

Desa Aeng Tong Tong sendiri mempunyai arti khusus. "Aeng" berarti air dan "Tong Tong" berarti jinjing. Maksudnya masyarakat desa yang selalu menjinjing air dari luar desa. Nama desa ini menggambarkan betapa sulitnya mencari sumber air di desa mereka yang terlihat kering.


Penduduk desa sangat susah mencari air untuk pertanian. Jangan heran kalau usaha pertanian di sini hanyalah dijadikan sebagai pekerjaan sampingan. Pekerjaan utama kehidupan masyarakat Desa Aeng Tong Tong justru membuat keris. Bunyi keras denting logam yang ditempa, suara besi yang sedang di gerinda, membuat dentingan besi membahana di setiap sudut Desa Aeng Tong Tong. 

Banyak faktor yang membuat sebuah harga keris menjadi mahal, di antaranya adalah bahan baku besi yang berkualitas, lama waktu pengerjaan, desain yang rumit, ukiran yang terdapat di keris tersebut, dan keris pesanan khusus yang menjadikan Keris tersebut menjadi Indah dan Unik.


Di zaman modern seperti sekarang, keris dari Aeng Tong Tong sangat diminati oleh kolektor dari negara-negara dari Asia Tenggara. Ekspor barang ini terus melonjak setiap tahunnya. Para kolektor mau terus membeli keris dari daerah ini karena motifnya selalu unik dan kadang memiliki manfaat mistis lain yang susah dijelaskan dengan logika.

Sejak masa penjajahan Belanda, banyak keris yang dibawa dari desa Aeng Tongtong sebagai oleh – oleh kepada para panglima perang, atau pun sebagai tanda keberanian oleh orang – orang Belanda. Para pengrajin sendiri umumnya belajar membuat keris sejak usia yang masih muda. 

Dengan jumlah pengrajin keris lebih dari 540 orang menjadikan Desa Aeng Tongtong tidak hanya sebagai sentra keris terbesar di Indonesia, tapi juga juga merupakan yang terbesar di Asia Tenggara.

Obyek Wisata Pantai Kahuripan di Pulau Gili Genting - Sumenep

4/18/2017 Add Comment
Kabupaten Sumenep memang tidak diragukan lagi keragaman wisata alamnya, salah satunya ada banyak pilihan pantai indah yang bisa menjadi rujukan untuk berwisata. Kali ini Tim Gerbang Pulau Madura akan memperkenalkan salah satu pantai yang masih bisa dibilang cukup alami di Kabupaten Sumenep namanya Pantai Kahuripan.

Mungkin bagi sebagian orang dan para travelling nama Pantai Kahuripan belum begitu dikenal. Ya, pantai indah ini memang masih jarang diketahui oleh banyak orang. Walau begitu keindahan sebuah pantai, akan dirasakan ketika dikunjungi dan dinikmati lokasi dimana pantai berada. Dibanding pantai yang ada di Sumenep, seperti Pantai Slopeng dan Pantai Lombang.

Pantai Kahuripan - Pulau Gili Genting

Pantai Kahuripan jauh lebih alami, dan bahkan hampir tidak terjamah sebagai kegiatan wisata, kecuali masyarakat setempat untuk sekedar jalan-jalan menikmati alam laut itu. Siapapun yang berkunjung ketempat ini akan disuguhi dengan bebatuan yang unik di bibir pantai, hamparan pasir yang putih dan kesejukan alamnya serta terdapat kuburan zaman penjajahan Belanda, sehingga menarik untuk berfoto selfie, dan melepas kepenatan dari aktifitas sehari-hari.

LOKASI PANTAI KAHURIPAN


Pantai Kahuripan ini terletak di Desa Gedugan, Kecamatan Giligenting Kabupaten Sumenep. Bagi teman-teman yang ingin berlibur untuk menikmati keindahan alam Pantai Kahuripan, dapat ditempuh dari Pelabuhan Tanjung, Saronggi, Sumenep. Dari pelabuhan rakyat ini akan dibawa oleh perahu layar motor dengan jarak tempuh 45 menit dalam kondisi cuaca normal.

Tarif perahu juga sangat terjangkau, bila teman-teman ikut yang reguler hanya cukup membayar sewa sebesar Rp. 10.000 per orang sekali berlayar. Ada dua pelabuhan rakyat di pulau yang terletak di sebelah tenggara Pulau Madura ini, yakni Pelabuhan Aeng Anyar dan Pelabuhan Bringsang, Giligenting.


