Transportasi Maju Dukung Pariwisata dan Perekonomian

10/19/2019
Indonesia sangat kaya dengan segudang keberagaman wisata baik wisata alam maupun wisata budaya serta wisata kuliner dari berbagai daerah di indonesia yang bercitarasa tinggi. Kekayaan wisata tersebut menjadikan indonesia sebagai salah satu negara tujuan wisata yang populer. Dalam arti lain negara Indonesia menjadai salah satu negara tujuan para wisatawan untuk berlibur menikmati pariwisata yang ada di Indonesia.

Salah satu hal terpenting yakni keberadaan infrastruktur transportasi yang handal, baik berupa jalan, rel, pelabuhan, dan bandara sebagai penunjang pariwisata itu disadari oleh semua pihak. Industri pariwisata hanya dapat berkembang pada daerah yang memiliki infrastruktur transportasinya bagus. Faktanya aktivitas kepariwisataan banyak tergantung pada transportasi dan komunikasi.


Faktor jarak dan waktu sangat mem¬pengaruhi keinginan orang untuk melakukan perjalanan wisata. Saat ini transportasi menyebabkan pertumbuhan pariwisata yang sangat pesat sekali. Tentu ke depan, pembangunan infrastruktur diharapkan bisa mengoptimalkan potensi daerah, terutama sektor pariwisata dan pengembangan ekonomi wilayah.

Dalam kepariwisataan kita mengenal tiga macam transportasi yang biasa digunakan oleh wisatawan, yaitu: 1. Transportasi Udara (International Flight, Domestic Flight). 2. Transportasi Laut (Regular Lines, Charter Lines Cruiser). 3. Transportasi Darat (Sepeda, Dokar atau Delman, Sepeda Motor, Mobil penumpang, Kereta Api).

Seperti contoh, wisatawan mancanegara yang akan mengunjungi pulau komodo, mereka harus terbang menggunakan pesawat menuju bandara Soekarno - Hatta, kemudian terbang menuju Bandara Ngurah Rai, Bali dan dilanjutkan ke Bandar Udara Komodo, Labuan Bajo. Perjalanan tidak berhenti sampai situ.

Wisatawan harus naik ojek atau taksi ke pelabuhan Labuan Bajo, kemudian dilanjutkan perjalanan dengan menggunakan kapal untuk menuju Pulau Komodo selama 4 jam. Sehingga estimasi total dari perjalanan wisatawan menuju labuan bajo adalah 2 – 3 hari, menggunakan transportasi darat, laut dan udara.

Dalam pemakaian transportasi untuk keperluan kepariwisataan jarang yang hanya menggunakan satu macam angkutan saja, ham¬pir selalu merupakan kombinasi yang banyak tergantung pada kondisi tempat atau daerah tujuan wisata. Jadi ada macam-macam kombinasi pengangkutan yang digunakan di daerah tujuan wisata, tergantung bagaimana penga¬turan Tour Operator yang merencanakan sesuai dengan "tour itinerary" yang mereka susun.

Contoh tersebut menggambarkan untuk menikmati destinasi wisata Indonesia perlu transportasi yang beragam, transportasi yang bisa diandalkan demi kemajuan pariwisata Indonesia. Selama dalam kurun waktu lima tahun ini pemerintah sedang berupaya keras untuk bisa membangun infrastruktur yang dapat menciptakan transportasi yang bisa diandalkan dan demi kemajuan perekonomian daerah wisata.

Pembangunan infrastruktur telah mendorong peningkatkan kapasitas produksi perekonomian, menghubungkan kutub-kutub pertumbuhan atau aglomerasi ekonomi. Selain itu, program Infrastruktur telah mendorong peningkatan akses bekerja bagi penduduk kota atau pedesaan dan peningkatan akses perdagangan bagi penduduk kota dan pedesaan.

Kelancaran transportasi penduduk serta arus barang dan jasa merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan pembangunan. Dengan meningkatnya produksi sektor transportasi udara, berarti transportasi penduduk serta arus barang dan jasa juga semakin lancar. Hal tersebut mempunyai kontribusi positif terhadap pertumbuhan perekonomian nasional serta pariwisata karena bertambah banyaknya wisatawan asing yang datang ke Indonesia.

Website kemenhub: http://dephub.go.id

Twitter: https://twitter.com/kemenhub151

Facebook: https://www.facebook.com/kemenhub151

Instagram: https://instagram.com/kemenhub151

Tour Travel Pulau Madura

Sebarkan

Komentar Facebook

Artikel Terkait

Previous
Next Post »