Jika teman-teman memilih turun di Pelabuhan Aeng Anyar, teman-teman sudah ditunggu oleh paguyuban ojek yang siap mengantar ke Pantai Kahuripan tersebut. Jasa ojek hanya kisaran Rp. 20.000. Namun, bila perahu kebetulan merapat di Pelabuhan Bringsang, kalian bisa mencari motor pada warga setempat. Teman-teman juga akan diantar ke Pantai Kahuripan, mudah bukan?.

Wisata Pulau Gili Genting - Pantai Kahuripan

Para nelayan di Pantai Kahuripan ini senang bila ada pengunjung. Harapannya, semoga ada yang menyewa perahunya bila ingin berkeliling di pantai tersebut. Mereka mematok harga Rp. 50.000 dengan kapasitas perahu antara 10 sampai 15 orang.

Konon kabarnya disana terdapat sebuah  gua dan  lorong gua tersebut bila ditelusuri akan akan menuju ke gua Tanjung Seronggi, yaitu gua yang menghubungkan antara kedua wilayah tersebut. Dengan kata lain lorong gua tersebut melintas dibawah laut kedua wilayah. Bagaimana, teman-teman penasaran bukan?.

Ayo, segera agendakan waktu untuk berkunjung ke Obyek Wisata Pantai Kahuripan ini.


VIDEO WISATA PULAU GILI GENTING - SUMENEP



Wisata Religi Sumber Air Kolla Al Asror Langgundi - Bangkalan

2/15/2017 1 Comment
Berbicara soal wisata religi yang ada di Kabupaten Bangkalan Madura rasanya tidak akan pernah ada habisnya. Jadi, memang tidak heran kalau Kabupaten yang berada di ujung barat Pulau Madura ini dikenal sebagai Kota Santri. Salah satunya ialah Wisata Religi Sumber Air Kolla Al Asror Langgundi yang teretak di Desa Ujung Piring, Kota Bangkalan.

Lebih tepatnya, wisata religi ini berdekatan dengan pemakaman Syaichona Cholil yang sangat terkenal itu. Beberapa waktu yang lalu Tim Gerbang Pulau Madura berkesempatan untuk datang mengunjungi sumber air yang dipercaya bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit tersebut. Dengan cara meminum air maupun bisa juga mandi di sumber air Kolla.

Kolla Al Asror Langgundi

Air yang muncul di Kolla Langgundi, bukan sekadar air biasa. Namun, terdapat keunikan dan keanehan. Meskipun lokasinya berada di pesisir pantai dan dikelilingi tambak, namun rasa air tersebut tawar, tidak asin. Sehingga bila diminum bisa menyegarkan tubuh. Uniknya, sampai sekarang air di sana tidak pernah kering, meskipun memasuki musim kemarau.

Kolla Langgundi sendiri menyerupai kolam yang ukurannya sekira 2 meter x 7 meter. Sebenarnya kalau dilihat langsung ukuran kolam tidak terlalu luas seperti tempat pemandian pada umumnya. Namun walaupun begitu tetap saja sumber mata air ini banyak dikunjungi oleh para peziarah yang sengaja datang untuk menyempatkan diri.

Untuk bisa sampai ke tempat wisata religi sumber air Kola Al Asror Langgundi ini cukup mudah dan bisa dicari. Lokasi Kolla Langgundi sendiri tidak sulit untuk dijangkau. Pasalnya, hanya berjarak sekitar 6 kilometer dari pusat perkotaan Bangkalan. Disamping itu, juga sudah dipasang petunjuk untuk menuju lokasi.

Sejarah Tentang Air Kolla Al Asror Langgundi

Saat kami berkunjung kesana kami mendapatkan beberapa info penting mengenai sejarah sumber air yang terkenal ini. Air Kolla Langgundi merupakan peninggalan dari Kiai Asror, yang merupakan kakek dari Syaichona Cholil Bangkalan. Konon Kolla Langgundi dijadikan tempat berwudhu Kiai Asror.

Kiai Asror Langgundi disebut juga Bujuk Langgundi karena merupakan pewaris Rosululloh SAW. Menurut silsilahnya, Kiai Asror masih keturunan Nabi yang ke-26. Konon, mata air Langgundi muncul dari tongkat Kiai Asror yang ditancapkan ke bumi. Sedangkan Nama Langgundi adalah suatu Dusun yang berada sekitar 1 km sebelah selatan pemakaman Syaichona Cholil dan merupakan kepanjangan dari Ilalang, Jagung, Padi yang dulunya kawasan tersebut banyak Ilalang kemudian dibersihkan dan ditanami Jagung serta Padi.

Wisata Religi Kolla Al Asror

Kiai Asror lahir di Banten dan besar di Langgundi sampai wafat. Lalu makamnya di komplek Martajazah berjejer dengan makam Kiai Abdul Latif. Dan Kiai Abdul Latif sendiri ayah dari Syaichona Cholil, yang peristirahatan terakhirnya juga di Komplek Pemakamann Astah Martajazah.

Sampai detik ini keberadaan sumber air Kolla Langgundi masih bagus. Masyarakat setempat merawat dan menjaga dengan baik. Banyak warga dari luar Pulau Madura yang datang ke sana, seperti dari Banten dan wilayah lain. Sesampai di lokasi, masyarakat biasanya mandi, minum dan berwudhu. Kemudian sholat dan mengaji di mushola dekat air Kolla Langgundi.

Beberapa di antaranya yang datang kesana memiliki pengalaman gaib. Dimana sembuh dari kelumpuhan, setelah meminum sumber mata air Kolla Langgundi. Beberapa kisah juga menyebutkan bahwa pernah ada salah seorang pengunjung yang berhasil lulus ujian akademik, setelah bertirakat dengan memanjatkan doa dan ritual dzikir di tempat yang dikenal mustajabah itu.

Bahkan, ceritanya dulu Kolla Langgundi juga dijadikan tempat memandikan santrinya yang nakal oleh Kiai Asror. Kemudian dikenal bisa menyembuhkan anak remaja yang nakal. Disamping itu, juga diyakini bisa menyembuhkan penyakit kulit seperti gatal-gatal maupun pegal-pegal yang ada di tubuh.

Bagi teman-teman yang suka sekali dengan wisata religi dan penasaran ingin merasakan kesejukan dan keajaiban Air Kolla ini bisa segera langsung datang ke Kota Bangkalan. Wisata Religi Sumber Air Kolla Al Asror Langgundi ini buka setiap hari dan untuk bisa masuk ke dalam teman-teman tidak perlu membayar alias gratis.

VIDEO LIPUTAN TIM GERBANG PULAU MADURA DI KOLLA AL ASROR LANGGUNDI




Obyek Wisata Danau Biru di Bukit Jaddih Socah - Kabupaten Bangkalan

1/24/2017 Add Comment
Berbicara soal tempat wisata sepertinya di Madura hampir tidak ada habisnya, setiap saat muncul tempat wisata baru disini. Salah satunya yang ada di daerah Bukit Putih Jaddih Bangkalan, terdapat satu wisata alam baru yang wajib untuk teman-teman kunjungi. Ada sebuah danau yang mamu menyedot banyak wisatawan datang bahkan saat baru dibuka.

Danau Biru yang ada di Bukit Jaddih ini menjadi pemandangan baru bagi warga Bangkalan dan tentu semua orang yang ingin berkunjung kesini. Disebut Danau Biru karena genangan air yang ada di dalamnya berwarna kebiruan yang memikat setiap mata yang memandangnya. Danau Biru ini sangat cantik apalagi dikelilingi oleh perbukitan kapur putih yang alami.


Beberapa waktu yang lalu Tim Gerbang Pulau Madura berkesempatan hadir dan melihat langsung keeksotisan Danau Biru tersebut. Kebetulan saat kami datang kesana Danau Biru sedang ramai dikunjungi oleh tim dari My Trip My Adventure Trans TV untuk mengadakan syuting. Rasanya sangat terkejut tempat wisata alam yang bisa dibilang masih baru tapi sudah terkenal kemana-mana.

Harga Karcis Danau Biru Bukit Jaddih

Bagi teman-teman yang ingin masuk ke dalam area Danau Biru ini hanya cukup membayar parkir saja, Rp. 5.000 untuk sepeda motor dan Rp. 10.000 untuk mobil. Danau Biru ini terbentuk secara alami dan airnya berasal dari tetsan air hujan sehingga membendung menjadi satu. Kedalaman Danau Biru sendiri bisa dibilang cukup dalam yakni sekitar 2 meter.

Hal penting yang harus teman-teman ketahui bahwa dilarang berenang ke dalam Danau Biru karena untuk berenang sendiri sudah tersedia kolam renang Bukit Jaddih yang dekat. Di Danau Biru teman-teman bisa menyewa perahu kecil dengan membayar karcis Rp. 5.000 per orangnya. Dengan menaiki perahu kecil ini teman-teman bisa mengitari Danau Biru dengan puas.


Karena pemandangannya yang indah dan sangat alami di Danau Biru sendiri kerap dijadikan tempat foto pre wedding jadi bukan hanya sebagai tempat wisata alam saja lho. Sebelumnya kawasan Bukit jaddih ini juga sering dijadikan tempat foto pre wedding tapi sejak Danau Biru ada, banyak calon pengantin yang tertarik untuk foto di dekat Danau Biru.

Munculnya objek wisata alam Danau Biru membuktikan bahwa madura bukanlah daerah gersang, ada banyak objek wisata alam seperti pantai yang indah dan sekarang Danau Biru ini. Untuk bisa menuju kesana teman-teman bisa melalui jalur dari Jembatan Suramadu menuju Desa Jaddih yang berbatasan dengan Kota Bangkalan.

Air danau yang berwarna biru cantik dan bukit kapur putih yang eksotis sedang menunggu kedatangan teman-teman. Jadi tunggu apalagi, segera agendakan waktu bersama keluarga dan sahabat untuk melihat Danau Biru milik warga Jaddih ini di Pulau Madura.

Dibalik Layar Syuting MTMA Trans TV di Danau Biru - Bukit Jaddih



Melihat Tradisi Rokat Tase atau Petik Laut di Pulau Mandangin - Sampang

1/17/2017 Add Comment
Rokat Tase' atau yang biasa dikenal dengan Larung Laut / Petik Laut adalah salah satu adat budaya masyarakat Madura. Sebagai kepulauan yang memiliki letak geografis dikelilingi oleh lautan masyarakat Pulau Madura rutin melaksanan tradisi Rokat Tase' ini. Rokat Tase' sendiri memiliki ciri khas dan keunikan sendiri pada masing-masing daerah yang ada di Madura.


Seperti yang ada di Pulau Mandangin di Kabupaten Sampang pada hari selasa tanggal 10 Januari 2017 kemarin mengadakan Rokat Tase'. Rokat Tase’ juga disebut Petik Laut, atau Larung Sesajen bagi masyarakat Jawa, merupakan peristiwa ritual yang dilakukan para nelayan sebagai bentuk rasa syukur kepada Yang Maha Kuasa yang telah memberi limpahan hasil ikan tangkapan di laut.

Demikian pula yang dilakukan masyarakat nelayan yang ada di Pulau Mandangin Kecamatan Sampang Kabupaten Sampang. Sebelumnya perlu teman-teman ketahui Pulau Mandangin merupakan sebuah pulau yang memiliki luas sekitar 1,65 kilometer persegi dan memiliki jumlah penduduk yang cukup padat. Dengan luas pulau demikian, jumlah penduduk mencapai 18.000 jiwa, sehingga rumah-rumah tampak berdekatan dan jalan-jalan tidak begitu lebar.

Runtutan Proses Rokat Tase' di Pulau Mandangin

Upacara ritual Rokat tase’ diadakan selama tiga hari dengan beberapa tahapan. Acara Rokat tase’ sebelumnya diawali dengan acara selametan bersama warga yang diadakan di rumah Bapak Kepala Desa atau yang biasa disebut Bapak Klebun. Dalam acara selametan semua warga berkumpul untuk berdoa bersama demi kelancara acara Rokat Tase’.

Kemudian dihari kedua adalah hari jadi acara Rokat Tase’. Sejak pagi hari semua masyarakat sudah bersiap dengan berkumpul di sebuah musholla. Di area musholla tempat berkumpul terdapat dua makam sosok penting di Pulau Mandangin yakni Bangsacara dan Ragapadmi. Sebelum menuju tepi pantai untuk memulai acara kembali diadakan doa bersama sembari membaca sholawat bersama.


Di lain sisi, masyarakat Pulau Mandangin sudah selesai menghias perahu untuk acara Rokat Tase’ tidak ketinggalan juga pernak-pernik yang akan dibawa dan yang diarung ke laut. Selama acara berlangsung arus transportasi laut menuju Pulau Mandangin pun ditutup untuk umum.

Acara Rokat Tase’ sendiri difasilitasi oleh masyarakat dan dinas terkait dengan bergotong royong sehingga acara berlangsung ramai dan meriah, selain itu ada aparat Kepolisian dan TNI serta Wakil Bupati Sampang turut hadir memeriahkan acara Rokat Tase' di Pulau Mandangin. Pada kegiatan kemarin kita dari Tim Gerbang Pulau Madura bersama perwakilan dari Dinas Pariwisata Kabupaten Sampang turut mengabadikan acara Rokat Tase'. Acara dimulai dari jam 07.00 pagi hingga selesai pada siang menjelang sore hari.


Pada hari ketiga sekaligus hari terakhir merupakan acara ludruk dan hiburan rakyat lainnya. Rokat Tase’ sendiri rutin diadakan setiap tahun pada bulan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW, acara ini biasa ditunggu-tunggu oleh semua masyarakat di Pulau Mandangin. Jika teman-teman ingin melihat langsung acara Rokat Tase’ di Pulau Mandangin ini bisa datang langsung tahun depan.

VIDEO LIPUTAN TRADISI ROKAT TASE' DI PULAU MANDANGIN


Mengunjungi Pengrajin dan Sentra Batik Klampar di Pamekasan

1/08/2017 Add Comment
Batik merupakan salah satu budaya yang sudah tidak asing di dengar lagi. Di Pulau Madura sendiri tepatnya di Kabupaten Pamekasan terdapat jenis batik yang berbeda dengan batik pada umumnya. Jika di Kabupaten Bangkalan terdapat Batik Gentongan yang berada di Kecamatan Tanjung Bumi maka di Kabupaten Pamekasan ada Kampung Batik Klampar yang terletak di Desa Klampar Kecamatan Proppo.

Beberapa waktu yang lalu Tim Gerbang Pulau Madura berkesempatan datang langsung ke sentra batik Klampar yang berjarak sekitar 5 Km dari Kota Pamekasan tersebut. Menurut cerita Batik Klampar ini sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu. Di desa Klampar sendiri terdapat kurang lebih 300 pengrajin batik yang meneruskan usaha keluarga mereka hingga saat ini.


Walaupun hampir di seluruh kabupaten di Madura mempunyai daerah sentra batik, batik tradisional asal Desa Klampar ini mempunyai keunikan tersendiri. Yakni kaya akan warna bahkan, dalam satu potong kain batik bisa lebih dari tiga warna. Warna-warna tersebut adalah coklat sagon (tua), hitam, merah, dan hijau.

Kalau diperhatikan secara teknis dan mendetail tidak ada perbedaan yang mendasar dalam pembuatan Batik Tulis Desa Klampar dengan batik-batik lainnya. Mulai dari memotif, mewarnai, mencelup hingga menjemur. Termasuk cairan untuk mewarnai kain yaitu malam yang direbus. Yang membedakan hanya paduan warna, motif, dan jenis kain yang digunakan.

Mengembangkan para Pengrajin di Sentra Batik Klampar

Untuk harga jual sendiri para pengrajin Batik Desa Klampar membagi dua segmen para konsumennya. Untuk segmentasi konsumen batik yang ekonominya menengah ke bawah misalnya, harga 1 potong kain batik hanya Rp 75 ribu hingga Rp 500 ribu. Batik tersebut berbahan dasar dari kain katun dan hanya melewati satu tahap pewarnaan.


Sedangkan untuk batik yang biasa dibeli kalangan ekonomi menengah ke atas, bahkan hingga tingkat menteri, harganya bisa mencapai Rp 1,5 juta per potong. Bahan dasarnya kain sutra asli dan melalui dua kali tahap pewarnaan. Setelah selesai diwarnai kemudian dijemur kemudian kering dan lanjut pada proses diwarnai lagi.
 
 
Dengan makin dikenalnya batik Desa Klampar, membuat warga desa tersebut semakin bersemangat membuka industri usaha kecil menengah (UKM) sebagai pengrajin batik. Tentu saja, dengan banyaknya UKM semakin mengurangi pengangguran yang ada di desa Klampar. Batik Klampar sendiri pernah memecahkan Rekor MURI dengan kategori batik terpanjang yakni 1530 meter.

Dinas Pemuda Olahraga dan Kebudayaan (Disporabud) Pamekasan mulai ambil bagian dalam menata desa. Dinas tersebut memproyeksikan Desa Klampar, Kecamatan Proppo sebagai desa wisata batik di Kota Gerbang Salam. Jika teman-teman penasaran ingin melihat dan membeli Batik Klampar yang murah atau mahal bisa segera datang ke Desa Klampar yang berjarak tidak terlalu jauh dari Kota Pamekasan tersebut

Kamera Baru Canon EOS M5 Senjata Utama Admin Pulau Madura

1/08/2017 Add Comment
Menyadari bahwa kebutuhan pengambilan foto untuk dokumentasi website Pulau Madura adalah salah satu hal utama. Kami selaku admin berusaha sebaik mungkin untuk bisa memberikan foto-foto wisata dan reportase yang enak dipandang mata. Sedikit cerita saat setahun yang lalu admin kehilangan kamera DSLR yang menjadi senjata utama dalam pengambilan foto.

Sejak saat itu admin hanya mengandalkan kamera ponsel untuk memotret dan memang disayangkan hasilnya tidak sebagus bila memakai kamera DSLR. Alhamdulillah sekarang admin sudah bisa mendapatkan kamera terbaru yang lebih canggih dengan spek yang lebih tinggi dari kamera yang hilang setahun lalu.

Kamera Canon EOS M5 menjadi pilihan admin sebagai senjata utama mengambil gambar objek wisata yang ada di Pulau Madura. Kamera ini bisa dibilang masih cukup baru, sekitar awal tahun 2017 lalu resmi dijual di Indonesia. Untuk soal kualitas kamera Canon EOS M5 ini sudah tidak perlu diragukan lagi, hasil tangkapan lensanya sangat apik.


Mengapa Memilih Kamera Canon EOS M5?


Produk ini tampil berbeda dari pendahulunya dengan menganut form factor ala kamera DSLR dengan viewfinder di bagian tengah dan handgrip (pegangan tangan) di sisinya. Desain seperti ini jarang dimiliki oleh kamera-kamera mirrorless merek lain, terutama jendela bidik elektroniknya yang terlihat menyembul.

EOS M5 memiliki sensor 24 megapiksel yang sama dengan kamera DSLR EOS 80D, juga buatan Canon. Sensor penangkap gambar dengan rentang sensitivitas ISO 100-25.600 itu dipadukan dengan prosesor gambar Digic 7. Berbekal 49 titik autofokus cross type dan teknologi “Dual Pixel AF”, EOS M5 sanggup menjepret kecepatan 7 frame per detik dengan continuous AF, atau 9 frame per detik dengan mengunci fokus.

Untuk video, EOS M5 sanggup merekam dengan resolusi hingga full-HD (1.920 x 1.080) dengan frame rate 60 fps. Canon ikut membenamkan teknologi image stabilizer berbasis software (digital) untuk meredam goyangan saat perekaman video. Poin ini sangat membantu admin saat merekam video agar mendapatkan hasil rekaman yang bagus.

Selain jendela bidik elektronik dengan resolusi 2,36 megapiksel, layar LCD 3,2 inci (1,6 megapiksel) di sisi belakang EOS M bisa ditekuk 85 derajat ke atas dan 180 derajat ke bawah sehingga menghadap ke depan untuk mempermudah pemotretan selfie. Bukan sekadar cocok untuk pecinta fotografi namun EOS M5 juga cocok untuk kalian pecinta selfie.

Sebagai kamera yang menyasar kalangan enthusiast, EOS M5 turut dilengkapi aneka tombol dial untuk pengaturan manual, termasuk exposure compensation dan dua command dial. Pengaturan tombol-tombol tersebut juga menyerupai layout tombol kamera DSLR kelas menengah ke bawah Canon.

EOS M5 sekaligus menandai debut koneksi Bluetooth Low Energy pada kamera seri EOS dari Canon. Teknologi ini dapat menyambungkan kamera secara terus menerus dengan smartphone untuk mentransfer data GPS atau foto. Nah, semakin memudahkan aktivitas admin untuk mengupload foto ke media sosial Pulau Madura.

Lalu berapa kisaran harga kamera Canon EOS M5 ini ? untuk bodynya saja teman-teman cukup menyiapkan dana sebesara Rp. 13.000.000 tetapi jika ingin membeli lengkap dengan lensa harga akan menjadi naik Rp. 14.000.000 kurang lebih. Bisa dibeli secara online melalui ecommerce yang ada, seperti MatahariMall.com. Memang terbilang cukup mahal tapi dengan spek yang bagus dan hasil bidikan kamera yang memuaskan kalian dijamin tidak akan menyesal membelinya.

Jadi, bagaimana? Tertarik untuk mengganti kamera lama kalian dengan Canon EOS M5 ini kah?. Semoga website Pulau Madura selalu bisa memberikan hasil foto yang bagus dan rekaman video dengan kualitas yang tinggi. Semua demi Madura dan pembaca Gerbang Pulau Madura, jangan lupa nantikan update-an dari kami yang terbaru ya.

Tradisi Tidur di Pasir Kampung Pasir Desa Legung - Sumenep

1/02/2017 Add Comment
Bukan hanya menyimpan kekayaan wisata alamnya, Pulau Madura juga memiliki adat dan tradisi tersendiri yang mungkin akan membuat teman-teman tidak percaya saat mengetahuinya. Salah satunya yang ada di Kabupaten Sumenep, ada suatu kebiasaan khusus yang dilakukan oleh masyarakatnya disana.

Tepatnya di desa Legung Timur Kecamatan Batang-Batang Kabupaten Sumenep, masyarakatnya terbiasa tidur di atas kasur pasir. Bukan hanya di desa Legung Timur, kebiasaan unik ini juga bisa teman-teman temukan di dua desa lainnya yang masih berada di Kabupaten Sumenep yakni desa Legung Barat dan desa Dapenda.


Tidur di atas pasir, hal itu sudah menjadi tradisi turun temurun bagi warga sekitar dan merupakan kewajiban setiap rumah memiliki kasur pasir dalam rumahnya. Bahkan tidak hanya di dalam rumah saja masyarakat setempat menaruh pasirnya, di halaman rumah dan tempat-tempat tertentu juga ada pasir yang digunakan untuk bersantai bersama keluarga dan tetangga.


Tradisi ini sudah berlangsung selama ratusan tahun secara turun-temurun. Bahkan kebanyakan anak di Desa Legung dilahirkan di atas pasir juga. Jadi, sedari kecil mereka memang sudah akrab dengan kasur berpasir. Mereka lahir, bermain, bertumbuh, berkembang, dan menjadi dewasa di atas pasir sehingga tak jarang ada yang menyebutnya Manusia Pasir

Di setiap kamar maupun di ruang istirahat di tiga desa itu pasti didapati tumpukan pasir yang dijadikan tempat tidur. Sekalipun di kamar ada tempat tidur, seperti pada umumnya, mereka nyaris tidak pernah menggunakannya. Meskipun begitu para warga tetap memilih tidur di atas kasur dari pasir tersebut.

MANFAAT TIDUR DI KASUR PASIR

Warga tiga desa yang mayoritas sebagai nelayan, sebagian lainnya pedagang dan bertani, menganggap pasir memberi manfaat besar berupa kesehatan bagi tubuh.Mereka juga menganggap tidur di atas pasir bisa lebih nyenyak dibandingkan dengan kasur kapuk maupun spring bed yang harganya jutaan rupiah.


Pasir yang diambil dari sekitar Pantai Lombang itu tidak lengket di kulit atau tubuh meski kulit dalam keadaan basah. Butiran pasir tersebut memiliki kristal pasir yang sangat halus, bersih mengkilap, dan memiliki warna putih gading. Sebelum digunakan pasir akan diayak untuk memastikan tidak ada batu atau benda berbahaya lain di dalamnya. Pasir lalu dijemur agar tak basah atau lembab.

Warga yang memanfaatkan pasir sebagai tempat tidur atau istirahat bukan hanya mereka yang kelas ekonomi menengah ke bawah, melainkan warga yang sudah mempunyai kemampuan lebih, masih tetap tidur di atas pasir. Bagi teman-teman yang ingin pergi ke Desa Legung dibutuhkan waktu sekitar satu jam dari Kota Sumenep.

Penasaran ingin mencoba Tidur diatas Kasur Pasir ? segera datang ke Kampung Pasir, Desa Legung, Kabupaten Sumenep.